Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
kebencian Salsa pada Putri


__ADS_3


Seakan semua yang kulakukan percuma, Aku telah berkorban banyak untuk mendapat cinta, perhatian dan kasih sayang dari seorang Aldo, Aku merasak pupus sudah harapanku.


Aku sama sekali tak peduli dengan Putri, Aku hanya tak suka saja, jika teman-temanku membicarakan tentang kelebihan dia, bagiku dia hanya siswi baru, yang udik, kampungan, dan tak berkelas.


Aku juga tau dia jorok, dan rakus, apapun dia makan, dia tak pernah makan di kantin sekolah, dia makan pasti di luar kantin, karena dia ingin makan banyak, dia rakus, jika dia membeli makan di kantin sekolah pasti hanya dapat sedikit makanan, jika di luar kantin sekolah, lebih murah jadi dia dapat membeli banyak makanan, Aku tau semua sisi jeleknya.


Kebencianku pada Putri semakin menjadi-jadi, saat banyak yang bilang kalau Aldo diam-diam mendekatinya, Aldo suka dengan Putri, sungguh hari itu juga ingin Aku tonjok, dan pukul-pukul manusia bernama Putri, yang gayanya sok kecakepan.


Bagiku putri itu norak tapi bagi orang lain dan juga Aldo Putri itu polos dan lugu.


Bagiku cantinya putri itu kampungan dan udik tapi ba


gi orang lain terlebih Aldo, cantiknya Putri itu natural, tanpa polesan apapun Putri tetap cantik..


Aku iri dengan semua yang Putri punya, dia serianv diantar Papanya ke sekolah, Aku iri merasakn itu.

__ADS_1


Aku pernah pergi ke mall, Aku melihat Putri bahagia, senyum mengembang dari mulutnya, terlihat gigi ginsunl milinya, sementara Aku? Aku sendirian siang itu, tak ada orang tau, tak ada teman.


Aku ingin sekali menukar arah hidupku dengan Putri, Aku tak suka dengan takdirku, bagiku takdirku kelam, tapi tidak dengan putri.


Aku benci dengan Putri, apalagi saat Aldo bilang bahwa dia pacarnya, oh tidak, sebenarnya Aku ingin menangis, merasakan hatiku yang begitu terluka, cintaku berbelok mencintai orang lain, Aku rapuh tapi Aku gengsi, Aku berniat untuk menghajar Putri dan mendekap dia di gudang sekolah.


Aku memukulinya, Aku merasakan sakit yang begitu dalam, Aku cemburu, Aku benar-benar mencintai Aldo, Aku tak rela Aldo berpacaran dengan Putri, dalam fikiranku dan anganku Aldo hanya untukku, hanya milikku.


Siang itu matahari sangat terik, Aku tak melihat Aldo, bagiku ini waktu dan saat yang tepat untuk mendekap Putri di gudang, Aku tali tubunnya, Aku pukuli dia, sepuasku, rasa sakit yang Aku rasakan lebih parah dari ini semua, Putri harus merasakan bagaimana sakitnya hatiku, Aku memukulnya hingga puas, meski teman-teman mencegahku tapi Aku sepery kesetanan.


Cinta itu kadang buta, melakukan apapun tanpa di fikir akibatnya kemudian, cinta itu menggelapkan jalan yang terang, Aku hanya mencintai Aldo, Aku tak ingin Aldo menjadi milik orang lain selalin Aku.


Aldo mencari Putri, Aku melihat dia menangis karena mencari Putri tak kunjung bertemu, Aku berpura-pura seakan tak keberadaan Putri, Aku berusahan sebisa mungkin terlihat baik-baik saja.


Sepandai apapun Tupai melonjat, dia akan jatuh ke kubangan juga, saat Aku berbohong, jika waktunya terungakap, semua Akan terungkap juga.


Aldo sudah tau keberadaan Putri, dia memeluk Putri, Aku masih pura-pura tak tau, tapi saat Putri bicara semua menatapku.

__ADS_1


Kesalahan terbesar dalam hidupku, Aku mendekap Putri di gudang dan memukulnya semua karena cinta, Aku tau cintaku tulus tapi caraku salah.


Aku di penjara, Aku merasa semua dunia ku hancur, Aku malu dan takut, bagaimana dengan orang tuaku? Apa mereka peduli denganku.


Aku sangat menghormati kedua orang tauku, tapi mereka tak pernah ada untukku, mereka sibuk bekerja, Aku tak hanya butuh uang, Aku juga butuh akan perhatian dan kasih sayang seorang Ayah dan ibu.


Sungguh Aku begitu iri melihat Putri dan kini cinta Aldo pun di miliki oleh Putri.


"Kenapa semua seakan bersorak kepada Putri, tapi takdirku kenapa begitu kejam?!" Aku menangis sendiri, Aku di penjara seorang diri.


Hari-hari di penjara sungguh membosankan, Aku ingin sekali keluar, menghirup udara segar, tapi karena ulahku sendiri Aku harus berada di sini.


Kebencianku pada Putri semakin menjadi, dia yang membuat Aku seperti ini, Aku bicara dan bersumpah pada diriku sendiri, Aku akan membalas semua ini pada putri, jika Aku bebas maka Putri akan Aku balas.


"Semua ini gara-gara Putri" Aku memukul-mukul tembok seorang diri.


Di sini udaranya sangat pengap, tak ada ventilasi udara, ubin berlantai keramik tua, tembok banyak yang kusam, dingin, untuk makan, mandi semua antri, Aku tak bisa di sini, Aku ingin pergi.

__ADS_1


"Sesuai aturan hukum, ku harus tetap di sini, selam sepuluh tahun, tapi jikamu kelakuannmu baik, dan berusaha berubah, aku pastikan kau akan mendapat remisi' ucap wanita berbaju polisi di depanku itu.



__ADS_2