Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Bagaikan Ibu


__ADS_3


Siang yang kelam, meski matahari bersinar dengan begitu terik, tapi Mama dan semua yang ada di rumah Aldo merasa khawatir, mereka sedih melihat Farah tak makan dan minum apapun.


"Bik Inah buatkan susu hangat buat Nona Manis, setalah Minum susu, Ayah akan pulang" Bik Inah wanita paru baya, berbadan agak subur, hitam manis, pembantau yang sudah lama bekerja di rumah Aldo membujuk Farah.


Bik Inah kerja dari Aldo remaja, dia tau semua sifat Aldo, dia sudah merasa betah di sini, semua orang baik padanya, dia merasa sudah di jadikan, diperlakukan keluarga majikannya layaknya keluarga sendiri, apapun yang duka mereka rasakaan, Bik Inah seakan ikut serta merasakannya.


Keluarga Aldo memang baik, Bik Inah, Bik imah dan Bik ijah meras betah bekerja di rumah mereka, gaji selalu bertambah, ada bonus jika pekerjaan mereka baik dan cepat selesai, ada umroh bergntian, jika ada keluarga mereka sakit di kampung, mereka tanpa berfikir panjang akan langsung memberi uang yang banyak,bahkan sampai sembuh.


Pernah keluarga Bik Imah ada yang harus di operasi, suaminya kena penyakiy ginjal, dalam ginjalnya ada batu yang membuat dia kesakitan, biaya operasi yang sangat mahal tak dapat dia bayangkan, suaminya hanya seorang buruh tani, upah tiap bulan dari berkerja di rumah Aldo cukup untuk biaya sehari-hari, sekolah anak, jika ada sisa dibuat membangun rumah, sedikit demi sedikit.


Saat itu tak ada uang yang dia punya, anaknya minta motor bekas, uangnya habis dan suaminya sakit yang mengaruskan operasi, Aldo yang saat itu tau, seketika menyuruh Bik Imah untuk tanda tangan persetujuan keluarga, untuk operasi suaminya, seluruh biaya akan di tanggung Aldo sampai sembuh, bahkan biaya obat dan biaya kontrol Aldo akan menanggunnya.


Kebaikan keluarga Aldo tak bisa di ragukan, setiap bulan mereka memberi santunan pada Anak yatim-piyatu, selalu memberi lebih.


"Nggak Mau bi, Aku mau Ayah" Farah menangis, dia hanya seorang Anak kecil tak bersalah, dia hanya butuh Ayahnya.


"Assalamu'alaikum boleh Aku masuk?!" Ada wanita cantik dengan hijab ungu ada di depan pintu, dua tersenyum menunjukkan gigi putih bersinar miliknya.


"Wa'alaikum salam, Ka...kamu, masuk nak" ucap Mama Aldo, memeluk gadis cantik itu dan menyuruhnya duduk.


"Tadi dibukakan pintu sama Bik Ijah, katanya semua ada di kamar si cantik"


"Iya...Farah sakit sal, dia nggak mau makan apapun, dia juga belum minum sedikitpun" Mama menjelaskan pada gadis cantik yang terlihat begitu anggun, dia adalah Salsa.


"Sayaaaang, tante lama nggak kesini bisa kesini, nggak bisa main sama Farah, Tante minta ma'af ya" Mendengar suara Salsa, Farah langsung memeluknya, seakan ada kerinduan begitu dalam.

__ADS_1


"Tante kemana aja, pasti Tante udah nggak sayang sama Farah"


"Siapa bilang ?!..Tante amat sangat, sangat, sangaaaat sayannng sama Farah"


"Tapi kenapa Tante nggak pernah kesini?!"


"Tante ada urusan, kerjaan Tante banyak, nggak bisa di tinggalakan" pelukan Farah semakin erat pada Salsa, ada rasa cinta yang Salsa rasakan, dia sayang sekali dengan gadis kecil di depannya, melihat wajah Farah dia dapat melihat wajah Putri di sana.


"Farah harus mau minum susu, nanti kalau nggak mau minum susu badananya tambah panas" bujuk Salsa dengan mengelus-elus kepala bocah polos dan lucu berusia tiga tahun itu.


"Nggak mau Aku maunya, Ayah yang nemenim Aku" Farah manyun dan membuat Salsa gemas, senyum-senyum sendiri melihatnya.


"Ya udah, kata Farah hanya mau sama Ayah Aldo, kalau gitu Farah nggak mau di peluk dan di temenin sama Tante Salsa.. iya, kan?!" Salsa berdiri, seakan ingin meninggalkan Farah yang sedang sakit


"Jangan Tan...Tante pasti udah nggak sayang sama Farah"


"Siapa bilang Tante nggak sayang sama Farah, lah Farah sendiri yang bilang nggak mau makan, nggak mau minum, minta di tungguin sama di temenin Ayah aja, lah Farah yang nggak mau tante ada disini" Salsa berharap Farah akan memeluknya dan mau makan-minum.


"Tante nggak akan pergi, tapi Farah harus mau disupin makan sama tante, minum susu, setelah itu kita ke dokter sebentar, agar Farah demamnya cepet turun"


"Baiklah Aku mau tan" Farah menangis lagi.


"Kenapa ada tanten kok tambah nangis lagi, katanya sayang sama Tante, kalau Farah nangis lagi, Eyang dan yang lain dengar di kira Tante nakal sama Putri Farah yang cantik jelita"


Saat Farah dan Salsa berbincang Mamanya Aldo membawa makanan kesukaan Farah, sebenarnya Farah suka makan ayam goreng tapi karena sedang panas, maka tidak di anjurkan untuk sementar makan ayam, beruntung Farah anak yang baik, jika tidak boleh makan ayam, ikan goreng pun jadi kesukaaanya.


Mama datang dengan membawa dua piring nasi, ada ikan goreng, sayur sop, ada berkedel kentang, serta susu segar, setelah masuk ke kamar Farah, dia meletakkan makanan di tas meja, dan dia keluar membiarkan Salsa dan Farah berdua di dalam kamar Farah.

__ADS_1


"Aku nggak punya ibu, Aku hanya punya Ayah, tapi Ayah udah nggak sayang lagi sama Aku" tangis bocah pintar itu.


"Siapa bilang Ayah nggak sayang sama Farah, Ayah yang nyuruh Tante datang kesini.


"Beneran?!" Ada sinar harapan yang keluar dari mata Farah.


"Heem beneran, ayo makan yang banyak biar tante yang suapin"


Ada kesedihan di dalam jiwa Salsa, dia merasakan apa yang Farah rasakan, dia sudah tidak punya orang tua, dia sungguh menderita apalagi Farah gadis kecil yang begitu polos, dia tidak pernah merasakan kasih sayang dan belaian lembut dari seorang ibu


Biasanya Salsa akan selalu berkunjung ke rumah Aldo, dia menyayangi si kembar dengan tulus, Aldo dan keluarganya sudah mema'afkan Salsa, mereka menganggap itu hanya kenakalan remaja biasa, dan Salsa pun sudah membuktikan bahwa dia telah berubah, berubah dalam segalanya, dia sudah jauh lebih baik.


Kasih sayang itu tulus Salsa berikan pada Farah dan Fatah, tak ada harapan lain, dia hanya ingin menyayangi dengan tulus, meski di hatinya tetap bersemayan nama Aldo tapi, dia bisa menguasai dirinya, baginya cintanya untuk Aldo dan kasih sayang serta perhatian tulus yang dia berikan kepada Farah dan Fatah adalah dua hal yang sangat berbeda.


Kedatangan Salsa ke rumah Aldo hari itu, karena Salsa rindu, kangen dengan Farah dan Fatah, dia tidak tahu jika Farah sakit dan dia berbohong jika Aldo yang menyuruhnya, dia datang hanya karena rindu.


Setiap Salsa ke rumahnya Aldo memang membebaskan dia, kapanpun, jam berapapun Salsa bisa masuk ke rumahnya, pintu rumahnya terbuka lebar untuk Salsa, tapi tidka dengan hatinya, sebenarnya Aldo sudah berusaha dan ingin membuka hatinya tapi ingatan dan sayangnya Pada Putri tak bisa padam, jika Salsa datang berkunjung dan pas Aldo ada di rumah makan Aldo seakan selalu menjaga jarak, biacara hanya seperlunya dan pergi meninggalkannya.


Cinta yang tulus memang tak bisa padam begitu saja, dia bersemi dengan sendirinya, dia tak dapat dinyana kepada siapa.


Cinta itu tak pernah padam, tak akan pernah padam, cinta tulus tak pernah meminta, bahagia cukup sekedar melihat orang yang di cintainya bahagia meski dia menderita, dia tak peduli.


"Sekarang kita makan, Farah pintar udah bisa makan sendiri, kalau gitu Farah makan, tanten juga makan, biar gendut, hehehe" Salsa menggodan, menggelitiki perut Farah.


"Ayo siapa takut?!"


Selesai makan Farah mau diajak ke Rumah sakit, Mama Aldo dan Bik Inah ikut serta menemanu mereka, membawa alat-alat yang di butuhkan, berjaga-jaga takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan.

__ADS_1


"Semog semua baik-baik saja Tan" Salsa berusaha menenangkan Mamanya Aldo yang dari tadi menangis.



__ADS_2