Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Waktu Terbaik


__ADS_3


Semua orang yang lahir ke dunia ini suatu saat dia akan meninggalkan dunia ini, manusia lahir dengan takdirnya masing-masing, ada yang terlahir kaya, ada yang terlahir miskin, ada yang di takdirkan mempunyai Anak-anak yang banyak, ada yang di takdirkan tak memiliki keturunan sama sekali, ada yang di lahirkan tampan dan kaya, malah ada yang di takdirkan udah miskin jelek pula, tapi tak ada yang dapat protes atas semua skenario dalam hidupnya, Allah yang menentukan semua itu, manusia hanya bisa ikhlas menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan sabar


Orang miskin atau kaya, semua di dunia terlahir membawa masalahnya masing-masing, tak ada manusia yang hidup terlahir tanpa membawa masalah, beda orang, beda masalah dan cara penyelesaiannya.


Aldo sadar semua waktu yang berlalu tak akan kembali, dia ingin menikmati masa-mas hidupnya, bukan untuk melupakan Putri, tapi untuk lebih menata hati, dia juga berhak bahagia memandang masa depannya dari pada masa lalunya.


Sejak Restourant mengalami kecelakaan, dan sampai kini Aldo masih menyimpan rahasia besar, tentang cctv yang sengaja dia simpan, dan rahasia chef kepercayaan Aldo yabg tegah telah untuk berusaha membakar restourant miliknya, semua di simpan sempurna.


"Ayah tumben makan malam di rumah" tanya Farah secara melahap makanan kesukaannya, sayur sop, bocah yang terlihat manis saat memakai piyama warna biru itu, membuatnya semakin mirip sang ibu, sama-sama penyuka warna biru.


Malam begitu menyenangkan, semua keluarga berkumpul, waktu yang sangat jarang terjadi karena Aldo yang sibuk. Ada si manis Farah, Si ganteng Fatah, ada Mama dan Aldo, hanya Papa yang tak ada di sana, entah dimana dia sampai sekarang belum ada kabarnya, meski Aldo telah menyuruh orang kepercayaanya untuk


Mencari sang papa, tapi belum ada hasilnya.


Putri selalu ada di hati nya setiap hari tiada hari tanpa terlewat nama putri di sebut, dalalm setiap doa dan sujud, tp dia jg tau bahwa hidunya juga harus berlanjut, dia harus mampu berfikir jernih.


Di meja makan semua tersaji dengan lengkap, ada protein dari tempe, tahu, telur ceplok semur kecap, ikan bakar madu, soto ayam, sop sayur wortel dan kol, ayam goreng favorite, kerupuk tak ketinggalan sebagai pelengakap dan susu hangat.


Aldo merasa sangat bersalah, dia terlalu terbuai dengan semua usahanya yang meroket, semua usahanya sangat maju pesat, di tambah rasa kecewa kepada Ainun yang telah Ta'aruf dengan laki-lain dia melampiaksan semua pada pekerjaan, dia fokus hanya pada pekerjaannya, dia lupa akan tanggung jawab yang lebih besar, tanggung jawab yang weseakan dia pikul seorang diri, sebagai orang tau tunggal.

__ADS_1


Dia sedikit tersadar dia telah salah, banyak melupakan tanggung jawabnya sebagai Ayah, meski dia meninggalkan kedua Anak-anaknya karena sibuk bekerja, untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka, tapi mereka juga butuh perhatian dan kasih sayang, yang jarang mereka dapatkan dari Aldo.


"Ayah mint ma'af, mulai malam ini dan malam-malam selanjutnya, Ayah akan berusaha selalu makan malam dirumah bersama kalian, orang-orang yang paling Ayah sayang" Aldo berbicara sambil menatap Mamaya, Farah dan Fatah penuh cinta secara bergantian.


"Gitu dong pa, Farah seneng banget" Farah bicara sambil terus melanjutkan makan.


Ada keharuan yang di rasa Aldo melihat semua ini.


Di satu sisi ad Fatah yang diam saja, dia nampak tak begitu antusias melihat kehadiran sang Ayah, berbeda dengan Farah yang terlihat begitu bahagia mendengar Ayahnya akan selalu makan malam di rumah dengan keluarga.


"Kamu kenapa sayang?!" Aldo mencoba mengajak Fatah bicara, tapi Fatah terlihat cuek bahkan tak sedikitpun dia mau melihat ke arah Aldo


"Nggak ad apa-apa" Fatah menjawab seenaknya.


Dunia berjalan, waktu terus berputar, dia tak akan pernah terulang lagi, masa kanak-kanak yang di alami Farah, Fatah dan Anak-anak lain di dunia ini sama, waktu kanak-kanak itu hanya sekali, waktu dimana mereka sangat butuh kasih sayang, perhatian yang luar biasa dari orang-orang yang mencintai dan menyayangi mereka, bukan harta dan kekayaan yang mereka inginkan, mereka ingin perhatian.


Waktu itu tak akan kembali, ada masa mereka akan tumbuh dewasa, akan hidup dengan cerita mereka sendiri, berjalan di atas kaki mereka sendiri. Mungkin jika saat itu tiba orang tua akan merindukan masa-mas kecil sang buah hati, merindukan setiap tingkah nakal dan tangisan mereka, tingkah usil mereka, rengekan mereka, tapi semua tak ada guna, waktu itu sudah sirna, sudah hilang, penyesalan dan kerinduan percuma.


"Ma'afkan Ayah Anak-anakku" Aldo bicara sendiri dalam hati.


"Tapi Ayah kerja kan buat kalian" Eyang melerai, di tahu bagaiman watak Fatah sang cucu, tapi masalah besar malah muncul

__ADS_1


"Buat apa? Fatah nggak butuh baju bagus, tas baru, sepatu mahal" Fatah yang sangat kritis malah berusaha mengeluarkan seluruh isi hatinya.


Sebagai manusia kita harus selalu berfikir postive, apapun yang terjadi dalam hidup kita, apapung musibah yang menimpah kita, harusnya kita sadar bahwa Allah SWT sangat menyayangi kita.


Kadang musibah itu datang untuk menegur kita, mengingatkan kita, kita yang banyak lupa akan tanggung jawab kita, dan semua kewajiban kita kepada Allah, kepada Anak dan keluarga


Aldo dapat melihat musibah kebakaran Restaurant nya dalam segi yang positive, Allah sayang padanya, dan tidak menyalahkan siapapun atas musibah yang di alaminya.


"Iya Ayah minta ma'af, yuk makan lagi" Aldo tak ingin berbedat, dia sangat tahu jika Fatah di bantah jiwa kritis dia akan muncul semua.


Fatah terlahir luar biasa, Anak yang baru genap berusia tiga tahun itu memang selalu kritis, beda dengan Anak-anak lain yang sebaya dengannya, bahkan dengan saudara kembarnya, Farah manis penurut, tapi Fatah cerdas dan kritis, jika orang lain melihatnya suka membantah dan egois, tapi Aldo dapat melihat sifat Fatah dari nilai postive, baginya Fatah adalah Anak yang kritis, berbicara sesuai fakta, dan tak pernah membohongi kata hatinya, dia berjalan sesuai dengan yang di kehendaki nya, bagi Aldo itu bukan egois tapi jujur dan kritis.


Anak terlahir dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing, jangan pernah samakan Anak satu dan lainnya, mereka unik dengan sifatnya masing-masing.


Bersyukur, jadilah orang tua yang baik untuk semau Anak-anak kita, karena tak setiap manusia beruntung untuk mempunyai dan merasakan kesempatan menjadi orang tua, ada yang sudah melakukan dan memakai berbagai cara agar punya anak tapi Allah tak me ngizinkan, jika kita sudah di beri kepercayaan Allah SWT untuk memiliki dan merasakan nikmatnya jadi orang tua, seharusnya kita lebih banyak bersyukur dan memberikan yang terbaik untuk Anak-anak kita.


Banyak orang tua yang masih saja tak adil dalam memperlakukan seorang anak, pilih kasih dalam memperlakukan Anak satu dengan Anak lainnya, seharusnya mereka sadar setiap Anak punya keunikan dan dunianya masing-masing yang tak dapat di samakan satu dengan lainnya.


Jangan terlalu mengekang Anak, usahakan mereka untuk selalu bisa mengutarakan isi hati dan keinginannya, biarkan mereka tumbuh dengan bahagia.


Mari selalu berfikir positive tentang Anak-anak kita, perlakukan dan beri mereka dengan kasih sayang dan perhatian yang sama, dengan porsi yang sama tanpa ada yang berbeda.

__ADS_1



__ADS_2