Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Rasanya Yatim


__ADS_3


langit mendung seakan ikut merasakan yang Salsa rasakan, Salsa mendengar kabar bahwa Ayahnya telah meninggal dunia, dia merasakan dunianya seakan runtuh, dia tidak sampai berfikir, apa yang di perbuatnya membuat dampak yang begitu besar pada keluarganya.


Penyesalan dan tangisan tak akan mengubah keadaan, semua akan tetap berjalan meski air mata darah yang keluar, sungguh tak ada yang dapat memperbaiki keadaan, kecuali jika kita berniat ingin memperbaikinya.


"Ayah...andai kau masih ada di sini, Aku ingin memelukmu, menyayangi mu, Aku rindu padamu" tangis Salsa tak bisa terbendung, dia menyesal.


Saat orang tuanya meninggal Salsa masih berada di penjara, karena proses yang cukup sulit, dia diperbolehkan pulang ,tapi hanya sampai proses pemakaman, Salsa harus kembali ke penjara, dia tak bisa mendoakan, membacakan tahlil untuk Ayahnya, dia merasa kematian Ayahnya karena ulah nakalnya.


Kasih sayang orang tua tak akan pernah kita membalasnya, kasih sayang tulus orang tua berikan, tak ada niat ingin di balas, tapi sebagia Anak, siapapun pasti ingin membalas jasa budi dan kebaikan orang tua.


Kadang Allah tak mengizinkan Anak untuo berbakti pada orang tuanya, waktu tak bisa di hentikan, saat ajal telah datang, seakan kesempatan berbakti telah tertutup rapat.


"Loe napa Sal, jangan nangis terus" Nita datang mendekap sahabarnya itu.


"Aku kangen dengan Ayahku, beliau meninggal gara-gara Aku" Tangis Salsa semakin pecah, Nita mendekap sahabatnya itu lebih erat, seakan dia bisa merasakan Apa yang dirasakan Salsa.


"Elu tau takdir kan?!"


Sejak mendekam di penjarah Nita banyak medapat ilmu, dia lebih mendalami ilmu agama, mengamalkannya sedikit demi sedikit.


Dalam islam takdir itu rukun iman...rukun iman pertama : Iman atau percaya kepada Allah (menciptkan seluruh dunia dan isinya)


Kedua: Iman atau percaya malaikat-malaikat Allah (minimal wakib mengetahui sepuluh malaikat Alla), ketiga: Iman atau percaya dengan rasul-rasul Allah( minimal hapal dan percaya dua puluh lima Nabi dan Rasul Allah), ke empat: Iman atau percaya dengan kitab-kitab Allah yang di berikan kepada empat Nabi atau rasul, kitabnya adalah...Al-quran di berikan kepada Nabi Muhammad SAW, kedua kitab zabur diberikan kepada Nabi Dawud, ketiga Kitab injil kepada Nabi Isa, dan ke empat kita Taurot di berikan kepada Nabi Musa.

__ADS_1


Rukun Iman ke lima: Iman atau percaya dengan takdir Allah SWT, baik itu takdir baik, atau takdir buruk


Kelima: Iman atau percanaya kepada hari Akhir atau kiamat.


Tak ada satupun yang akan mengetahui kapan ajal akan menjeputnya, kapan malaikat izroil akan mencabut nyawanya, tak ada alasan yang bisa di gunakan untuk mengetahui garis akhir kehidupan setiap manusia.


Jika kita pernah ke rumah sakit banyak hal yang bisa ambil disana, 1.Dirumah sakit banyak orang yang sakit, tapi banyak pula yang sembuh.


2.Di rumah sakit orang berbaring lemah, jika saat ini kau sehat gunakan kesehatanmu untuk banyak-banyak beribadah.


Umur tak dapat di nyana, banyak bayi yang meninggal sebelum melihat dunia, banyak orang tua rentah belum di panggil juga sama Allah, ada orang berangkat kerja dengan setelan seragam lengkap dan sehat, tapi pulang sudah tinggal nama, bantak di diagnosa dokter hidup tak akan lama, tapi jika Allah mengizinkan bisa hidup jauh lebih sehat dan jauh lebih lama dari perkiraan dokter, banyak orang sakit kritis yang sembuh, tapi banayk pula hanya karena batuk meninggal dunia.


"Kita harus berada di sini sekarang ini juga takdir, emangnya loe seneng hidup di sini" Kata-kata Nita memang kasar, dia sudah banyak berubah, tapi dia tetap apa adanya, yang salah tetap salah di matanya.


Takdir itu memang tidak bisa di tolak, ia akan menjalankan tugasnya, seperti ajal dia tidak bisa di awalkan atau di akhirkan, tidak bisa majukan sedikitpun, tidak bisa di undur sekejappun.


"Saat orang tau kita telah meninggal, sebenarnya kita masih bisa berbakti dan berbuat baik padanya" ucap pak ustad dalam bimbingan Agama islam yang di ikuti Salsa.


"Heeem...pak boleh tau" sontal Salsa langsung berdiri, karena dia bahagia dan sangat semangat mendengar ceramah yang pak ustadz katakan, ada ilmu baru untuknya.


"Semangat sekali, sal..hehehe" goda pak ustadz hitam manis, yang selalu mengisi pengajian setiap jum'at di lapas wanita cibinong, tempat Salsa di penjara


"Iya pak ustadz, bolehkah saya tau?!" Ada rasa haru dalam ucapan Salsa.


"Baiklah...saat orang tua kita telah tiada, kita masih dapat berbuat baik dan berbakti pada mereka, banyak hal yang bisa kita lakukan

__ADS_1


Pertama: kita sambung tali silaturrahminya, jangan sampai terputus, ada saudara, kakek-Nenek, om-tante, paman -bibi, sepupu dan semua orang yang ada hubungan dengan orang tua kit, kita jaga silaturrahnminya agar tidak terputus, itu salah satu tanda bakti pada orang tua.


Kedua: mendo'akan mereka, saat Anak Adam sudah tiada, maka terputus semua amalnya kecuali Anak sholeh yang selalu mendo'akannya.


Ketiga: saat kita punya uang berlebih atau amal apapun kita sertakan niat, hadiahkan pahalanya untuk orang tua kita, jadi tak ada yang memutus amal kita, untuk bisa berbakti dan menunjukka kasih sayang kita pada mereka, faham semua" penjelasan ustadz secara gampalng, panjaang kali lebar, Salsa yang baru mengerti senang bukan kepalang.


***


Tepat hari kamis, hari ini Salsa dinyatakan bebas, dia telah menjalani masa hukumannya, dia kini berubah lebih baik, banyak pelajaran yang ia dapat di penjara.


Nita menangis, dia merasa begitu kehilangan sahabtnya itu, dia senang dan bersyukur melihat sahabatnya itu keluar tapi dia juga tau, dia akan kesepian tanpa Salsa


"Gue sangat bahagia loe udah keluar" Nita menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu, memang Salsa tampak kurus sejak di penjara, tapi tak menghilangakan paras cantinya, meski dia tak pernah lagi perawatan sejak di penjara tapi kecantikan alaminya jelas lebih terpancar, karena dia rajin wudhu dan ibadah.


"Kami juga satu bulan lagi kan?!"


"Heem, tapi itu waktu yang lama, apa lagi nggak ada loe"


"Tanggal keluarmu sudah terekam sempurna di otakku, insya Allah Aku akan menjeputmu"


"Kau pulang gimana, di jemput siapa?!"


"Kau kan tahu, Aku tak punya siapa-siapa, Mungkin Aku akan ke rumah Om Haris ,adik dari Ayaku, semoga beliau mau menampungku untuk sementara, karena Aku berniat untuk bekerja dan tidak mengatungkan hidupku pada orang lain...


"Bariklana, Barakallah, Sal, hanya doa terbaik yang mampu Aku berikan untukmu."

__ADS_1



__ADS_2