
Mama datang dari arah dapur, dia terlihat begitu lelah dengan keringat yang bercucuran.
"Oh ma'af...lah kok ada tamu istimewah" Mama tersenyum bahagia, tiap kali Salsa datang bertamu Mama memang merasa sangat bahagia, seakan Mama punya teman.
"Tante masak banyak banget...kamu harus ikut makan siang" Mama bersikap sangat ramah dengan Salsa seakan tak pernah terjadi apa-apa.
Mama dan Papa sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi di Taman kota kemarin, dan Mama dan Papa tahunya jika Salsa yang menolak tapi Mama dan Papa masih ingin berusaha untuk menjadikan Salsa menantu kesayangan, mereka berfikir akan berusaha membujuk Salsa agar perjodohan itu berjalan lancar, tapi mereka tak tahu jika Aldo adalah penyebab Salsa menolak menjadi Ibu sambung bagi si kembar Farah dan Fatah. Dalam fikiran dan hayalan mereka hanya ada Aldo dan Salsa harus menikah lalu bahagia.
"Masak apa si ma, istriku sayang!" Papa yang melihat Mama cemong malah berniat menggodanya.
Itulah cinta, dia adalah perasaan yang lahir begitu saja, mencintai dengan tulus sama artinya mencintai pasangan bukan hanya saat-saat indah tapi saat-saat buruk juga.
"Masak banyak banget pa" Mama semakin antusias menceritakan hasil kegiatannya di dapur, masak masakan yang banyak dan sangat istimewah
"Apa saja si ma" Papa mulai agak kesal karena Mama sedikit berbelit-belit
__ADS_1
"Mama masak makanan yang sangat istimewah. Iga bakar dan sum-sum tulang kesukaan Papa, Ayam goreng tepung renyah, dan sate telur puyuh kesukaan si kembar Fatah dan Farah serta tak lupa kari ayam dan Gulai kambing kesukaan Aldo" Mama terlihat sangat antusias dan bangga bercerita dapat memasak itu semua.
Mama memang hobby memasak dan jika sudah masak tak ada yang boleh mengganggu dia, meski dia punya tiga orang pembantu ada Bik Inah, ada Bik Ijah dan ada Bik Imah tapi jika Mama sedang ingin memasak yang spesial dan istimewah, maka hanya tangan Mama yang boleh menyentuhnya
"Ngomong-ngomong Aldo kok belum turun" Papa mencari keberadaan Aldo.
"Aldo sakit sal, cepatlah naik ke kamarnya" Mama menyarankan Salsa untuk menengok Aldo di kamar
"Tapi...tan?!" Salsa berusaha menolak.
"Udah naik aja...tadi kayaknya ada Fatah juga, meski belum mahram tapi nggak apa-apa kan, bukan berdua aja kok" Papa sebenarnya tau jika Aldo dari tadi ada di kamarnya, dia atas dari pagi, tadi hanya ingin menggoda Salsa saja.
"Aku kesini untuk mengobati rinduku yang dalam pada si kembar Farah dan Fatah tante, om" Salsa tetap saja menolak untuk masuk ke kamar Aldo
"Aku datang untuk Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu, agar tidak pernah terjadi kecurigaan, dan perasaan bersalah.
"Kami tau semua" Jawaban Papa dengan merangkul Mama erat.
__ADS_1
Jika ada laki-laki dan perempuan berduaan itu di hukumi dosa besar yang telah ada aturan yang dia langgar
Aldo berusaha untuk menjadi suami yang bertanggung jawab, sayang keluarga, meski belum sempat ia ucapkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa ya like, komen dan vote dari kalian semua.
Berilah Like, jika kalian memang suka dengan ceritanya.
Kritik dan saran silahkan kalian tulis di kolom komentar.
Jika bersedia, silahkan kasih aku vote.
Terima Kasih 😊🙏
__ADS_1