Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Sakit


__ADS_3


Untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak..apapun jika harus terjadi memang tak ada yang mampu tuk menghalangi. Allah SWT memang satu-satunya yang berkuasa di bumi ini, tak ada yang dapat menolak takdirnya dan tak ada yang dapat lari dari semua ketentuan-Nya.


Aldo telah berusaha untuk membuka hati dan jiwanya, dia ingin sekali merajut kasih, merasakan kasih sayang, di beri perhatian oleh orang yang tersayang, dia ingin mempunyai istri dan merasakan kebahagiaan rumah tangga lagi.


Pilihan Aldo adalah Ainu, Aldo telah mantap untuk melamar Ainun dan segera menjadikannya Istri baru dan Ibu sambung untuk Farah dan Fatah kedua anak kembarnya.


Tapi kenyataan memang kadang menyakitkan, meninggalkan luka yang tak tertahan, harapan yang begitu tinggi harus pupus, harus jatuh tersungkur menyisahkan sakit yang tak terukir.


Harapan tinggal harapan, semua tak sesuai kenyataan, Aldo datang untuk melamar malah dia di beri kejutan, Ainun telah di jodohkan.


Ainun pun merasakan luka yang sama, dia berharap Aldo adalah pasangan nya, jawaban dari semua doa-doa'anya, di setiap hari dan malam Ainun selalu memohon agar dapat bersama dengan Aldo, dia berharap Aldo adalah calon imam buat dia, pelengkap jiwanya, karena cinta itu hadir begitu saja.

__ADS_1


"Aku telah menjodohkan Ainun dengan Ahmad Rofiq, dia Anak dari sahabatku, pengasuh pondok pesantren di daerah jombang, jawa timur" kata-kata pak yai Munzir membuat Aldo seakan kakinya tak menginjak tanah.


Belum sempat Aldo mengutara kan hati dan niatnya datang ke rumah yang kyai tapi dia di beri kabar yang membuat tubuhnya lemas seketika, dia datang berniat baik, untuk melamar malah di kejutkan dengan perjodohan Ainun dengan Anak dari sahabat sang kyai.


Semua sudah tergaris di laudz mahfudz, semua yang akan terjadi dengan kita di dunia sudah tertulis sempurna di sana.Aldo sedikit banyak sudah mengetahui itu, dia berusaha untuk tetap tenang dan berfikir jernih mungkin memang bukan Ainun jodoh untuknya, tapi sakit hatinya?


"Tapi pak yai...apa pak yai tau maksud kedatangan Saya berkunjung ke sini?!" Aldo menggantung pertanyaannya, dia berharap ada sedikit celah untuknya, dia masih sedikit berharap agar Ainun adalah jodohnya.


"Tentu Aku sudah tau" jawaban sang kyai sedikit membuat Aldo tercengang dan tak percaya.


"Lalu ..harusnya pak yai tau jika Aku berniat mempersunting Ainun, Aku kesini untuk melamar Ainu, untuk ku jadikan Istri" Aldo tak berani menatap sang kyai, dia bicara sambil tertunduk tapi dia juga ingin bicara, agar pak yai Munzir tau apa yang sebenarnya dia rasa


"Saya sudah membuka hati saya, sejak kematian Almh.Putri saya bertekad untuk tidak menikah lagi, tapi kini saya merasa kesepian, ini ada yang peduli, terlebih saya kasihan melihat Anak-anak saya yang tak bisa merasakan hangatnya pelukan dan kasih sayang dari seorang Ibu, saya sangat ingin agar Ainun bersedia jadi istri dan ibu sambung bagi mereka" Aldo tetap tertunduk, dia bicara hanya untuk menjelasakan dan mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Iya Aku sudah tau tanpa kau jelaskan Aku sudah sangat mengerti" kata-kata pak yai yang membuat Aldo semakin bingung dan tak mengerti sama sekali.


"Ainu adalah anak terakhirku, dia Anak yang sangat Aku jaga, dia Anak gadisku satu-satunya, Aku dan Almh.Istriku sangat mencintai dan menyayanginya, sejak kecil dia kami didik dengan ilmu agama, sejak kecil kami sudah memasukkan dia ke pesantren, kami ingin dia menjadi wanita yang sholikhah, yang mencintai Allah SWT, Nabi muhammad dan agama dengan sepenuh jiwa" pak yai Munzir terlihat menangis.


"Awalnya Aku ingin kau menjaganya, ku lihat kau sudah banyak berubah, kau lebih baik, kau belajar ilmu agama dengan sangat serius dan tekun, kau pengusaha muda yang sukses, yang berjiwa sosial tinggi, kau sangat dermawan, Aku yakin kau bisa menjaga putriku dengan setulus hati"


Aldo tak menyangka jika selama ini Pak yai Munzir telah mempercayakan Ainun pada Aldo, untuk menjadikannya istri.


"Aku tak peduli dengan segala masa lalu mu, manusia punya masa lalunya masing-masing, dan Aku juga tak peduli dengan status dudamu yang bahkan juga telah memiliki dua orang Anak, Aku sama sekali tak peduli, Aku sudah sangat menyayangimu, Nak" Aldo semakin bingung, lalu kenapa pak yai tidak menjodohkan Ainu dengan dirinya, Aldo bertanya-tanya dalam hati tapi tak berani bertanya.


"Tapi haluanmu kini sedikit berubah, kau terlalu serius dalam bekerja, terlalu fokus memikirkan dunia, dan kau tau bukan,..bahwa haluan ku bukan dunia tapi akhirat" Aldo sedikit tersadar tapi sejak saat itu, setelah pak yai mengingatkannya Aldo sudah mulai lagi memperbaiki dirinya


"Aku sudah tua, aku ingin menyerahkan putriku pada orang yang tepat, yang bagus agamanya, bukan sekedar dunianya"

__ADS_1



__ADS_2