
Sebisa mungkin berusaha untuk fokus pada satu titik, titik untuk setia pada satu orang, satu dan untuk selamanya, tapi nyatanya tak mudah bagi Aldo melakukan itu, dia pun pria normal yang punya hasrat bercinta, tapi bukan cinta dalam pandangan cetek orang-orang yang hanya memuja nafsu syahwatnya, Aldo bukan pria hidung belang dia hanya pria kesepian yang juga ingin merasakan di cintai lagi, di perlakukan spesial lagi.
Aldo sempat berfikir jika yang ada dalam hatinya hanya akan nama Almh. putri, satu-satunya nama yang dapat mengetuk hati Aldo dan dia juga yang satu-satunya di dalam sana untuk selamanya
Jika seseorang di tinggal meninggal oleh pasangannya seakan bukti kesetiaan hanya dengan dia tak menikah lagi, secara otomatis bahwa jika ada salah satu pasangan meninggal lalu pasangan yang masih hidup menikah lagi itu bukti bahwa pasangan yang masih hidup tak cinta lagi, tak setia dan sudah lupa dengan pasangannya yang sudah meninggal.
Tapi kenyataanya banyak fakta yang tak sependapat dengan asumsi tersebut, bisa jadi menikah lagi karena banyak faktor antara lain, karena nafsu biologis, manusia di ciptakan Allah SWT dengan nafsunya itu sudah hal wajar dan lumrah lalu dari pada melakukan zina bukankah lebih baik pasangan yang masih hidup tersebut menikah lagi, kedua ada penyebab lain, Faktor keturunan, sebelumnya dia tak punya Anak berniat menikah lagi agar punya keturunan, ada lagi kasus karena kesepian, hidup seorang diri, tak dapat di nafik kan kesepian adalah hal yang paling menyebalkan, dan banyak faktor lain yang membuat manusia harus meraskan "kehidupan ke dua".
Aldo tak mudah membuka hatinya, buka dia tak mau, awalnya memang dia berniat menutup hatinya dan tak akan menikah lagi, tapi kenyataan tak semudah mimpi dan angan
"Assalamu'alaikum" Salsa merasakan gugup
"Wa'alaikum salam"Aldo yang baru selesai sholat memandang tak percaya jika ada Salsa di kamarnya
"Boleh Aku masuk?!" Salsa berusaha bersikap wajar.
Jujur dia ingin langsung bertanya tentang semua ini, Aldo yang bersalah di sini tapi kenapa dua anak manis itu malah menjauhi dia, jika dia harus merelakan Aldo tak suka padanya, Salsa rela tapi dua Anak iki begitu di sayangi Salsa bagaikan anak kandungnya sendiri
"Siapa ya?!" Suara Fatah dari kamar mandi
__ADS_1
Salsa adalah satu-satunya orang yang dapat kembali mempererat hubungan Ayah dan Anak itu, tiap kali Fatah bocah yang kritis itu marah dengan Ayahnya, maka Salsa akan selalu datang jadi penengah, begitu penting peran Salsa dalam hubungan mereka, meski tak pernah nampak, tapi Aldo sudah sangat mengerti akan hal itu.
"Silahkan"Aldo menjawab dengan tatapan yang entah, dia merasa bersalah atau dia malah balik menyalahkan Salsa.
"Jangan..buat apa ke sini?!" Fatah bicara tapi terlihat jelas gurat kekecewaan di hatinya, sama persis yang di lihat Salsa pada wajah Farah tadi, mereka berdua sama-sama kecewa pada Salsa tanpa ingin tahu siapa yang sebenarnya yang salah dalam masalah ini.
"Jangan gitu, itu nggak baik, Fatah Anak yang baik, kan?!" Aldo berlutut memeluk jagoan kecilnya itu.
"Tapi yah...?!" Fatah ingin mengucapkan sesuatu tapi mulutnya di tutup Aldo dengan telunjuknya.
"Fatah keluar dulu" Aldo tetap berusaha untuk membujuk Fatah
"Baiklah" ,Fatah terlihat cuek dan acuh-tak acuh dengan kehadiran Salsa di depannya.
"Duduklah...ada apa?!" Aldo mempersilahkan Salsa duduk, dia sebenarnya tetap ingin ada Fatah di antara mereka, agar tidak hanya berdua tapi obrolan berat yang mereka akan rasakan mau atau tida, suka atau tidak mereka harus bicara berdua, karena umur Fatah masih muda untuk memahami dan ikut andil dalam penyelesaian urusan mereka.
"Aku pernah menyatakan cinta padamu, berulang-ulang kali bahkan, seakan Aku wanita tak punya harga diri, yang hanya mampu mengejar satu laki-laki" Salsa tak dapat menahan gejolak hatinya, dia ingin jujur pada Aldo, dia merasa tak sanggup untuk dijauhi oleh si kembar Farah dan Fatah, dia tak mampu jauh dari mereka,
"A...aku...aku"Aldo terbata-bat bicara.
"Sekarang mereka menginginkan Aku menjadi ibu mereka, apa Aku salah jika Aku tak bisa, karena Ayah mereka tak ingin memasukkan namaku ke dalam hatinya, apalagi menjadikan Aku istrinya" Salsa merasa dia harus jujur, keadaan ini sungguh dia merasa tak adil
__ADS_1
"Saat kau menolakku bukan untuk yang pertama kali, kau orang yang pertama yang ku cintai. Tapi bodohnya Aku, sudah berusaha untuk melupakan mu tapi hati dan jiwaku hanya tulus buat kamu
"Ada titik dimana Aku sadar, bahwa cinta tak harus memaksa, tak harus memiliki, aku merasa sudah cukup menyakiti hatiku sendiri selama ini, aku sadar kau tak akan pernah mencintaiku dan aku sama sekali tak marah akan semua keputusan mu dan tak pernah menyesal pernah mencintaimu" Salsa merasa berhak jujur pada Aldo tentang apa yang dia alami selama ini, rasa sakit hati nya gara-gara Aldo, penolakan Aldo tak dan banyak hal lain tapi semua itu yang malah dapat mengubah cara ber fikirnya.
Kadang masalah yang datang kepada kita, adalah bentuk kasih sayang Allah SWT untuk membuat kita bisa lebih dewasa.
"Meski kau sudah sering ku tolak, lalu mengapa kau masih datang?!" Aldo ingin tahu yang sebenarnya
"Aku datang demi Anak-anakmu, Aku tak ingin datang dengan harapan menjadi Ibu sambung bagi mereka, Aku sudah pernah datang dengan niat itu tapi aku sadar cintaku pada mereka tak hanya sekedar panggilan kosakata "ibu" saja tapi kedekatan bathin yang merasa nyaman, tentram saat-saat bersama mereka.
"Aku sudah tak ingin mengejar panggilan ibu dari mereka, aku tulus menyayangi mereka, Aku sudah bisa dekat dengan mereka saja Aku sudah merasa sangat bahagia, tapi sikap cuek mereka itu kini yang sungguh menyakitkan ku, dan itu semua gara-gara kamu..do"
"Aku telah banyak menyakitimu tapi kenapa kau tetap baik pad kami semua"
"Karena Aku tulus"
"Sal...karena ketulusan itulah Aku juga ingin kau menjadi Ibu sambung bagi Anak-anakku" Aldo yang sakit masih merasa sedikit lemah untuk berbicara
"Ma'af tapi Kau semakin ngacoh, do" Salsa tambah di buat merasa bingung oleh sikap Aldo.
"Aku sudah membuka ha...."Aldo pingsan tanpa sempat dia mengutarakan isi hatinya, dia pingsan karena terlalu lama berdiri, fisiknya yang masih sangat lemah di tambah beban rasa bersalah telah tanpa sengaja banyak menyakiti hati Salsa.
__ADS_1
Aldo tak tahu jika dia telah banyak menyakiti wanita yang begitu tulus menyayangi dia dan keluarganya, yang Aldo tahu hanya dia dulu tak bisa membuka hati untuk Salsa tapi kini hati itu telah terbuka lebar untuk Salsa, tapi belum sempat Salsa tau. Aldo sudah pingsan.