Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Egois


__ADS_3


Tak ada yang dapat menentukan kisah hidupnya, entah apa yang akan terjadi di masa depannya tidak ada yang tau, bahkan apa yang akan terjadi dalam satu menit ke depan tak ada satupun manusia yang bisa mengetahui


Berharap yang terbaik, melakukan apapun dengan niat baik dan ber sungguh-sungguh berharap yang di lakukan dapat berhasil dengan baik


"Selamat ya, kamu udah dapat banyak uang" Salsa bicara blak-blakan di depan Aldo


Dia merasa sangat kecewa pada laki-laki di hadapannya saat ini, laki-laki yang begitu di cintainya dengan tulus tapi membuat dia sungguh kecewa.


"Apa maksud kamu?!" Aldo bingung tak mengerti apa maksud dari kata-kata salsa, yang seakan Aldo adalah mafia besar.


"Kamu kerja terus untuk apa?!" Salsa merasa sudah bicara dan bersikap lancang pada Aldo, tapi sungguh dia terpaksa melakukan ini.


"Sungguh Aku tak mengerti sa!" Aldo bertambah bingung.


"Ke Egoisan kamu, kamu kerja terus apa kamu tahu? Apa yang suka kamu korbankan?!" Salsa sedikit merasakan kasihan dengan Farah dan Fatah.


"Kau tau sendiri kan semua alasannya, bukankah Aku sudah menceritakan semua padamu, Sal ?!" Aldo merasa sangat bingung dengan tindakan Salsa

__ADS_1


Aldo dan Salsa memang belum memutuskan tentang status hubungan mereka, terlebih sikap Aldo yang masih tetap tak peduli pada Salsa, tapi sejak Ainun berencana melaksanakan tunangan, hati Aldo sudah berusaha dia tutup untuk nama Ainu, sebenarnya sakit dan kecewa yang dia rasa di pendam dalam sangat dalam, lalu dia mencoba untuk memasukkan nama Salsa di hatinya, meski sulit tapi dia tetap berusaha melakukan itu.


Aldo tahu betapa Salsa menyayangi dia dari dulu, pengorbanan yang di lakukan Salsa begitu banyak. Aldo sangat tahu jika di dalam hati Salsa hanya ada namanya sejak dulu, tak ada orang lain yang berhak bertahta di sana kecuali dirinya. Aldo adalah cinta pertama Salsa, cinta tulus tanpa syarat, tapi bukan itu semua yang menyebabkan Aldo berusaha membuka hatinya untuk Salsa.


Salsa tahu cinta dan jodoh tak bisa di paksa dan itu yang membuat dia ikhlas menerima takdirnya, entah takdir yang sangat menyenangkan, yang semua sesuai dengan cita-cita dan harapan atau takdir yang begitu menyakitkan, membalut perih, kesedihan tak bertepi.


Salsa sudah menjadi pribadi yang lebih dewasa, berusaha untuk menerima semua takdirnya, bahkan dia rela jika Aldo selamanya tak bisa mencintainya, asal Aldo bisa selalu bahagia, bisa merawat dan menjaga Anak-anaknya dengan baik, tidak egois dan menelantarkan tanggung jawabnya.


Kasih sayang Salsa begitu tulus pada Aldo namun yang dia Aldo tidak bis terima, tapi kasih sayang yang dia berikan pada Farah dan Fatah lebih tulus dari segalanya.


Ketulusan Salsa menjaga dan menyayangi kedua buah hatinya, itu alasan Aldo mencoba membuka hatinya untuk Salsa, dan menempatkan namanya di sana.


Aldo yang merasakan kenyaman, bercerita apapu pada Salsa, tiap hari tak ada waktu yang terlewat tanpa curhat dengan Salsa, dia menceritakan segalanya.


"Iya Aku tahu, tapi Anak-anakmu?!" Salsa menggantung kalimatnya.


"Anak-anakku kenapa?" Aldo penasaran dengan apa yang akan di katakan Salsa


"Ma'af...mereka sudah tak pernah merasakan kasih sayang orang tau yang lengkap, mereka hanya punya kamu,..Do!" Salsa menangis dan entah mengapa kini Aldo merasakan sedikit perhatian, ada rasa ingin merangkul dia

__ADS_1


"Iya Aku tahu, kau juga tahu akan semua alasannya, sal."Aldo tak tahu harus bagaimana, pilih yang mana, sungguh takdir kehidupan tak ada yang tahu, hanya Allah SWT yang tahu akan segalanya.


"Aku kasihan dengan si kembar. Aku yang sudah dewasa masih sangat sedih jika mengingat bahwa Aku sudah tak punya orang tua, itu tak enak banget...do" Salsa mengusap air mata dengan Tisue pemberian Aldo.


Salsa telah merasakan betapa sepi dan sedihnya tak punya orang tua, dia dapat merasakan dan melihat semua jalan seakan gelap, dia merasakan kehilangan yang tak sanggup di ungkapkan kata tapi di rasa begitu sakit dan terluka, sakit yang tak bisa di obati, obat satu-satunya hanya ikhlas, merelakan orang tau yang tersayang pergi untuk selamanya dan sabar menghadapi cobaan hidup seakan seorang diri tanpa ada orang yang dengan setia menjaga.


Rindu pun hanya sebatas rindu, yang tak akan dapat bertemu lagi, rindu yang tak akan pernah bisa terbalas, rindu yang akan selalu ada tapi tak pernah bisa bertemu lagi untuk selamanya. Salsa tahu persis rasa itu, dan dia tak tega melihat si kembar merasakan itu.


"Tolong Aku...kau jaga mereka, Aku yakin akan kasih sayangmu untuk Anak-anakku" Aldo merasakan kelamahan nya.


Semua orang pasti tak akan sanggup jika berhadapan dengan sang Anak, mereka rela melepas semua ego, semua rela mereka lakukan demi kebahagiaan sang Anak.


Salsa sudah tak terlalu berharap akan cintanya di balas Aldo, dia tulus menyayangi dan memberi perhatian penuh untukbsi kembar Farah dan Fatah, karena dia merasakan di posisi yang sama, tapi Aldo meras dia sudah nyaman dengan Salsa dan berusaha membuka hatinya, meski awal semuanya demi Anak-anaknya, tapi Aldo sudah bisa merasakan perhatian dan cinta Salsa padanya.


Namun di lain tempat, masih ada hati yang mengharap dan menyebut nama Aldo dalam setiap do'a-do'anya, dia adalah Ainun, yang tak bisa membohongi hati dan perasaannya, jika cinta dan kasih sayangnya hanya untuk Aldo, baginya sebelum janur kuning melengkung, dia akan tetap dan selalu berdo'a membuka pintu langit


Andai Aldo tahu apa yang sebenarnya terjadi, siapakah yang akan di pilih Aldo untuk menempati hatinya yang sudah terlalu lama kosong itu? Apakah Salsa yang jelas-jelas sudah dekat dan di sayangi Anak-anaknya? Atau justru Ainun yang wajahnya sangat mirip dengan cinta pertama, orang yang sangat di cintainya?


__ADS_1


__ADS_2