Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Ungkapan Hati


__ADS_3

Keesokan harinya, Aldo bangun lebih dulu. Ia melihat Putri yang tertidur pulas, kepalanya yang ia taruh di atas perut Aldo membuat Aldo gak bisa bergerak karena takut jika Putri akan terbangun. Ia juga melihat Putri menggandeng tangan Aldo dengan begitu erat. Aldo tersenyum bahagia, sedikit demi sedikit Putri sudah mulai peduli terhadapnya. Ia yakin suatu saat nanti, ia pasti akan bisa memili Putri seutuhnya dan ia juga yakin kelak Putri juga akan mencintai dirinya seperti ia yang begitu sangat menyayangi dan mencintai Putri.


Saat tangan Putri mulai bergerak, Aldo segera memejamkan matanya dan pura pura masih tidur. Dan benar saja, Putri terbangun dari tidurnya, ia segera menyentuh kening Aldo. "Syukurlah, sudah tidak panas lagi. Sekarang aku mau mandi dulu." gumam Putri yang masih terdengar oleh Aldo. Putri segera pergi kemar mandi, di sana semua perlengkapan mandi sudah ada. Selesai mandi, ia membuka Pintu dan memanggil pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi. Tak lama kemudian, sarapan itu pun datang. Ia segera membangunkan Aldo dengan pelan padahal Aldo sebenarnya sudah bangun dari tadi cuman ia pura pura tidur aja.


"Al, bangun yuk. Kita sarapan pagi dulu." Ucap Putri, tapi Aldo masih saja pura pura tidur.


"Al bangun yuk." Ucap Putri lagi, tapi yang di panggil masih saja gak mau membuka matanya. Putri melihat wajah Aldo dengan seksama. Ia terlihat begitu tampan. Bulu mata yang lentik, alis mata yang agak tebal, hidung yang mancung, bibir yang sexi, rambut hitam yang tercukur rapi apalagi dengan tubuh yang tinggi dan bentuh tubuh yang sangat ideal, dadanya pun terlihat bidang mungkin karena Aldo suka olah raga sehingga wajar saja jika bentuh tubuhnya bagus apalgi dengan warna kulit yang putih bikin ia terlihat tambah tampan.


"Al, kamu sangat tampan." gumam Putri. Aldo yang mendengarnya hanya tersenyum dalam hati.

__ADS_1


"Al, jika kelak aku menyukaimu, apakah aku salah. Kayaknya aku sudah mulai tertarik sama kamu. Tapi aku takut karena kata Linda sahabatku, di sekolah itu ada seseorang yang bernama Salsa, dia sangat menyukaimu. Jika dia tau kamu deket sama aku, apakah Salsa akan menyiksaku di sekolah. Al, aku takut. Sungguh, walaupun aku terlihat tegar tapi sebenarnya aku takut menghadapi situasi seperti ini." Ucap Putri mencoba untuk mengungkapkan perasaannya. Toh Aldo sedang tidur, mana mungkin ia akan mendengar ucapakanku. itulah kata kata yang ada di dalam hatinya. Padahal tanpa ia ketahui Aldo sudah mendengar semua ucapannya..


"Al, bangun yuk. Kita makan, aku sudah lapar." Ucap Putri. Aldo pun membuka matanya dan menarik tangan Putri hingga ia terjatuh ke dalam pelukannya. "Put, aku sangat menyayangi dan mencintaimu. Sungguh, jika ada hal hal yang mengganggu fikiranmu. Katakanlah, aku akan membantumu. Aku akan melindungimu." Ucap Aldo di telinga Putri.


"'Apakah kamu mendengar semua ucapanku tadi.?" tanya Putri sambil membalas pelukan Aldo, ia memeluknya dengan erat.


"Iya."


"Aku sudah bangun sebeluk kamu bangun." jawab Aldo lalu ia bangun dan duduk di samping Putri.

__ADS_1


"Kamu jahat!" Putri tak terima karena Aldo sudah membohonginnya.


"JIka aku gak pura pura tidur, pasti aku tidak akan tahu apa yang ada dalam hatimu sekarang. Syukurlah, tadinya kau cuma mau mengerjaimu tapi aku gak nyangka kamu akan mengeluarkan uneg uneg yang ada di hatimu. Kamu jangan hawatir masalah Salsa, besok akan aku urus. Dan aku senang jika kamu sudah mulai tertarik denganku. Aku harap rasa tertarik itu bisa berubah menjadi rasa Cinta." Ucap Aldo sambil memeluk Putri. Lagi lagi Putri tak bisa menolaknya, ia malah membalas pelukan Aldo. Ia benar benar terharu dengan sikap Aldo, ia bisa merasakan kalau Aldo benar benar tulus menyayangi dan mencintainya.


"Al?"


"Iya, ada apa? bicaralah?"


"Aku lapar." jawabnya dengan nada polos.

__ADS_1


"Baiklah." Aldo melepas pelukannya, ia segera pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Lalu Putri dan Aldo pun makan bersama.


__ADS_2