
Fatah dan Farah terlihat begitu bahagia, mereka berlari seakan tanpa beban, menikmati masa kanak-kanak dengan bahagia, mereka berhak bahagia.
Salsa datang membawakan si kembar coklat Favorite mereka, hari minggu adalah hari di mana si kembar di perbolehkan makan coklat.
Anak-anak harus menikmati hidupnya, harusnya mereka juga berhak untuk makan ice cream, coklat dan apapun yang mereka inginkan, berikan hari khusus untuk mereka menikmati itu semua, tentu dalam batasan wajar, tak setiap hari dan tak berlebihan, karena memang tak baik jika semua itu di konsumsi terlalu sering dan berlebihan.
"Terima kasih kamu selalu ada untuk mereka" Mama memegang tangan Salsa erat.
"Iya tan...Aku seneng kok bisa bermain dengan mereka" Salsa tersenyum penuh dengan ketulusan
Mereka bermain lari-larian bersama, bahkan Salsa menurut saja saat Fatah mengajak nya untuk bermain sepak bola, sungguh mereka sangat bahagia.
__ADS_1
"Ibu..." Fatah memegang tangan Salsa dan mengucapkan kata yang Salsa tak dapat di percaya, akan di ucapkan oleh Fatah kepadanya.
"Lho kok?!" Salsa kaget tak tahu harus berkata apa
"Boleh kan?!" Fatah malah memeluk Salsa dengan erat, Farah yang melihat sang kembaran memeluk salsa jadi ikut-ikutan, mereka bertiga saling berpelukan.
"Fatah cuma punya Ayah, Fatah nggak punya Ibu, tapi Ayah selalu sibuk, tak punya waktu bermain denga Fatah, beda sama...." Fatah tak melanjutkan ucapannya, dia hanya tersenyum dan menunjuk Salsa dengan penuh sayang.
"Ayah kerja kan buat Fatah sama Farah" ucapan Salsa yang tak di respon baik oleh Fatah
"Ayah kerja buat Fatah dan Farah, untuk bisa makan, beli mainan, jalan-jalan, bahkan kadang keluar negeri, enak kan?!" Salsa mencubit Pipi Farah dan Fatah bergantian
"Ayah itu bos, karyawannya banyak, semua orang minta gaji sama Ayah, orang-orang itu punya Anak-anak yanv juga pengen beli mainan, beli ice cream, jalan-jalan kaya' Fatah dan Farah, mereka ingin Anak-anaknya bahagia, seperti Ayah pengen membuat Fatah dan Farah bahagia, jadi Ayah itu pahalanya banyak, di sayang Allah SWT, karena Ayah baik sama banyak orang memberi mereka gaji, bonus dan banyak lagi"
__ADS_1
"Fatah dan Farah sayang Ayah kan?!" Fatah dan Farah mengangguk mengerti
Anak-anak harus di ajak bicara dari hati ke hati dengan bahasa mereka, orang dewasa yang ingin di hargai kemauannya oleh Anak-anaknya dia harus mau masuk ke dunia Anak-anak, bukan memaksakan keinginan mereka, tapi di nasehati dan di bujuk pelan-pelan.
"Jadi biarin Ayah jadi orang baik, nanti kita semua di sayang Allah SWT, dan bisa masuk syurga bareng-bareng deh"
Dalam pangkuan Salsa Fatah diam saja, dan Farah hanya mendengarkan dengan semua senyum manisnya.
Hubungan tulus, kasih sayang sejati tak harus di lalui dengan hubungan darah, perhatian dan ketulusan adalah senjata yang sangat mempan untuk mempererat hubungan.
Sejak Ainun masuk ke dalam hidupnya, Fatah sempat menyangka jika Ainun adalah Ibunya, dia sangat ingin bertemu dengan Ainu tapi karena Ainun menjaga jarak, tentu saja, dia dan Aldo tak ada hubungan apapun, rasa kecewa Fatah dengan keinginannya bertemu tapi tak pernah kejadian, membuatnya lupa akan sosok Ainu.
Fatah yang dulu begitu cuek dengan kehadiran Salsa kini berubah, dia mulai menyayangi Salsa.
__ADS_1