
Semilir angin terasa begitu menyejukkan, menambah rasa syukur atas kehadirat Allah SWT, melihat pemandangan yang begitu menenangkan, pohon-pohon yang menjulang tinggi, semua membuat perasaa Aldo tentaram, dia bersyukur masih bisa merasakan kebahagiaan kecil dalam hidupnya.
Perasaan yang selama ini tersimpan rapat, tak pernah dia membuka hati dan apa yang dia rasakan pada orang lain, dia ingin merasa kan hidupnya kembali berbunga, dia telah memutuskan untuk mencoba mengutarakan apa yang selama ini di simpannya.
Aldo mengendarai mobil seorang diri, dia ingin ke rumah Ainu, anak dari Kyai Munzir, dia ingin mengutara kan niatnya, untuk memper istri Ainun.
Urusan hati memang misteri Allah SWT, dia bisa berubah, hanya Allah yang mampu mem bolak-balik kan hati manusia, Aldo yang telah memutuskan untuk tidak akan menikah lagi, nyatanya dia tak sanggup memegang komitmen nya sendiri, dia kini ingin menikah lagi dengan wanita lain yang kini telah ada di hatinya, dia ingin menikah merasakan bahagia, bukan sebatas karena 'selang kangan' saja, kalau hanya sebatas pemuas nafsu, jika Aldo mau, dia bisa lakukan itu, tapi tidak bagi Aldo, dia adalah orang yang sangat cintanya.
Pernikahan adalah ikatan yang mulia, penyatuan dua hati dalam ikatan yang halal, saling melengkapi, memberikan cinta, kasih sayang dan perhatian sempurna, setulus jiwa.
__ADS_1
Mobil Alpart warna merah yang tunggani Aldo menambah kesan, bahwa Aldo adalah orang terpandang, dia bukan orang sembarangan, dia mampu menjadi kepala keluarga yang baik, yang mampu memenuhi segala kebutuhan dan keinginan pasangannya, dalam hatinya, Aldo sangat percaya diri bahwa Ainu akan meneima niat baiknya, membalas keinginan nya untuk segera naik pelaminan.
Rumah yang terlihat sederhana, dinding yang terbuat dari kayu jati, lantai yang terbuat hanya dari campuran semen dan pasir, sederhana tapi sangat menentramkan, dan menyenangkan, di depan rumah ada hiasan pot-pot bunga kecil, bermacam-macam, dab berwarna warni, ada bunga mawar, bunga anggrek, bunga melati, bunga tulip, dan tak hanya itu, di samping rumah ada kebun yang tak begitu luas tapi lengkap dengan segala sayur mayur dan buah-buahan desa, ada kangkung, bayam, pohon singkong, pohon pepaya, dan pohon jambu, lengkuas, kunir, temulawak.
Sama sekali tak nampak ada kemewahan di sanasama sekali, tapi rumah sederhana itu di huni oleh orang-orang istimewa, mereka bersyukur dengan apa yang mereka punya di dunia, tapi buat mereka dunia hanya sementara, tak ada yang membuat mereka risau jika hanya sebatas urusan rizqi.
Bagi mereka di dunia hanya sekedar menyiapkan bekal, melakukan apapun di niati ibadah karena Allah SWT. Apapun yang niati tulus ikhlas karena Allah SWT, maka semua akan bernilai ibadah, mereka menyiapkan bekal ibadah yang banyak untuk hidup bahagia di akhirat, bukan mengumpulkan bekal hanya untuk sebatas kekayaan dan kejayaan di dunia saja.
"Wa'alaikum salam, kau nak Aldo?!" Pak yai membalas salam dari Aldo dan keluar dari rumahnya, seakan beliau tau akan kedatangan Aldo.
Ini bukan pertama kalinya Aldo datang ke rumah sederhana ini, tapi debaran di hatinya begitu membuncah, dia berniat baik ingin menjadikan Ainun istrinya serta menjadikan Ainun Ibu sambung untuk Anak-anaknya, dia berharap niat baiknya di terima dengan tangan terbuka oleh pak yai Munzir dan Ainun sendiri.
__ADS_1
Dia sudah mantap menjadikan Ainun istrinya, bukan sebatas karena Ainun memiliki paras yang mirip dengan Istrinya yang sudah tiada, bukan sebatas itu. Aldo sudah mantap memili Ainun karea baginya Ainun bukan hanya cantik di luae, tapi Ainun benar-benar cantik luar dalam,wanita yang sholilhah, dari keturunan orang yang taat beragamaa, selalu menjaga kehormatannya, selalu sopan santun, lembut dalam bercakap dan bersikap, semua ada dalam diri dan kepribadian Ainun.
"Aku sudah menunggumu, Nak...mari silahkan masuk" pak yai memeluk lalu merangkul Aldo mengajaknya masuk ke dalam istananya yang sederhana.
Seakan pak yai munzir sudah tau akan niat baik Aldo datang ke rumahnya, apakah pak yai Munzir lantas setuju dengan keinginan Aldo yang ingin mendikan Ainun pendamping hidupnya.
Dalam diri seorang ulama' kadang beliau dapat merasakan ada sesuatu yang akan terjadi, bukan karena beliau indigo, tapi karena Allah SWT memberi celah padanya, Allah yang memberi tahu dengan tanda-tanda yang orang biasa tak akan mampu membaca atau memahaminya, karena seorang Alim, selalu taat beribadah hanya karena Allah SWT, tunduk dan taqwa, itu yang membuat beliau dekat dengan Allah, menjadikan Allah selalu sebagai rujukan dalam tingkah dan hidupnya.
Apakah Aldo akan berjodoh dengan Ainun? Apakah mereka akan sama-sama bahagia, mengingat Ainun juga menyimpan rasa yang sama pada Aldo, tapi dia menyimpannya dengan baik dan sempurna, dia akan membukanya kembali rasa itu jika sudah halal nantinya, dan dia selalu berharap hanya Aldo nanti yang akan membukanya.
__ADS_1