
Are mengirim pesan kepada Lee Seok Hoon, dia menyampaikan informasi yang dia dapat dari salah satu kelompok KOM. Mendengar itu Darren bergegas menemui sahabatnya. Dia tidak ingin masalah keluarganya menjadi alasan kehilangan Yun.
Saat itu juga dia meninggal Villa seorang diri, meninggalkan Valerie bersama ketiga pengawalnya. Are tidak bisa menahan Darren agar dia tidak gegabah, sebab bosnya tidak mudah di bujuk jika sudah mengambil keputusan.
Mereka bertiga, terlihat kebingungan setelah Darren pergi. Bingung bagaimana menjelaskan kepada wanita yang masih terlelap nyeyak. Dalam kebingungan, perlahan mata Valerie terbuka. Tidak menunggu lama, dia memanggil nama Darren dengan lantang.
"Darren!"
Nola berlari melihat Valerie.
"Nola? Darren kemana?" Tanya dia heran, kenapa Nola datang ke kamarnya.
"Em, anu Nyonya, itu--"
Nola yang gugup tidak bisa mengutarakan maksudnya. Lalu ketukan di pintu membuat Valerie menengok.
"Nyonya, saya boleh masuk?" Ucap Are dari luar.
"Tunggu sebentar!" Valerie meminta Nola untuk mengambil baju yang pantas. Setelah dia selesai, Valerie memerintahkan dia masuk.
"Ada apa Are?"
"Tuan Darren memberikan ini untuk Nyonya," Surat dia berikan kepada Valerie dan memberi kode Nola ikut dengannya keluar.
"Aku harus menemui Ho Young, berjanji padaku jangan keluar dari Villa. Are, Han dan Nola ada dibawa, panggil mereka jika kau butuh sesuatu."
Dia baca dengan jelas.
Valerei mengingat kembali kalimat panjang suaminya sebelum dia pergi menemui Ho Young.
.
Valerei bisa mendengar suara detak jantung Pria di depannya. Dia menunduk, mendekatkan wajahnya, lalu mengecup sudut bibir Prianya, Pria itu menutup matanya dan membukanya kembali saat Valerei mengelus kepalanya, lembut.
"Tidurlah." Dia berdiri secara tiba-tiba, membuat tangan Valerei yang sedang asik memainkan rambutnya berhenti dan terdiam.
Darren keluar dari kamar, dia tahu sikapnya bisa menimbulkan kesalahpahaman, tapi saat ini bukan saatnya dia menikmati adegan romantis sementara banyak masalah menggerogoti mereka.
.
Valerie masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersiap-siap. Setelah itu dia kembali ke luar dan menatap lama surat yang diberikan tadi.
"Kemana dia pergi tanpa membawa Are!? atau aku susul saja?" katanya sambil melihat Are yang berdiri di belakangnya.
"Bagaimana Are, apa kita harus menyusul?" tanya Valerei melihat kekhawatiran dari ekspresi pengawal pribadi suaminya itu.
"Tidak Nyonya, Tuan sudah berpesan untuk tidak membiarkan anda keluar dari villa ini." penolakan dari Are membuat Valerei semakin penasaran.
"Kalau begitu, katakan kemana suamiku pergi menemui Ho Young?"
__ADS_1
"Tuan tidak mengatakan apapun, maaf."
Valerei tentu tahu Are berbohong, suaminya tidak mungkin merahasiakan tujuannya kepada Are, orang kepercayaan nya.
Tangan Valerei mengetuk-ngetuk meja kecil di sampingnya, suara yang timbul membuat ketiga pengawal itu tegang. Istri dari bosnya ini punya ide yang tidak mereka sukai. Alarm berbahaya masuk ke dalam diri mereka dengan sigap.
"Oke, temani aku membeli es krim!"
Itu, hal mereka takutkan. Valerei masuk ke dalam kamarnya mengambil tas lalu memberi kode ketiganya untuk mengikutinya.
"Nyonya, tolong! kalau anda tidak tinggal di villa, kami bisa dipecat." mohon Nola pada wanita ini. Nola berharap, Valerei bisa mengerti posisinya dan rekan-rekannya.
"Nola, kalau Darren tidak memberimu gaji, biar aku saja. Jangan khawatir, aku punya uang!" Lelucon Valerei tidak dapat diterima telinga ketiganya, mereka justru bertambah khawatir.
Valerei tidak akan membiarkan ketiganya dipecat, lagipula Are bukanlah pengawal biasa. Mana mungkin dipecat, batinnya.
Dia sudah berdiri di samping mobil, ketika dia berbalik, ketiga orang itu berada di atas tangga beberapa meter darinya. "Apa yang kalian lakukan?"
"Nyonya, Tuan akan membunuh saya jika membiarkan anda keluar dari villa."
"Itu tidak mungkin, Darren tidak akan melakukannya. Kalian benar-benar tidak ingin membawaku pergi?"
"Maaf Nyonya, kita tidak tahu bahaya apa yang akan kita hadapi saat menemui Tuan." ujar Are. Tidak mungkin tuannya memberikan perintah agar istrinya tetap berada di villa kalau tidak ada masalah yang besar, pikir Are saat diberitahu bahwa Valerei harus berada di villa selama dia pergi.
Wajah Valerei sedih, dia ingin bertemu suaminya. "Darren menyembunyikan apa?"
"Tidak ada Nyonya, sebaiknya kita masuk." Are mempersilahkan istri bosnya untuk masuk ke dalam.
Valerei yang berada di dekat mobil menunduk dan berlari ke dalam, otaknya dipenuhi bunyi alarm berbahaya. Suara berdenting memilukan telinga. Ketiganya melindungi Valerei masuk ke dalam villa.
"Bawa Nyonya ke ruang rahasia." kata Are.
"Tidak! kalian juga ikut. Nyawa kalian lebih berharga dibandingkan villa ini. Ayo!"
Valerei dibawa menuju halaman belakang. Are berjalan dengan cepat ke arah rumput rimbun yang berada di dekat pohon palem, di raba bagian batangnya dan bergeser lah dinding itu. Mulut Valerei membentuk O terkesan dengan apa yang baru saja dilihat. Sempat-sempatnya dalam hati dia mengejek diri sendiri.
Ketika mereka masuk pintu itu tertutup, sampai ke ujung dia melihat gerbang yang terkunci. Dia tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi, tapi tentu saja itu sesuatu yang berbahaya. Berdoa pada yang maha pencipta agar suaminya selamat.
...🖤...
Dijalan tetiba ponsel Darren berbunyi. Dia melihat sekilas dan menemukan sang pengirim pesan yaitu Ho Young.Dia berhenti.
^^^From Ho Young^^^
^^^-Jangan kesini, kembali ke villa. Istrimu mungkin dalam bahaya.^^^
Tangannya meremas ponsel yang dia pegang. Dia menelepon Are tetapi tidak ada jawaban dari pengawalnya. Lalu menelepon istrinya, namun tidak juga di jawab. "Tolong jangan terluka!" Dia merapatkan doa-doa untuk keselamatan istri dan pengawalnya.
Darren membalas pesan itu,
__ADS_1
^^^To Ho Young^^^
^^^- Jangan membunuh! Aku hanya ingin masalah Wang selesai dengan baik, cukup cari bukti untuk membuat Ji hyo tahu dia diperalat, suaminya tidak bersalah.^^^
Seharusnya dia tahu. Kenyatannya, dunia dimana Ho Young tinggal adalah dunia yang berbahaya, kehilangan itu tidak bisa dihindari.
^^^From Ho Young^^^
^^^- Kau tahu bagaimana caranya berjalan.^^^
Dia melihat tanpa membalas pesan Ho Young Darren kembali menelepon Are, Merasa bersalah!
Dia bersyukur bahwa panggillan itu akhirnya tersambung.
"Darren!?" Teriak seorang wanita dari seberang yang dia ketahui wanita itu adalah istrinya.
"Kau baik-baik saja? apa semaunya baik-baik saja?" tanya Darren.
"Ya, semuanya baik-baik saja. Aku sedang bermain dengan mereka. Kapan kau pulang?"
Valerei cemas tapi dia tidak bisa membuat suaminya juga ikut cemas, karena itu dia tidak mengatakan apa yang barusan terjadi.
"Syukurlah. Berikan teleponnya pada Are." Katanya.
"Tuan?" Jawab Pengawal pribadinya dari seberang telepon
"Pastikan istriku aman, kau tahu harus apa jika keadaan menjadi kacau." Dia tekankan setiap kata.
"Baik Tuan." Tegasnya.
Are memberikan telepon itu sebelum Darren memutuskan sambungan.
"Darren? kau masih disana?" panggil Valerei cepat.
"Ya?"
"Aku mencintaimu!" Lalu sambungan itu putus, Darren terdiam, terpanah mendengar pernyataan cinta dari istrinya.
...🖤...
Di sisi Valerie. Kedua pengawal pribadinya saling senggol menyenggol. "Nyonya sangat manis pada tuan, aku harap semuanya baik-baik saja." bisik Nola pada Han yang mengangguk setuju.
Lalu mengingat apa yang ingin dia tanyakan tadi "Nyonya, apa tidak sebaiknya kita memberitahu Tuan apa yang sedang terjadi?" perkataan Han mengusik.
"Tidak Han, suamiku akan khawatir berlebihan. Nanti, nanti setelah dia pulang aku akan menjelaskan semua yang terjadi." secara tidak langsung dia meminta agar pengawalnya tidak memberitahu Darren bahwa villa ini telah diserang, biarkan dia yang memberitahunya.
.
.
__ADS_1
.