Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Rahasia Besar


__ADS_3


 


 


Papa Aldo selalu sibuk bekerja, meski tidak sekeras dulu saat masih muda, pekerjaannya menghruskan dia pergi ke luar kota, bahkan ke luar negeri, dulu saat belum ada Farah dan Fatah, Mama selalu menemani Papa.


Kehadiran Farah dan Fatah memang membahagiakan mereka, kesehatan dan perkembangan mereka adalah hal terpenting selama ini, jadi Mama memutuskan untuk menemani dan menjaga si kembar, Farah dan Fatah di rasa lebih membutuhkanya.


"Papa nggak apa-apa kan harus ke spanyol dan Itali sendirian?!" Mama memeluk Papa dari belakang, meski sudah lama menikah, Papa dan Mama memang masih harmonis dan selalu mesrah.


"Cucu-cucu kita lebih butuh Mama, Insya Allah Papa bisa" Papa berbalik memeluk dan mencium wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda


"Terima kasih, Pa...memang Mama sanggup melihat Aldo merawat mereka seorang diri"


"Kita sudah tua ya Ma, hehehe...tak terasa kita sudah punya cucu."


"Iya Pa..."


Pernikahan Papa dan Mama memang terbilang sudah sangat lama, mereka pernah merasakan hidup susah bersama, membangun semua dari bawah, kini saat semua sudah di miliki mereka sadar bahwa, mereka sudah tua.

__ADS_1


Dari dulu Papa selalu jujur, apapun diceritakan pada Mama tanpa ada rahasia, tapi ada satu hal yang di simpan Papa dan selamanya dia berusaha agar Mama tidak tahu.


Rahasia besar dalam hidupnya, yang mungkin bisa menghancurkan rumah tangga, bahkan bisnisnya, rahasia yang akan dia simpan selamanya.


Mama dan Papa di jodohkan, dua bulan perkenalan, mereka cocok dan menikah, cinta mereka begitu besar, saling melengkapi, usaha apapun dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, dari nol mereka mengawali semua ini, hingga bisa menjadi kaya raya seperti sekarang, usaha manusia kadang memang sesuai dengan kerja kerasnya.


Dulu papa punya pacar, Papa sering mendatangi kost-kostannya, mereka berpacaran, sering keluar untuk sekedar makan atau pergi ke club malam untuk bersenang-senang, mereka suka sama suka.


Hingga hubungan yang tak di inginkan itu terjadi, karena terjerumus dalam pergaulan bebas, Papanya Aldo menghamili pacarnya tersebut, Papanya Aldo panik dan dia kabur tanpa kejelasan wanita itu di tinggalkan dan di sia-sia kan, tak bertanggung jawab.


Papanya Aldo kabur meninggalkan rumah, tanpa ada kabar dan setelah tiga tahun setengah dia kembali ke rumah orang tuanya, seperti tidak terjadi apa-apa, mengingat usianya yang tak lagi muda, orang tuanya memutuskan untuk menjodohkannya, beruntung mereka mau, dan menikah, tapi rahasia besar tentang masa lalu Papanya Aldo tak satupun yang tau.


Semua keluarga Aldo bahkan keluarga Putri hanya mengerti bahwa Papanya Aldo adalah sosok pria yang selalu mencintai keluarganya, bertanggung jawab, rela menjaga dan melakukan apapun untuk keluarga.


"Iya Pa...ini kan cucu-cucu kita dari Anak kita satu-satunya" Mama tersenyum pada Papa, tapi kenapa ada kata-kata Mama yang membuat Papa merasa bersalah.


Papa pergi ke luar negeri untuk bebarapa minggu, sejak punya cucu, memang Papanya Aldo sering pergi sendiri dan semua baik-baik saja, tapi tidak kali ini.


Perasaan bersalah entah kenapa kini muncul, dia merasa sangat bersalah dan dia ingin mencari wanita yang dulu pernah di nodainya.


"Segala amal kita semua di tulis oleh dua malaikat, saat amal baik dicatat oleh malaikat Rokib, dan namanya manusia kadang juga melakukan salah, saat kita manusia salah, yang nulis amal kesalahan kita  malaikat Atid, mungkin gampang kalau kita dosa dan melakukan salah sama Allah SWT, karena Allah yang bersifat Rohma dan Rohim, juga memiliki sifat  Ghoffar, Allah maha pengampun, anggap saja Allah baik, minta ma'af dosa ilang, hehehe...tapi memang nggak semudah itu juga, kalau sudah sadar salah ya banyak-banyak istighfar dan taubat Nasuha, biar bebas dosa, tapi masalah lebig bedar kalua dosa dan kesalahan pada yang sama-sama makhluk, sama-sam manusia, jika kita melakukan salah pada manusia, maka kita harus mendapat ma'afnya dan kadang manusia itu egois, sulit mema'afkan, dan kalau kita meninggal tapi masih ada urusan dengan orang lain, entah menyakiti orang lain, menghina atau apapun itu, dan dia mati belum mendapat ma'af dan ridho orang tersebut, maka amalnya sia-sia, jadi sebelum kita punya ajal datang, jangan menyakiti orang lain, kalau ada salah cepet-cepet minta ma'af.

__ADS_1


Perkataan Mama Aldo tentang Anak satu-satunya dan ceramah pak ustadz saat sholat jum'at waktu itu begitu mengiang-ngiang di telinga Papa, dia sadar dia sudah tua, dalam hidup Allah SWT sudah begity baik padanya, apaun yang jadi keinginnanya sudah terpenuhi satu persatu, saat dia memiliki Aldo, dia begitu bahagia dan bersyukur, berusah lebih keras agar Anak dan istrinya bahagia,  memberi yang terbaik untuk mereka.


Segala amal yang kita lakukan akan kembali pada kita, setiap ucapan adalah do'a, ucapkan yang baik-baik, bahkan saat kita sedang marah, jangan pernah ucapkan yang tidak baik.


Di pesawat Papa tidak tenang, fikirannya menembus ruang dan waktu, saat kedua orang tuanya masih ada, kesalahan yang dia lakukan, kenakalan yang sungguh ia sesali di usianya kini, terlebih dia ingat ada akan wanita itu dan mungkin darah dagingnya kini.


Dia pergi ke spanyol dan Itali tapi hati dan fikirannya ada di masa lalunya dulu.


"Ya Allah andai kau izinkan, tolong kau ma'afkan, pertemukan Aku dengan dia" tangis Ayah pecah mengingat wajah wanita masa lalunya, wanita yang manis, polos, dia terjerumus pergaulan bebas karena dirinya, dia mengambil sari patih setelah puas dia membuangnya.


Saat dia sadar akan kesalahan masa lalunya ,papanya Aldo sadar akan konsekwensi atas kejujurannya, tapi dia lebih sadar akan dosa-dosa masa lalunya, dan perasaan bersalah pada wanita itu dan Anak yang saat itu di kandungnya, dia tidak ingin meninggal dengan beban dosa yang begitu besar.


 


 


 



 

__ADS_1



__ADS_2