
Si kembar Fatah dan Farah membuat hari-hari Aldo lebih berwarna, tingakh pola mereka setelah seratus hari kepergian Putri Aldo memutuskan untuk menjual rumah yang telah ia tempati bersama Putri, ia beserta Papa, Moma, Kedua Anak kembarnya dan seluruh pembantu setianya pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan indah bersama Putri, Aldo memutuskan untuk membeli rumah lagi yang lebih mewah, sebenarnya Papa dan Mama Aldo sudah memilikik rumah sendiri tapi karena mereka tidak tega meniggalkan Aldo harus mengurusi si kembar seorang diri.
Tiga pembantu yang ada dirumah Aldo, Bik ning, Bik Imah dan Bik Ijah kerepotan untuk merawat si kembar sedang untuk menyewah baby sistter bukan Aldo tak mampu tapi dia tak mau, dia tak yaqin, dia hanya terlalu over protektif terhadap si kembar
"Ayah pergi dulu cantik" ciuman sayang mendarat di pipi gembul Farah
__ADS_1
"Ayah mau ngurusin renacana pembuatan masjid ya sayang" kini berganti mencium pipi Fatah, Allah begitu menyayangi Aldo...dalam wajah Farah ada wajah Putri disana, ketika senyum Farah sama persis dengan sang bunda, kulit bersih, putih, sedang Fatah adalah gambaran Aldo kecil
Seharian sejak pagi setelah sholat subuh Aldo hanya mengurusi Anak-anaknya semua urusan kantor, bisnis-bisnis yang lain ia handle dari rumah, Aldo sudah terbiasa melakukan itu dan itu sudah terbukti meski dipantau dari jarak jauh tapi semua bisnis-bisnisnya semakin lancar dan tanpa kendala
"Makan dulu nak, kamu belum makan dari tadi, Mama pengen bantuin kamu mandiin si kembar kamu mau, kamu keteteran sendiri kan" Mama datang ke kamar Aldo dengan memabawa banyak makanan dan minuman, ada nasi lauk ayam di rica-rica, ada iga bakar, ada sayur tumis kangkung dan juz lemon sebagai pelengkap hidangan
"Makasih ma, tapi Aldo mau pergi sebentar ngurusin proyek pembuatan masjid" sambil berlalu tanpa melirik makanan sedikitpun Aldo bersaliman dan meninggalkan Mamanya bersama si kembar di kamar.
__ADS_1
Sambil menunggu kedua cucunya tidur dengan pulas, Mamanya Aldo mendengarkan murottal Al-qur'an begitu menenangkan dan benar memang " jika hati sedang gunda gulana, tempat paling nyaman dan aman adalah dengan mendengarkan Al-qur'an
Mama Aldo memang merasa lebih tenang sejak dia mendalami agama, apa yang ia ketahui langsung ia pelajari dan ia kerjakan dengan sungguh-sungguh
Ditempat lain Aldo rapat dengan para karyawannya merapatkan letak yang sesuai dan paling tepat untuk membuat masjid, bagi Aldo memang mudah sekali jika dia ingin membuat masjid, tapi Aldo ingin masjid yang ia bangun tidak hanya sekedar masjid tapi tempat yang benar-benar dipakai ibadah, digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat jadi dia mencari letak tempat yang tepat dan masjid yang dibutuhkan orang-orang untuk beribadah
"Ada sebuah desa terpencil di sukabumi tuan, orang-orangnya sangat taat beribadah, masjid yang mereka pakai sekarang hanya beralas semen biasa, tembok-temboknya pun sudah sangat lapuk tidak pernah di renovasi, bukan mereka pelit tidak mau berderma untuk masjid tapi mereka hanya petani miskin yang mengandalakan untuk makan sehari-hari dari sawah dan tidak memiliki penghasilan tetap, tapi mereka sangat terkenal rajin ibadah, sholat lima waktu mereka selalu kerjakan dengan berjama'ah, saya rasa itu tempat yang sesuai dan sangat cocok seperti yang tuan inginkan" penjelasana kaki tangan Aldo panjang lebar untuk meyakinkan tuananya karena jika dia berhasil meyakinkan tuananya dia akan mendapat banyak bonus, kadang jika Aldo bersuka hati bonus itu bisa berumah rumah mininalis, sepeda motor, bahkan pernah memberi hadiah sebuah mobil untuk karyawannya karena Aldo saking bahagianya memiliki anak kembar.
__ADS_1