Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Kado Terindah


__ADS_3


Manusia itu memang kadang tak pernah meras puas, saat satu harapannya terwujud dia akan berharap lebih ubanyak lagi.


Seakan semua selalu terasa kurang, mungkinkah itu lumrah dan wajar atau memang manusia yang kurang bersyukur dan kurang ajar, entahlah.


Allah swt menciptakan bumi untuk di kelolah manusia, tapi banyak manusia tamak yang mengambil bagian terlalu banyak, manusia yang selalu merasa kurang.


Aldo kadang merasa dirinya kurang bersyukur, dia selalu berharap lebih dan berharap lebih, ingin meraih pencapaian apapun dengan nilai yang lebih.


Kadang Aldo malu terlalu banyak meminta kepada Allah, dia yang dari kecil di beri orang tau yang lengkap, yang sangat menyayangi dia, dari remaja sudah punya bisnis sendiri, meski Papanya juga orang yang sangat kaya, sekarang bisinis Aldo berkembang lebih cepat, kadang di merasa malu, tapi kadang dia juga merasa, apakah yang di namakan keadilan Tuhan.


Dia merasa yang dari kecil sudah kaya raya, uang berlimpah, mau apa tinggal perintah, mobil mewah memenuhi garasi rumah, bisnis diman-mana, seakan kekayaannya tak akan habis sampai tujuh turunan.


Tapi disinilah letak arti adil sebenarnya, Aldo yang kaya raya tapi miskin cinta, dia bisa memilih wanita manapun dan bagaimanapun dia bisa mendapatkannya, tapi Aldo tak mau, dia benar-benar menjaga cinta dan hatinya.


Walau Anak-anaknya hidup mewah tapi mereka tak mampu merasakan kasih sayang seorang ibu. Begitulah kehidupan.


Saat kita melihat orang lain tersenyum belum tentu yang sedang dia rasakan kebahagiaan, begitu sebaliknya. Saat kita melihat orang lain menangis, belum tentu dia sedang bersedih, jangan pernah menilai orang dengan sebelah mata.

__ADS_1


Pun kesedihan dan masalah, jangan terlalu egois menilai oranga lain, karena kita tak tahu luka apa yang sedang dia rasakan, mungkin dia hanya butuh sedikit suport kita, bukan hujatan dan makian kita.


"Selamat ulang tahun...selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Farah dan Fatah, selamat ulang tahun"


"Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia, serta mulia" semua orang bernyanyi ikut meraskan kebahagiaan Farah dan Fatah, tapi Fatah tak bahagia, dia selalu cemberut dan tak bergairah.


Aldo yang memiliki kekayaan berlimpah, bisnis di mana-mana pasti dengan mudah dapat membeli apa yang dia inginkan, Farah dan Fatah hanya ingin kado 'Ibu' yang sampai sekarang Aldo belum bisa dapatkan.


"Kok di rumah aja ulang tahunnya bu, tumben" Tanya Bik Imah dengan sopan pada Mamanya Aldo.


"Bibik sudah tau alasannya, nggak usah tanya lagi" Mama sedikit jengkel mendengar pertanyaan Bik Imah


Biasanya tiap tahun, ulang tahun si kembar Farah dan Fatah tak pernah sepi, selalu di rayakan di tempat mahal dan berkelas tapi tidak untuk tahun ini.


Biasanya Fatah minta kado mobil-mobilan mewah yang ia ketahui dari you tube,


Kado yang di minta Fatah sungguh membingun kan Aldo tak tahu bagaimana dia harus mengabulkan permintaan Fatah.


"Ini Ibu kita ya,...Yah!" Fatah bertanya pada Aldo

__ADS_1


"Hem....kok, kamu" Aldo kagok, dia tak tahu ada Ainun kesini.


Kedatangan Ainun yang tiba-tiba membuat semua orang ter perangai, wajahnya yang sangat mirip dengan Putri semakin membuat mereka semua heran dan tak percaya.


"Ibu..ini ibu kami...kan?!" Fatah langsung memeluk Ainun erat, sangat erat seakan tak ingin melepaskan Ainun, dia tak ingin orang yang di anggapnya ibu nya meninggalkan nya lagi.


"Ta...tapi, ta..ta...ta...tapi,..A...A..Aku kesini" Ainun bicara tak tentu arah dia tak tahu apa yang terjadi.


"Dia...siapa?!" Bik Imah dan Bik Ijah melotot, saling bertanya, mereka heran, mereka tak tahu, jika ada manusia yang begitu mirip dengan Alm. Putri, majikan mereka.


"Dia mirip sekali, tak ada satupun yang berbeda" Bik Inah menimpali, berkomentar dan ikut bergabung dengan Bik Imah dan Bik Ijah.


Sebenarnya hari Itu, Ainun di suruh kyai Munzir untuk mengirimkan Al-qur'an kepada Aldo, Al-qur'an yang khusus di berikan sang kyai untuk Aldo.


Karena sibuk mengurusi semua bisnis dan pekerjaan nya, Aldo sudah jarang bertandang ke rumah sang kyai, ada ketakutan dalam diri sang kyai, jika orang yang sudah di anggap layaknya Anak kandung nya sendiri itu melupakan ajaran agama, melupakan membaca Al-qur'an...sang kyai tak ingin, Aldo melupakan itu semua dan lebih memilih fokus dengan pekerjaan, yang dapat melupakan Ibadahnya.


Manusia tidak di anjurkan untuk terlalu mencintai dunia, cintai dunia selayaknya saja.


__ADS_1


__ADS_2