Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 28


__ADS_3

Untuk sejenak Ainun terdiam dan sedikit salah tingkah atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Ahmad Rafiq padanya.


Berulangkali ia menyakinkan dirinya bila ia hanya mencintai Aldo dan bukan Ahmad Rafiq.


Terlebih hingga sekarang ia sama sekali tak merasakan getaran ketika dekat dengan Ahmad Rafiq, jadi mana mungkin ada rasa dan cinta untuk Ahmad Rafiq?


Ainun sedikit tersenyum masam, hatinya berusaha menolak berulangkali atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Ahmad Rafiq.


Karena baginya ia tidak mungkin mencintai Ahmad Rafiq bahkan hingga detik ini.


Ainun pun memutuskan sengaja tak menjawab pertanyaan Ahmad Rafiq, tapi ia memiliih bertanya balik kepada Ahmad Rafiq.


"Kamu sendiri benar kan apa yang aku katakan tadi...? kenapa kamu gak mau jawab? kalau Salsa memang segalanya untuk kamu kan? dan apapun yang terjadi pada Salsa urusanmu kan?" tanya Ainun balik,


Untuk sejenak Ahmad Rafiq pun tersenyum dan semakin di buat bingung atas pertanyaan yang Ainun lontarkan padanya.


"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? dan membalikkan pertanyaan padaku?" tanya Ahmad Rafiq kembali.


"Kamu jawab saja dulu, nanti aku juga akan jawab," ucap Ainun.


"Baiklah.. aku akan jawab.." ujar Ahmad Rafiq.


"Tidak.... aku memang pernah ada rasa dengan Salsa, tapi setelah ia menikah rasanya gak pantas bila aku masih ada rasa dengan Salsa dan aku juga tak ingin peduli lagi tentangnya karena aku rasa itu bukan urusanku dan aku tidak ingin menyakiti hatiku sendiri." ujar Ahmad Rafiq, menjelaskan kepada Ainun.


"Lalu kalau kamu?... aku sudah menjawab pertanyaanmu," ucapnya lagi.


"Jujur saja, aku tidak tau harus merespon seperti apa ucapanmu karena pertanyaan yang kamu lontarkan sedikit konyol..." ujar Ainun menghentikan sejenak ucapannya.


"Konyol?" tanya Ahmad Rafiq bingung.


"Iya konyol... karena kita sama sama tau pernikahan ini bukan berdasarkan cinta, jadi mana mungkin ada cinta? cintaku hingga detik ini masih dengan Aldo, begitupun dengan cintamu masih sama Salsa kan?" ucap Ainun kembali, yang membuat Ahmad Rafiq terdiam.


"Aku tidak cemburu, karena perasaan cinta itu belum ada dan aku juga menyadarkan diriku tak sedikitpun aku berharap di cintai olehmu atau ada cinta di pernikahan kita ini, tapi aku hanya ingin kita sama sama berkomitmen atas pernikahan ini...dan bagaimapun jujur aku juga seorang perempuan meski tak berharap di cintai, tapi tak pernah sedikitpun terbayang aku menikah tanpa cinta... karena dulu aku ingin menikah dengan seseorang yang ku cintai, dan jujur kini pada akhirnya aku harus menikah dengan tanpa cinta terlebih seseorang yang ku cintai, mencintai dan menikah dengan sahabatku sendiri dan suamiku sendiri yang tidak mencintaiku saat ini juga peduli dengan sahabatku, tak ada yang peduli sedikitpun denganku.. apa kamu tau perasaanku? sakit, sangat sakit !!," teriak Ainun yang tak lagi mampu menutupi rasa sakit hatinya.

__ADS_1


Sedangkan Ahmad Rafiq setelah mendengar ungkapan hati Ainun membuat ia sedikit terkejut dan terdiam, karena ia bingung harus merespon apa... dan takut perkataannya akan semakin melukai Ainun, rasanya ia serba salah.


Ahmad Rafiq pun bisa melihat seakan ada luka yang selama ini Ainun sembunyikan dari ucapan yang ia ungkapkan.


Ahmad Rafiq memilih mendekati Ainun dan memeluknya, agar Ainun menumpahkan tangisnya pada dirinya, karena ia sendiri bingung harus merespon apa dan bagaimana..


Ainun pun menangis di pelukan Ahmad Rafiq, walau ia sendiri tak mengerti mengapa Ahmad Rafiq mendekatinya dan memeluknya


namun karena hati dan otaknya sama sekali tak sinkron juga berfikir lebih jauh, Ainun memilih menerima pelukan Ahmad Rafiq dan menangis dalam pelukan tersebut.


Setelah cukup tenang Ainun melepaskan diri dari pelukan Ahmad Rafiq.


Begitupun dengan Ahmad Rafiq setelah merasa Ainun cukup tenang, ia pun memilih melanjutkan ucapannya, setelah ia mencoba mengatur nafasnya beberapa kali.


"Aku minta maaf, aku tidak tau perasaanmu selama ini... baiklah aku sudah memutuskan, karena aku pun ya meski mungkin masih ada rasaku dengan Salsa walau itu sedikit, tapi sungguh aku sudah tidak peduli lagi dengannya. Dan aku kini menyadari tidak ada perempuan yang ingin di nikahi tanpa cinta, seharusnya aku tidak membiarkanmu terlalu lama merasakan ini semua dan menanggung segalanya.


Seharusnya aku sebagai seorang suami tidak membiarkan terlalu lama istriku merasakan luka itu sendirian, aku ingin mulai hari ini, detik ini... berusaha mencintaimu dan aku ingin kita berusaha melupakan tentang memori masa lalu kita dan kita bangun cinta di antara kita untuk keutuhan pernikahan kita ini? bagaimana menurutmu? Dan aku harap setelah ini kita tidak saling melukai juga aku tidak melukaimu lagi... biarlah mereka dengan bahtera rumah tangga yang mereka jalani, dan kita dengan bahtera rumah tangga yang kita jalani... bagaimana?" tanya Ahmad Rafiq dengan tersenyum.


"Aku tidak tau... tapi oke, kamu benar sudah seharusnya seperti itu kan sebuah rumah tangga? aku akan berusaha..." ujar Ainun, yang membuat Ahmad Rafiq sedikit kecewa dengan jawaban yang di berikan Ainun padanya.


"Ya aku tidak tau, karena aku tidak mempunyai rasa denganmu dan sampai detik ini rasaku masih untuk Aldo. Tapi aku akan coba dengan komitmen itu seperti keinginan kita di awal karena dengan begitu, ya aku harap tidak ada yang saling melukai di antara kita..." ucap Ainun dengan sedikit tersenyum sendu.


"Baiklah, aku paham... ya Aamiin insya Allah semoga kita tidak saling melukai," ujar Ahmad Rafiq.


"Aku... aku ingin cerita sesuatu ke kami, boleh?" tanya Ainun, setelah merasa dirinya cukup tenang.


"Iya, silahkan mau cerita apa? insya Allah aku akan dengarkan terlebih kita suami istri kan?" ucap Ahmad Rafiq.


"Ah iya karena kita berusaha saling mencintai, aku ingin kita menghapus kontrak di antara kita, bagaimana?" tanya Ahmad Rafiq.


"Untuk urusan kontrak, itu.. silahkan terserah kamu, aku akan menerima komitmen kamu agar kita berusaha saling mencintai dan tidak saling melukai, tapi aku sama sekali tidak berharap di cintai sepenuh hati olehmu jadi untuk urusan surat kontrak perjanjian pernikahan itu, aku serahkan sepenuhnya sama kamu.. jujur bukankah perasaan tidak bisa berbohong? aku masih mencintai Aldo hingga detik ini... Dan..." ujar Ainun menghentikan sejenak ucapannya.


Ucapan yang Ainun lontarkan membuat Ahmad Rafiq merasakan kecewa dan rasanya sanggupkah ia berjuang sendiri untuk membuat Ainun jatuh cinta? sedangkan cinta Ainun hingga detik ini untuk Aldo?

__ADS_1


Namun Ahmad Rafiq menyadarkan dari awal memang salahnya yang meminta Ainun menjalankan pernikahan kontrak dan tanpa cinta, dari awal ia juga yang tak bisa mencintai dan berusaha mencintai Ainun hingga Ainun merasakan di abaikan dan tidak di pedulikan, hingga detik ini hatinya masih tetap di isi oleh Aldo walau Aldo telah menikah.


Ahmad Rafiq berjanji dan berusaha akan mencintai Ainun dan berusaha membuat Ainun mencintainya, walau ia tau itu tidak mudah... namun ia akan berusaha, tapi jika untuk waktu cukup lama Ainun tak mencintainya, Ahmad Rafiq pun akan berpasrah akan segala kemungkinan yang terjadi dan ntah siapa yang akan mundur pada akhirnya.


Ahmad Rafiq menetralkan detak jantungnya dan rasa sakitnya di hati, sebelum kembali berucap sesuatu pada Ainun.


"Oke, Dan kamu ingin cerita apa...?" tanya Ahmad Rafiq, karena ia sendiri bingung harus menjawab dan berucap seperti apa.


"Aku ....ingin kita ke rumah Salsa? bagaimana...? apa kamu mau mengantarkan ku ke rumah Salsa?" tanya Ainun, walau ia sendiri ragu karena terakhir kali bertemu dengan Aldo, pertemuannya tidak berakhir baik dan apa iya Aldo masih mau bertemu dengannya? sedangkan di sisi lain ia sendiri sudah memberikan Aldo alamat rumahnya agar Aldo dan Salsa bisa berkunjung ke rumahnya tapi hingga detik ini dirinya dengan Salsa belum ke sini, apa iya mereka tak ingin ke rumahnya atau Aldo yang melarang Salsa bertemu karena Aldo sendiri tak menyukainya? Ah, Ainun merasa bodoh dan benar benar menyesal telah mengungkapkan hal tersebut kepada Aldo.


"Kamu ingin ke rumah Salsa? Salsa istri Aldo kan? bukankah katanya kalian telah cukup lama tak ada kontak, hingga kamu pun pernah berkata padaku, merindukan mereka, lalu bagaimana mungkin kamu tau rumahnya? atau kalian baru berkontak kembali?" tanya Ahmad Rafiq yang bingung.


Sebelum menjawab pertanyaan Aldo, untuk sejenak Ainun menghembuskan nafasnya beberapa kali dan kemudian menatap Ahmad Rafiq setelah merasa dirinya cukup tenang dan bersiap untuk berbicara kembali, setelah ia rasa mampu menetralkan detak jantungnya.


" Iya...aku tadi tak sengaja bertemu dengan Aldo di taman..." ucapan Salsa terhenti saat Aldo memotong ucapannya.


"Jadi kamu tadi ketemuan dengan Aldo di taman?" tanya Ahmad Rafiq, seakan menunjukkan kekecewaan dan rasa cemburunya.


"Iya tapi bukan sengaja ketemuan, tapi tidak sengaja bertemu.. Aldo tadi menghampiri aku di taman, dan aku menanyakan tentang kabar Salsa juga menanyakan alamatnya, ya Aldo menjawab kabar Salsa dan mengatakan Salsa juga rindu aku, ya akhirnya aku meminta alamatnya dan di kasih. Aldo juga meminta alamatku karena rencananya ia dan Salsa akan ke sini, bila aku masih belum sempat ke sana dan dirinya tak sibuk... tapi hingga detik ini, mereka belum ke sini, mungkin sibuk, oleh sebab itu aku ingin kita saja yang duluan ke sana, bagaimana?" ujar Ainun.


"Oke, menurutku sama saja, siapapun yang ketemu duluan, intinya terjadi pembicaraan di antara kalian kan, pada akhirnya? dan kamu menyembunyikannya ini dariku, suamimu sendiri, hebat!! .... kapan kamu ketemu dia? saat kamu di rumah Ummimu? atau...jangan jangan saat kamu belum ke sana yang sebelum kamu ke taman itu ya?" tanya Ahmad Rafiq.


"Aku tidak setuju kamu ke sana, apa jadinya kamu ke sana, perasaanmu akan tumbuh untuk Aldo sedangkan saat ini aja perasaan itu belum mampu hilang, terlebih setelah pertemuan kalian aku yakin perasaanmu untuk Aldo tumbuh lagi kan? oleh sebab itu akhir akhir ini kamu sering melamun dan katamu sulit melupakannya? benar kan yang aku ucapkan? dan apa kalian sudah saling save kontak juga?" tanya Ahmad Rafiq seakan menunjukkan kecemburuan dan kekesalannya terhadap Ainun.


"Aku minta maaf sebelumnya, tapi beda ... kami tidak melakukan pertemuan, tapi kami ketemu tidak sengaja bertemu.


Dan ya kamu benar, kami bertemu saat aku di taman sebelum ke pesantren dan ke rumah Ummi.. oleh sebab itu untuk menenangkan diriku dan mengobati rasa rinduku di rumah Ummi, aku memilih menginap di rumah Ummi. Dan ya setelah pertemuan kami tentunya ada rasa yang mulai tumbuh dan sesuatu yang sulit ku lupakan termasuk perasaanku dengannya. Tapi aku akan berusaha mengkondisikan perasaan ini, karena aku juga ingin berjanji dan berusaha memenuhi komitmen tersebut, aku hanya ingin bertemu Salsa, sahabatku... sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya, aku merindukannya dan aku ingin memastikan perasaanku dengan bertemu kembali dengan Aldo, boleh kan?" ucap Ainun kembali, yang membuat Ahmad Rafiq terdiam dan bingung harus berucap apa ... mengizinkan atau menolak permintaan Ainun..?


Jujur saja ada ketakutan di hatinya, bila setelah pertemuan itu akan membuat Ainun semakin sulit melupakan Aldo dan rasa itu makin tumbuh, bila itu terjadi ia akan semakin sulit membuat Ainun jatuh cinta padanya dan tentunya sangat melelahkan berjuang seorang diri.


Terlebih ucapan Ainun yang di lontarkan padanya, membuat ia merasakan perasaan sakit dan Kecewa di hatinya, dengan sebab yang sulit ia ungkapkan, seakan menginsyaratkan Ainun masih mengharapkan cinta dari Aldo.


Namun bila ia menolak permintaan Ainun, tentu akan membuat Ainun kecewa padanya dan akan membuat Ainun sulit mencintainya juga menjalankan komitmen tersebut bila Ainun sudah terlanjur kecewa padanya.

__ADS_1


Dan ia tak ingin Ainun merasa ia tak bisa memberikan kepercayaan kepada Ainun.


Jujur saja, bagi Ahmad Rafiq ia benar benar berada di pilihan yang sulit untuk ia putuskan.


__ADS_2