Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Sakit


__ADS_3

Sepulang sekolah, Aldo dan Putri segera pergi menuju Holel di Bandung.


"Kita mau kemana? Kenapa kita gak pulang ke rumahmu aja?" tanya Putri karena sudah dua jam berada di dalam mobil.


"Kita akan ke Bandung."


"Ngapain?"


"Ada masalah di sana. Jadi aku harus segera menyelesaikannya. Kita di Bandung sebentar kog. Setelah urusan di sana selesai, kita akan kembali lagi ke Jakarta."


"Emang kamu gak capek nyetir sana sini. Kenapa gak pakek sopir aja?"


"Kamu khawatir sama aku?" tanya Aldo dengan tersenyum.


"Bukan gitu. Aku cuma kasihan aja sama kamu. Dari tadi pagi, kamu sibuk banget kayaknya."


"Itu udah biasa. Jadi kamu gak perlu kasihan. Nanti di depan ada mall, kita berhenti di sana."


"Ngapain?" tanya Putri dengan polosnya.


"Kita akan beli baju. Gak mungkin kan kita ke Bandung pakek seragam kayak gini." jawab Aldo sedangkan Putri hanya mengiyakan aja.


Di mall, Putri bukannya beli baju malah sibuk beli es krim, kue dan juga camilan lainya.


"Put, Ayo cepetan. Kita sudah gak ada waktu." Ucap Aldo


"Sebentar, aku masih mau makan ini." Putri masih sibuk dengan es krim dan camilannya. Aldo yang sudah gak sabaran langsung membungkus semua makanan itu dan membawannya.

__ADS_1


"Kamu itu kenapa sih?" tanya Putri melihat espresi Aldo yang begitu dingin.


"Aku kan tadi udah bilang suruh cepetan tapi kamu malah sibuk dengan makananmu. Kamu bisa apa aja yang kamu mau dan kamu bisa memakannya setelah ada di dalam mobil."


"Maaf."


"Iya sudah gak papa. Sekarang kamu pilih baju yang kamu suka lalu pakek dengan segera. Aku juga akan gantiĀ  baju. Ngerti!" Ucap Aldo dengan tegas.


"Iya, aku ngerti."


"Syukurlah."


Putri dan Aldo segera ganti baju dan setelah selesai, mereka langsung kembali ke mobil. Di dalam mobil Putri sibuk dengan camilannya sedangkan Aldo tetep fokus menyetir dan sesekali lihat ke arah Putri. Aldo tersenyum setiap kali melihatnya karna Putri terlihat begitu cantik, manis dan juga imut.Yah walau kadang dia kekanak kanakan dan pemalas, Aldo yakin bisa merubah sifat Putri sebelum orang tuanya pulang.


"Kamu kenapa lihat aku terus?" tanya Putri yang merasa risih karna Aldo sering kali melihat ke arahnya.


"Hemmmm masih lama gak sih?"


"Lumayan. Kenapa?"


"Bosen tau di mobil terus."


"Sabar ya. Nanti juga sampai kog."


"Iya." Putri sudah menghabiskan semua makanannya, sekarang ia merasa ngantuk banget dan akhirnya ia pun tertidur pulas di dalam mobil. Entah kenapa Aldo merasa bahagia banget jika ada di samping Putri, untuk itulah ia ingin Putri selalu ada di sampingnya. Sebenarnya kepergian kedua orang tua Putri adalah rencana Aldo. Ia sengaja menyuruh asistennya untuk mengurus kepergian mereka agar Aldo bisa leluasa bersama Putri. Dan kini semua yang ia rencanakan berjalan lancar dan tugas ia sekarang adalah membuat Putri jatuh cinta kepadanya.


Setelah berjam jam ada di jalan, kini Aldo dan Putri sudah sampai di salah satu Hotel terbesar di kota Bandung. Aldo membangunkan Putri dan menyuruhnya untuk melanjutkan tidurnya di kamar hotel.

__ADS_1


"Put, kamu di sini dulu ya. Kamu bisa terusin tidur kamu sampek puas atau jika kamu ingin makan atau butuh apapun, kamu tinggal panggil pelayan. Di depan pintu itu sudah ada dua pelayan yang akan setia mendampingi kamu."


"Terus kamu mau kemana?"


"Aku harus keluar karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan di sini. Tapi aku janji, aku akan menyelesaikannya dengan cepat biar aku bisa segera kembali. Jadi kamu gak perlu nunggu aku terlalu lama. Setelah itu kita langsung kembali ke Jakarta."


"Kamu gak mau makan dulu. Kamu kan dari tadi pagi gak makan, cuma tadi pas di kantin itu makan bakso sedikit karna cuma sisa ku. Kamu makan dulu ya."


"Aku makan nanti aja kalau udah selesai."


"Bailah, kamu jaga kesehatan ya jangan sampai terlalu lelah." Ucap Putri yang gak tega melihat Aldo yang ternyata begitu sibuk.


"Iya nona dan terima kasih atas perhatiannya. Kalau gitu aku pergi dulu ya."


"Iya."


Setelah Aldo pergi, Putri gak bisa tidur lagi. Rasa ngantuk yang tadi begitu berat kini hilang entah kemana. Ia pun membuka pintu dan melihat ada dua pelayan di sana. Ia pun memesan beberapa makanan dan minuman. Dan tak lama kemudiaan hanya dalam waktu 10 menit, semua makanan dan minuman yang ia pesanpun sudah ada di dalam kamar. Putri segera memakannya dengan begitu lahap. Selesai makan, ia langsung menonton tivi tapi sayang, gak ada acara yang membuat ia suka. Ia kembali membuka pintu dan memanggil pelayan. Putri meminta Novel yang ia mau. Dan pelayan itupun hanya menganggukkan kepala lalu pergi. Tak lama kemudian pelayan itu datang dengan membawa novel yang ia pesan.


Setelah hampir 3 jam Aldo pergi, akhirnya ia datang dengan wajah yang begitu pucat. Sesampai di kamar, Aldo segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Melihat Aldo yang begitu pucat, Putri langsung bergegas mengambil air lalu mengompresnya. Ia juga memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Aldo. Setelah makanan itu datang, ia segera menyuapi Aldo dengan pelan.


"Ini karna kamu dari tadi pagi gak makan. Terus jadwal kamu padat jadi kamu kelelahan. Kita gak usah pulang hari ini. Kita pulang besok aja deh. Kita malam ini nginep di hotel." Ucap Putri sambil terus menyuapi Aldo dan sesekali mengganti kompresannya.


"Iya." Jawab Aldo dengan menurut. Ia gak mau debat dengan Putri karena kepalanya begitu pusing. Tapi jujur di dalam hati, ia senang karena bisa mendapatkan perhatian dari Putri.


"Setelah makan langsung minum obat lalu tidur."


"Iyaa tuan Putri." jawab Aldo sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah makan dan minum obat, Aldo pun tertidur lelap karna obat yang ia minum memang bisa bikin orang jadi ngantuk. Putri masih setia ada di dekatnya, ia terus mengganti kompresannya sampai ia pun merasa lelah sendiri dan akhirnya tertidur. Salah satu tanganya di taruh di atas kompresan itu dan tangan satunya lagi memegang tangan Aldo sedangkan kepalanya ia taruh di atas perut Aldo. Mereka tertidur pulas..............


__ADS_2