
Salsa begitu bahagia bisa bercanda dan tersenyum bersama keluarganya saat ini, di tengah canda tawa mereka tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk beberapa kali,
"Siapa ya? ooh mungkin Al sama Papa sudah pulang.. biar Mama yang bukain deh." ujar Mamanya yang segera berdiri untuk membukakan pintu tersebut.
"Ma, tunggu ... Biar Salsa aja yang bukain, Mama tunggu di sini aja," cegah Salsa.
"Begitu ya Salsa,? okelah ..." ujar Mamanya.
"Siapa Eyank? Bunda?" tanya Farah dan Fatah.
"Humm, Opa sama Ayah sudah datang," jawab Salsa.
"Opa sama ayah pulang? horeee bisa makan bareng kita..." ujar Farah dan Fatah.
"Iya, yasudah bunda bukain dulu ya.." ujar Salsa yang segera berdiri dan membukakan pintu tersebut.
"Pa, Mas sudah pulang? Salsa pun segera salim pada mertua juga suaminya dan bertanya kepada mereka.
"Alhamdulillah sudah Salsa..." ujar Papanya.
"Ohya Pa, Salsa sama Mama tadi sudah masakkin makanan yang enak.. yuk makan Pa, Mas Al.." ujar Salsa yang mengajak mereka.
"Iya, Ayuk...kita makan... tapi Papa mau bersih bersih dulu, kamu juga ya Al," ujar Papanya.
"Iya Pa," ujar Aldo dan mereka pun masing masing lekas membersihkan dirinya secara bergantian.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Aldo dan Papanya pun kembali ke meja makan untuk makan bersama.
"Sudah bersih bersihnya Pa?Al?" tanya Mamanya.
"Iya sudah,.." ucap Aldo dan Papanya.
"Yasudah yuk makan..". ajak Mamanya.
"Iya Ma," Aldo dan Papanya pun segera duduk di meja makan.
"Bismillah.." ujar Papanya, dan di ikuti yang lain.
"Humm enak ini masakanmu yank" puji Aldo.
"Iya beneran enak, Papa juga suka... ini Mama juga bantuin masak kan?" tanya Papanya.
"Gak Pa, hari ini Mama gak bantuin masak karena mama kurang enak badan, jadi yang masak Salsa semua" ujar Mamanya.
"Ohya? wah enak loh kayak masakan Mama...ohya tapi kalau boleh tau mama sakit apa?"
"Iya Pa, enak. Mama cuman kurang enak badan saja kok Pa" ujar Mamanya.
"Wih jadi istriku masak sendiri dan bisa seenak ini, mas bangga punya istri kamu, senang juga ... mas gak salah memilih," ujar Aldo.
"Iya ini enak loh bunda...." ujar Farah dan Fatah
Sedangkan Salsa yang di puji hanya senyum senyum.
"Ohya nanti biar Papa belikan degan atau obat herbal ya Ma supaya enakkan, semoga lekas sembuh istriku." ujar Papanya.
"Iya Ma, Aamiin... sedih dengar kabar Mama sakit begini.." ujar Aldo dan Salsa.
"Iya eyank semoga lekas sembuh," ujar Fatah dan Fatah.
"Aamiiin...." ucap mereka mengamiinkan.
"Aamiin, makasih doa dan perhatian kalian buat Mama... tapi Mama serius gak papa, cuman gak enak badan saja, buat istirahat juga pasti sembuh. Sekarang aja udah agak enakkan daripada yang tadi," ujar Mamanya.
"Mama..."
"Eyank..."
__ADS_1
Mereka pun segera memeluk Mamanya Aldo satu persatu.
"Sudah, sudah... makan gih, " ujar Mamanya Aldo, mencoba mengingatkan mereka untuk makan kembali.
"Mama gak suka kami peluk?" tanya Salsa sedih.
"Bukan gak suka, mama senang malah.. tapi agak risih hehe..yasudah yuk di lanjut makannya" ujar Mamanya Aldo.
"Iya Ma..., " ujar mereka yang segera melanjutkan makannya.
****
"Lagi baca apa nih Istriku?" tanya Aldo menggoda Salsa saat mereka telah berada di kamarnya.
"Hehehe lagi baca majalah nih," jawab Salsa tapi ia kembali fokus membacanya kembali.
"Uhh, fokus kali, boleh lah mas lihat, baca apasih?" tanya Aldo.
"Ini mas.." Salsa pun segera menjukkannya sebentar, namun saat Salsa ingin membacanya kembali, Aldo merebut majalah itu dari Salsa yang membuat Salsa menjadi kesal pada akhirnya.
"Ihh mas, kok di cabut sih? mana majalahku.. itu majalahku, kembalikan..." ujar Salsa mencoba menggapai tangan Aldo untuk mengambil majalahnya.
"No no no..." ucap Aldo semakin menjauhinya.
"Mas, kembalikan..." ujar Salsa kembali dengan nada kesal.
"Harus ada bayarannya dong..kalau mau bacalah ini kembali," ujar Aldo yang semakin menjauhi Salsa.
"Apa?.. aku harus bayar pakai apa? uang? ihh tega banget sama Istri sendiri begitu ..." ujar Salsa yang semakin kesal dan bete' dengan suaminya.
"Hahahaha tenang dong, jangan ngambek ntar makin cantik upsss... hahahaha..." tawa Aldo pun pecah saat menggoda Salsa, Istrinya.
"Mas...ihhh, balikin..." ucap Salsa yang semakin kesal dengan suaminya.
"Aku harus bayar pakai apa dong? supaya kamu balikkin majalah itu dan membiarkanku membacanya dengan tenang,huaaaaaa..." tangis Salsa pun pecah karena terlalu kesal dengan suaminya.
"Ini semua karena kamu.. hiks," ujar Salsa.
"Loh kok aku sih yank? aku kan cuman godain kamu aja.." ucap Aldo tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Ya itu kamu godain aku, bikin aku kesal, meganggu kebahagiaan dan me time ku saat membaca majalah itu, hiks." tunjuk Salsa ke majalah itu dengan nada kesal.
"Yaa Allah sayang, mas kan hanya bercanda..jangan di ambil serius dong," ujar Aldo kembali yang semakin mendekati Salsa dan memegang tangan Salsa dengan lembut.
Salsa pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan segera menggapai untuk mengambil majalah tersebut dari tangan Aldo.
Namun saat Salsa berusaha menggapai majalah tersebut dari tangan Aldo, Aldo pun segera memegang tangan Salsa dengan lembut dan menggemgamnya, Aldo pun menatap dalam ke arah Salsa.
Setelahnya Aldo melepaskan genggaman tangan tersebut, dan memegang wajah Salsa dan menatapnya dalam.
Aldo pun semakin mendekatkan wajahnya untuk mencium Salsa, namun Salsa seakan mengagalkan momen romantis itu dengan menggapai majalah di sebelah Aldo, dan itu membuat Aldo pada akhirnya gagal menciumnya dan berakhir memeluknya.
Aldo pun tersenyum melihat tingkah Istrinya, baginya Salsa benar benar seperti obat baginya dan penghibur dirinya di kala rasa lelah dan penat menghampirinya.
"Ihhh mas, lepasin.. ku mau ambil majalah itu . ." omel Salsa karena Aldo yang memeluknya sangat erat hingga membuatnya kesusahan mengambil majalah di samping Aldo.
"Nah, tinggal dikit lagi... tergapai nih," racau Salsa yang masih berusaha menggapai majalah itu dan semakin dekat ia bisa menggapai majalah itu hingga benar benar tergapai.
"Yeeeee... akhirnya bisa tergapai, apa aku bilang," ujar Salsa senang karena ia berhasil menggapai dan segera mengambil majalah itu.
Salsa pun berusaha melepaskan pelukan Aldo dan ingin segera membaca majalah itu..namun Aldo tak membiarkan itu terjadi, Aldo segera menarik Salsa pelan hingga menghadap ke wajahnya, dan secara otomatis majalah yang di genggamannya terlepas begitu saja.
Salsa dalam posisi setengah berbaring dalam pelukan Aldo dan menghadap wajahnya ke Aldo... untuk beberapa saat Salsa terlihat syok dan menatap dalam ke arah Aldo, seakan tatapannya terkunci oleh Aldo,
Aldo pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan segera Aldo mendekatkan wajahnya untuk mencium Salsa yang membuat perasaannya tak menentu dan jantungnya berdetak lebih cepat, begitupun dengan Salsa yang hanya bisa memejamkan matanya untuk merasakan setiap inci suaminya dan detak jantungnya yang berdegup begitu kencang.
Salsa seakan pasrah, dengan menikmati semuanya, rasa yang ia rasakan semakin dalam ....
__ADS_1
Aldo secara bergantian mencium setiap inci wajah Salsa, dari dahi, hidung, pipi, dagu dan berhenti tepat di bibir dan menciumnya untuk waktu yang cukup lama, untuk merasakan perasannya ke Istrinya bahwa ia benar benar mencintai Salsa dan sudah jatuh cinta terhadap Salsa dengan sangat dalam.
Salsa sendiri benar benar tak bisa mendeprisikkan perasaannya, meski mereka sudah pernah melakukannya tapi tetap saja setiap melakukan hal tersebut Salsa akan merasakan perasaan tak menentu dan degub jantungnya berdetak begitu kencang dan sangat cepat, karena mereka masih terbilang pengantin baru yang sudah 3 bulan..
Dan Salsa sendiri masih seringkali sulit mengontrol perasaannya karena mereka masih tak terlalu sering melakukannya karena Salsa yang seringkali malu.
Salsa maupun Aldo terlarut dalam ciuman itu hingga beberapa saat kemudian, Aldo pun segera menghentikan ciuman itu dan menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah Salsa untuk menatapnya, Aldo ingin melihat ekspresi Salsa, Aldo pun menatap wajah Salsa begitu dalam yang pada akhirnya membuat Salsa salah tingkah.
Salsa yang di tatapan seperti itu pada akhirnya salah tingkah dan senyum senyum sendiri, berusaha mengalihkan wajahnya dari Aldo.
Aldo yang melihat ekspresi Salsa semakin senang dan ingin menggodanya.
Aldo pun menyentuh wajah Salsa untuk menatapnya, untuk mengunci pandangan Salsa agar menatapnya dan ia bisa menatap Salsa semakin dalam, setelah itu Aldo berucap," Cieeeee, istriku malu malu nih, pipinya aja merah merona.." goda Aldo pada Salsa yang semakin membuat Salsa salah tingkah dan pandangan matanya menatap ke segala arah untuk mengalihkan perhatian Aldo.
"Ihh, sudah Ah mas..." ucap Salsa pelan dengan sedikit menjauhkan wajahnya dari Aldo dan melepas pelan genggaman Aldo di tangannya.
"Ohya mas, aku lihat tadi kamu seperti ada beban dan menyembunyikan sesuatu, memang kamu ada apa ceritalah,..." ujar Salsa mengalihkan pembicaraan dengan tak menatap ke arah Aldo saat awal berbicara, meski akhirnya Salsa menatap Aldo kembali untuk menunggu jawaban dari Aldo.
"Ihhh, kamu kok menjauhiku, ah gak bisa di ajak romantis nih istriku," ujar Aldo pura pura kesal dan ngambek kepada Salsa.
"Hah? mas gak ada masalah apa apa kok sayangku, mas baik baik aja.. gak ada beban ataupun sesuatu yang mas sembunyikan dari kamu.." ujar Aldo sedikit terkejut dengan pertanyaan istrinya, namun kemudian ia berusaha menetralkan dirinya dan menjawab dengan mengelak yang sebenarnya.
"Bohong!!" Salsa yang tak mempercayai ucapan Aldo.
"Serius ih.." ujar Aldo kemudian.
"Bohong!! bohong!" ujar Salsa yang tetap tak mempercayai suaminya.
"Serius!!... serius...!!" Aldo yang semakin asyik menggoda istrinya.
"Udah ah, aku mau buatin mas Al teh dan kue pokoknya nanti mas Al harus jujur dan cerita ke aku... ingat loh Mas bisa bohongin semua orang di sini dengan wajah Mas yang terlihat biasa dan senyum Mas, tapi Mas gak bisa bohongin ku Istri Mas sendiri, karena perasaan seorang istri begitu kuat untuk suaminya dan gak bisa, gak akan bisa di bohongin oleh suaminya,..." ujar Salsa yang segera melepaskan diri dari Aldo, kemudian segera berdiri dan berlalu keluar kamarnya untuk membuatkan Aldo teh hangat.
Untuk beberapa saat Aldo Kelu dan terdiam setelah Salsa mengucapkan hal tersebut,...
Namun setelah tersadar Aldo mencegah langkah Salsa sebentar untuk mengucapkan terimakasih padanya, Aldo memegang tangan Salsa pelan agar berhenti berjalan kemudian Aldo mengucapkan terimakasih padanya.
"Iya mas, ada apa?" tanya Salsa heran karena Aldo seakan mencegah langkahnya untuk keluar, Salsa pun bertanya, karena takut ada sesuatu yang penting yang ingin Aldo sampaikan padanya.
"Gak papa, terimakasih ya, terimakasih sudah mau buatin aku teh, kue dan menjadi istri yang setia juga peduli padaku.." ujar Aldo dengan tersenyum, yang membuat Salsa sedikit salah tingkah dan tersenyum kembali.
"Ah, mas bisa aja nih.. " ujar Salsa malu malu.
"Mas, serius kok," ujar Aldo kembali.
"Iya, ya oke maaf... iya sama sama terimaksih juga suamiku yang setia, peduli, perhatian, bikin istrinya salah tingkah terus dan pintar kali menggoda istrinya, terimakasih juga yang sudah membuatku berhenti di sini padahal aku mau buatin suamiku nih teh dan kue.. gak jadi nih?" ujar Salsa kembali dengan menggoda dan sedikit kesal dengan Aldo walau ia sendiri senyum senyum kemudian.
"Hahahaha Wkwkwkkwkwk pintar menggombal juga ya istriku, di ajarin siapa sih?" tawa Aldo pun pecah.
"Au ah ...udah lepasin.." ucap Salsa pelan .
"Serius nih, gak mau ku bikinin teh dan kuenya? kok aku di cegah terus mau buat.." tanya Salsa menggoda suaminya.
"Aih, janganlah.. mau dong, ya walau lebih pengen berduaan denganmu tapi gak papa deh aku haus soalnya hehehe, sama sedikit lapar." ujar Aldo dengan sedikit tawa kecil yang membuat Salsa hanya mampu tersenyum dan sedikit menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.
"Udah ah, aku mau buatin kamu teh dan kue mas, gak jadi jadilah keburu magrib yang ada kalau kamu ngajak ku bercanda terus dan mencegahku dengan membiarkanku berdiri terlalu lama di sini, " ujar Salsa yang sedikit kesal dan segera melepaskan genggaman Aldo dari tangannya dan segera berlalu keluar dari kamarnya,
"Hehehe iya deh, maafin mas ya.." ujar Aldo kemudian, Salsa pun mendengarnya sebelum ia benar benar keluar dari pintu kamar itu mengangguk dan mengatakan "iya..." kemudian berlalu ke dapur untuk membuatkan Aldo teh juga kue.
"Masya Allah alhamdulillah jaga rumah tangga kami yaa Allah, betapa beruntungnya aku mempunyai istri sepertinya yang peduli terhadapku dan anak anakku.. semoga kami juga segera mempunyai keturunan, Aamiin.." lirih Aldo pelan setelah Kepergian Salsa.
"Yaa Allah apa terlihat aku menyimpan beban dan menyembunyikan sesuatu ya di wajahku ini padahal aku sudah berusaha menyembunyikannya? kenapa masih terlihat.... yaa Allah gimana kalau Salsa Kembali dan menuntut jawaban dariku,... dan aku harus jawab apa dong??" lirih Aldo yang terlihat frustasi.
"Ah, perasaan seorang istri memang kuat, tapi apa iya aku harus cerita? termasuk pertemuanku tadi dengan Ainun? yaa Allah aku belum sanggup menceritakannya karena Salsa pasti ingin bertemu dengan Ainun dan aku sendiri belum sanggup bertemu dengannya ataupun mengizinkan Salsa bertemu dengannya karena aku masih terlalu kesal dengannya..." lirih Aldo kembali.
"Yaa Allah aku bingung... aku harus bagaimana ya Tuhan...?" jerit Aldo pelan karena rasa frustasinya.
"Astaghfirullah, lebih baik aku segera ambil wudhu dan shalat untuk menangkan diriku dan meminta petunjuk ke Allah." ujar Aldo yang beristighfar karena menyadari kesalahannya dan segera berdiri mengambil wudhu di kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dan setelahnya Aldo segera shalat untuk menangkan dirinya dan meminta petunjuk kepada Allah, sedangkan di sisi lain Salsa tengah membuatkan teh hangat dan kue untuk suaminya makan sebagai cemilan di sore hari.
__ADS_1