Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 5


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian, Aldo pun datang menghampiri Mamanya dan Salsa.


"Maafin Aldo ya Ma, telat.. Soalnya tadi ada masalah sedikit di kantor, jadi harus Aldo selesaikan." ucap Aldo.


"Iya gak papa, yuk kamu cepat gih cobain baju manten kamu ini. Tadi Salsa juga uda cobain, kelihatan cantik banget, tapi uda di copot sama Salsa nya karena gerah dan sama pelayan tokohnya emang gak si bolehkan pakek lama lama, habisnya nunggu kamu kelamaan sih." omel Mamanya para Aldo.


"Ohya Salsa, kamu cobain lagi juga ya sekarang, supaya Aldo tau dan bisa lihat betapa cantiknya kamu pakai baju pengantin warna nude itu," ujar ibunya Aldo kembali.


"Hehehe baiklah Ma, nanti Salsa cobain." ucap Salsa.


"Kok nanti, sekarang lah Salsa. Kamu juga Al, cepat gih cobain sekarang baju mantenmu itu." ucap Ibunya Aldo kembali.


"Humm,baiklah Ma, Salsa cobain sekarang ya.


Aldo juga cobain sekarang kan Ma?" ucap Salsa.


"Iya dong, Ayo Al, cobain sekarang.!!" tegas ibunya pada Aldo.


"Iya Ma.." ucap Aldo malas, dan segera ke ruang ganti.


"Loh Salsa kok kamu masih di sini? kamu juga dong, cobain sekarang." ucap ibunya Aldo kembali.


"Iya Ma, hehehe...Salsa juga mau cobain sekarang ya." ucap Salsa yang segera ke ruang ganti juga.


Hingga beberapa menit kemudian mereka pun telah selesai berganti pakaian, dan kembali ke tempat tadi.


"Nah, kan datang.." ucap ibunya Aldo saat melihat kedatangan Aldo.


"Salsa mana ya, lama banget.." ucap ibunya Aldo.


"Wajarlah Ma, mama kan juga kalau ganti lama, juga namanya perempuan." ucap Herman.


"Ishhh, Papa belain dia? daripada Mama?" ucap istrinya kesal.


"Maaf Ma, bukan belain kan kenyataannya seperti itu.." ucap Papanya.


Perdebatan mereka pun terhenti saat melihat kedatangan Salsa.


"Salsa, Masya Allah cantik sekali..." ucap ibunya Aldo.

__ADS_1


Begitupun Aldo segera menoleh ke arah Salsa yang sedang berdiri, untuk beberapa saat Salsa ataupun Aldo saling memandang dan menatap dalam diam seakan mengungkapkan kekaguman dan perasaan masing masing dalam diam.


Salsa benar benar kagum dengan penampilan Aldo yang terlihat tampan, begitupun Aldo yang mengagumi penampilan Salsa yang terlihat sangat Cantik.


Aldo memakai jas warna hitam yang di padukan dengan dasi toxedo, baju warna putih dan celana hitam.


Begitupun dengan Salsa yang memakai baju pengantin warna nude pink dengan beberapa Payet di bagian gaunnya, baju pengantin tersebut terlihat begitu elegan, kalem dan mewah tapi tetap terlihat sederhana.


"Hemm.." deheman Papa dan Mamanya Aldo menghentikan tatapan mereka, mereka pun saling menunduk dengan malu malu.


Hati mereka seakan di pacu begitu cepat, dengan rasa yang tak bisa mereka terjemahkan dan mengerti dengan pasti.


"Masya Allah cantik ya Pa, calon mantu kita, Aldo anak kita juga terlihat tampan dari biasanya." ucap Mamanya Aldo.


"Iya Ma cantik dan ganteng cocok mereka berdua itu." ucap Papanya Aldo.


"Tunggu deh, maksud ucapan Mama tadi Aldo tampan dari biasanya? berarti biasanya Aldo gak tampan dan jelek gitu?" ucap Aldo pura pura tak terima.


"Issh hahahaha ngambeklah tu Pa, anakmu." ucap Mamanya Aldo.


"Ishhh, issh... Hahahaha, kok Papa sih Ma? kan Mama yang godain Aldo dulu?" ujar Papanya yang tak terima di salahkan.


"Hehehe iya sih Pa, tapi kan ngambeknya nurun Papa tuh." ucap Istrinya.


"Gak pernah yakin?" tanya Mamanya kembali.


"Iya pernah sih, tapi sesekali itupun jarang Ma." jawab Papanya.


"Eyank....Opa, Oma.. sudah dong jangan berantem terus, ini kan lagi cobain baju untuk hari bahagia Ayah dan ibu Salsa." ucap Farah dengan sedikit keras agar kedua eyank nya berhenti berdebat.


"Astaghfirullah apa yang baru kita lakukan Ma, sungguh memalukan seperti anak anak aja kita Ma, kamu sih.." ujar Papanya Aldo.


"Loh kok aku sih Pa? Papa dulu yang mulai juga.." ucap Mamanya yang pura pura ngambek karena tak terima.


"Eyankkkk....." teriak Farah dan Fatah untuk menghentikan perdebatan antara mereka.


"Aih, jangan teriak teriak, ini di butik.


Tuh malu di lihatin banyak orang,, siapa sih yang ngajarin cucu eyank teriak teriak gini, hemm? ....

__ADS_1


baiklah.. baiklah, maafkan kami ya." ucap Mamanya Aldo.


"Maaf eyank, habisnya kami kesal mulai tadi Oma dan Opa berantem terus dan jadi pusat perhatian." jawab Farah.


"Aih, iyakah kami jadi pusat perhatian? Astagaaa... makasih ya sudah ingatkan opa dan Oma ini, tapi tetap jangan teriak teriak gak boleh dan bisa menjadi pusat perhatian juga teriakan kalian ini." ucap Mamanya Aldo.


"Oke, maafin kami ya Opa, Oma.." ucap Farah.


"Iya gak papa, yaudah yuk kita lanjut bahas baju pengantin ini dan pernikahan Aldo juda Salsa ya.." ucap Mamanya Aldo.


Mereka pun saling mengobrol kembali untuk beberapa saat, setelahnya Aldo dan Salsa pun berganti pakaiannya kembali dan mereka pun segera ke pemilik butik tersebut untuk memboking baju pengantin tersebut dan membayarnya.


Setelahnya mereka segera keluar dari butik tersebut dan berhenti sejenak di lestoran untuk makan sebelum mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.


*******


Setelah menyeduh dan meminum teh hangat untuk menenangkan dirinya, Ainun berencana ingin menemui Ahmad Rafiq secara berdua untuk membicarakan tentang hubungan mereka yang sebentar lagi menuju ke jenjang lebih serius.


Bagaimanapun Ainun merasa ia harus berbicara secara serius tentang hal ini ke Ahmad Rafiq.


Ainun pun ingin tau bagaimana perasaan Ahmad Rafiq padanya dan pada Salsa, apakah Ahmad Rafiq belum bisa melupakan Salsa? ...


Ainun tak berharap di cintai oleh Ahmad Rafiq dalam waktu dekat ini karena ia tau harapannya itu nantinya akan menyakiti dirinya sendiri.


Ainun sendiri pun juga tau dan paham, tak mudah memang melupakan seseorang yang kita cintai begitu saja.


Namun setidaknya Ainun hanya berharap Ahmad Rafiq bisa berkotminmen setelah menikahinya nanti bisa melupakan nama Salsa di hatinya dan tak mengingatnya secara terus menerus.


Meski di sisi lain Ahmad Rafiq belum bisa mencintainya baginya tak mengapa, asal Ahmad Rafiq tak mengingat Salsa secara terus menerus dan mau berusaha melupakan nama Salsa baik di hati, pikiran ataupun hidupnya.


Egoiskah jika Ainun menginginkannya seperti itu?


Mungkin benar, ia memang egois


Tapi ia hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk pernikahannya nanti dan menyelamatkan bahtera rumah tangga yang akan ia arungi.


Salahkah?


Setidaknya dengan Ahmad Rafiq tidak mengingat tentang Salsa lagi dan berusaha melupakannya termasuk tidak mendekati Salsa lagi, Ainun harap dengan begitu Ahmad Rafiq sedikit demi sedikit bisa mencintainya dan menumbuhkan rasa cinta di hatinya dengan perlahan dan dengan ketulusan cinta dari Ahmad Rafiq yang di berikan padanya.

__ADS_1


Setelah memikirkan dengan matang keputusannya tersebut, Ainun pun mengambil handphonenya untuk mengirim pesan singkat kepada Ahmad Rafiq tempat mereka berjanjian bertemu nantinya.


Setelahnya Ainun meletakkan kembali handphonenya, dan segera membereskan rumahnya, membantu Umminya memasak, dan bersiap untuk segera pergi setelah mendapatkan balasan dari Ahmad Rafiq pesan singkatnya tersebut.


__ADS_2