
Kadang manusia merasa begitu terpaksa menahan luka seorang diri, masalah besar yang tak sanggup kita selesaikan seorang diri, masalah yang seakan memerlukan tenaga yang sangat besar.
"YaAllah Aku tak sanggup jika selamanya harus menjalani hidup tanpa pasangan. Aku tak sanggup Ya Allah" Aldo mengaduh kan seluruh keluh kesah hidupnya pada pemilik bumi yaitu Allah SWT.
Aldo tak tahu harus berbuat apa lagi, dia kini memang telah memasukkan nama Salsa dalam hidupnya, wanita yang selalu rela berkorban untuk nya, dia merasa sangat beruntung.
Dalam hidup katanya hanya beberapa pasangan yang bisa menemukan cinta sejatinya, tak semua orang beruntung bisa hidup berpasangan dengan pelengakap tulang rusuknya, mereka bisa selalu saling melengkapi, bisa bertahan dalam suka dan duka bersama, selalu merasa bahagia dan nyaman saat bersama pasangannya.
Banyak pernikahan yang bertahan puluhan tahun bukan karena saling peduli atau saling membutuhkan satu dengan lainnya, tapi pernikahan mereka bertahan hanya demi gengsi, demi Anak, demi keluarga besar, tak peduli akan hatinya.
"Kamu dari tadi ada di sini?!" Aldo sadar dan melihat ada Salsa di sampingnya.
Aldo merasa sangat bersalah dengan wanita baik di depannya, wanita yang sangat tulus dan selalu rela berkorban demi orang-orang yang di cintainya.
"Mau minum?!" Salsa tak tega melihat Aldo sakit meski dirinya juga merasakan sakit yang lebih parah tapi tak nampak, luka yang hanya dapat di rasa, namun tak bisa nampak oleh mata, luka hati lebih perih dari luka apapun di dunia ini.
__ADS_1
"Boleh..." Aldo merasa sangat haus.
"Kenapa Aku di bawah ke sini?!" Aldo tak sadar jika dirinya tadi pingsan yang di bawah ke Rumah sakit
Aldo ingat tadi sebelum pingsan dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Salsa, dia ingin memperbaiki hubungan yang selama ini tak searah jalan. Aldo sadar jika Salsa adalah wanita terbaik yang di siapkan Allah SWT untuk dirinya dan kedua Anak kembarnya.
"Tadi semua mengantar Kamu ke Rumah sakit ini, tapi karena kamu pingsan lama banget, kita sepakat untuk gantian" Salsa memberi tahu Aldo.
Tadi Aldo tanpa sengaja pingsan, membuat seisi rumah heboh, dia memang jarang sekali sakit, kadang sakit paling cuma masuk angin biasa, sekedar Flu dan batuk, tak pernah sampai ke Rumah sakit.
"Ayah kenapa, Eyang...Ayah kenapa Eyang?!" Farah menangis meraung-raung.
Mungkin di dalam hati mereka yang terdalam pasti ada ketakutan akan kehilangan satu-satunya orang tua.
"Kenapa tadi Tante Salsa kemari, pasti gara-gara Tante salsa Ayah sakit" Fatah datang dengan penuh amarah, menyalahkan Salsa.
Fatah dan Farah memang sangat berharap jika Salsa mau menjadi ibu sambung bagi mereka, harapan itu begitu tinggi dan perasaan yang mereka saat ini bukan karena mereka marah tapi hanya karena mereka kecewa, dengan harapan mereka sendiri.
__ADS_1
Salsa adalah orang yang paling di salahkan oleh Farah dan Fatah atas semua kejadian yang terjadi
Kemarahan kadang membuat kita lupa akan semua kebaikan yang orang lain telah perbuat pada kita, mereka yang selalu baik sama kita, tapi jika saat kita emosi semua kebaikan itu hilang tak berbekas, kekecewaan dan kemarahan si kembar Fatah dan Farah seakan telah menghilangkan semua pengorbanan dan kasih sayang yang telah Salsa berikan selama ini.
Aldo pingsan namun Salsa tetap setia menjaganya, dia tak tega jika harus meninggalkan Aldo sendirian di rumah sakit, Papa sejak dari bari badannya kadang masih merasa tak enak, Mama tak bisa meninggalkan si kembar Farah dan Fatah di rumah hanya bersama para pembantu, sebenarnya mereka semua tadi sama-sama mengantar Aldo ke rumah sakit, tapi karena umur si kembar tidak di anjurkan untuk terlalu lama-lama di rumah sakit.
"Kamu khawatir kan sama aku?" Aldo merasa sudah agak mendingan, dia masih berusaha untuk mendapatkan kembali cinta Salsa.
"Khawatir??" Salsa merasa kaget saat ingin bicara.
"Kamu masih mau menerimaku, menerima cintaku ini?!" Aldo berusaha untuk meraih tangan Salsa, seakan dia ingin memberi keyakinan lebih pada Salsa atas keputusannya.
"Jika kamu hanya ingin menjadikan Aku sebagai istri, lalu hanya bertugas menjadi Ibu sambung, ma'af Aku tak bisa menerima"
"Aku menyayangi Anak-anakmu dengan tulus, dan jika kamu terpaksa membuka hati karena kasihan saja, ma'af Aku sudah tak ingin menyakiti hatiku sendiri, karena mencintaimu sejak dulu, hanya segala rasa kecewaan yang sudah seringkali menghampiriku" Salsa berbicara dengan menahan tangis.
__ADS_1