
Kala duka dalam hidup terasa begitu memilukan, mungkin hanya dengan senyuman semua bisa menentramkan, senyuman tulus dari dua anak kecil kembar, senyum dalam tidurnya membuat Aldo bahagia yang luar biasa, Aldo bersyukur dapat melihat senyuman itu
"Andai kau masih ada disini sayang, melihat anak-anak kita, buah
cinta kasih kita, mereka sudah boleh pulang, pulang kerumah kita sekarang" ratapan hati Aldo mengingat Putri
"Aku terpaksa mengganti nama mereka sayang karena itu akan membuat luka yang dalam dihatiku, aku terpaksa melakukannya sayang, maafkan Aku, Aku akan selalu mengingatmu, mendo'akan mu, kenangan bahagia akan tersimpan indah dalam memori hidupku, terima kasih sudah datang dalam hidupku" Aldo menciumi kedua buah hatinya, kasih sayang pada mereka sungguh sempurna tapi isi otak tetap memikirkan cinta sejatinya yang telah pergi meninggalkannya
"Tuan biar Aku gantikan popoknya Nona Farah?" Pinta Bi Ijah pembantu yang selalu ada dan setia pada Aldo sejak Aldo remaja hingga kini menjadi Ayah
" Nggak usah bi' makasih, Insya Allah Aku bisa urus semuanya sendiri, Aku ingin merawat mereka sendiri" terlihat Aldo begitu berhati-hati dan cekatan mengganti popok Farah
__ADS_1
Sementara disisi yang lain Fatah menangis, terbangun entah dia ingin pup atau haus, Aldo bingung harus merawat yang mana duluan sedang Bik Ijah telah keluar kamar meninggalkan Aldo mengurus Farah dan Fatah seorang diri karena Aldo yang tidak mau dibantu Bik Ijah tadi
Dikamar bawah mamanya Aldo mendengar cucunya menangis lansung naik ke atas takut terjadi apa+apa dengan cucunya, Mama Aldo sejak kepergian Putri kini berubah hijab telah menutupi rambutnya, gamis sopan menutup seluruh tubunhnya, ada hikmah di balik kepergian Putri ia berfikir "umur tak ada yang tau kapan dia akan berakhir, yanga jadi harapannya kini jika Allah mengambil umurnya dia sudah bertaubat dan jadi manusia yang lebih baik, bertaqwa, rajin ibadah, kalau ada uang lebih kini ia lebih senang berbagi pada orang lain bukan untuk foya-foya, dulu dia lebih senang shopping , belanja apapun yang dia mau, bahkan membeli yabg sebenarnya tidak perlu tapi semua kini sudah berubah, dia berubah jadi Nenek yang baik, yang rajin ibadah.
Mamanya Aldo memutuskan untuk tinggal bersama Aldo, berniat membantu, ikut serta merawat cucu-cucunya yang lucu dan comel.
Mamanya Aldo memang terlihat awet muda, pantas saja Papanya Aldo orang kaya, perawatan semahal apapun kalau dia mau dia bisa lakukan, baju apapun yang dia suka bisa dia beli, tapi kini berubah, semua berubah lebih baik
"Ada apa do? Kok nangis dua-duanya" Mama bertanya pada Aldo serta menggendong dan berusaha untuk menennangkan Fatah karena Aldo keteteran harus mengurua Fatah Atau Farah duluan, keteteran yang malah membuat kedua anak kembarnya menangis hebo
"Bik Ijah mana, Bik Imah juga kenapa nggak ada yang bantu kamu, karena Mama tadi baru selesai sholat dzuha" Mamanya Aldo memang sungguh telah berubah, dulu jangankan sholat dzuha, sholat wajib aja jarang dijerjakan, sekarang semua sholat sunnah dikerjakan dan puasa sunnah pun tak pernah ketinggalan.
"Tadi Bik Ijah udah kesini, tak suruh pergi, Aku fikir Aku bisa sendiri, tanpa bantuan orang lain Aku bisa, ternyata ini susah, Aku tak bisa"
__ADS_1
"Mangkanya do, Ngurus anak satu aja repotnya masya Allah, eh kamu dua anak sekaligus bersikeras mau merawat sendiri, nggak akan bisa do"
"Iya Ma, Aldo memang mahir dalam segalana, tak butuh orang lain, tapi kini untuk mengurus si kembar yang super, duper comel ini Aku nggak akan bisa sendiri" setelah diganti popok dan minum susu, si kembar tertidur lagi, Aldo dan Mamanya bisa bernafas lega, Aldo menciumi kedua Anaknya secara bergantian dan saat dia ingin keluar
"E...e...uwek...uek" Farah kembali menangis, sebenarnya Aldo ingin keluar sebentar menghirup udara segar, tapi urung tercapai Farah sudah kembali menangis
"Iya sayang, ini Ayah" dengan cekatan dan berhati+hati Aldo membawa Farah
Tak ada amarah merawat kedua anak-anaknya, merawat mereka dengn penuh cinta, capek?? Pasti Aldo capek, letih dan sekarang dia menyerah bahwa mengurus bayi itu tak mudah, banyak begadang, ganti popok nangis, pipis nangis, lapar nangis, haus nangis, gatal nangis, bayi selalu menangis, letih itu benar-benar telah muncul, dan Aldo apakah dia akan menyerah?
Mengurus bayi adalah hal tersulit jika kita merasa itu adalah sulit, jam tidur mereka yang belum bisa sesuai dan sama dengan waktu tidur orang dewasa, meminta apapun dengan cara menangis, ya mengurus bayi itu sungguh-sungguh melelahakan, capek, kurang tidur, itu yang semua orang tau rasakan begitupun dengan Aldo sekarang, tapi ada ada SENYUMAN dari bibir mungil mereka kenapa rasa capek, letih, bosan dan rasa apapun itu berubah menjadi kebahagiaan yang sungguh sempurna, tak ada yang mampu merasakan itu kecuali saat kit telah merasakannya sendiri, menjadi orang tua itu tak mudah tapi yakin kita bisa.
__ADS_1