Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Farah Demam


__ADS_3


Mungkin semua akan baik-baik saja, jika Putri masih hidup, Farah dan Fatah bisa merasakan kasih sayang Ibunya, si kembar yang tak berdosa, membutuhkan kasih sayang ibunya.


Dari kecil meski begitu besar kasih sayang dan berikan Aldo dan keluarganya serta keluarga Putri tapi kasih sayang, cinta dan perhatian itu, terasa masih kurang.


"Farah minta di buatkan apa sama eyang putri" ucap Mama Aldo pada Farah sambil mengelus-elus rambut Farah yang tebal.


Ada ngilu di hatinya, dia kasihan melihat cucunya, sedari kecil tak merasakan kasih sayang ibunya.


"Farah nggak pengen apa-apa, Eyang...Farah pengen bobok aja".Farah memejamkan mata, badannya panas, Farah demam tinggi, tapi dia tidak mau di bawah ke Rumah sakit, dia ingin bersama Ayahnya.


Farah kecil gadis yang sangat manis, dia tak pernah rewel, dari kecil dia tak pernah berbuat onar, jika dia sakit dia hanya ingin di temani dan di manja sang Ayah.


Mama Aldo hanya dapat menangis melihat Farah, gadis kecil manis, lugu dan sangat pengertian, tak pernah dia membantah, meski belum sekolah tapi di ajari berhitung dia sudah hafal angka-angka, bisa bernyanyi, dia mudah menghafal apapun yang dia dengar.


Tiap hari Mama Aldo mendengar murottal Al-qur'an, secara tidak sengaja Farah selalu mendengarkannya setiap hari, tanpa kesengajaan itu Farah yang mendengarnya tiap hari hafal dengan sendirinya, hanya Ayat-ayat pendek memang yang di dengarkan Mamanya Aldo.


Urusan makan pun Farah tak pernah rewel, apapun yang di buatkan untuk dia selalu dia makan, kadang Bi Inah yang buat, kadang Mamanya Aldo yang buat dan tak jarang Aldo sendiri yang membuat.


Suasana rumah begitu ceria dengan hadirnya Anak kembar yang begitu menggemasakan, mereka aktif hingga kadang membuat Mamany Aldo, Bik Inah, Bik imah dan Bik Ijah kewalahan, tapi ada rona kebahagiaan di sana, bahagia yang selalu ada saat melihat senyum mereka.


"Ayah kemana eyang, Farah pengen di temenin Ayah, Farah kangen banget sama Ayah" dengan nada suara yang lemah, farah bicara dengan sang Eyang.

__ADS_1


"Ayah sebentar lagi pulang, Ayah udah di jalan, Farah mau makan dulu, biar badannya agak enak'an atau mau minum , Eyang akan buatkan susu hangat buat Farah"


"Enggak mau Eyang, Farah nunggu Ayah aja" setelah bicara, Farah kembali memejamkan mata dan lagi ada bulir halus keluar dari mata sang Eyang.


"Andai kau punya seorang ibu nak, meski Eyang begitu menyayangimu, tapi jika kau punya ibu kau akan jauh lebih bahagia, Aku tau rasanya tak punya Ibu, tak enak Nak...tapi kau dari bayi tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu"


"Cepatlah pulang do, Farah demama tinggi, tapi seperti biasa, dia nggak mau makan apapun atau minum apapun sebelum ada kamu, do..cepetan kamu pulang" Mama bicara denagan Aldo dari sambungan telefon, dari tadi jaringan mati, tak bisa terhubung..dan saat terhubung Aldo tak bisa mengangkat, setelah dua jam mereka baru bisa berkomunikasi.


"Iya Ma, Aldo akan segera pulang".


Farah hanya punya Ayah, dia tak punya ibu, saat dia sakit yang di cari hanya Aldo, tak ada orang lain yang dia cari, hanya perhatian dan pelukan hangat dari sang Ayah yang di cari Farah, dia tak pernah merasakn kasih dan pelukan sang Ibu.


Banyak Anak yatim merasakan pilu kasih sayang perhatian orang tua adalah hal yang paling membahagiakan bagi Anak, kadang materi berlimpah, semua serba ada, tapi tak dapat perhatian dan kasih orang tua, Anak juga butuh perhatian, kewajiban orang tua mencari nafkah untuk orang yang di cintainya, tapi Anak juga punya hak mendapat perhatian dan cinta bukan sekedar materi semata.


Banyak orang tua yang lalai, mereka sibuk bekerja, mencari sesuap nasi untuk keluarga, menggapkan kewajiban membahagiakan Anak sebatas memberi makan yang cukup, bisa membelikan jajan yang mereka mau, bisa mensekolahkan mereka di tempat favorite, bisa mengajak mereka jalan-jalan, rumah yang nyaman, kendaraan pribadi yang bagus...bukan itu semua yang mereka butuhkan, ada banyak hal yang mereka ingin rasakan.


"Pak Aldo mau kemana, berkas-berkas ini belum lengkap, Pak Aldo tak bisa pergi begitu saja" Asistennya bernama Ayu Azhari itu mengingatkan, Karena Aldo tak bisa pergi begitu saja.


Aldo pemilik perusahaan baru ini, bisnis dalam bidang properti yang baru di geluti Aldo, membuka anak cabang di kalimantan, semua berjalan baik dan berkembang pesat, banyak investor yang menanamkan modal yang sangat besar.


Aldo memang terkenal pengusaha muda yang telaten, berjiwa keras, dan tak gampang menyerah, jadi dengan mudah banyak orang yang langsung percaya akan perusahaanya, mereka langsung berani memberi modal besar.


"Aku tak peduli apapun, tapi pak ini akan berimbas pada bisnis-bisnis Bapak yang lain, restourant, hotel, apartement, dan usaha-usaha Bapak yang lain karena Bapak sudah punya nama yang baik, mereka percaya akan kinerja Bapak, ini demi nama baik Bapak pribadi dan semua usah Bapak, usaha yang telag Bapak rintis dari masih remaja dulu" Panjang lebar Ayu menjelaskan alasaannya mencegah bos muda ganteng yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Tapi Anakku, Bukankah harta yang kucari dan Aku kumpulkan semua demi Anak-anakku dan keluargaku" Aldo terduduk lemah, dia mulai gontai dia tak tahu harus memilih yang mana, dia tak punya pilihan, otaknya buntu.


Dalam hati terdalam Aldo sungguh ingin pulang, dia tak bisa membanyangakan apa yang terjadi pada Farah jika dia tidak pulang, Farah hanya butuh dirinya, Farah butuh perhatian dan pelukan hangat sang Ayah, pelukan hangat yang sudah tak dapat Farah rasakan dari seorang Ibu.


Tapi setelah Ayu Azhari, seorang Asisten cantiknya bicara dia mulai gotai, ada kewajiabn berat dan beasar di atas punggungnya.


"Perusahaan yang Bapak bangun bukan semata untuk menghidupi Bapak dan keluarga, ada Bapak kepala keluarga yang menggantungkan nasib dan hidupnya pada semua perusahaan Bapak, say tahu Bapak punya hak melakukan apapun yang Bapak suka dan yang ingin Bapak kehendaki, tapi tolong Bapak fikirkan untuk masa depan dari semua perusahaan Bapak dan semua karyawan Bapak, dan Bagaimana nasib keluarga mereka semua".


Aldo tau harga dan semua yang dia punya tak ada yang lebih berharga dari Farah dan Fatah, tapi dia juga punya tanggung jawab besar akan ini semua, dia tak bisa egois, ada banyak kepala keluarga yang menggantungkan hidup bekerjad di perusahaannya.


"Ma...Mama, tolong ma'afkan Aldo, tapi ini proyek penting tak bisa Aldo meninggalkannya begitu saja, Ada banyak tanggung jawab yang Aldo pikul" Aldo bicara dengan sang mama di jaringan telefon, hatinya menangis dan teriris tapi dia berusaha tegar menegaskan dia pria sejati.


"Tapi Farah juga tanggung jawabmu bagaiman kalau terjadi apa-apa dengan Farah, kau akan menyesal,Nak" Mama tak tahu harus bicara apa dan melakukan apa, dia hanya bisa menangis dan berdo'a pada Allah, yang dapat memberi kesembuhan pada cucu tersayangnya.


"Mama...sekali lagi aku minta Ma'af ma, tolong bujuk Farah, bujuk dia agar mau di bawah ke Rumah Sakit dengan segera"


"Dia tidak mau makan apapun, dia juga belum mau minum ,do" tangis Mama kembali pecah, dia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi dengan cucunya.


Mama tau Aldo bukan orang yang begitu menyayangi Anak-anaknya, Aldo berbuat apapun demi Anaknya bahkan Aldi rela memberika jiwa raga bahkan nyawanya untuk Anaknya, tapi saat ini jika ada yang tak bisa di tinggalkan, Mamanya yakin pasti ada alasan kuat yang membauat Aldo tak dapat meninggalkan pekerjaanya.


Harta yang paling berharga adalah keluarga, istana yang paling indah adalah keluarga.


Puisi yang paling bermakna adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga, penggalan lagu keluarga cemara, syair yang memang benar adanya, keluarga adalah orang pertama yang akan selalu ada untuk kita.

__ADS_1


Saat seluruh dunia seakan memusuhimu, merendahkanmu, tapi jika kau masih punya keluarga, kau tak perlu risau, dirumah akan ada pelukan hangat menantimu,ada keluarga yang setia menerima segala kekuranganmu, mereka tak akan pernah menyakitimu walau seluruh dunia memusuhimu, mereka adalah manusia paling depan yang akan selalu ada, yang akan selalu membala yang mencintaimu dengan setulus jiwa.



__ADS_2