
Beberapa hari Salsa tak bertemu dengan si kembar, Fatah dan Farah rasa kangen itu begitu berat tapi sejak kejadian di Taman Salsa memang merasa serba salah saat di tanya si kembar dengan sebutan Ibu, dalam hatinya terdalam Salsa memang suka dengan panggilan itu, dia sadar dan dia merasa tak pantas dengan panggilan spesial tersebut.
Salsa tak mampu lagi untuk terus-terusan menahan rindu, kasih sayang dia yang begitu besar dan Tulus untuk si kembar, membuat rasa rindu itu juga semakin besar, dia khawatir akan salah faham ini berlangsung lama dan di tak ingin semua ini terjadi.
"Biarlah hati Aldo bukan untukku. Aku sudah lelah berlari mengejar cinta Aldo, tapi dia tetap saja angkuh tak mau menerima cintaku" Salsa sudah mengikhlas kan hatinya, dia sudah tak mau lagi menyakiti dirinya sendiri
"Terlalu lama Aku telah menyakiti diriku, mencintai orang yang sama sekali tak mencintaiku" Salsa terlihat tegar, memotivasi dan bicara dengan dirinya sendiri
Tapi kini Salsa sadar, dia tak bisa berpisah terlalu lama dengan si kembar Fatah dan Farah karena Salsa dapat merasakan kasih sayang yang tulus yang diberikan Anak-anak padanya.
Salsa tak mampu membohongi hatinya, dia merasakan rindu yang begitu berat, dia ingin menemui si kembar Fatah dan Farah
"Besok kita tutup.." Salsa bicara dengan Via pegawainya
"Baik bu" via menjawab dengan sopan.
Via adalah karyawan Salsa yang sangat sopan, tampilannya sederhana, tak banyak bicara, selalu rama melayani pembeli yang datang ke Toko, banyak orang yang bicara salah satu yang menyebabkan Toko milil Salsa selalu ramai dan laris karena sikap sopan dan santun Via.
"Ma'af ya" Salsa tersenyum pada pegawai yang sangat manis itu.
"Iya bu...nggak apa-apa kok" Via balas tersenyum manis pada Salsa.
Salsa rela menutup Tokonya, dia hanya ingin menemui si kembar.
"Assalamu'alaikum" Salsa mengucap salam di depan pintu rumah mewah bergaya klasik elegant itu.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam...lho Nona" Bik Inah tersenyum melihat kedatangan Salsa.
"Kok lama nggak pernah lihat main ke sini, Neng?!" Bik Inah mencoba menyapa tapi jujur dia tak tahu akan pertanyaannya, dia ragu dengan pertanyaan tersebut benar atau tidak dia ucapkan pada Salsa
"Heem Bik" Salsa menjawab seenaknya
"Kok sepi, kemana semua bik?!" Salsa membawa pizza toping keju dan sosis kesukaan si Kembar.
"Tuan Aldo sakit" Bik Inah menjawab
Bik Inah tak tahu apa hubungan Salsa dan Aldo, dia sering ke sini, tapi tentang hubungan mereka Bik Inah tak tahu jelas, si kembar Farah dan Fatah selalu bahagia dengan kehadiran Salsa, mungkin itu saja alasan yang cukup.
"Tante" Farah datang, bocah cantik dan pintar itu langsung salim pada Salsa, tapi kemudian ada raut wajah kecewa terlihat di mata Farah, lalu dia lari pergi.
"Tante tak harus jadi ibu kalian, Tante sangat tulus menyayangi kalian...Ma'afkan Tante yang mungkin tanpa sengaja telah melukai hati kalian" semua kata-kata itu hanya mampu di ucapkan Salsa dalam hatinya.
"Kau kenapa Nak?!" Papa yang baru turun dari kamarnya, dia heran melihat ada tamu yang menangis di rumahnya
"Nggak kenapa-kenapa kok, om! Salsa mengusap Air mata dan terlihat mencoba mengeles dari pertanyaan Papa.
"Om mau bicara dengan, sal" Papa mengajak Salsa berjalan ke arah ruang keluarga.
Papa memang sudah menganggap Salsa adalah bagian dari keluarganya. Salsa yang hidup sebatang kara membuat kasih sayang itu makin bertambah.
"Om ingin kamu menjadi Ibu sambung untuk si kembar Fatah dan Farah"
Papa berbicara to the point pada Salsa.
__ADS_1
Salsa merasa begitu dilema, sejak dulu dia sudah berharap cintanya akan di balas Aldo dan bisa menjadi Ibu sambung bagi si kembar Farah dan Fatah, tapi Aldo yang dari dulu telah menolaknya.
Dia mencoba mengubur rasa sakit hatinya pada Aldo, dia tetap menyayangi si kembar dengan tulus tanpa ada niat untuk jadi Ibu sambung bagi mereka, dia ikhlas menerima takdir tak bisa bersama dengan Aldo sebagai pasangan, tapi dia ingin tetap menjadi bagian dari keluarga Aldo karena kasih sayangnya tulus pada si kembar Farah dan Fatah.
"Om melihat kamu sangat tulus menyayangi mereka. Si kembar selalu meminta Ibu, om kasiahan dengan mereka"
"Aku memang sangat menyayagi mereka om. Aku tulus menyayangi mereka, aku juga yatim piyatu, tentu saja Aku sangat kasihan melihat mereka sudah tak punya ibu sejak lahir, tapi untuk menggantikan posisi Ibu mereka Aku merasa tak pantas"
"Mereka sangat membutuhkan kamu sal" Papa masih berusaha membujuk Salsa agar mau menjadi ibu sambung bagi cucu-cucunya.
"Andai kau tahu om. Aldo yang bersalah, Aldo yang membuat semua masalah ini" Salsa bicara sendiri di dalam hati.
Papa dan Mama memang tak pernah tahu jika Salsa dari masi sekolah dulu sudah mencintai Aldo, cinta Salsa pada Aldo begitu besar, namun Aldo selalu menolaknya.
Papa dan Mama Aldo tau jika Salsa memberikan perhatian tulus pada si kembar, hanya itu karena Salsa tak pernah menunjukkan jika dia mencinta Aldo selama ini, baginya si kembar lebih berharga dari hatinya.
Papa dan Mama tak pernah sadar jika yang membuat ini semua terjadi karena ketidak jujuran Aldo.
Sebagai wanita Salsa merasa harus menjaga harga dirinya, dia tak ingin menyakiti hati dan perasaannya lagi, dia tak tahu jika Aldo telah tunduk padanya, cinta Aldo telah ada untuknya.
Andai Aldo sejak awal sudah menyatakan perasannya dan meminta ma'af pada Salsa karena tanpa sengaja telah sering menyakiti hati Salsa, memberi tahu Salsa jika telah berusaha membuka hati untuk Salsa, ingin membangun rumah tangga bersama.
Andai Aldo bicara terus terang dari awal, kesalah fahaman ini tak akan pernah terjadi.
__ADS_1