Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 18


__ADS_3

Sesampainya di depan kantor, Aldo pun menenangkan dirinya sejenak dan menghembuskan nafasnya beberapa kali sebelum turun dari taxi nya.


Setelah ia cukup rasa tenang, Aldo pun segera turun dari taxi nya dan segera menuju ke dalam kantornya.


****


Sesampainya di dalam, Ferdi pun segera menuju ruang rapat, ruang yang di adakan meeting di sana.


"Al, sudah sampai? ini sekarang rekan kerja Papa mulai masuk ruangan, bentar lagi meeting di mulai.. , humm tapi tunggu lebih baik kamu cuci wajahmu deh..kenapa kok wajahmu terlihat kesal dan seperti ada beban gitu Al?" tanya Papanya saat melihat aura Aldo yang tak seperti biasanya.


"Iya Pa, maafin Al ya.. Al tadi ada masalah sedikit, jadi mungkin terbawa sampai sini.. Al benar benar kesal dengannya Pa, Ah, yasudah Al cuci muka dulu ya Pa," ujar Aldo yang segera ke wastafel untuk mencuci mukanya agar terlihat segar.


"Iya Al, cuci muka gih agar terlihat segar itu wajahmu." ujar Papanya kembali.


Papanya pun segera mempersiapkan dokumen untuk rapat dan meeting tersebut.


Beberapa menit kemudian Aldo pun kembali dengan wajahnya yang sudah terlihat lebih segar.


"Al, tadi kamu bawa kan map penting itu untuk rapat?" tanya Papanya.


"Tadi kan aku titipin ke Papa pas aku mau turun Pa," ujar Aldo.


"Oh iyakah? berarti kemungkinan ketinggalan di mobil, duh gmn y biar Papa tanya temen Papa dulu ya dan minta di ambilkan dia," ujar Papanya.


"Iya Pa, tapi Pa aku aja yang ambil berkasnya gak papa kok Pa supaya temen Papa gak terlalu repot juga, cukup kasih tau biar Al yang ambil," ujar Aldo kembali.


"Oke Al, biar Papa hubungin temen Papa dulu," Setelah berucap seperti itu, Papanya pun segera menghubungi temennya.


"Sudah Papa hubungin Al, katanya biar dia yang ambil sekalian mau ada keperluan juga dia keluar.." Papanya pun segera mematikan handphone tersebut.


"Oooh, gitu ya Pa... oke deh," ujar Aldo.


Setelah mengucapkan hal tersebut, tak lama kemudian beberapa partner kerja bisnis pun berdatangan untuk memulai rapat dan meeting yang akan di adakan tersebut.


"Al, siap siap pimpin rapat ya," ujar Papanya yang kemudian segera berdiri dan menyalami satu persatu beberapa partner bisnisnya.


"Iya Pa.." jawab Aldo,


Aldo pun segera menghampiri mereka untuk menyalami dan menyambut satu persatu dan mereka.


Mereka pun segera kembali duduk di tempatnya masing masing setelah Aldo dan Papanya meminta mereka untuk duduk.


Tak seberapa kemudian handphone Herman pun berbunyi, dan segera mengangkatnya.


"Astagaaa..." ucap Papanya Aldo yang sedikit terkejut.

__ADS_1


"Kenapa Pa?" tanya Aldo.


" Ini Al, kata temen Papa, dia gak bisa ambil dan minta kita yang ambil.. gimana menurutmu Al?" ujar Papanya.


"Ooh begitu ya Pa, oke Pa gak Papa..mana biar aku yang ambilkan, gak papa Pa.." jawab Aldo.


"Serius Al? kamu mau ambilkan?" tanya Papanya.


"Iya Pa, serius.. sini biar Aldo yang ambilkan Pa, gak papa." Aldo pun segera keluar untuk mengambil dokumen tersebut di mobil teman Papanya.


Beberapa menit kemudian Aldo pun kembali dengan membawa map dan dokumen tersebut,


"Sudah Al?" tanya Papanya, saat melihat kedatangan Aldo kembali.


"Sudah Pa, ini..." Aldo pun memberikan map dan dokumen tersebut.


"Yaudah yuk Al, rapat di mulai.." ujar Papanya dan rapat juga meeting tersebut segera di mulai.


******


"Assalamualaikum Bu" ujar Ainun ketika telah sampai di pesantrennya.


"Waalaikumussalam Ai, sudah lama tak bertemu denganmu.. Ibu rindu, semenjak kamu menikah sudah jarang bahkan ndak pernah ke sini." ujar Bu Risma, pengasuh pesantren tersebut yang telah di percayakan oleh ummi dan abahnya Ainun padanya.


"Ohya gimana kabar Ummi dan Abahmu kamu?" tanya Bu Risma.


"Alhamdulillah Ibu dan kami baik di sini, ... ibu dan kami pun merindukan kamu... Alhamdulillah kalau ummi dan abahmu baik baik saja." Bu Risma tersenyum pada Ainun karena mendengar kabar kedua orang tua Ainun baik baik saja.


"Ohya kamu sendiri apa kabar Ai? baik baik saja kan?" tanya Bu Risma kembali.


"Alhamdulillah Ai, baik kok Bu.." ujar Ainun dengan berusaha tetap tersenyum.


"Alhamdulillah syukurlah, kalau kamu baik baik saja, ibu lega dan senang dengarnya.. Tapi kamu yakin kan baik baik saja? gak bohong kan?" tanya Bu Risma cemas.


Untuk sejenak Ainun tersenyum kembali setelah mendengarkan pertanyaan yang Bu Risma lontarkan padanya.


"Enggak, Ai ...gak bohong, Alhamdulillah Ai baik baik saja kok... percaya sama Ainun," ujar Ainun berusaha tersenyum.


"Okeee Ai, ibu akan mencoba percaya padamu.. syukurlah kalau kamu benar benar baik baik saja, karena yang ibu lihat wajahmu loh gak bisa bohong... " ujar Bu Risma.


"Maksud Ibu? enggak kok Bu, Ai baik baik aja, percaya sama Ainun," ujar Ainun, memegang tangan Bu Risma dan berusaha menyakinkannya.


"Hummm ...matamu gak bisa bohong Ai," ujar Bu Risma kembali.


"Ibu tau kamu ada masalah, di matamu ada jawaban itu dan kamu gak bisa bohongin ibu.. sebab itu ibu tau kamu ada masalah, tapi ibu gak mau memaksa kamu juga jika kamu tak ingin cerita ke ibu, ya gak papa.." ujar Bu Risma.

__ADS_1


Sedangkan Ainun hanya bisa menunduk dan tidak tau harus berucap apa dan bagaimana...


"Nak, bila ada masalah ceritalah ke Allah, kamu gak papa gak mau cerita ke ibu, tapi ceritalah ke Allah ya sayang, tenangkan hatimu... tenangkan..." Bu Risma berusaha menasehati Ainun, dan memegang tangan Ainun.


"Ibu..." ujar Ainun segera memeluk Bu Risma, begitupun Bu Risma segera memeluk Ainun kembali.


******


Setelah selesai rapat, Aldo pun segera bersiap untuk pulang.


"Pa, Al pulang duluan atau masih ada yang harus di selesaikan dan kita bisa pulang bareng?" tanya Aldo.


"Bentar lagi Al, ntar kita pulang bareng saja," ujar Papanya.


"Oke Pa, Al bantuin ya Pa supaya kita bisa pulang cepat," ujar Aldo yang segera membantu Papanya.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun selesai berberes dan segera pulang.


"Yuk Al, pulang... Papa sudah selesai," ujar Papanya.


"Iya Pa, ayuk..." ujar Aldo,


"Ohya Al, mampir bentar yuk beli makanan, kita makan di sana dan bawa pulang juga, gimana?" tawar Papanya.


"Boleh Pa, yuk kita cari makan karena terlalu lapar juga kalau nunggu pulang, tapi sebaiknya jangan bawa pulang Pa, karena Aldo gak mau mengecewakan Salsa atau Ibu yang sudah masak, nanti rencana di rumah Al tetap mau makan lagi supaya Salsa atau ibu yang sudah capek masak gak sedih masakannya gak di makan dan itu pasti akan membuat mereka kecewa juga terluka, kalau masakannya gak di hargai padahal sudah capek masak kan? masak itu gak mudah loh Pa.." ujar Aldo.


"Iya Al, kamu benar juga, yaudah Papa juga mau makan di sini aja karena lapar nanti di rumah Papa mau makan lagi menghargai masakan istri Papa dan istri mu kan? hehehe," ujar Papanya.


"Iya Pa, betul.. yuk Pa," ujar Aldo.


"Iya Al, yuk.." ujar Papanya, dan mereka pun segera keluar ruangan tersebut untuk mencari makan lalu kembali pulang.


******


Sedangkan Salsa di rumahnya berusaha memasak masakan enak untuk menyambut kedatangan suaminya.


"Humm, enak ini Salsa masakanmu.." ujar ibunya Aldo.


"Hehehe ibu bisa saja," jawab Salsa.


"Serius loh ibu ini.. suamimu makin cinta denganmu, coba tanya ya kan Farah, Fatah? ...." ujar ibunya Aldo.


"Iya betul eyank, masakan bunda paling enak...." ujar Farah dan Fatah.


"Terimakasih," jawab Salsa dengan tersenyum.

__ADS_1


Salsa hanya bisa tersenyum dan bersyukur atas kebahagiaan ini, Salsa hanya berharap semoga Allah tetap menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga mereka, dan semoga mereka bisa terus mengarungi bahtera rumah tangga ini walau ujian atau gelombang akan membuat kapal bahtera rumah tangga yang di tumpanginya akan goyang namun ia harap takkan benar benar tenggelam karena ia ingin dirinya dan Aldo mengayuh kapal tersebut bersama agar tidak tenggelam dan bangunan rumah tangga tersebut tidak runtuh.


Salsa berharap, semoga Aldo dan dirinya bisa saling menguatkan dan tetap setia dalam pernikahan mereka ini dan bahtera rumah tangga yang mereka jalani saat ini dan seterusnya.


__ADS_2