Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 37


__ADS_3

Untuk sejenak mereka pun sama sama dengan lamunan dan keterdiamnya masing masing.


Ahmad Rafiq pun menghembuskan nafas beberapa kali sebelum ia memulai berbicara kembali.


"Al, aku mohon ...bantu aku. Apa kamu tau aku harus melakukan apa?


untuk mengembalikan kondisi Ainun," ucap Ahmad Rafiq


"Hemmm, jujur aku tidak tau harus berkata apa, Ahmad. Karena aku sendiri juga terkejut dengan penuturan yang tadi kamu ucapkan padaku, bila kamu dan Ainun selama ini menjalani pernikahan tanpa cinta dan pernikahan kontrak.


Ya, mungkin saja pada akhirnya itu mempengaruhi kondisi Ainun, karena dia yang gagal menikah dengan orang yang ia cintai dan ternyata pernikahan yang di harapkanpun tanpa cinta dan dengan kontrak... mungkin pada akhirnya Ainun terpuruk dengan keadaan tersebut, " ucap Aldo.


"Tapi semua itu atas perjanjian bersama, keputusan itupun di putuskan bersama karena agar kita tidak saling melukai dan sebenarnya kontrak tersebut menguntungkan tapi ntah kenapa, aku juga tidak tau pasti... pada akhirnya seperti ini," ujar Ahmad Rafiq.


"Maaf aku boleh nanya Ahmad?" tanya Aldo.


"Iya, silahkan..." jawab Ahmad Rafiq.


"Aku rasa apa ada perempuan yang menginginkan pernikahan seperti itu? tanpa cinta aja sudah seringkali melukainya terlebih dengan kontrak. Mungkin saja bibirnya berkata iya, tapi belum tentu hatinya mengiyakan dan pada akhirnya konflik batinlah yang membuat ia tersiksa sendiri. Karena sungguh tak ada perempuan yang menginginkan pernikahan seperti ini, aku rasa demikian. Bibir dan hati seringkali tidak sinkron dan seringkali bibir membohongi hati juga diri sendiri.


Bila memang ia bahagia dengan pernikahan kontrak tersebut yang tanpa cinta, lantas mengapa berakhir kondisinya seperti ini? jika tidak, ia tersiksa sendiri selama ini sebenarnya, atas pernikahan ini, pernikahan kontrak tanpa cinta," sahut Aldo, yang membuat Ahmad Rafiq terdiam.


Sebelum melanjutkan ucapannya, Aldo menghembuskan nafasnya beberapa kali

__ADS_1


"Kenapa...? gak bisa jawab kan? berarti yang aku katakan benar kan? mungkin benar aku di sini salah, tapi tidak sepenuhnya aku salah, ya mungkin aku egois tapi itu tak lebih aku ingin melindungi dan menjaga perasaan juga hatiku hanya untuk istriku.


Andai saja, kamu bisa memberikan cinta dalam pernikahan tersebut dan selayaknya pernikahan yang sesungguhnya tanpa kontrak, aku yakin perlahan ia pasti bisa melupakan saya meski tak itu mudah, dan ia pasti bisa mencintaimu, suaminya sendiri.


Namun sayangnya pernikahan yang kau suguhkan padanya tak lebih di atas kertas tanpa cinta.


Untuk mengembalikan atau memperbaiki dari awal tentu tak semudah itu, tak semudah seperti saat awal memulai dan tentu butuh waktu untuk Ainun mempercayai dan buktikan saja bila kamu benar benar bersungguh sungguh karena yang ia butuhkan saat ini tak sekedar perkataan tapi pembuktian karena rasa percayanya sudah terkikis perlahan, bila kamu bersungguh-sungguh buktikan dan kembalikan rasa percayanya itu hingga ia percaya dan mencintaimu," tegas Aldo, yang membuat Ahmad Rafiq terdiam dan berfikir kembali.


"Karena sungguh aku di sini pun gak bisa membantumu banyak, kecuali mendoakan saja, mendoakan yang terbaik untukmu juga Ainun dan rumah tangga kalian, karena aku bisa bantu apa? dengan memintaku dekat kembali dengan Ainun, hanya akan membuat Ainun terluka pada akhirnya dan sulit melupakanku ...dan tentu itu akan membuatmu terluka juga, aku pun juga akan melukai hati istriku pada akhirnya, jika aku benar benar melakukan hal tersebut," ujar Aldo Kembali.


"Hemm iya...yang kamu katakan benar, aku mungkin salah dan bila aku ingin memperbaikinya aku harus bersungguh-sungguh dan ikhlas juga sabar menghadapi segala sikap atau keadaan Ainun saat ini padaku, mungkin dengan perlahan aku bisa mengembalikan rasa percaya dan cinta Ainun padaku.


Aku memang pada awalnya ingin meminta bantuanmu untuk mendekati Ainun karena aku sudah kehilangan cara untuk mengembalikan kondisi Ainun, tapi sepertinya yang kamu katakan benar bila aku memintamu mendekati Ainun, itu akan membuat Ainun semakin sulit melupakanmu dan pada akhirnya ia terluka, dan aku pun semakin sulit membuatnya jatuh cinta padaku.


Bukan hanya melukainya, tapi mungkin juga melukai hati istrimu, kamu benar... ya tentu hatiku pastinya akan terluka, tapi sebenarnya bila hanya hatiku yang terluka, aku masih tak mengapa dan akan berusaha menahan luka itu, sayangnya keputusan ini akan banyak melukai hati dan mungkin bukan pilihan yang tepat. Kamu benar... terimakasih sudah menyadarkanku Al,... tak seharusnya aku menyerah bila benar benar ingin membuktikan cintaku pada Ainun dan mengembalikan rasa percayanya padaku, karena memang awalnya ini salahku yang membuat pernikahan kontrak tanpa cinta hingga rasa percaya Ainun padaku terkikis perlahan dan cintanya tak ada lagi untukku." ujar Ahmad Rafiq.


Bukankah berusaha mencintai seseorang yang tidak kita cintai itu sangat melelahkan dan akan melukai diri sendiri?


membuat hati ini terluka?


Oleh sebab itu aku tak ingin memaksa Ainun mencintaiku, dan aku membuat kontrak pernikahan itu agar kita saling menguntungkan dan tidak terluka satu sama lain, Yah aku fikir itu keputusan yang tepat nyatanya tak lebih menghancurkan pada akhirnya dan melukai satu antara lainnya, sungguh aku tak menyangka akan seperti ini..." ujar Ahmad Rafiq kembali.


"Iya ....aku tidak tau harus berucap apa kecuali hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keutuhan pernikahan kalian dan bahtera rumah tangga yang kalian jalani saat ini ataupun nantinya, semoga selalu bisa membalutnya dengan rasa sabar dan keihklasan ya... sabar dan ikhlas terus bro untuk membuat istrimu kembali percaya padamu dan mendapatkan cintanya," ujar Aldo dengan menepuk pelan pundak Ahmad Rafiq kemudian memeluknya sejenak untuk menguatkannya.

__ADS_1


"Percaya Bro suatu saat kesabaran dan keikhlasanmu saat ini yang sedang kamu jalani akan berbuah manis pada akhirnya, tak ada yang sia sia bagi Allah, terus berdoa... Aku tau mungkin kita pernah melakukan kesalahan tapi kita masih bisa memperbaikinya asal ada niat dan usaha yang sungguh sungguh, juga keyakinan itu sendiri untuk mewujudkannya.


Karena tak mungkin kita jatuh dalam melakukan kesalahan yang sama atau nantinya akan berujung penyesalan.


Bila memang butuh waktu untuk berfikir sejenak dan masing masing membutuhkan waktu untuk memikirkannya, beri waktu untuk dirimu juga Ainun untuk berfikir, beri saja waktu itu, gak papa... asal kalian tidak benar benar berpisah jika memang itu keputusan yang terbaik menurut kalian, karena terkadang perpisahan bukan solusi yang terbaik bila memang masih bisa di perbaiki dan hati masih bisa menerima untuk memperbaiki segalanya, ya meski terkadang banyak juga ku temui perpisahan menjadi solusi terbaik.


Tapi bagiku sepertinya hubungan kamu dan Ainun masih bisa di perbaiki, asal kamu terus menunjukkan cinta itu dan membuktikan rasa percaya tersebut kepada Ainun, karena kamu sudah ada niat untuk memperbaiki kan? asal kamu bersungguh-sungguh dan tak menyerah.


Tapi aku mohon, tolong jangan lukai dan lakuan kesalahan yang sama juga beri waktu jika memang ia butuh untuk berfikir dan memenangkan dirinya, karena semua memang butuh waktu...begitupun denganmu yang sepertinya juga membutuhkan waktu untuk berfikir dan memenangkan dirimu sejenak, mungkin selama waktu itu bisa break sejenak menenangkan diri kalian masing masing, di rumah orang tua kalian masing masing, dengan meminta pendapat mereka yang lebih tua dan berpengalaman dari kita tentunya, yang baru memulai menjalani sebuah pernikahan dan bahtera rumah tangga ini, tentu akan memberikan solusi yang terbaik untuk keutuhan rumah tangga yang sedang kita jalani, karena dulu aku dan Salsa begitu, karena hati yang sudah terlanjur Kecewa dan terluka butuh waktu untuk memulihkannya memang, jangan terlalu memaksakan kehendak diri dan egois gak baik, atau terlalu mengikuti perasaan yang berubah ubah," ucap Aldo mencoba menasehati Ahmad Rafiq.


"Iya kamu benar...makasih ya udah nasehatin aku, kuatin aku meski awalnya aku sempat tak suka denganmu karena berhasil memiliki hati Ainun," ucap Ahmad Rafiq.


"Hahahaha jangan khawatir bro, itu hanya masa lalu sungguh saat penolakan Abahnya dulu meski aku terluka dan setelah kedatangan Salsa cintaku untuk Ainun sudah tak ada lagi dan terkikis perlahan, karena saat ini aku ingin memberikan cinta juga hatiku sepenuhnya kepada Salsa, istriku juga anakku Farah dan Fatah," ucap Aldo.


"Okeee bro... terimaksih ya semoga Allah membalas kebaikanmu yang sudah mau menasehati dan menguatkanku, " ujar Ahmad Rafiq.


"Iya sama sama, yasudah yuk kita masuk ke dalam, sepertinya isteri kita sudah terlalu lama menunggu," ajak Aldo.


"Hemm, kamu masih gak ikhlas Salsa berduaan dengan Ainun? mereka bersahabat bro, kamu masih tega memisahkan persahabatan mereka setelah melihat kondisi Ainun?" Ucap Ahmad Rafiq.


"Hahahaha enggaklah Bro, gak papa...aku sudah sadar, dan mungkin aku yang salah selama ini, karena aku terlalu egois.


Tapi kakiku pegal dan ingin istirahat, dan ingin mendengarkan pembicaraan mereka, aku penasaran bro, sepertinya mereka asyik mengobrol loh...yuk ke dalam," ucap Aldo dengan sedikit menggoda Ahmad Rafiq.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau kamu sudah sadar Bro,, Hahahaha, Okeeelah Bro kita ke dalam yuk... sepertinya juga sudah cukup lama kita berbincang bincang di sini, aku pun sudah capek juga berdiri terus di sini sejak tadi, hahaha, yaudah yok...ucap Ahmad Rafiq, yang segera mengajak Aldo untuk masuk ke dalam.


Dan mereka pun segera masuk ke dalam rumah.


__ADS_2