
"Ada apa Ai, kamu mau berbicara apa? jangan terlalu lama ya, karena aku gak ingin Salsa salah faham dan curiga nantinya." ucap Aldo pada Ainun.
"Iya Al, terimakasih atas waktumu.." ucap Ainun berhenti sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya.
"Al, apa kamu mencintai Salsa ? apa cintamu dengan Salsa begitu besar ? dan apakah kamu menikah dengan Salsa karena rasa cinta itu atau karena kalian di jodohkan ? tolong jawab Al." tanya Ainun.
"Aku menikah dengan Salsa karena aku mencintainya. Ya, aku sangat mencintai Salsa. Kenapa Ai, kok kamu bertanya seperti itu ?" tanya Aldo.
"Oooh oke kalian berarti saling cinta ya ? wah baguslah menikah karena saling mencintai, karena bukankah seharusnya pernikahan di dasari rasa cinta ya kan ? yang akan membuat pernikahan itu terus bertahan." ucap Ainun dengan tersenyum, namun seakan menginsyaratkan keterlukaan dari apa yang ia katakan.
"Aku akan menikah juga Al, tapi kami tidak saling mencintai. Aku tak mencintainya, begitupun dirinya yang tak mencintaiku. Dulu aku berharap dapat menikah dengan seseorang yang aku cintai dan yang mencintai aku tapi sayang kini perasaan dia sepertinya sudah tak mencintaiku lagi .
Tak ada lagi cintanya untukku.
Karena kini ia telah mencintai perempuan lain dan akan menikah dengan perempuan itu . Sungguh perempuan itu telah berhasil merebutnya dariku. Ya kini nama perempuan itu yang bertahta di hatinya.
Miris bukan nasibku ? entah aku harus menangis atau tertawa untuk takdir yang harus ku jalani saat ini." ucap Ainun kembali dengan tersenyum bersamaan dengan bulir bulir air mata yang membasahi pipinya.
Seakan mengisyaratkan keterlukaan hatinya. Sedangkan Aldo hanya mampu diam saja ketika Ainun mengungkapkan perasaannya.
"Kamu tau siapa Al seseorang yang kini masih ku cinta hingga detik ini ? perasaanku kini padanya tak sedikitpun pudar tapi perasaan itu semakin tumbuh di hatiku.
Kamu tau Al, siapa dia ? apa kamu tau Al? apa kamu tak ingin tau ??." lirih Ainun yang semakin tak mampu membendung air matanya yang terus membasahi pipinya.
"Siapa?." ucap Aldo dengan lemah dan menggelengkan kepalanya.
"Seseorang itu... Kamu Al. " ucap Ainun dengan lemah.
"Aku ??" ucap Aldo Kelu.
"Iya kamu, seseorang yang masih ku cintai hingga detik ini tapi sayang kini telah ada nama lain yang bertahta di hatimu, telah ada seseorang yang amat kamu cintai, seseorang yang berhasil menggeser posisiku dan merebut mu dariku. Seseorang yang sebentar lagi bersanding denganmu di pelaminan." ucap Ainun yang tak mampu lagi menahan tangisnya dan Ainun pun segera berlari menjauh dari Aldo untuk melepaskan sesak yang ia rasakan. Ainun mencoba membekap mulutnya sepanjang perjalanan agar tangisnya tak terdengar.
"Ainun , tunggu.." panggil Aldo , namun Ainun terus berlalu seakan tak mendengarnya.
"Ai tunggu, Salsa sama sekali tidak merebutku darimu. Tolong jangan berkata seperti itu Ai." ucap Aldo kembali yang membuat Ainun berhenti sejenak namun setelahnya Ainun melanjutkan kembali berlari menjauh dari Aldo.
Perasaanya semakin sakit dengan pernyataan Aldo yang seakan membela Salsa daripada dirinya.
Tangisnya pun tak mampu ia bendung lagi.
Saat Ainun akan pergi menjauh dari Aldo , begitupun saat Aldo mengejar Ainun tanpa sengaja mereka mendengar pembicaraan antara Salsa dan Ahmad Rafiq.
Aldo dan Ainun pun berhenti untuk mendengarkan pembicaraan antara Salsa dan Ahmad Rafiq.
Hati Ainun semakin sesak mendengar pernyataan yang di ungkapkan oleh Ahmad Rafiq kepada Salsa.
Bahwa Ahmad Rafiq tidak mencintainya dan antara dirinya dan Ahmad Rafiq tidak lebih karena perjodohan orang tua.
Meski ia tau tentang hal itu semenjak awal, namun entah mengapa rasanya sakit ketika Ahmad Rafiq mengatakan itu di depan Salsa, sahabatnya. Terlebih saat Ahmad Rafiq mengungkapkan perasaannya kepada Salsa, bahwa Ahmad Rafiq mencintai Salsa.
Hatinya semakin sesak mendengar ungkapan tersebut. Hatinya kacau dan hancur seketika..
Bagaimana tidak ?
Dua lelaki, Ahmad Rafiq dan Aldo sama sama mencintai Salsa.
Sedangkan dirinya sama sekali tidak di cintai.
Adakah yang lebih menyakitkan dari ini ?
***
"Salsa ?" ucap Aldo.
"Ahmad Rafiq ?" ucap Ainun..
"Kamu mencintai Salsa Aa' ?" tanya Ainun Kembali. Sedangkan Salsa pergi begitu saja meninggalkan tempat itu dan meninggalkan mereka.
Karena saat ini hatinya sedang kacau .
"Aa' tunggu jawab pertanyaanku , kamu mencintai Salsa sahabatku ?" tanya Ainun mencoba menahan sesak yang ia rasakan dan tangis yang mungkin tak mampu ia tahan kembali.
"Iya, aku mencintai Salsa. Kenapa ada masalah ? Bukankah cinta tak pernah salah ?" ucap Ahmad Rafiq.
"Maaf aku mau ke Salsa dulu. Kasian hatinya pasti sedang kacau . Permisi.., kalian silahkan lanjutkan." ucap Ahmad Rafiq kembali, yang kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut dan mencoba mengejar menghampiri Salsa.
"Bro, tunggu aku mau bicara sama kamu." ucap Aldo.
"Iya , apa ? nanti saja ya. Aku mau menyusul Salsa dulu." ucap Ahmad Rafiq.
"Bro, kamu gak perlu menyusul Salsa . Biar aku saja, Salsa calonku . Apa pantas kamu yang menyusulnya ? Apa peduli mu dengan Salsa hingga kamu mengurusinya seperti itu? kamu bukan siapa siapanya, kamu juga bukan calonnya kan ?" ucap Aldo.
" Aku peduli dengan Salsa dan aku sangat mencintainya. Oke, maaf Bro.. Lalu bagaimanakah denganmu yang berdua duaan dengan Ainun ? padahal Salsa calonmu ? Hah, apa pantas Seperti itu ? jawab aku !!, Asal kamu tau saja Salsa begitu hancur saat mendengar ungkapan Ainun kepadamu " ucap Ahmad Rafiq.
"Ya Tuhan Salsa mendengarnya ?" ucap Aldo.
"Iya, Salsa mendengar semuanya. Salsa mendengar pembicaraan kalian dan ungkapan Ainun kepadamu.
Hingga ia tak sanggup mendengar pembicaraan kalian, Salsa pun pergi berlalu meninggalkan kalian ." ucap Aldo.
"Ya Tuhan jadi Salsa mendengarnya?" ucap Aldo
"Iya Salsa mendengar semuanya.. Salsa mendengar pembicaraan kalian. Salsa mendengar ungkapan Ainun kepadamu." ucap Ahmad Rafiq.
"Ya Tuhan, kenapa Salsa gak menghampiri kami saja ? Apa kamu yakin Salsa mendengar pembicaraan aku dan Ainun ? Jika Salsa mendengarnya, bukankah seharusnya ia tau apa jawabanku untuk Ainun ?" ucap Aldo.
"Ya karena Salsa gak sanggup lagi mendengar pembicaraan kalian , ia hancur Al bagaimana mungkin ia menghampiri kamu ? ia terlalu syok mendengar semuanya." ucap Ahmad Rafiq.
"Ya Tuhan..." ucap Aldo.
"Bro, tolong jaga Salsa. Jika kamu mempermainkannya, maka kamu harus berhadapan denganku dan Salsa akan ku rebut menjadi milikku. Karena kamu tak lebih laki laki yang mengkhianatinya dan menyakitinya saja." ucap Ahmad Rafiq.
"Bro, jika kamu gak tau apa apa lebih baik diam saja dan urus calonmu Ainun." ucap Aldo.
"Okelah Bro, jaga dia baik baik dan jangan sakitin dia. Aku mau masuk ke dalam dulu, kasian Abahku sendirian.
Dan aku juga gak mau Abahku tau tentang hal ini. Yasudah ya Bro ku ke dalam dulu." ucap Ahmad Rafiq yang segera berlalu ke dalam.
"Oke, jangan sakitin Ainun juga dan berusaha cintai dia . Tolong jaga dan jangan sakitin perasaan wanita sebaik dia." ucap Aldo yang kemudian juga mengampiri Salsa.
Ainun pun tak sanggup lagi mendengar pembicaraan antara Ahmad Rafiq dan Aldo yang berebut untuk menghampiri Salsa. Ainun pun segera pergi dari tempat itu...
Ainun pun ingin menepi sejenak untuk menguraikan sesak yang terasa dan tangis yang tak mampu ia tahan lagi .
***
Lalu akankah ada yang mundur setelah mereka mendengar ungkapan hati masing masing dari mereka ??....
\==========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Mereka Orang Baik
Setelah bertemu dengan perempuan yang bernama Ayu di jalan tersebut. Abahnya Ainun segera melajukan mobilnya menuju pesantren dan rumahnya agar Ayu bisa segera beristirahat. Dan selama sepanjang perjalanan Tante Ayu terus meracau tentang dirinya, kesuciannya yang terenggut dan tentang kehilangan anaknya.Dan sesekali ia menangis juga tertawa dalam waktu bersamaan.
Abahnya Ainun pun sedikit ragu untuk membawa ibu itu pulang ke rumahnya tapi ia juga tak tega dan tak mungkin membiarkannya terlantar di jalan raya seperti ini terlebih ia tadi yang tak sengaja menabrak ibu itu. Bukankah memang seharusnya ia menolongnya?? ....
"Namanya Ayu se Ayu dirinya sebenarnya..tapi sayang,, hemm kasian juga perempuan ini, nasibnya malang sekali.
Siapa yang tega telah membuat ia seperti ini? merenggut kesuciannya dan membuat ia kehilangan anaknya?? semoga ia segera kembali pulih dan dapat mengungkapkan kebenaran ini. lirih Abahnya Ainun..
***
Sesampainya dii rumahnya , Abahnya Ainun pun segera memanggil istrinya agar menuntun ibu tersebut ke dalam rumah mereka.
"Yaa Allah, Abah.. Ini siapa ? Kenapa Abah bahwa perempuan ini ke rumah kita ? dan maaf sepertinya dia tak waras ya? dia gila ?? yaa Allah kasian sih tapi kok Abah bawa dia ke sini ?" tanya istrinya.
"Iya, tadi kami gak sengaja menabrak ibu ini di tengah jalan.
Dan Abah meminta Ainun untuk ke rumah Ahmad Rafiq seorang diri .
Abah minta Ainun naik taxi, dan Abah menolong Ayu dan mengatakan pada Ainun bahwa Abah akan membawa Ayu ke rumah ini agar ia bisa beristirahat.
Abah berencana ingin merawat Ayu hingga ia sembuh dan bisa mengungkapkan kebenaran ini. Kita rawat Ayu ya Ummi." ucap Abahnya Ainun.
"Yaa Allah, Abah. Kalau mengendarai mobil lain kali hati hati dong. Ummi gak ingin Abah kenapa napa dan kena masalah. Ummi juga gak ingin akhirnya malah seperti ini. Pulang pulang , Abah bawa orang kurang waras seperti ini. Ibu kan takut Abah. Dan tunggu Ayu itu siapa ? perempuan ini ? dan dia kenapa ? memangnya Abah tau dia kenapa hingga gila seperti ini ? kok Abah bilang ingin menyembuhkannya dan agar ia bisa mengungkapkan kebenaran? Seakan Abah tau sesuatu tentang ibu ini dan alasan mengapa ia bisa berakhir seperti ini ?" ucap ibu Ainun.
"Iya ummi, insya Allah lain kali Abah hati hati ya. Terimakasih atas perhatian, kepedulian ummi juga buat Abahku.
Tapi ibu jangan terlalu khawatir ya, Ibu ini dia pernah terenggut kesuciannya, hingga ia kehilangan anaknya.
Mungkin ia depresi hingga menjadi seperti sekarang ini. Jujur Abah gak tega melihatnya dan mendengar rancauannya. Terlebih ia Abah telah menabraknya. Mana tega Abah membiarkannya terlantar di jalan ? Abah ingin menolongnya dan merawatnya hingga ibu ini sembuh dan bisa mengungkapkan kebenarannya .
Tentang siapa yang memperkosanya dan bagaimana kisah hidupnya hingga ia berakhir kehilangan anaknya dan seperti ini. Apa salah Ummi kalau Abah menolongnya dan ingin merawatnya hingga ia sembuh, salah ?
Abah minta tolong banget sama ibu agar mau merawatnya hingga ia sembuh, apa ibu mau ? Abah minta tolong banget ya Ummi. Abah harap ibu mau." ucap Abahnya Ainun.
"Ya Tuhan, Ya Rabb... Baiklah Abah, ibu mau merawatnya hingga sembuh agar ia bisa mengungkapkan kebenaran ini dan menceritakan kisahnya hingga ia berakhir seperti ini. Sungguh malang sekali nasibnya, Ibu akan berusaha semampu ummi agar ia bisa sembuh, semoga tak ada usaha sia sia ya. Semoga ia bisa segera sembuh ya dan bisa mengungkapkan semuanya." ucap Ibu Ainun.
"Aamiin Ummi, karena itulah keinginan Abah sehingga Abah menyelamatkannya." ucap Abah Ainun.
"Yaudah yuk Ummi kita bawa dia masuk ke dalam kamar ya agar ia bisa beristirahat.
Ibu sudah siapkan kamar tamu untuk ibu ini beristirahat kan ?" tanya Abahnya Ainun.
"Oh iya ya Abah sampai Ummi lupa. Yaudah ummi persiapkan dulu ya kamar tamunya." ucap Umminya Ainun yang segera mempersiapkan kamar tamunya.
"Iya Ummi." ucap Abahnya Ainun.
Beberapa menit kemudian, Umminya Ainun pun kembali dan segera menuntun ibu tersebut ke kamar tamu agar ia bisa segera beristirahat.
"Udah Ummi ? Yaudah yuk kita tuntun ibu ini ke kamar tamunya ya Ummi, agar ia bisa segera beristirahat." ucap ibunya Ainun.
"Iya Abah. Yuk kita anter ke kamarnya." ucap Abah Ainun yang segera menuntun ibu ini ke kamar tersebut di bantu oleh istrinya.
Setelah mengantarkan Ayu ke kamar tamu. Umminya Ainun pun segera memasak dan mempersiapkan makanan untuk mereka makan.
__ADS_1
"Ummi, mau masak apa hari ini ?" tanya Abahnya.
"Ummi mau masak sayur asem, sup,
"Ummi masak dulu ya Abah." ucapannya yang segera mempersiapkan bahan bahan untuk membuat sayur asem, sup, sama ikan kembung bakar.
"Okeee Bu, Abah ke pesantren dulu ya mau ngecek keadaan di sana sama membimbing mereka sebentar, mau memberi mereka materi." ucap Abahnya Ainun.
"Oke Abah, hati hati ya. " ucap Umminya Ainun segera mencium tangan suaminya untuk Salim.
"Iya Ummi." ucap Abahnya Ainun dan mencium dahi istrinya.
"Assalamualaikum Ummi." ucapnya lagi dan berlalu pergi ke pesantren.
"Waalaikumussalam Abah." ucap istrinya yang segera melanjutkan memasaknya.
Setelah satu jam akhirnya selesai semua.
"Alhamdulillah sudah selesai sup, sayur asem dan ikan kembung bakarnya. " ucap Umminya Ainun dengan tersenyum.
"Tinggal taruh di meja makan deh." ucapnya lagi yang segera berlalu ke meja makan.
"Humm menggugah selera ini. Semoga Abah suka, begitupun dengan anakku Ahmad Rafiq dan perempuan itu." ucapnya dengan menaruh makanan tersebut di meja makan.
"Hummm bau apa ini ? aku laper..." ucap Ayu.
"Astaghfirullah eh ibu. Laper ya Bu ?
Yaudah silahkan Bu duduk di sini. Kita makan bersama ya." ucap Umminya Ainun.
"Holeee makan..holeeee akhirnya aku bisa makan. Ini benar aku di bolehkan makan? tidak di usir lagi ? aku hanya laper , pengen makan. Jangan usir aku ya.. Sudah beberapa hari aku enggak makan. Aku benar-benar lapar hiks." ucap Ayu dengan menangis.
Untuk beberapa saat Umminya Ainun sedikit terkejut dengan pernyataan perempuan itu.
\========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Ngasih Makan Ibu Ayu
"Iya Bu. beneran ibu boleh makan. Silahkan makan ya , ibu pasti lapar. Gak ada yang mau mengusir ibu. Maaf sebelumnya, memangnya ibu pernah di usir jika ingin makan ? " tanya Umminya Ainun.
" Aku selalu kalian usir kan jika aku ingin makan? kenapa kalian tega denganku ? hiks. Kalian jahat. Apa karena aku sudah tidak gadis lagi dan sudah kehilangan kesucianku kalian memperlakukanku seperti ini ? Karena kalian anakku sudsh tiada dan sekarang kalian menyalahkanku atas ketiadaan anakku ? bukankah kalian penyebabnya ? hiks hahahaha.." ucap Ayu yang mulai meracau lagi dan mengambil sendok makan lalu mengacungkannya kepada Umminya Ainun, hingga membuat Umminya Ainun ketakutan sendiri.
"Ibu apa apaan ? Astaghfirullah, Bu tolong tenang. Oke maaf bila saja salah dalam bertanya, tapi saya mohon ibu tenang ya. Saya minta maaf sebelumnya." ucap Umminya Ainun.
"Ohya, ibu duduk dulu ya. Silahkan makan, ibu boleh makan apapun yang tersedia di meja makan ini dan berapa banyak pun. Silahkan makan ya Bu. Saya senang bisa memaskkan untuk ibu terlebih bila ibu suka masakan saya." ucap Umminya Ainun yang masih berusaha tersenyum.
"Bener boleh makan ? aku gak di usir lagi ? meski aku sudah tak gadis lagi dan tak bisa menjaga anakku hingga aku kehilangannya ?" ucap Ibu Ayu.
"Iya ibu boleh makan, bebas . Dan gak ada yang usir ibu. Dan soal status ibu masih gadis atau tidak bagi saya tidak masalah karena setiap orang mempunyai hak yang sama. Saya juga bukan gadis lagi kok Bu dan sudah punya anak hehehe, kita sama saja." ucap Umminya Ainun yang masih berusaha tersenyum dan memegang tangan Ayu untuk menenangkannya.
Sedangkan ibu Ayu hanya mampu diam mendengarkan pernyataan Umminya Ainun. Umminya Ainun pun segera memeluk ibu Ayu untuk menenangkannya.
"Bu, ibu jangan takut sama saya. Saya sudah anggap ibu seperti saudara saya sendiri. Ibu bisa makan kapanpun ibu mau. Ibu bebas di sini, bisa melakukan apapun yang ingin ibu lakukan selagi itu bukan hal yang membahayakan untuk diri ibu sendiri ataupun kami. Ibu bisa anggap ini seperti rumah ibu sendiri." ucap Umminya Ainun yang masih memeluk ibu Ayu.
"Terimakasih.." lirih ibu Ayu dengan lemah, bersamaan dengan bulir bulir air mata yang membasahi pipinya.
"Ibu jangan nangis dong. Nanti saya sedih juga." ucap Ibu Ayu dengan berusaha menghapus bulir bulir air mata yang membasahi pipi Ayu dan memeluknya kembali untuk menenangkannya.
"Assalamualaikum Ummi, sudah selesai masaknya ya wah, Abah lapar nih ingin segera makan." ucap Abahnya Ainun.
"Iya Abah, sudah selesai nih. Yuk makan bersama Abah sama kami." ucap Umminya Ainun.
"Iya Abah makan ya, tapi Abah mau bersih bersih badan dulu. Nanti kita makan bersama. Tapi kalau ummi sama ibu Ayu mau makan dulu gak papa kok." ucap Abahnya Ainun.
"Iya Abah, ummi nunggu Abah saja. Mungkin biar Ayu yang duluan makan ." ucap Umminya Ainun.
"Oke Ummi, Abah ke kamar mandi dulu ya." ucap Abahnya Ainun, yang segera berlalu ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Abahnya pun telah keluar dari kamar mandi dan turut makan bersama.
"Abah , Ahmad Rafiq masih di pesantren kah? kok belum pulang juga?" tanya Umminya Ainun.
"Iya tadi habis pulang dari ngajar anak anak di taman, Ahmad cek pesantren sama anak didiknya juga mau mengajari dan memberikan mereka materi sebentar.
Lebih baik kita makan duluan ya ummi, karena kalau nunggu Ahmad kemungkinan akan lama. Ntah kapan pulangnya." ucap Abahnya Ainun.
"Oooh oke deh Abah, yuk kita makan." ucap Umminya Ainun.
"Iya Ummu, yuk." ucap Abahnya Ainun yang segera makan.
"Ah , iya ummi lupa ingin buat jus Alpukat sama Apel dulu ya buat kalian.
Tunggu sebentar." ucap Umminya Ainun kembali.
"Gak lanjut makan dulu ummi ? buat jusnya nanti saja atau ndak usah tidak apa apa ummi." ucap Abahnya Ainun kembali.
"Gak papa Abah, Ummu buatkan sebentar ya.
Tunggu sebentar ya.." ucap Umminya Ainun yang segera berlalu ke dapur membuat jus Al pukat juga Apel untuk Abahnya.
"Alhamdulillah sudah selesai, sekarang tinggal buat jus Apel aku campur dengan tomat juga wortel." ucap Umminya yang segera mempersiapkan 4 buah wortel segar, 2 buah apel hijau, 3 buah tomat segar. Kemudian Umminya Ainun pun segera mencuci bersih semua bahan dan memotong motong agar mudah dimasukkan ke dalam blender. Kemudian memasukan ke blander dengan sedikit gula ataupun air.
"Alhamdulillah telah selesai, pumpung masih dingin . Ku hidangkan untuk mereka." ucap Umminya Ainun yang segera membereskan sisa membuat jus Al pukat dan membawanya ke meja makan dan menghidangkannya.
"Yee, Alhamdulillah jusnya sudah selesai. Yuk silahkan di minum, pumpung masih dingin pastinya juga segarrr menghilangkan haus." ucap Umminya Ainun.
"Iya Ummi, terlihat segar jadi gak sabar Abah cobain." ucap Abahnya Ainun yang kemudian mencoba jus tersebut.
"Humm, ini enak banget Ummi segar lagi." ucap Abahnya Ainun kembali, dan meneruskan meminum jus tersebut.
"Ayo ibu Ayu jika mau minum jusnya di minum ya." ucap Umminya Ainun kembali dengan memberikan jusnya kepada Ibu Ayu dan membantunya untuk meminum jus tersebut.
"Gimana rasanya Bu Ayu?" tanya Umminya Ainun kepada ibu tersebut.
"enyaaak, enyaaaaak aku syukaaaaa." ucap ibu Ayu yang segera menghabiskan jus tersebut.
"Alhamdulillah kalau ibu suka. Ikut senang. Silahkan habiskan Bu, kalau kurang jus nya ibu boleh nambah." ucap Umminya Ainun.
"Assalamualaikum, Abah , Ummi. Loh Abah jadi bawa perempuan ini ke rumah?" tanya Ainun yang masih bingung dan bertanya-tanya.
"Iya nak, Abah bawa ke sini karena kasihan juga kalau sendirian dan Abah ingin kita bisa sama sama merawatnya hingga ia sembuh dan bisa mengungkapkan kebenaran ini ya nak." ucap Abahnya Ainun.
"Owh seperti itu ya Abah. Baiklah Abah semoga ia lekas sembuh setelah kita merawatnya agar ia bisa mengungkapkan kebenaran ini. Aamiin " ucap Ainun.
"Kamu gak makan dulu nak?" tanya Umminya Ainun.
"Humm, Ai masih kenyang ummi. Mungkin nanti ya Ai makan ummi." ucap Ainun.
"Loh kok kenyang ? habis makan kah kamu?" tanya Umminya Ainun.
"Belum Ummi, tapi entah kenapa Ai kenyang." ucap Ainun.
"Ai, makan dulu ya. Nanti kita bisa bicara. Ai bisa saling sharing sama ummi, gimana?" tanya ummi Ainun.
"Iya ummi, tapi maaf Ai benar benar gak nafsu makan, ntah kenapa. Nanti kalau sudah nafsu Ai makan ya ummi. Takutnya kalau Ai paksakan makan sekarang, yang ada Ai mual dan berakhir muntah Ummi dan makanannya pun gak habis. Maaf ya ummi.." ucap Ainun.
"Humm, baiklah nak." ucap Umminya Ainun.
"Yaudah Ummi, Ainun duluan ya mau ke kamar, Si ingin istirahat." ucap Ainun, yang segera berlalu ke kamarnya untuk beristirahat.
"Iya Ai." ucap Umminya Ainun yang kemudian melanjutkan makannya.
"Ummi , Ainun kenapa ya ? nanti Ummi hampiri Ainun ya dan tanya kenapa dengan Ainun." ucap Abahnya Ainun.
" Iya Abah, ummi mau lanjut makan dulu ya. Nanti setelah habis , ummi akan ke kamar Ainun untuk mengajaknya berbicara juga mengantarkan makanan untuknya, karena bagaimanapun Ainun kan punya maagh Abah bila telat bisa sakit dan pasti Ai juga lapar nanti. Ai gak mau Ainun sakit , Abah." ucap Umminya Ainun, yang kemudian melanjutkan makannya..Begitupun dengan Abahnya sedangkan Ayu yang sudah lama tak makan dan bisa memakan makanan enak ia langsung nambah tiga piring sekaligus.
"Alhamdulillah sudah selesai, berberes dulu setelah itu ke kamar Ainun." ucap Ummi Ainun.
Setelah selesai memakan , Umminya Ainun pun segera berberes dan ke kamar anaknya, Ainun untuk menenangkannya.
\==========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Nasihat dari Ummi
Sedangkan di tempat lain Ainun yang sedang kacau dan hancur hatinya mencoba mendengarkan lagu yang sesuai dengan apa yang ia rasakan, dari lagu Rosa dan yang bergenre sedih.
Toktoktok, " nak ummi boleh masuk ?" tanya ummi Ainun.
"Boleh, silahkan ummi." ucap Salsa yang berusaha menghapus air matanya.
"Nak, ...." ucap Umminya Ainun yang kemudian segera masuk.
"Nak kamu kenapa?" tanya Umminya Ainun.
"Ummi , aku....." ucap Ainun yang kemudian berhenti.
"Nak , kamu kenapa toh ? kenapa sayang ?." ucap Umminya mencoba menggemgam tangan Ainun dan Ainun pun menyandarkan kepalanya pada Umminya.
"Aku bingung gimana harus menjelaskan kepada ummi." ucap Ainun.
"Coba bicara pelan pelan saja ya nak." ucap Umminya Ainun.
"Aldo Bu hiks dan Ahmad Rafiq juga, mereka..." ucap Ainun yang menangis.
"Jadi seperti ini Ummi ceritanya ....." Ainun pun menceritakan pertemuan antara dirinya dengan Aldo, Ahmad Rafiq,dan Salsa di rumah Ahmad Rafiq.
"Tenang sayang, tenang ya. Ini tentang cinta ya ? Begini sayang , bisa jadi menurut kita ia terbaik untuk kita tapi belum tentu bagi Allah.
Begitupun menurut kita buruk belum tentu menurut Allah juga buruk, sayang.
Perlu kita tahu, tak ada yang lebih indah dan mengesankan dibandingkan dengan hati yang ikhlas. Tapi, apakah berlaku dan menerima segala sesuatu dengan hati ikhlas adalah perkara mudah? Tidak. Ya, jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah tidak. Menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas adalah suatu hal yang sulit, bahkan sangat sulit. Walau sangat sulit, bukan berarti berlaku dan menerima segala sesuatu dengan hati ikhlas adalah suatu hal yang tak mungkin dilakukan lho ya Ainun sayang.
Secara perlahan dan bertahap, dengan perasaan sabar serta tulus, dipastikan bahwa kita akan memiliki hati yang ikhlas. Ya, walaupun tak sepenuhnya atau tak seratus persen kita benar-benar ikhlas. Untuk berlaku dan menerima segala sesuatu dengan ikhlas, setidaknya harus dibarengi dengan perasaan tenang dan senantiasa berpikir positif. Untuk berlaku ikhlas, setidaknya juga harus dibarengi dengan hati yang penuh penerimaan dan memasrahkan segalanya kepada Allah Subhanallah.
__ADS_1
Ada saat dimana kita harus merasa pasrah terhadap segala keadaan. Meski pasrah, bukan berarti kita adalah seseorang yang kalah. Bukan pula, kita adalah seseorang yang payah. Pasrah adalah dimana kita menerima segala hal dengan perasaan yang tulus dan pengharapan besar bahwa apa yang kita alami adalah kehendak terbaik dariNya." ucap Umminya Ainun, mencoba menasehati Ainun.
"Di balik segala kepasrahan yang kita lakukan, tetap disarankan untuk tetap ikhtiar dan yakin bahwa segala sesuatu yang indah akan datang suatu saat kelak. Di balik kepasrahan yang kita lakukan, juga sangat disarankan agar kita senantiasa berusaha serta berdoa meminta yang terbaik dariNya, meminta petunjukNya dan menyerahkan segalanya hanya kepadaNya.
Ada saat dimana kita begitu menginginkan sesuatu hingga kita lupa bahwa apa yang kita inginkan bisa saja bukan yang terbaik buat kita. Karena keinginan tersebut, tak jarang kita pun akan melakukan berbagai cara dan terlalu memaksa kehendak. Kalau sudah memaksakan kehendak, salah bertindak pun menjadi masalah kita. Perasaan jadi semakin tak tenang, selalu merasa kurang dan sama sekali tak nyaman.
Sementara itu, tahukah kita apa dampak dari ini semua? Tak hanya merugikan diri sendiri, memaksakan kehendak hingga mendorong kita salah dalam bertindak juga akan merugikan orang-orang di sekitar kita, merugikan orang-orang yang kita cinta dan membuat perasaan mereka terluka serta kecewa. Kalau sudah begini, bukankah kita akan marah? Tak hanya marah pada orang-orang tersebut, bahkan kita tak jarang akan memarahi diri sendiri. Yang lebih mengerikan, sesekali kita pun akan marah dan menyalahkan sang pemilik nyawa. Lantas, siapa yang harusnya disalahkan jika sudah begini?.
Ini merupakan nasehat lama yang harus kita maknai dalam-dalam. "Allah subhanallah tak akan memberikan kita sesuatu yang kita inginkan, melainkan sesuatu yang kita butuhkan." Ya, Allah akan senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan. Dan yakinlah bahwa Allah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Di balik semua rasa ikhlas yang ada di dalam hati dan penerimaan yang benar-benar tulus, akan ada suatu yang akan membuat kita senantiasa bahagia. Ada sesuatu yang akan senantiasa membuat kita merasa tenang, nyaman dan lebih dekat denganNya.
Saat kamu memaksa mempertahankan semuanya, bisa jadi itu justru akan hilang darimu. Semua yang milikmu akan kembali padamu, tidak perlu memaksakan semuanya. Kalau itu memang tercipta dan digariskan untukmu, hati yang ikhlas akan menggiringnya kepada sesuatu yang membuatmu bahagia.
Saat kita bisa menjadi pribadi yang ikhlas, atau setidaknya penuh penerimaan, dipastikan hal ini akan membuat kita senantiasa merasa bahagia. Perasaan yang ikhlas juga akan menggiring kita kepada segala hal yang membuat senyum simpul di sudut bibir akan senantiasa merekah manis setiap harinya. Percaya saja, semakin kamu berusaha mengikhlaskan, semakin kamu akan merasa tenang dan nyaman." lanjut Umminya Ainun.
"Jadi begini sayang cinta pada pasangan yang tepat yang menjadi pendamping hidupmu bisa menjadikan hidupmu lengkap nantinya, sedangkan pilihan yang salah membuatmu hilang arah. Namun, bukankah urusan cinta selalu jadi misteri atau teka-teki? Mana pasangan yang tepat dan mana pilihan yang salah bisa terjawab setelah kita tuntas menjalani bahtera rumah tangga itu ? jika masih belum , Kita tidak akan tau dan bertanya tanya.
Perkara cinta ibarat dua sisi mata uang. Karena dia, kamu bisa jadi yang paling berbahagia, pun merasa paling menderita di dunia. Kamu beruntung jika saat ini punya pasangan yang melengkapi – seseorang yang membuatmu berhenti mencari. Cinta tak pernah datang dengan kepastian. Setiap hubungan pun pasti punya dua kemungkinan; antara berhasil atau justru nihil.
Meski kamu merasa telah menemukan dia yang dirasa terbaik, tak ada jaminan takdir antara kalian bisa berjalan mulus tanpa hambatan. Mesmi kamu merasa bisa menghadapi segala tantangan di depan mata berdua. Cinta di dada begitu menggelegak rasanya. Sampai-sampai kau yakin apapun yang menghadang pasti bisa digempur dengan sekali tendang.
Kenyataan, kecocokan dan keyakinan kamu ternyata bukan segalanya. Semua kembali kepada takdir Allah, bila kalian memang tidak di takdirkan berjodoh, Allah pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu, untuk kalian masing masing. Jikapun kalian berjodoh pasti Allah akan menyatukan dengan caranya, dengan hal yang tak kamu duga sebelumnya hingga membuatmu tersenyum pada takdir Allah dan rasa sakit itu takkan terasa lagi di dalam dadamu. Percayalah pada takdir Allah ya sayang. "ucap Umminya Ainun yang mencoba memeluk Ainun.
"Yaudah ni kamu makan dulu ya. Tadi kamu belum makan kan ?Ummi gak mau bila kamu sakit. Makan dulu ya sayang. Ummi mau menemani ibu Ayu dulu." ucap ibu Ainun mencoba menggemgam tangan Ainun dan kemudian berlalu keluar dari kamar tersebut.
"Yaa Allah, kenapa takdir cintaku seperti ini ??" lirih Ainun, yang kemudian memakan makanan yang telah di sediakan Umminya.
\============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Cerita Ibu Ayu
"Bu, ibu tidak istirahat?" tanya Umminya Ainun saat melihat Tante Ayu merenung sendiri di ruang tamu .
"Ibu kenapa? Ibu bisa bercerita kepada saya apabila ada fikiran yang meganggu ibu" tanya ummi Ainun kembali. Namun ia tak menjawabnya hingga ibu Ainun pun mengantarkannya untuk beristirahat. Ummi Ainun pun setiap harinya selalu menemaninya untuk mengontrol, bercerita, makan bersama dan lainnya. Ummi Ainun berharap perempuan ini segera sadar dan kembali sembuh. Karena ia sendiri ingin mendengar kisah dari ibu Ayu dari dirinya sendiri.
Hingga beberapa bulan kemudian, Ayu pun sedikit demi sedikit pulih dan mulai mengingat apa yang pernah terjadi padanya. Hari ini, hari yang di nantikan oleh Umminya Ainun dan Abahnya. Hari yang di nantikan mereka semua,
Mereka ingin mendengar kisah tentang ibu Ayu secara langsung. Umminya Ainun dan Abahnya meminta ibu Ayu menceritakan tentang dirinya.
"Bu, maaf apa boleh ibu menceritakan sedikit saja kisah tentang ibu ?
Mungkin kami bisa bantu ibu untuk menemukan pelaku pemerkosa ibu dan menemukan anak ibu, bagaimana?? " ucap Umminya Ainun dan Abahnya.
"Ya, saya akan menceritakannya.. Sebelumnya saya ingin berterimakasih banyak pada kalian yang sudah mau menolong dan merawat saya hingga saya sembuh. Dan terimakasih saat ini kalian pun ingin menolong saya lagi untuk menemukan pelaku tersebut dan anak saya.
Tapi jika boleh jujur saya hanya ingin bertemu dengan anak saya, karena harap saya saat itu. Saya memang ingin bertemu lelaki itu dan melihat bagaimana hidupnya kini, tapi entah mengapa bagi saya masih sangat sulit dan belum sanggup bertemu dengannya.
Karena saya masih sangat kecewa dengannya jujur saja karena ia lelaki yang pernah mencintaiku dan aku cintai. Lelaki yang pernah membuatku percaya padanya. Hatiku masih terlalu sakit bila membayangkan atas apa yang ia lakukan kepadaku." ucap ibu Ayu.
"Oke, saya akan menceritakan bagaimana kisah tentang saya dan awal mula bertemu lelaki itu hingga saya berakhir gila seperti saat itu. Sungguh saat itu perjuangan yang panjang sekali...Jadi begini,, .." ucap ibu Ayu yang mulai bercerita.
***
Namaku Ayu, saat itu aku masih remaja. Aku tinggal di cafe, dekat tempat orang orang yang sering nongkrong.
Aku gadis yang seringkali memakai pakaian tertutup, aku sulit untuk jatuh cinta hingga seorang lelaki bernama Herman mencintaiku,
Ia terus mendekatiku dan yang aku kenal dia lelaki baik padaku meski orang di sekitar seringkali mengatakan bahwa ia lelaki kurang baik namun bagiku ia tetap lelaki baik karena aku melihat sendiri bagaimana ia bersikap padaku. Bukan hanya sekedar dari perkataan orang orang di sekitar.
Aku mencintai pada akhirnya, kami pun semakin dekat. Namun aku tak menyangka saat dia ke rumah ku dia merenggut kesucianku.
Sejujurnya dalam seketika aku hancur Seseorang yang aku sayang berhasil merenggut makhota kesucianku.
Aku hancur..
Aku kelu...
Hatiku kacau
Aku tak sanggup berlama lama dengannya lagi sungguh aku membencinya.
Hingga aku pun memilih pergi darinya, meninggalkannya sejauh mungkin.
Ya hingga aku pun merantau ke luar kota
Aku seperti menghilang tanpa jejak
Terlebih untukku yang seorang anak yatim tak punya keluarga ataupun saudara tentu saja itu akan semakin sulit untuk menemukanku .
Tapi aku bersyukur untuk hal itu, hingga lelaki itu tak dapat menemukanku.
Menemukan kehadiranku di sini.
Dulu, aku kira ia akan menjadi malaikat penolongku, yang akan menolongku dan melindungiku nyatanya ia tak lebih penghancur masa depanku .
Sekarang aku percaya ia tak lebih lelaki yang tak baik, sama seperti teman temannya.
Hingga sudah beberapa hari aku pergi meninggalkan rumah tersebut.
Dan aku baru ternyata aku mengandung anak lelaki tersebut
Mengandung anak yang tak aku inginkan.
Sejujurnya aku ingin sekali mengugurkan anak ini , tapi aku tak ingin menambah perbuatan dosaku dengan membunuh janin tak berdosa ini. Sudah cukup aku merasa kotor dan jijik karena aku tak mampu menjaga kesucian diriku yang tentu saja juga akan membuat kedua orang tuaku yang sudah meninggal, kecewa padaku.
Walau hancur, kacau saat itu yang aku rasakan. Aku mencoba bangkit dan memulai hidup baru bersama anakku, tapi nyatanya perjuanganku tidak sampai di situ karena banyak ujian yang membuatku goyah dan terjatuh berungkali.
Perjuangan ini tak semudah itu.
Banyak Lika liku yang harus ku hadapi.
Ya, banyak cibiran dari orang orang sekitar tentangku, hingga aku pun setress dengan keadaan yang ada hingga aku seringkali pingsan dan dokter menyatakan kandungan lemah dan agar di gugurkan saja karena melihat kondisiku yang semakin ke sini semakin setres bukan pulih.
Ya, setelah dokter itu memberikan beberapa resep obat kepadaku dan kandungan ku namun sepertinya nihil karena aku kandunganku masih saja lemah dan dokter menyarankan ku untuk mengugurkan kandungan ini. Karena menurut dokter tersebut, kandunganku ini takkan bertahan jauh lebih lama lagi .
Tapi aku yakin anak yang aku kandung pasti bertahan , dan ya aku berhasil membuktikan ucapanku. Anak yang aku kandung bertahan tapi ia memiliki kelainan jantung bocor.
Hingga akupun harus berjuang dan berkorban untuk anakku. Terlebih ucapan orang orang sekitar yang seringkali mengatakan perkataan yang tak mengenakkan hati untukku dan anakku.
Mereka yang seringkali mengatakan aku perempuan yang sudah tak perawan dan mengatakan bahwa anakku yang kini sakit sebagai karma karena aku tak bisa menjaga kesucian diriku.
Orang orang sekitarku seringkali mengatakan bahwa aku bukan ibu yang baik untuk anakku dan aku tak bisa merawat anakku dengan baik. Hingga seringkali mereka ingin memisahkan antara aku dengan anakku.
Sampai hari itu tiba, hari yang bagiku Seperti mimpi buruk bagiku. Bagaimana tidak ?
Anakku di rebut paksa oleh mereka karena menganggap aku ibu yang tidak baik bagi anakku dan anakku di bawa pergi entah kemana, aku kehilangan jejak anakku.
Tapi satu hal yang membuat ku masih bersyukur, aku mengingat jelas tanda lahir anakku dan setidaknya aku masih pernah bisa merasakan memeluk anakku.
Tapi aku juga benci dengan mereka yang sudah memisahkan aku dengan anakku.
Saat itu aku berjanji ingin sekali membalas dendamku pada mereka terlebih pada lelaki yang sudah merenggut kesucianku. Berpura pura baik padaku hanya untuk mendapatkan kesucianku dan menghancurkan masa depanku .
Padahal ia pernah berjanji akan melindungiku tapi nyatanya ucapannya tak lebih dusta belaka , justru ia yang telah merenggut kebahagiaan dan masa depanku. Ia benar benar sempurna menghancurkanku dan aku berjanji akan menghancurkan dirinya jika tidak aku ingin ia merasakan kehancuran dalam sebuah keluarganya ia takkan merasakan kebahagiaan dan akan di liputi rasa bersalah terus menerus, ucapku saat itu.
Ya kejadian itu sudah puluhan tahun tapi rasa sakit yang aku rasakan tak sedikitpun hilang begitu saja.
Aku mengingat jelas bagaimana lelaki itu merenggut kesucianku, merenggut kebahagiaanku dan masa depanku.
Lelaki yang berhasil membuatku pernah jatuh cinta dan percaya padanya.
Sungguh aku benar benar menyesal pernah mencintai lelaki seperti itu .
Pernah mempercayai lelaki seperti itu..
Meski kini aku tak mengetahui keberadaan lelaki itu, tapi aku yakin kini hidupnya tak tenang dan akan di hantui rasa bersalah terus menerus juga penyesalannya.
Karena bagaimana mungkin ia akan bahagia terus dalam pernikahannya ? sedangkan ia telah merenggut kebahagiaan dan masa depanku.
Mana mungkin ia dapat bahagia di atas air mataku..
Dan bagaimana mungkin ia dapat bahagia tanpa di hantui rasa bersalah dan penyesalannya setelah semua apa yang ia lakukan padaku. Bagaimana mungkin ...??
Dan untuk anakku ku harap ia bisa bahagia di manapun ia berada, dan entah mengapa aku bisa merasakan bahwa sebenarnya anakku masih hidup dan ia belum meninggal.
Bagaimanapun aku tetap seorang ibu dan bisa merasakan perasaan seorang ibu kepada anaknya, tentang kehadiran anaknya yang ia rindukan.
***
Setelah mendengar kisah yang di sampaikan ibu Ayu, tanpa terasa Umminya Ainun juga Abahnya menangis.
Mereka seakan merasakan sesak yang di rasakan oleh ibu Ayu .
Sebagai seorang perempuan, Umminya Ainun bisa merasakan yang di rasakan Ayu, bagaimana kesucian yang telah di jaga terenggut begitu saja, laku di salahkan oleh orang sekitar atas kesalahan yang tak ia perbuat terlebih harus kehilangan anaknya setelah apa yang ia perjuangkan untuk anaknya. Karena orang sekitar menganggap ia bukan ibu yang baik untuk anaknya.
Bukan pelukan yang mereka berikan pada ibu Ayu tapi justru sebaliknya.
Dan Abahnya Ainun pun sedih , kesal, marah juga benci terhadap lelaki itu.
Sebagai seorang lelaki ia sangat marah kepada lelaki yang tak bertanggung jawab seperti itu, lelaki yang hanya memanfaatkan kepolosan dan keluguan Ayu.
Lalu tak mau mempertanggungjawabkannya atau memikirkan tindakannya sebelum ia berbuat.
"Bu, maaf bila kami mengingatkan ibu tentang kisah masa lalu ibu. Tentang kisah kelam itu. Sekali lagi kami minta maaf, kami hanya ingin mendengarnya secara langsung dari ibu dan kami ingin menolong ibu.
Apakah kami harus menemukan lelaki itu untuk mempertanggungjawabkannya dan anak ibu yang hilang ? kami janji akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari mereka ya." ucap Umminya Ainun yang segera memeluk Ibu Ayu untuk menguatkannya dan menenangkannya.
"Iya Bu Ayu, kami akan berusaha membantu ibu semampu kami." ucap Abahnya Ainun.
"Terimakasih banyak atas kebaikan kalian dan mau menolong saya. Cuman satu yang saya minta dan harapkan. Tolong cari keberadaan anak saya, apakah ia masih hidup atau telah meninggal ?
Bila memang telah meninggal di mana ia di kuburkan dan siapa yang merawatnya selam ini ? dan bila ia masih hidup, saat ini dia tinggal di mana dan bagaimana kabarnya ?
Saya mohon Bu, saya ingin mengetahui tentang anak saya, saya mohon.Hiks.." ucap Ibu Ayu dengan tangis yang tak mampu ia tahan lagi.
"Iya Bu, kami berjanji akan menemukan anak ibu. Kami janji, ibu tenang saja ya." ucap Umminya Ainun yang memegang tangan Ibu Ayu dan memeluknya.
__ADS_1
"Iya kami janji akan mencoba mencari tentang anak ibu." ucap Abahnya Ainun.