Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 43


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, kini pernikahan antara Ahmad Rafiq dan Ainun sudah membaik, begitupun dengan pernikahan antara Salsa dan Aldo yang juga di selimuti kebahagiaan.


Ahmad Rafiq perlahan mulai membuktikan cintanya kepada Ainun hingga Ainun pun mulai mencintainya dan kepercayaan itu kembali lagi, Ainun mulai percaya kembali kepada Ahmad Rafiq dan perlahan mulai mengikhlaskan Aldo, meski tak sepenuhnya benar benar melupakannya.


Kini Ahmad Rafiq dan Ainun pun saling mencintai dan menjalankan bahtera rumah tangga dengan cinta juga penuh kebahagiaan.


Terlebih saat tau ada janin dalam rahim Ainun, kebahagiaan itu rasanya semakin sempurna bagi mereka, baik Ainun ataupun Ahmad Rafiq.


Begitupun dengan Aldo dan Salsa yang bahtera rumah tangganya selalu di liputi kebahagiaan, terlebih saat tau Salsa juga mengandung dan Fatah juga Farah akan mempunyai seorang adik.


Di tengah kebahagian mereka dalam bahtera rumah tangga yang sedang mereka jalani, ujian pernikahan menghampiri mereka kembali, untuk menguji cinta di antara mereka.


Ujian yang kembali mampu menggoyahkan kapal bahtera rumah tangga yang sedang mereka tumpangi.


*******


Ainun tersenyum sendiri melihat hasil tespect garis 2, pertanda tengah ada calon bayi di dalam rahimnya.


Sungguh rasanya ia benar benar bahagia dan tidak sabar memberitahukan ke Ahmad Rafiq.


Hari ini Ainun pun membuat sarapan pagi untuk dirinya, Ahmad Rafiq, juga Abahnya.


Ainun berencana sarapan pagi ini dia akan memberitahukan kepada Ahmad Rafiq mengenai kehamilannya, setelahnya ia ingin cek ke dokter untuk memastikan dan ke rumah kedua orang tuanya untuk memberitahukan kabar bahagia ini.


Ainun pun yang telah selesai memasak sarapan pagi, segera mempersiapkannya di meja makan, meski pagi ini makanannya sangat sederhana hanya nasi goreng dan telur juga sayur, tapi setidaknya ia yakin rasanya tetap nikmat untuk di nikmati.


Sambil menunggu kedatangan Ahmad Rafiq yang sedang bersiap dan Abahnya yang masih tidur, Ainun lebih memilih membereskan dapur dan setelahnya ia akan membangunkan Abahnya.


Setelah berberes dapur, Ainun pun segera membangunkan Abahnya.


"Abah, bangun yuk....sudah Ai persiapkan makanan untuk kita," ucap Ainun, yang membangunkan Abahnya.


"Ai, iya ini Abah sudah bangun... yauda yuk kita makan, " ujar Abahnya yang segera bangun dari tidurnya.


"Iya Abah, pelan pelan aja ya bangunnya," ujar Ainun yang mulai menuntun Abahnya.

__ADS_1


"Abah mau cuci muka bentar ya," ucap Abahnya.


"Iya Abah, biar Ai temenin ya," ucap Ainun yang segera menuntun Abahnya menuju wastafel untuk cuci muka.


"Alhamdulillah, nah gini kan Abah segar... siap makan deh," ucap Abahnya.


"Hehehe iya Abah, yaudah yuk kita segera ke meja makan buat makan bersama," ujar Ainun yang segera menuntun Abahnya menuju meja makan.


"Iya Ai,..." jawab Abahnya dengan tersenyum.


*****


"Loh sudah bersiap Aa'?" tanya Ainun, saat melihat suaminya sudah bersiap.


"Alhamdulillah sudah, Abah juga sudah bangun ya? yaudah yuk kita segera makan," ucap Ahmad Rafiq.


"Iya, ayuk...." jawab Abahnya yang kemudian duduk.


"Mau ambil sendiri atau Ai ambilkan nih?" tanya Ainun.


"Yaudah biar Ai yang ambilkan ya," sahur Ainun kembali, yang sudah memutuskan.


"Ini...selamat di nikmati ya, hehe," ucap Ainun menyerahkan piring yang sudah terisi lauk pauk dan nasi ke Ahmad Rafiq juga Abahnya.


"Makasih Ai...," ucap Abahnya.


"Iya sama sama Abah, yaudah kita makan aja dulu, nanti jika selesai makannya, ada sesuatu yang ingin Ai beritahu," ujar Ainun.


"Apa itu Ai...?" tanya Abahnya.


"Hummmm....makan aja yuk dulu hehe," jawab Ainun yang segera menyendokkan makanan ke mulutnya.


"Yasudah kita makan saja dulu," ujar Abahnya yang memulai makannya, diikuti oleh Ahmad Rafiq.


"Alhamdulillah," ujar Abahnya, setelah beberapa menit mereka selesai makan.

__ADS_1


"Ohya mau bicara apa Ai...?" tanya Abahnya.


"Hummm Aa' Ahmad Rafiq akan menjadi seorang ayah," ujar Ainun.


"Ayah...?" tanya Abahnya.


"Iya Aa' Rafiq akan menjadi seorang ayah karena saat ini Ai sedang mengandung," ucap Ainun.


"Yaa Allah serius Ai? Alhamdulillah.. Abah ikut senang... banget Ai, karena sebentar lagi Abah punya Cucu," ucap Abahnya.


"Hehehe iya Abah, Aa' juga senang kan?" tanya Ainun.


"Alhamdulillah tentu saja Aa' senang dong...." ucap Ahmad Rafiq.


"Alhamdulillah,..." ucap Ainun dengan tersenyum bahagia.


"Ohya tapi Aa' harus segera ke pesantren dan ngajar, gak papa kan? nanti sepulang Aa' dari pesantren, Aa' mau ajak Ai dan Abah jalan jalan sore dan membeli apa saja boleh, anggap saja Aa' ingin mentraktir kalian... karena bersyukur atas kehamilan inakui, bagaimana?" tanya Ahmad Rafiq.


"Oke Aa' yang akan nantinya jadi Abah juga untuk anak anak kita hehe... tentu saja gak papa, aku izinkan kamu mencari saat nafkah buat kita.... untuk , anak kita Abah," ujar Ainun dengan tersenyum.


"Hati hati ya Aa' semoga lelahnya menjadi lillah dan berganti pahala yang berlipat... Ah iya sampai lupa, Insya Allah kami senang Aa' ajak kami jalan jalan. Tapi Ai mau izin insya Allah setelah ini Ai mau cek ke rumah sakit terus ke rumah orang tua Ai bolehkan?" tanya Ainun.


"Hehehe kamu bisa aja, doakan ya semoga berkah rezeki ini m, bertambah juga. Oh begitu ya kamu gak nunggu Aa' di rumah aja ke rumah sakitnya?" tanya Ahmad Rafiq.


"Aamiin.... jadi gak di izinkan ini?" tanya Ainun kembali.


"Hemmm oke Aa' izinkan tapi naik taxi ya..." ucap Ahmad Rafiq.


"Hemmm okelah," jawab Ainun.


"Yaudah Aa' mau pamit ke pesantren ya," pamit Ahmad Rafiq yang mencium. dahi Ainun dan kemudian mencium perut Ainun.


"Ayah, berangkat dulu ya sayang. Kalau sudah selesai, nanti aku jemput di rumah sakit," ucapnya lagi mencium perut Ainun.


Ainun tersenyum tanpa sadar tangannya pun mengelus rambut Ahmad Rafiq dan Ahmad Rafiq pun terkejut dengan sikap Ainun dan menatap Ainun dalam diam kemudian segera berdiri mencium Ainun kembali, dari dahi, pipi, mata dan bibir.

__ADS_1


"Terimakasih sudah memberikan kado terspesial untuk Aa' untuk keutuhan rumah tangga kita yang semakin bahagia juga sempurna," ucap Ahmad Rafiq.


"Alhamdulillah tapi semua atas izin Allah bukan kehendak ku," ucap Salsa yang tersenyum kembali kepada Ahmad Rafiq dan mereka pun saling memeluk.


__ADS_2