Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Taman Kota


__ADS_3

Setengah jam kemudian..............


Aldo sudah selesai semuanya, kini ia menunggu di ruang tamu. Sedangkan Putri sendiri sudah selesai mandi tapi ia masih bingung gak tau harus pakek baju apa tapi dia tiba tiba inget dengan baju yang pernah di belikan oleh sang


mama pas ulang tahunnya dan baju itu belum pernah ia pakek sama sekali.


"Untunglah, masih ada baju ini." gumam Putri. Ia pun segera memakainya lalu tak lupa ia segera menyisir rambutnya dan membiarkan rambutnya terurai, ia juga pakek dua jepit yang ia pasang di sebelah kiri dengan poni


yang di biarkan menutupi sebagian dahinya. Ia juga memakai bedak dan tak lupa memoles bibirnya dengan lipstik.


"Oh ya, aku harus pakek parfum." Ucapnya, ia mengambil parfum dan menyemprotkannya di bajunya. Setelah selesai, ia menatap ke cermin sebentar. "Wau, aku cantik juga ya kalau dandan." Puji Putri kepada dirinya sendiri.


Putri keluar kamar dan pergi ke ruang tamu karena ia yakin jika Aldo sudah menunggu dirinya di sana. Ia menghampiri Aldo yang masih sibuk ketak ketik sesuatu di Hp nya. "Hem hem. Lagi apa?" tanya Putri. Aldo yang


mendengar suara Putri langsung menoleh ke arah dirinya dan wow Aldo benar benar terpanah dengan penampilan Putri sekarang.


"Kamu cantik banget Put, coba aja kamu mau dandan seperti ini setiap hari. Kan aku seneng lihatnya." Ucap Aldo yang masih terus menatap Putri dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sungguh, Putri yang di puji seperti itu merasa jantungnya berdebar debar, ia merasa malu tapi juga seneng.


"Udah deh jangan muji gitu. Yuk berangkat." Putri menggandeng tangan Aldo sedangkan Aldo sendiri merasa senang dengan Putri yang sudah mulai menganggap dirinya ada dan sudah mulai membuka hati untuknya bahkan kini ia bisa merasakan bahwa Putri benar benar mencintai dirinya.


"Ayo, kenapa bengong." tanya Putri yang melihat Aldo hanya berdiam diri saja.


"Oke oke." mereka segera menuju ke bagasi.


"Kamu mau naik mobil yang mana?" tanya Aldo karna ia sendiri bingung mau pakek yang mana hari ini.


"Emmmmmmmmmmmm yang mana ya. Mungkin yang itu aja kali ya. Gak terlalu besar tapi kayaknya nyaman." Ucap Putri sambil menunjuk mobil warna oringe


"Oke." Ucap Aldo. Merekapun segera masuk ke dalam mobi.


"Put?" Panggil Aldo setelah mereka ada di dalam mobil dan Aldo mengemudikan mobilnya dengan pelan.


"Iya Al?"


"Kamu tau gak dulu kenapa aku beli mobil ini warna oringe?" tanya Aldo membuka percakapan


"Aku mana tau. Mungkin karena kamu suka warna oringe kali."


"Bukan."


"Terus?"


"Karena warna warna orange sendiri memiliki arti yang sering dikaitkan dengan kegembiraan, kebahagiaan, kehangatan, panas, sinar matahari, antusias, kreativitas, sukses, penyemangat, kesehatan, stimulasi, lucu,


menyenangkan, keseimbangan, ekspresi dan kekaguman."


"Oh terus aku lihat juga ada yang warna biru, kuning, merah, hitam, putih dan juga juga warna ungu. Kenapa gak pilih wara pink, cokelat, hijau atau yang lainnya."


"Warna biru juga melambangkan kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, bijaksana, percaya diri, takdir, surga dan kecerdasan. Ditinjau dari sudut pandang psikologi, biru berarti dapat dipercaya dan bertanggung jawab.  Warna memiliki efek positif bagi tubuh dan pikiran."


"Kalau warna kuning memiliki arti apa?"


"Warna kuning memberi arti kehangatan dan rasa bahagia dan seolah ingin menimbulkan hasrat untuk bermain. Dengan kata lain warna ini juga mengandung makna optimis, semangat dan ceria. Kuning ini disebut-sebut sebagai warna matahari yang terlihat alami. Keberadaannya dapat merangsang aktivitas pikiran dan mental."


"Kalau merah?"


"Warna merah adalah warna yang beraura kuat, memberi arti gairah dan memberi energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan. Dalam psikologi warna merah memberi arti sebuah simbol keberanian, kekuatan dan


energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan."


"Kalau hitam?"


"Warna hitam juga melambangkan perlindungan, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, harga diri. Warna ini seringkali juga digunakan untuk menunjukkan kekuatan dan ketegasan seseorang."


"Kalau Putih?"


"Putih – Kemurnian, Sederhana, Tidak Bersalah & Minimalisme. Arti: Putih menggambarkan kesederhanaan, kemurnian, tidak bersalah dan kesempurnaan. ... ."


"Kalau warna Ungu?"


"warna ungu menggambarkan karakter yang kuat, unik, dan elegan. Namun umumnya ungudinilai sebagai warna yang misterius, spiritual, dan penuh imajinasi. Warna ungu cenderung jarang ditemui

__ADS_1


pada alam semesta karena ia merupakan kombinasi merah dan biru, sehingga ungu merupakanwarna yang ekslusif. Kamu kenapa sih kog jadi nanti masalah warna?"


"Kan kamu yang mulai duluan. Jadi aku nanya aja semua warna yang ada di mobil kamu. Habis warna mobil kamu seperti itu. Jadi aku pengen tau aja alasan kamu milih warna kayak gitu. Padahal aku sebenarnya pengen yang warna pink, karena menurutku pink itu feminim tapi di bagasi kamu gak ada hemmmmmmmmmm."


"Kalau kamu mau, sekarang kita bisa beli."


"Enggak deh."


"Kenapa?"


"Aku gak punya uang."


"Aku yang akan belikan."


"Enggak. Kapan kapan aja kalau aku butuh."


"Oh gitu ya sudah. Oh ya bunga yang kamu suka, bunga apa?" tanya Aldo, sebenarnya ia pengen banget beli bunga untuk Putri tapi ia bingung mau beli bunga yang mana karna ia gak tau selera Putri yang seperti apa.


"Bunga mawar yang berwarna merah."


"Kenapa kamu suka itu?" tanya Aldo."


"Karena bunga mawar merah memiliki arti perasaan cinta. Bunga mawar merah adalah salah satu simbol universal yang melambangkan cinta sejati."


"Oh..."


"Kamu tau gak bunga mawar itu bermacam macam ada yang berwarna merah, putih, kuning, lavender, dan juga warna pink alias merah muda."


"Oh..."


"Seperti kataku tadi warna merah memiliki arti perasaan cinta. Bunga mawar merah adalah salah satu simbol universal yang melambangkan cinta sejati. Warna kuning memiliki arti persahabatan dan kegembiraan. Mawar kuning biasanya dipersembahkan sebagai bentuk apresiasi seseorang. Warna Lavender memiliki arti kemuliaan dan lambang dari cinta pada pandangan pertama. Warna merah muda memiliki arti kebahagiaan dan rasa syukur. Warna mawar merah muda melambangkan cinta yang manis dan romantis dan warna putih memiliki arti kemurnian, penghormatan dan simpati. Bunga mawar putih biasanya digunakan sebagai bunga dalam upacara pernikahan, dalam hal ini mawar putih melambangkan persatuan dua insan, kebijakan, dan kemurnian dalam cinta. Selain itu juga diberikan saat keadaan berkabung yang melambangkan rasa penghormatan kepada seseorang yang telah tiada."


"Kamu pinter juga ya ternyata." Puji Aldo.


"Emang cuman kamu yang bisa mengartikan setiap warna, aku juga bisa kali mengartikan setiap bunga."


"Hemmm syukurlah, sekarang aku jadi tau kalau kamu itu suka bunga mawar warna merah dan aku juga tau kalau pacarku itu sebenarnya pintar."


"Enggak juga."


"Hemmmmmmmmmm."


Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran taman kota. Aldo dan Putri segera turun dan mereka melangkahkan kaki menuju kursi yang ada di bawah pohon sambil melihat anak anak muda yang lagi main volly.


"Al?" panggil Putri.


"Apa?"


"Aku mau itu dong." Ucap Putri sambil menunjuk permen kapas.


"Iya sudah aku belikan ya sekarang. Kamu nunggu di sini aja."


"Oke." Ucap Putri. Aldo segera pergi menuju ke pedagang yang menjual permen kapas.


"Pak, permen kapasnya 3." Ucap Aldo."


"Iya mas." Bapak itupun segera mengambil 3 pemen kapas sesuai yang di pesan oleh Aldo.


"Ini mas." Ucap bapak itu sambil memberikan permen kapasnya.


"Berapa?"


"9 ribu." Aldo segera mengambil uang di dompetnya dan ia memberikan uang itu. Lalu pergi gitu aja.


"Mas kembaliannya seribu." Teriak pedagang itu.


"Ambil aja."


"Makasih mas." Teriak pedagang itu lagi karena Aldo sudah agak menjauh.


"Nih permen kapasnya." Aldo memberikan semua permen kapas itu kepada Putri dan Putri mengambilnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Makasih ya. Kamu baik banget deh." Ucap Putri sambil makan permen kapas itu.


"Iya. Kamu tuh kenapa sih, suka banget sama permen kapan kayak gituan?" tanya Aldo penasaran


"Karena lembut dan manis. Kamu mau?" tanya Putri.


"Enggak, makasih."


Setelah Putri menghabiskan semua permen kapasnya, lagi lagi matanya tertuju dengan pedagang yang berjualan cilok.


"Al?"


"Iya."


"Aku minta uang dong 10 ribu."


"Buat apa?"


"Aku mau beli cilok."


"Iya sudah nih." Aldo memberikan uang sepuluh ribu.


"Makasih ya."


"Iya." Putri segera lari menuju pedagan cilok dan membeli cilok itu sebanyak 10 ribu. Setelah selesai, ia pun kembali ke kursi tadi di mana Aldo ada di sana.


"Kog cepet?"


"Karena tadi aku lari lari."


"Kenapa lari?'


"Aku takut mas menunggu aku terlalu lama."


"Hemmmm, iya sudah makan sana ciloknya."


"Iya. Kamu ngapain sih dari tadi sibuk terus ma Hp nya. Kan kita ke sini buat senang senang tapi kamu malah sibuk sendiri?" Ucap Putri yang melihat Aldo dari tadi sibuk banget sama Hp nya.


"Ini aku lagi cek emai. Maaf ya. Kamu juga dari tadi nyampek makan makan terus.."


"Hehe iya deh. Maaf, habis ini aku janji gak beli beli lagi."


"Oke."


Putri segera menghabiskan cilok itu dengan cepat. Setelah selesai, ia pun segera menggandeng tangan Aldo dan menyandarkan kepalanya di bahu Aldo. Aldo juga sudah menaruh Hp nya di saku bajunya.


"Enak ya di sini." Ucap Putri sambil melihat anak anak yang lagi sibuk main sendiri. Terus lihat orang orang yang sibuk main Volly, basket dan juga sepak bola apalagi dengan para pedagang yang hampir memenuhi lapangan. yah


walaupun mereka cuma jualan di pinggir lapangan tapi hampir semua pinggir lapangan di penuhi dengan pedagang.


"Kamu suka di sini?" tanya Aldo.


"Iya selain rame, aku senang bisa llihat pedangan pedagang itu. Mereka walaupun cuman punya dagangan kecil tapi aku lihat mereka sedari tadi gak henti senyum setiap kali melayani pembeli."


"Iya, mereka terlihat begitu sangat bahagia. Oh ya habis dari sini, kamu mau ke mana?" tanya Aldo.


"Pergi ke Mall."


"Ngapain?"


"Aku mau beli baju Al. Aku pengen belajar jadi cewek feminim. Selama ini aku selalu saja mengacuhkan penampilannku. Bahkan aku jarang beli baju. Tadi juga pas mau berangkat, aku bingung mau pakek baju apa karna bajuku udah jelek jelek semua dan kusam. Untunglah, aku masih punya baju ini pemberian mama."


"Syukurlah jika kamu sadar. Aku senang mendengarnya. Kamu bisa beli baju sepuas kamu. Aku akan menemani kamu."


"Makasih ya All."


"Iya. Gimana kalau kita berangkat sekarang."


"Boleh biar nanti pulangnya juga gak terlalu malam."


"Sip."

__ADS_1


Merekapun segera pergi dari taman kota itu dan pergi menuju Mall yang gak jauh dari taman kota.


__ADS_2