Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Pov Aldo


__ADS_3


Aku anak tunggal dari orang tua kaya raya, rumah yang mewah, tapi Aku bukan Anak manja, Aku terbiasa melakukan apapun sendiri, tidak mengandalkan orang tua, karena bagiku Aku adalah Aku, Aku harus berdiri sendiri di atas kakiku.


Sejak kecil, jiwa dagang dan usaha keras sudah ada padaku, mungkin karena melihat Ayah yang selalu semangat bekerja dan bisa hidup bahagia, menikmati hidupnya dengan kekayaan yang luar biasa.


Saat SMA, Aku sudah memiliki banyak mobil sport pribadi, Aku membelinya dengan uangku sendiri, Aku merasa puas dengan segala pencapaianku, Aku merasa hebat dan punya segalanya, tapi Aku tak pernah sombong akan hartaku.


Aku sering menolong orang lain, membagikan hartaku untuk bisa menbantu ekonomi orang yang membutuhkan, sering ke panti sosial.


Sejak kecil Papa sudah bilang padaku, bahwa Aku telah di jodohkan dengan perempuan pilihan Papa, perempuan itu adalah Anak dari sahabatnya, Aku ingin menolak tapi apa tidak sebaiknya Aku melihat orangnya dulu, karena Aku yakin Papa tidak akan salah memilihkan jodoh untukku, ku percayakan perjodohan pada Ayah.


Sekolah yang ku gunakan belajar juga milikku sendiri, Aku yang membangunnya dengan uang hasil bisnisku, meski masih mudah Aku mau bekerja dan belajar, Aku tak mudah puas dan terlebih Aku tak mudah menyerah.


Jika Ada masalah dalam pekerjaan, Aku tak lantas down atau jatuh, Aku akan bangkit dan berdiri lagi, mengejar mimpi, bagiku jatuh adalah bangkit untuk jauh lebih tinggi.


Cita-citaku tinggi, pergaulanku luas, tapi Aku orang yang humble, merakyat, meski Aku adalah Anak tunggal tapi Aku bukan Anak manja dan egois.


Mama adalah wanita spesial dan paling Aku cintai, beliau sering ke luar negeri menemani Papa tapi Aku tak pernah merasakan kurang kasih sayangnya, Meski Mama jauh tapi Aku bisa merasakan cinta dan kasih sayangnya.

__ADS_1


Papa bembisnis yang sukses, dan hebat tapi, Papa tetap begitu mencintai keluarga, tak pernah ada kasus dia selingkuh dengan wanita lain atau apalah, dia begitu setia dengan Mama.


Bagiku kekuargaku sempurna, Papa hebat, Mama cantik, mereka juga kaya raya, dan Aku juga seorang yang sudah punya banyak bisnis sendiri, meski masih muda.


Rencana untuk mempertemukan Aku dengan calon istriku, dia di masukkan sekolahkan di sekolah milikku, Aku sudah mencintainya sejak di hotel dan sungguh Aku ingin dia juga mencintaiku.


Aku sekolah dan juga mengurusi banyak bisnis, Aku memiliki banyak bisnis dan restorant, Aku mengelolahnya dengan baik hingga restoranku berkembang pesat, memiliki banyak anak cabang, yang membuatku semakin kaya di usiaku yang masih muda.


Aku tak menggantungkan hidupku pada orang lain, bahkan pada orang tuaku, Aku memulai semua bisnisku dari nol tak kini semua berjalan baik, bahkan lebih maju.


Aku melirik usaha hotel dan sewah apartement, hotel yang Aku punya bertaraf bintang lima, Aku memiliki banyak staf dan karyawan jika mereka bekerja dengan baik dan sesuai aturan yang ku buat, mereka akan Aku kasih bonus setiap bulannya, itu juga yang bisa membuat para karyawan senang, dan betah bekerja sama denganku.


Setiap hari Aku mengawali hariku dengan semangat, ku tanamkan hatiku agar tak mudah putus asa, tidak gampang menyerah, setiap hari adalah hari baru bagiku, hari penuh semangat dan harapan baru.


Sebenarnya Aku ingin membangun yayasan tapi masih banyak kendala yang ku dapati, Aku melihat Anak-anak kecil di jalanan, sebenarnya hatiku terketuk untuk membantu, Aku ingin membuat yayasan yang khusus untuk Anak jalanan, mereka berhak mendapat pendidikan, makan makanan yang bergizi, pendidikan yang baik, rumah tempat tinggal yang nyaman, pakaian yang layak, yang selama ini belum pernah mereka dapatkan.


Keinginan membuat yayasan itu begitu kuat, tapi Aku menghadapi banyak kendala, usia yang masih mudah, di anggap tak layak bagiku membangun yayasan, Aku sudah bilang pada Papa dan Papa juga sangat senang dan setuju akan ide yang kubuat.


"Hatimu begitu baik, Na," Aku mengutarakan maksud dan tujuanku membangun yayasan saat makan malam bersama Papa dan Mama.

__ADS_1


"Terima kasih pq, semua bisa dilakukan, tapi mungkin karena usia banyak yang belum memberi izin mendirikan yayasan"


"Papa dan Mama sangat setuju, tapi memanf pembuatan yayasan harus sesuai dengan aturan, ini demi kebaikan anak-anak itu juga, dan semua itu memang tidak mudah, melalui proses yang cukup rumit"


"iya pa, Aldo juga bingung, mereka terlantar tapi saat ada yang ingin merawat mengapa di persulit?!"


"Sebenarnya bukan di persulit, tapi jika nanati terjadi apa-apa yang tidak di harapkan ada bukti yang terlampir, niat kita baik tapi kita tidak tau niat orang lain, ini juga demi kebaikan mereka, do"


"Oke Pa...Aldo faham"


"Aldo sangat setuju dengan idemu, tapi memang syarat dan ketentuan yang di ajukan sangat rumit, Papa belum bisa membantu untuk saat ini, karena bisnis Papa juga tidak bisa Papa tinggalkan untuk waktu yang lama"


"Kita bisa menyuruh orang lain, pa"


"Tidak semudah itu, Nak, mereka harus punya legalitas negara, kita harus mengapdosi mereka dulu, membutakan Akta daj KK, dan lain sebaginya, untuk sekarang bantulah mereka sebisamu".


Papa dan Mama memang berniat membantu, tapi karena papa sibuk bekerja rencana itu belum sempat terwujud.


__ADS_1



__ADS_2