The Secret Bride

The Secret Bride
Episode 69 : Pertemuan Ri dan Ho Young


__ADS_3

Ho Young melipat tangannya di dada, menunggu kabar terbaru dari bawahannya. Berkelana bersama pikirannya sendiri, hingga Yun menyadarkannya dari lamunan untuk mendengar komunikasi dari tim elang.


"Tuan, sepertinya mereka mengarah ke posisi temu utama. Mereka melewati jarak aman! Lapor, mereka melewati jarak aman!"


Yun bergegas meminta yang berada di sana membersihkan land, sementara Ho Young masih melihat kamera pengawas yang mengintai mobil wanita itu.


"GERBANG UTAMA, posisi 100 meter dari target. Tuan! Perintah menembak!?" Tim yang menjaga gerbang utama posisi temu memberikan informasi, kelompok HARI terlihat di sekitar land.


Belum ada perintah dari Ho Young, dia tetap melihat layar.


"Ho Young, mereka ada di depan, beri perintahmu!" Mereka hanya berdua, karena itu Yun berani memanggilnya dengan nama.


Tidak berkedip, jari telunjuk tangan kanannya mengetuk lengan yang lain, dia menghitung langkahnya.


"Ho Young!" Geram Yun.


Ho Young menekan tombol di telinganya. "Jangan menembak! Biarkan target masuk kedalam land."


Dia gila! Yun mengumpat kasar padanya dalam hati.


Yun bersiap memberi perintah menggantikan Bosnya. "Mereka musuh! Bagaimana jik--"


"Kita akan tahu, musuh atau teman, saat itu aku yang akan memutuskan!" Ho Young berjalan ke arah jendela melihat dari atas gedung tinggi itu.


"MEREKA KELOMPOK HARI!"


"Sudah kubilang, mereka musuh atau teman, biar aku yang memutuskan!"


"GERBANG UTAMA! Target mendekat, 2 menit mereka memasuki area land. 2 menit mereka memasuki area land." Anak buah Ho Young yang berada di area depan markas besarnya berbicara.


"Tutup gerbangnya setelah mereka masuk!" Ucap Pria itu.


Dia berbalik melihat Yun. "Posisi penembak!"


Senyum miring Yun menjawab perintah itu. Dia keluar bergegas menemui Dori.


Setelah dia ditinggal sendiri, Ho Young melihat foto yang dikirimkan oleh bawahannya. "Nyata atau tidak, aku yang akan memeriksa sendiri!" Dia bergerak memasuki lift untuk menunggu di bawah.


"Target mendekat! Target mendekat!" Menara tengah memberikan informasi.

__ADS_1


"5,4,3,2,1 Target memasuki area, gerbang ditutup!"


.


Mobil hitam yang membawa kelompok HARI berhenti di depan gedung yang menjadi pusat komunikasi utama kelompok KOM, perempuan itu memeriksa ponselnya dan meminta yang lain untuk tidak turun dari mobil.


"Jangan menembak! Mengerti!" mewanti-wanti bawahannya agar tidak melakukan kesalahan.


"Tapi, apa tidak terlalu berbahaya Kak? Mereka mungkin langsung menembak saat melihat kakak turun sendiri." kata pengawal mantan ketua kelompok HARI yang berumur lebih muda darinya


Ri menggeleng. "Tidak! Mereka tidak akan menembak!"


"Bagaimana kau yakin?"


Orang yang sedang berbicara adalah Wakil ketua kelompok HARI, dia adalah orang kepercayaan ayahnya. Menurut peraturan tidak tertulis dalam kelompok, orang inilah yang harusnya menjadi ketua setelah ketua sebelumnya tiada.


Namun, gejolak dalam kelompok tidak sesederhana itu, 80% dari mereka menginginkan keturunan langsung yang menjadi penerus. Sebagai orang luar yang dipungut oleh Ketua, dia tidak banyak menerima dukungan.


Untuk memutus ketidakpuasan mereka. Akhirnya, keputusan berat diambil, dia menyerahkan posisi itu pada Ri. Walau tidak punya pengalaman memadai sebagai ketua Geng, keturunan langsung dianggap tidak akan membelok dari tujuan yang telah ditetapkan ketua. Salah satu alasan.


Ri, mungkin terlihat polos sebab terlihat tidak pernah ikut campur dalam urusan kelompok selama ini. Tetapi mereka hanya tidak mencari tahu, bahwa keturunan sekalipun bisa berada di luar dari yang mereka bayangkan. Bisa lebih berbahaya dari orang yang mereka tekan turun.


"Sebagai kakak, tolong jaga aku!" tambahnya, lalu turun dari mobil.


"Anakmu tidak menjawab dengan benar, karena itu orang-orang gila yang mengincar posisimu seperti serigala, siap menerkam dia kapan saja!" pria itu berbicara dengan orang yang berada dalam foto yang ambil dari kantong jasnya. Ayah angkatnya.


"Buka sedikit jendelanya, kalian bisa menembak jika keadaan tidak terkendali! Pastikan adikku aman!" dia mengenakan rompi anti peluru dan meletakkan senjata dibagian tubuhnya.


.


Ri, sudah berada didepan mobil, dia melihat sekitar. Lalu, center kecil yang tergantung di lengannya di arahkan ke tanah. Dia menyalakan center itu dan kembali dimatikan, begitu seterusnya. Orang-orang yang berada di depan tahu itu pesan tersembunyi.


Mereka baru akan berkomunikasi dengan bosnya ,tapi suara Ho Young mendominasi radio. "Dia tahu rupanya, Biarkan dia masuk!"


Setelah itu, ada pergerakan dari tengah bangunan, perlahan pintu besi terbuka dari bawah ke atas. Ri, bahkan tidak menunggu hingga pintu terbuka sepenuhnya, dia berjalan dengan santai. Sebelum masuk, dia berbalik melambai ke arah mobil yang ditempati wakil ketua kelompok HARI.


.


Kakaknya melihat senyum Ri melalui jendela mobil. Dia geram. "ANAK ITU!" marah, dia membuka pintu mobil dan turun tapi belum dia bergerak maju, laser merah mengelilingi badannya. Yah, dia tahu ini akan terjadi. Dia tidak masuk dan tetap berdiri menunggu.

__ADS_1


.


Ri, dapat melihat kakaknya turun dari mobil dan dijadikan target penembak jarak jauh. Dia sempat ingin berbalik tapi pintu besi itu sudah kembali tertutup. Meski khawatir, dia terus berjalan ke depan.


Gelap, Ri tidak bisa melihat apapun di depan. Hingga dia dikagetkan dengan dorongan sosok bertubuh besar yang menekannya Ke dinding. Leher mulusnya menjadi sasaran empuk.


"Aakkh!" Kesakitan, dia memegang tangan besar yang menekan lehernya.


"Siapa kau?" Tanya pemilik tangan besar itu.


"Se-ha-rusnya aa-k-u yang ber-taa-nya!" Tangannya memukul tangan besar itu tapi tidak ada yang terjadi, dia merasa lehernya akan mengalami lebam parah.


"Apa orang-orang itu tidak salah!? Dia menempatkan orang lemah untuk menjadi pimpinan, sementara membuang potensi besar dibelakang." sahut pria didepannya.


Rumor itu bahkan sudah dikonfirmasi benar oleh ketua terdahulu, bahwa jika dia mati, Ravi akan menjadi satu-satunya pewaris. tapi tiba-tiba anak perempuan itu mengambil alih. Semua orang di dunia bawah ini tahu.


Ri tahu, siapa orang yang dimaksud pria ini sebagai 'Potensi besar'.


"Le--paa-s!" Dia menendang ke depan berharap mengenai bagian vital dari pria besar itu. Namum, itu bukanlah hal mudah, mengingat kekuatannya tidak seberapa dibandingkan dengan monster didepannya.


Beberapa saat, cekikan dilehernya kendur, wanita itu baru akan menjauh tapi hawa berat dan panas dirasakan pada tengkuknya, bulu kuduk yang tadinya diam tertidur langsung bereaksi.


Suara itu semakin dekat. "Kau datang kesini untuk apa? Wanita yang tidak memiliki kekuatan untuk apa masuk kedalam kandang singa!? Kau pasti punya sesuatu!?" Ho Young berbisik di bawah telinganya.


Ri merasakan jika dia berbalik kesamping, wajahnya pasti akan bersentuhan dengan wajah pria itu. Karena alasan itu, dia diam terpaku. "Aku bisa bekerjasama denganmu!"


"Bekerjasama? Apa yang bisa kau berikan?" Ho Young semakin dekat, dia mengangkat wajahnya hingga bibirnya berada tepat di telinga Ri.


"Apa yang kau inginkan!" Ri menantangnya.


"Bagaimana dengan menjadi wanita ku?"


.


.


.


Mengapa Ho Young meminta pimpinan baru kelompok HARI menjadi wanitanya?

__ADS_1


__ADS_2