
Aldo tak menyalahkan Fatah atas sikapnya, dia tahu jika anak lelakinya itu marah karena kesalahannya sendiri, dia merasa tak pantas sebagai orang tua.
Saat kita semua sebagai orang tua melihat Anak kita tertidur entah ada rasa yang tak dapat di ungkapkan, ada keharuan, ada rasa syukur telah di beri kepercayaan oleh Allah telah memiliki mereka, ada rasa bersalah yang kadang dengan kesengajaan atau bukan memukul halus dan memarahi mereka, melihat Anak tidur adalah moment yang penuh haru biru, yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata, namun dapat di rasa.
"Kamu sudah tak merasakan kasih sayang seorang ibu sejak kecil, kamu hanya memiliki Ayah, satu-satunya orang tua yang kamu miliki, tapi Ayah malah ceroboh dan melalaikan tugas dan tanggung jawab Ayah, untuk selalu bersama dan menemani tumbuh kembang mu, Nak...." Ucap Aldo dalam hati, dia tak sanggup menahan tangis dan rasa bersalahnya, kerugian karena kebakaran restourant tak berarti dan tak ada apa-apanya dari apa yang dia rasakan kini.
Dia melihat sekeliling kamar anak lelakinya itu, kamar yang sangat mewah untuk Anak usia tiga tahun, tidak seperti kamar Anak-anak pada umumnya, di sana sudah ada kamar mandi pribadi, ada banyak lemari, ada lemari khusus untuk baju mahalnya, ada lemari untuk semua aksesorisnya semisal sepatu, topi, jam tangan, ada lagi lemari yang mampu menampung seluruh mainannya.
kamar yang sangat luas itu tertata dengan sangat rapi, ada meja belajar di sudut pojok kamar, ada tempat bermain khusus, semua mainan ada di sana dia ingat kenangan saat-saat bersamanya dulu, saat bermain robot-robotan, pedang-pedangan, Spiderman, Iron man, Batman, Power Rangers, , tempat bermain di sebelah kiri tempat tidur itu terdapat banyak mainan yang bagi Fatah hanya sang Ayah dan dirinya yang boleh bermain di sana
__ADS_1
"Ini adalah tempat Favorite Aku bermain sama Ayah, nggak ada yang boleh kesini" Aldo teringat akan kata-kata Fatah yang seakan menari-nari di kepalanya.
Saat itu dia merasakan sangat di cintai, di idolakan dan sangat di istimewahkan oleh sang Anak, karena bagi Fatah hanya Aldo yang boleh bebas bermain di sana, tapi keistimewa'an itu sedikit ternoda karena ulahnya sendiri, dia kembali menangis memegang salah satu karakter Super hero kesayangan Fatah, Iron Man.
"Dulu Ayah itu Iron man buat Fatah, karena Ayah harus selalu jaga Fatah, tapi sekarang Fatah udah gede, sekarang Fatah yang jadi Iron Man buat Ayah" kembali kata-kata Fatah teringat di dalam memorinya.
Ada area dan tempat khusus bagi setiap Anak, yang bagi mereka tempat itu berkesan dan sangat istimewah, tempat yang hanya orang-orang yang di anggapnya spesial yang boleh kesana, tempat favorite, seakan tak ada lagi tempat terbaik, itu yang Fatah rasakan.
Anak laki-laki dan Anak perempuan pasti berbeda, Kadang ada anak perempuan lebih dekat dengan sang Ayah atau sebaliknya, ada yang Anak laki-laki lebih dekat dengan sang Ibu atau sebaliknya, tapi memang sebaiknya, Anak laki-laki harus dekat dengan Ayahnya dab sebaliknya anak perempuan harus lebih dekat dengan sang ibu, itu adalah pemikiran yang sangat keliru dan salah besar, yang benar Anak harus dekat dengan kedua orang tuanya, kedekatan dengan mereka harus selalu di pupuk, sesibuk apapun orang tua hendaknya tidak melupakan kewajiban utama, mereka butuh perhatian dan kasih sayang bukan hanya materi semata.
Aldo ingin menghabiskan malam bersama dengan Fatah, sebenarnya dia sangat ingin naik ke tempat tidur Fatah, tidur bersama, memeluk jagoan kecilnya, tapi dia tak berani melakukannya , jika itu terjadi dia tau kemungkinan terburuk yang akan terjadi, Fatah akan lebih marah padanya, dan dia tak ingin itu semua terjadi.
__ADS_1
Malam semakin larut, setalah mengambil wudhu, Aldo sudah tak sanggup menahan kantuk, perasaan bersalah, air mata dan kesedihan menambah luka yang begitu berat, tidur seakan menjadi obat untuk sejenak melupakan segala kesedihan yang telah terjadi.
"Allah aku sangat menyayangi keluargaku, Aku berbuat semua ini sebenarnya juga buat mereka, aku bekerja keras demi mereka, tapi semua ini salah ku, tolong jaga selalu mereka, Papa, Mama dan Anak-anakku, tolong segera pertemukan kami semua dengan Papa, izinkan Aku tau dimana dia berada kini, kami sangat khawatir, tolong ya Allah" Aldo selalu berdo'a sebelum tidur, mencurahkan segala gundah hatinya, mengucapkan segala harapannya, berharap Allah swt mendengar dan mengabulkan semua do'a dan harapannya.
Memang dalam islam sebelum tidur, di sunnah kan untuk berwudhu terlebih dahulu, lalu di lanjut membaca, doa tidur, sholawat, istighafar ,berharap hari yanh telah di lalui di hapus segala dosa, baik yang di sengaja atau tak sengaja, memohon agar esok lebih baik dari hari ini.
Allah lah tempat kembali, hanya Allah SWT yang pantas untuk kita sebut dalam setiap do'a dan harapan, Allah SWT yang mampu menyelesaikan segala masalah kita, kita harus percaya jika segala kebaikan berasal dari Allah SWT, dan kesalahan karena ulah kita sendiri, biasakan selalu istighfar, jangan selalu merasa benar dan selalu menyalahkan orang lain, jangan pernha ada kesombongan, semua ini milik Allah SWT, saat sewaktu-waktu Allah mengambilnya manusia yang dapat berbuat apa-apa.
Aldo tak sadar jika tertidur bukan di tempat tidur, dia malah tidur di bawah, di atas karpet bulu halus mahal yang dia beli di eropa. Aldo hanya ingin dekat dengan Fatah meski dia tau jika saat ini bukan waktu yang tepat, dia rela tidur di bawah, asal bisa dekat dengan Anaknya.
__ADS_1