Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 16


__ADS_3

Aldo pun turun dari mobil tersebut, setelah Kepergian mobil tersebut, Aldo segera menghampiri Ainun.


Untuk sejenak Aldo menghembuskan nafasnya beberapa kali sebelum menghampiri Ainun dan memanggilnya.


"Ai..." panggil Aldo kepada Ainun .


"Al?" ucap Ainun yang terkejut dengan kedatangan Aldo, dan segera berdiri dari tempat duduknya.


"Iya, ini aku.. kamu di sini?" tanya Aldo.


"Iya.." ucap Ainun pelan, dan kembali duduk lagi.


"Humm, maaf boleh aku duduk di sini juga?" tanya Aldo.


"Humm, boleh Al silahkan. Kan ini kursi di taman Untuk umum bukan punyaku, jadi gak ada yang ngelarang juga hehe," ucap Ainun dengan diiringi tawa kecil.


"Oke, kamu benar hehe ... terimakasih," ujar Aldo dengan tersenyum dan diiringi tawa kecilnya, yang tanpa sadar membuat Ainun terpanah dan kagum padanya untuk sejenak melihat senyum dan tawa ringan itu.


"Al ...."


"Ai ...."


"Humm iya??" ucap mereka bersamaan.


"Humm, kamu saja duluan," ujar Ainun yang memberikan Aldo kesempatan untuk berbicara terlebih dahulu.


"Gak papa Ai, kamu saja duluan yang berbicara ... mau berbicara apa?" tanya Aldo padanya.


"Gak papa Al, kamu saja duluan, berbicaralah." Ainun tetap meminta Aldo untuk berbicara terlebih dahulu.


"Humm oke, kalau boleh tau kamu di sini sedang apa? nunggu seseorang kah? " tanya Aldo padanya.


"Kenapa?" jawab Ainun, yang bingung dengan pertanyaan Aldo padanya.


"Hehehe, gak papa ... saya hanya sekedar bertanya aja kok, barangkali sedang menunggu seseorang karena mulai tadi aku lihat kamu melamun, oleh sebab itu tadi aku turun dari mobil dan menghampirimu," Jawa Aldo.


"Oooh begitu, hehe ... iya baiklah, aku ke sini ingin menenangkan diri saja, dan mau lanjut mampir ke pondok pesantren dan rumah orang tuaku kalau sempat," jawab Salsa.


"Humm, begitu.. aku kira kamu sedang menunggu seseorang, dan karena kelamaan hingga melamun seperti itu," ujar Ahmad Rafiq.


"Hehehe, tidak ... Ohya bagaimana kabar Salsa? humm Salsa sudah isi kah? hehe..." tanya Ainun.


"Aku rindu Salsa sudah lama tak bertemu dengannya," lanjut Ainun.


"Alhamdulillah Salsa baik, kami belum di amanahi mempunyai momongan, doakan saja ya yang terbaik untuk kami," jawab Aldo.


"Alhamdulillah jika baik baik saja, karena sudah cukup lama juga belum pernah bertemu dengannya dan aku rindu dengannya. Aamiin... aku doakan yang terbaik untuk keutuhan rumah tangga kalian dan semoga lekas di beri momongan," ujar Ainun berusaha tersenyum.


Di sisi lain ia bahagia Salsa baik baik saja, bukankah seharusnya ia bahagia dengan kebutuhan rumah tangga sahabatnya dan orang yang ia cintai? ...


Ainun pun tetap berusaha tersenyum dan mendoakan yang terbaik untuk mereka termasuk agar mereka segera di beri momongan.


"Aamiin ... Insya Allah, terimakasih banyak ya doanya. Ohya kabar kamu dan Ahmad Rafiq sendiri apa kabar? apa kamu saat ini sedang isi?" tanya Aldo.


"Iya sama sama, Alhamdulillah kabarku baik baik saja dan ya aku belum punya anak juga hingga sekarang ..." lirih Ainun.


"Aku doakan yang terbaik juga untuk kalian dan semoga lekas di beri punya momongan, supaya nanti kamu dan Salsa bisa punya momongan bersamaan ... jadi bisa meet up bareng deh kalian dan bayi kita nanti, hehehe pasti seru," ujar Aldo.


"hehehe, ya pasti seru ... kamu bisa aja," lirih Ainun, karena ia benar benar bingung harus menjawab apa pertanyaan Aldo.


Ingin rasanya ia menceritakan segalanya ke Aldo, bila dirinya masih mencintai Aldo hingga detik ini dan pernikahannya dengan Ahmad Rafiq tak lebih kontrak saja jadi mana mungkin di antara dirinya dengan Ahmad Rafiq akan mempunyai keturunan, sedangkan cinta di antara mereka saja tak ada dan pernikahan tersebut tak lebih di atas kertas bukan pernikahan sesungguhnya seperti pasangan pengantin lainnya.


"Humm, kok kamu gak Aamiin kan? humm kamu tak ingin mempunyai anak dari Ahmad Rafiq? humm maaf, maksudku apa kamu tak ingin mempunyai anak dalam waktu dekat ini?" tanya Aldo, yang membuat Ainun terdiam dan kelu untuk menjawab.


"Bukan begitu maksudku, ya Aamiin ... semoga saja," ujar Ainun singkat, karena ia benar benar bingung harus menjawab apa pertanyaan dari Aldo.


"Ohya yasudah aku pamit dulu ya, karena aku harus ke kantor keburu telat," ujar Aldo yang segera berdiri, setelah ia melihat jam tangannya bila ia harus segera sampai di kantor.


"Okee ... Ohya tunggu Al, ...." cegah Ainun.


"Iya Ai ada apa?" tanya Aldo.


"Humm, boleh minta alamat rumah kalian? mungkin aku bisa berkunjung dan main ke sana, karena aku juga rindu Salsa dan ingin sekali bertemu dengannya," ujar Ainun.

__ADS_1


"Okeee, ini alamat rumahku. Silahkan kamu dan suamimu boleh berkunjung ke sana dan kapanpun bisa datang ke sana, kami tunggu kedatangan kalian ...." ujar Aldo dengan tersenyum, yang tanpa sadar membuat hati Ainun sedikit berdesir kembali.


Sebelum menjawab ucapan Aldo, Ainun berusaha menetralkan detak jantungnya hingga sedikit tenang, kemudian mulai berbicara kembali.


"Oke, Al ... terimakasih ya Al, insya Allah kalau ada waktu luang aku akan main ke sana dan bertemu dengan Salsa," jawab Ainun dengan tersenyum.


"Oke, Ai ... ku tunggu kedatanganmu.


Pasti Salsa senang banget dengan kedatangan kamu, yasudah aku pamit dulu ya ... keburu telat nih, assalamualaikum," ujar Aldo.


"Iya insya Allah jika ada waktu luang aku akan ke sana, terimakasih ya Al ... iya silahkan Al. Hati hati ya, waalaikumussalam ..." jawab Ainun, setelah mendapatkan jawaban dari Ainun, Aldo pun segera pergi mencari kendaraan untuk ia pergi ke kantor.


"Al, kok berhenti di sini? katanya mau pulang?" Ainun pun segera menghampiri Aldo dan bertanya padanya saat melihat Aldo berhenti di taman tersebut.


"Hehehe, iya Ai masih mau panggil taxi atau gojek karena sepertinya sulit cari kendaraan di sini," jawab Aldo.


"Okeee, Al. Aku temenin kamu ya di sini sampai kamu nemu kendaraan," ucap Ainun.


"Okee, terimakasih ya Ai," jawab Aldo dengan tersenyum.


"Ohya kamu gak mau pulang duluan? atau ke pesantren ya? kalau mau duluan gak papa loh, jangan tunggu aku.." ujar Aldo yang merasa tak enak hati.


"Gak papa Al, santai saja.. aku emang mau ke sana, tapi bentar lagi, karena aku masih mau di sini menikmati suasana taman ini yang sejuk dan sekalian temenin kamu dulu," ujar Ainun dengan tersenyum.


"Oooh begitu, hehehe kamu bisa saja. Ok terimakasih ya," jawab Aldo tersenyum kembali.


"Iya..." jawab Ainun dengan menunduk dan tersenyum.


Aldo pun segera mengeluarkan handphone dan mencari taxi online, setelah mengirim tempat ia di jemput, Aldo pun menunggu taxi tersebut hingga datang.


"Sudah kirim pesan ke taxi onlinenya?" tanya Ainun.


"Sudah, bentar lagi datang kok," jawab Aldo.


"Okeee..." ujar Ainun.


"Al..."


"Ai..."


"Humm ya Ai?" tanya Aldo.


"Humm, tidak apa apa Al, kamu saja duluan," ucap Ainun yang mempersilahkan Aldo untuk berbicara terlebih dahulu.


"Baiklah,... Ai, terimakasih ya sudah nemenin aku. Ntar jangan lupa mampir ke rumah, kami tunggu loh kedatanganmu dan suamimu ...


Salsa juga pasti menunggu kedatanganmu, karena setelah sampai di rumah nanti aku akan sampaikan ke Salsa mengenai bertemu denganmu karena ia selama ini juga mencari kabarmu loh," ucap Aldo dengan tersenyum, hingga membuat Ainun ragu untuk bertanya tentang hal itu pada Aldo karena ia takut kehilangan senyum Aldo dan Aldo akan menjauhinya.


"Iya Al, insya Allah jika ada waktu senggang pasti aku dan Ahmad Rafiq mampir juga main ke rumah kalian, karena aku juga rindu Salsa. Humm... kalian juga boleh kok ke rumahku dan ku tunggu kedatangan kalian," jawab Ainun berusaha tersenyum.


"Iya Ai, insya Allah ... aku akan sampaikan ke Salsa dan kami akan secepatnya berkunjung ke sana," ujar Aldo.


"Iya Al, ku tunggu..." jawab Ainun dengan tersenyum.


"Ohya Ai, minta alamat rumah kalian boleh? barangkali kita bisa main ke sana, jika ada waktu senggang... bagaimana? apa boleh minta alamat rumah kalian?" tanya Aldo.


"Atau aku minta no kamu atau suamimu ntar kirim alamatnya lewat chat wa ya dan nanti aku bisa mengabari atau menelfon kalian jika aku dan Salsa ke sana," ujar Aldo kembali.


"Oke Al, bentar aku catetin ya .." Ainun pun mengeluarkan buku kecil dan bolpoin untuk mencatat, setelahnya ia segera mencatat di sana.


"Ini Al," ujar Ainun yang segera memberikan kertas tersebut kepada Aldo.


Oke Ai, terimakasih ya. Ohya kamu tadi mau ngomong apa?" tanya Aldo, membuat Ainun terdiam dan ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"iya sama sama," jawab Ainun dengan tersenyum.


"Hemmm..." gumam Ainun kemudian.


"Ngomong aja gak papa, santai aja.. mau ngomong apa sih? " tanya Aldo yang penasaran.


"Humm ... Apa kamu bahagia menjalani bahtera rumah tangga selama ini dengan Salsa?" tanya Ainun lemah.


"Maksudmu apa Ai?" tanya Aldo yang bingung maksud Ainun.

__ADS_1


"Apa tidak ada rasa sama sekali untukku?" tanya Ainun kembali dan tidak menjawab pertanyaan yang Aldo ajukan padanya.


"Maksudmu?..." Aldo menggeleng geleng kepalanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari pertanyaan yang Ainun lontarkan padanya.


"Okeee ... Ai, aku sangat mencinta istriku dan aku bahagia, sangat bahagia menjalani bahtera rumah tangga selama ini bersamanya ... Dan aku mohon, kita sudah tak ada hubungan apapun atau rasa apapun, termasuk rasaku denganmu ... sudah tidak ada semenjak aku sudah di tolak abahmu meski awalnya aku sempat merenung atas penolakan abahmu padaku, tapi sungguh semenjak aku jatuh cinta dengan Salsa aku sudah melupakanmu dan perasaanku tak ada lagi sedikitpun untukmu, mungkin karena hatiku sudah terisi penuh dengan nama Salsa dan dengan cintanya." tegas Aldo padanya, yang membuat Ainun terdiam dan kelu sekaligus merasakan perasaan nyeri di hatinya.


Ingin sekali ia menangis saat ini juga, tapi ia tak ingin Aldo tau dan melihat dirinya selemah itu, ia juga tak ingin Aldo semakin membenci dirinya karena takut Aldo mengira dirinya mencari perhatian Aldo dengan menunjukkan sedih dan tangisnya pada Aldo ... sehingga Ainun berusaha tegar dan tak menunjukkan kesedihannya dan tangisnya di hadapan Aldo.


"Jadi aku mohon, lupakan perasaan konyolmu itu karena kita sudah mempunyai pasangan masing masing, bukankah seharusnya kamu menjaga perasaan pasanganmu ? bukankah seharusnya kita bisa menjaga perasaan pasangan kita masing masing? dan di antara kita sudah berlalu begitu lama, bukankah begitu? jadi seharusnya kamu melupakan perasaan konyolmu itu Ai, lagipula yang membuatku menjauhimu saat itu karena Abahmu menolak lamaranku padamu? apa kamu lupa?! dan tidak ingat ? " tegas Aldo.


Ainun pun terdiam kembali dan terasa kelu untuk menjawab pertanyaan Aldo padanya.


Tanpa terasa perasannya nyeri dan terasa sesak begitupun air matanya yang rasanya tak mampu ia bendung lagi, namun Ainun berusaha menahannya karena ia tak ingin Aldo tau dan menganggapnya lemah, dan mungkin saja itu akan membuat Aldo semakin membencinya


Untuk sejenak Ainun terdiam dan tak bisa menjawab apapun atas pertanyaan Aldo karena ia benar benar terasa kelu.


Untuk sejenak Ainun menghembuskan nafas beberapa kali untuk menenangkan dirinya sebelum menjawab pertanyaan Aldo.


Hingga terasa dirinya cukup tenang untuk berbicara dengan Aldo, Ainun pun mulai berbicara padanya.


"Astaghfirullah, maafkan ucapanku tadi ya Al.. iya aku paham dan aku tetap mendoakan yang terbaik untuk kalian. Sekali lagi aku minta maaf," ucap Ainun lemah dengan menunduk ia berusaha menghapus bulir bulir air matanya yang mengalir begitu saja.


Aldo pun tak menjawab sama sekali ucapan permohonan maaf Ainun, hingga taxi pun datang.


Dan diamnya Aldo semakin membuatnya Ainun terasa sesak dan hatinya nyeri, dirinya sedih .


Ainun merasa menyasali ucapannya dan takut bila Aldo benar benar marah padanya, dan mungkin benar Aldo benar benar marah padanya...


Beberapa menit kemudian, taxi tersebut pun datang dan Aldo pun mulai bersuara kembali sebelum benar benar pergi.


"Ai, saya pamit dulu ya, terimakasih sudah menemani saya tadi, seharusnya kamu tak perlu repot repot juga. Yasudah saya pamit, permisi dulu ya, assalamualaikum ..." ujar Aldo ketus dan segera berlalu menuju taxi yang telah di pesannya.


ucapan dan sikap Aldo seakan menunjukkan ketidak sukaannya atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Ainun padanya.


"Iya Al, hati hati ... kirim salam ke Salsa dan semoga rumah tangga kalian baik baik saja juga bahagia selalu Al," lirih Ainun yang kemungkinan Aldo sudah tak mendengarnya karena Aldo telah semakin jauh dan masuk ke dalam taxi tersebut.


"Hahaha.. maafin aku Al, maafin atas ucapanku, kenapa aku begitu bodohnya mengucapkan hal tersebut? kenapa? Arrrgh..." lirih Ainun kembali yang kemudian berteriak pelan dan dirinya pun ambruk karena pertahanan tubuhnya tak lagi sanggup untuk menopang ia untuk berdiri.


"Lihat ... karena aku, Al menjauh kembali dan entah apa kedatanganku ke sana akan di sambutnya nanti .... ? Ah, hahahaha..." Ainun yang masih terus menerus berbicara pada dirinya sendiri, mengungkapkan kekesalannya karena kebodohannya sendiri.


"Al, apa kamu sudah tak mencintaiku? apa kamu sudah benar benar bahagia mengarungi bahtera rumah tangga bersama Salsa? tak ada sedikitpun kah hatimu untukku?" tanya Ainun Kembali yang mulai meracau....


Ainun terus meracau seakan tak peduli dengan sekitarnya...


Taman tersebut memang sepi namun ada beberapa orang di sana, dan Ainun seolah tidak peduli dengan kehadiran mereka di sana karena ia dengan dunianya sendiri dan kesedihannya.


Kini Ainun semakin yakin, Aldo telah marah padanya dan mungkin ia tak lagi bisa ke sana.. ini salahnya memang dan Ainun pun terus meracau untuk mengungkapkan kekesalannya dan emosinya atas kebodohannya kepada Aldo, atas pertanyaan yang ia lontarkan tadi kepada Aldo.


"Yaa Allah aku harus segera ke pesantren terus mampir ke rumah Ummi dan Abah.." lirih Ainun pada dirinya sendiri yang mulai tersadar.


Ainun pun segera menghapus air matanya dan segera berdiri juga membenarkan pakaiannya setelahnya ia pun segera memesan taxi online seperti Aldo tadi hingga taxi tersebut datang, Ainun pun segera menaikinya dan ke pesantrennya setelahnya ke rumah kedua orang tuanya bila sempat..


*********


Beberapa hari kemudian, ....


"Sudah siap Ai? yuk kita pergi ke rumah temenmu," ujar Aldo.


"Iya mas, yuk kita pergi sekarang ke rumah Salsa," ujar Ainun yang segera keluar rumah terlebih dahulu menuju mobil dan diikuti oleh Ahmad Rafiq yang menyetirnya.


Sesampainya di sana, baik Ainun ataupun Ahmad Rafiq segera mengetuk pintu tersebut hingga 3 kali dan tepat ketukan ke 3, mereka membukakannya.


"Ai?" tanya Salsa yang sedikit terkejut dengan kedatangan Ainun.


"Ai ...? Ahmad Rafiq?" Salsa masih mengulang ucapannya karena masih sedikit terkejut.


"Siapa Salsa?" tanya seseorang dari dalam dan menghampiri mereka.


"Ai,....? Ahmad Rafiq?" tanyanya yang sedikit terkejut melihat kedatangan mereka.


"Al..." ujar Ahmad Rafiq dengan tersenyum, berbeda dengan Ainun yang hanya bisa berkata lirih.


"Aldo ....?" lirih Ainun.

__ADS_1


( akan di ceritakan di episode selanjutnya ....)


__ADS_2