
Sejak kepergian Putri untuk selama-lamanya Aldo semakin rajin beribadah, dan sejak mengenal sosok KH.Munzir Aldo kini berubah lebih baik, banyak hal dari urusan tentang hak dan kewajiban dalam berbisnis, Kewajiban sebagai seorang Anak, kewajiban sebagai seorang Ayah serta tak lupa kewajiban sebagai menantu dan bos dari banyak bisnis yang dimilikinya
Tentang proses pembangunan Masjid, Aldo pun sering datang kan konsultasi dengan pak yai yang masih terlihat muda di usianya yang sudah mencapai enak puluh delapan tahun itu, konsultasi tentang cara terbaik, tempat terbaik dan niat terbaik
"Bagaimana dengan proyek pembangunan masjid itu nak?" Pak yai selalu memanggil Aldo dengan sebutan "Nak" mungkin biar lebih akrab
"Alhamdulillah yai, semua berjalan dengan baik, dimudahkan dan di lancarka okeh Allah, seperti yang pak yai bilang, Niat baik akan melancarkan setiap urusan, hehehe" Keakraban kami memang belum lama, tapi semenjak mengenal Aldo, pak yai sangat bahagia entahla dia berfikir apa.
"Abi...ini teh nya," Ada wanita cantik berlesung pipi,berhijab hijau kenapa selintas wajah itu mengingatkan Aldo akan seseorang, ya wajah itu.
"Terima kasih, Nak...tolong buatkan lagi teh manis Anakku, dia adalah laki-laki hebat yang selalu Abi ceritakan padamu saat-saat di pondok, laki-laki yang selalu berbuat dan memberi yang terbaik untuk Anak-anak, istri, dia Adalah Aldo ini, dia sangat bertanggung jawab" ucapan pak Yai membuat Aldo sedikit salah tingkah
"Perkenalkan Namanya Ainun lana,. Kami biasa memanggil Ain, biasanya dia di pondok pesantren, ini liburan dia pulang, usianya sudah pas untuk menikah, semoga segera bertemu deng jodohnya, dimudahkan segalanya oleh Allah"
__ADS_1
"Enggeh pak yai, Aamiin"
"Aku sudah tua, dia adalah Anak terkahirku, Aku berharap dia segera ada yang mendampingi"
"Jika Allah mengizinkan, semua akan terjadi"
"Kamu sekarang sudah pandai ya, Nak, selalu istiqomah jaga sholatmu, belajar selalu untuk memperbaiki diri, jangan merasa pandai, ilmu itu banyak dan luas"
"InsyaAllah pak yai"
"Setiap harta yang kau dapat ada hak orang lain disana, ada kewajiban yang harus dikeluarkan, jangan kau makan sendiri"
"Alhamdulillah...teruskan niat baikmu, Nak, semoga Allah memberi kelapangan, berkah hidupmu, bahagia, selamar dunia hingga nanti akhiratmu"
"Aamiin terima kasih, yai"
__ADS_1
"Kau seperti Anakku sendiri, Aku tak punya Anak laki-laki, Aku punya lima Anak semuanya laki-laki, saat Aku bertemu denganmu entah mengapa Aku langsung bisa menyayangimu, hehehe"
"Begini...yai, maksud ku untuk Umroh, Aku ingik tahun ini mengajak Yai, kedua orang tua ku, kedua mertuku, kita umroh bersama-sama"
"InsyaAllah nak"
Saat hubungan suami-istri terpisah entah karena perceraian atau perpisahan karena meninggal hukum dalam ilmu fiqih tetap berhukum mahrom, menantu tidak bisa dinikahi begitupun huk wudhu, saat menantu laki-laki menyentuh mertua perempuan tidak membatalkan wudhu begitupun sebaliknya karena dalam hukum fiqih ada hukum mantan suami-istri tapi tidak ada hukum mantan mertua, Aldo tau itu dari pak.yai tapi meski sebelumnya belum tau Aldo memang masih sayang menyayangi mertuanya, mereka berdua sudah jadi bagian dalam kehidupan Aldo.
Sejak pertemu tak sengaja dengan Ainun entah kenapa wajahnya selalu menghiasai hari-hari Aldo, senyum yang tak sengaja terekam di memori otaknya, kemiripan dengan Putri membuat Aldo seakan membuka hati untuk orang lain, apakah Aldo kembali jatuh cinta? Bukankah ia juga berhak melanjutkan hidup dan bahagia? Aldo masih muda jika dia ingin menikah lagi bukankah itu lumrah.
Dirumah Aldo memutuskan untuk istirahat, dia cukup capek mengurusi semua bisnisnya hari ini, terlebih semalam dia tak tidur karena menjaga Farah, Farah demam membuatnya rewel semalam, Aldo dengan sabar dan telaten menjaganya agar tidak mengganggu dan menular pada Fatah, Aldo membawa Farah ke kamarnya, menggendong Farah semalaman karena saat ditaruh Farah langsung menangis, Farah sakit demam hingga cukup rewel membuat Mama Aldo kecapek'an, saat malam hari Aldo berinisatif untuk bergantian menjaga Farah dan konsenkuwensinya dia tidak tidur semalaman tapi entah mengapa Aldo tetap bahagia.
Aldo ingin selalu hadir untuk Anak-anaknya, ingin memberikan mereka yang terbaik, apapun yang mereka kenakan, apapun yang mereka makan semua harus yang terbaik, itu sebabnya mengapa Aldo tidak mencari baby sitter untuk Anak-anaknya, dia takut Anak-anaknya tidak diperlakukan baik oleh baby sitter, dia rela begadang, rela capek, rela memcium pesing dan baunya saat mengganti popok, saat mereka sakit harus rela begadang dan banyak hal yang sungguh melelahkan tapi bagi Aldo iti suatu kebahagiaan.
Sebelum memutuskan istorahat Aldo masuk ke kamar si kembar, Fatah dikamarnya bersam Bik Imah sudah tertidur pulas, sedang Farah tidur di kamar mamanya, meski kondisi Farah sudah membaik tapi untuk berjaga-jaga agar tidak menular kepada Fatah.
__ADS_1