Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Males Mandi


__ADS_3

Keesokan harinya. Pagi pagi sekali Aldo sudah ada di rumah Putri karena Hermanto, papanya Putri mengirim pesan kalau dirinya dan juga istrinya sudah ada di bandara dan ia menyuruh Aldo segera ke rumah Putri untuk membangunkan anaknya agar ia tak telat lagi untuk sekolah.


"Put, bangun." Ucap Aldo dengan pelan. Sedangkan Putri masih saja tertidur pulas.


"Put, ayo bangun. Ini sudah jam setengah 6, kamu harus siap siap untuk sekolah." Ucapnya sekali lagi tapi tetep saja yang di bangunin masih ngorok dan sepertinya lagi bermimpi indah sampai sampai males bangun.


"Put, ayo dong. Kamu bisa telat loh." Oke, Aldo sudah hilang kesabaranya. Ia segera ke kamar mandi, mengambil air lalu meneteskannya di wajah Putri. "Ahhhhhhhhhhhhhhhh hujann............" teriak Putri lansung bangun dan berdiri sedangkan Aldo hanya senyam senyum melihat tingkah laku Putri.


"Kamu, ngapain di sini?" tanya Putri ketika sadar dirinya di kerjain.


"Aku di suruh papa kamu buat jagain kamu."


"Emang mama sama papa sudah berangkat?"


"Udah dari tadi."


"Kenapa aku gak di bangunin?"


"Karena kamu kalau tidur kayak orang mati."


"Kamu tuh ya kalau ngomong asal ceplos aja." Putri cemberut karena tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Aldo.


"Iya sudah kamu mandi dulu sana, aku tunggu di bawah."


"Enggak ah, aku gak mau mandi. Dingin............."


"Ha! emang kalau pagi kamu gak pernah mandi tah?"

__ADS_1


"Enggak!"


"Astaga! Kamu itu cewek loh, kenapa jorok banget?"


"Itu urusanku, bukan urusanmu. Lebih baik kamu pergi aja sana. Aku gak butuh kamu."


"Aku gak akan pergi dari sini karena papa sama mama kamu sudah nitipkan kamu ke aku. Jadi mulai hari ini aku akan tinggal di sini sampai mama dan papa kamu pulang."


"Kamu gila ya! Emang kamu betah tinggal di rumahku selama 2 bulan."


"Betah kog. Apalagi ada kamu, pasti aku makin betah deh."


"Dasar!"


"Iya sudah sana mandi, udah siang nih."


"Kamu itu pikun ya. Tadi kan aku udah bilang, aku gak mau mandi. DINGIN tau.........................."


"Enggak mau."


"Terus maunya apa?"


"Aku langsung mau pakek baju aja lalu makan!"


"Ha! kamu serius?" Aldo benar benar kaget, ia tak menyangka orang yang ia cintai sejorok ini.


"Emang kenapa, ada masalah?"

__ADS_1


"Paling tidak, kamu cuci muka dululah, itu ilermu lihat. Sana cepetan kamu cuci muka dan sikat gigi. Lalu pakek seragam kamu. Aku tunggu di bawah. Kalau kamu gak nurut, jangan harap kamu bisa makan hari ini dan aku gak akan kasih uang jajan buat kamu."


"Emang kamu siapanya aku, bisa ngatur ngatur aku."


"Mulai hari ini aku adalah pacar kamu, setuju gak setuju. Kamu sudah jadi milikku dan kamu gak boleh deket sama cowok lain selain aku."


"Iya sudah deh. Oh ya papa dan mama nitip uang gak buat aku selama dua bulan."


"Enggak."


"Ah, serius nih. Aku gak bercanda."


"Aku dua rius malah. Tadi papa kamu cuma kirim pesan buat jaga kamu tapi kamu tenang aja selama papa dan mamamu pergi, aku yang akan membiayai semua kebutuhanmu jadi kamu gak akan hawatir."


"Benarkah?"


"Iya, makanya cepetan cuci muka dan sikat gigi lalu pakek baju. Aku mau masak untuk kita berdua."


"Kamu bisa masak?"


"Iya aku bisa. Emang dirimu, udah besar tapi gak bisa masak. Gimana nanti kalau udah nikah, bisa bisa suamimu kelaparan karena kamu gak bisa masak."


"Kan bisa beli lewat online. Kenapa harus repot repot atau bisa pakek pembantu kan?"


"Kamu tuh ya. Gimana jika suamimu pengen makan masakan istrinya?"


"Iya itu masalah nanti. Toh aku masih lama yang mau nikah."

__ADS_1


"Terserah kamu deh. Males debat sama kamu. Aku turun dulu. Dalam waktu 15 menit, kamu harus sudah ada di bawah."


"Iya iya, bawel." Putri pun segera pergi kemar mandi sedangkan Aldo segera turun dan pergi ke dapur untuk bikin sarapan pagi


__ADS_2