Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 7


__ADS_3

Setelah berberes rumah dan memasak, Salsa pun segera memilih pakaian yang cocok untuk ia gunakan bertemu keluarga Aldo, karena hari ini Salsa mendapatkan undangan makan di rumah Aldo.


Meski hari ini ia mendapat undangan makan di rumah Aldo, tapi ia tetap memasak sedikit untuk makan malamnya nanti meski tidak banyak.


Salsa pun segera memilih pakaian berwarna nude pink dan jilbab warna putih untuk ia pakai ke rumah Aldo dan bertemu dengan calon mertuanya.


Setelahnya Salsa pun segera pergi ke rumah Aldo.


***********


"Kenapa tidak kamu jawab?" tanya Ainun kembali saat Ahmad Rafiq tak kunjung menjawabnya.


"Hemm, tidak apa apa.. aku butuh waktu untuk menjawab pertanyaanmu." ucap Ahmad Rafiq, sejenak mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Iya, yang kamu katakan benar... tapi aku hanya tidak ingin kita saling menyakiti nantinya, karena bukankah ini pernikahan tanpa cinta?


Dan maksudku juga bukan berarti kita mengkhianati janji suci pernikahan ini dengan kontrak, karena dengan adanya kontrak tersebut ku harap kita tidak saling tersakiti dalam pernikahan tanpa cinta ini dan ya ku harap jangan sampai kedua orang tua kita tau nantinya, bagaimana menurutmu? Tapi aku juga gak memaksa, karena keputusan itu kembali padamu." ucap Ahmad Rafiq kembali.


"Hemm,...." Untuk sejenak Ainun mengambil nafas sebelum menjawab pertanyaan tersebut.


"Oke, bismillah...aku setuju." jawab Ainun pada akhirnya, karena bagaimanapun ia tak ingin tersakiti di pernikahannya yang tanpa cinta tersebut yang akan ia arungi nantinya.


"Baiklah, kamu setuju.. Besok kita bertemu lagi atau kapan bila ada waktu senggang." ucap Ahmad Rafiq berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kamu di rumah tulis di kertas tentang persyaratan atau komitmen yang kamu inginkan dalam pernikahan ini nantinya, begitupun aku juga akan menulis dalam kertas tersebut.


Nah jika sudah selesai, kita akan bertemu lagi di sini untuk saling menukar kertas tersebut dan mendiskusikannya, bagaimana menurutmu? setuju kan?" ucap Ahmad Rafiq kembali.


"Hemm begitu ya, oke ...." ucap Ainun lemah.


"Oke, nanti kita bertemu lagi ya di sini. Kamu hubungin aku aja kalau ada waktu senggang agar kita dapat bertemu kembali dan membahas hal ini. Yasudah aku permisi pamit pulang duluan ya." ucap Ahmad Rafiq yang segera berdiri dari duduknya.


"Hemm oke, terimakasih atas waktunya.


Iya silahkan, aku juga bentar lagi pamit mau pulang kok... Silahkan duluan saja." jawab Ainun.


"Oke, sama sama. Terimakasih juga atas waktunya yang sudah mau berdiskusi denganku. Yasudah ya, aku pamit pulang dulu, Assalamualaikum..." ucap Ahmad Rafiq yang tersenyum dan segera berlalu dari tempat tersebut.


Untuk sejenak senyum Ahmad Rafiq membuat hati Ainun merasakan perasaan yang tak menentu.


Menurut Ainun Ahmad Rafiq memang tampan namun sayang ia lelaki yang dingin dan tak mencintainya, baginya percuma saja.

__ADS_1


Untuk sejenak Ainun memilih untuk tak pulang dahulu ke rumahnya karena Ainun ingin menenangkan pikirannya dan tentang keputusannya yang baru saja ia ambil.


Baginya tak mudah mengambil keputusan tersebut karena ia sendiri juga tak ingin membuat orang tuanya kecewa dan sedih bila mengetahuinya tentang pernikahan kontrak tersebut tapi ia juga tak ingin tersakiti dalam pernikahan tersebut bila ia menolak menyetujui perjanjian kontrak tersebut.


Melihat anak anak kecil di taman tersebut, membuat ia ingin rasanya kembali menjadi anak anak yang dapat bermain ke sana ke mari tiada beban, namun waktu berlalu begitu cepat kini ia telah tumbuh dewasa dan harus merasakan juga memahami segalanya dalam waktu bersamaan.


Ah, mengapa waktu berlalu begitu cepat? dan kini ia harus merasakan segalanya yang seringkali melelahkan jiwanya.


********


"Assalamualaikum." salam Salsa saat telah sampai di rumah Aldo.


"Waalaikumussalam, Ibu Salsa..." sambut Farah dan Fatah saat melihat kedatangan Salsa.


"Ibu cantik banget.." ucap mereka lagi.


"Hehehe bisa aja kalian ini.Ohya eyank ada di dalam kan?" tanya Salsa.


"Iya eyank ada kok Bu, di dalem lagi masak." jawab Fatah dan Farah.


we


"Oke, ibu ke dalam dulu ya mau menemui eyank." ujar Salsa, yang segera berlalu ke arah dapur


"Assalamualaikum Bu, Salsa datang.." sapa Salsa.


"Waalaikumussalam, nak Salsa uda datang ya? masih baru kah?..." tanya ibu Aldo pada Salsa.


"Ohya Masya Allah penampilan kamu cantik sekali." ucapnya kembali.


"Hehehe iya Bu. Masya Allah ibu mujinya berlebihan nih.. " jawab Salsa.


"Ohya mau Salsa bantuin Bu masaknya?" ucap Salsa yang menawarinya.


"Hemm boleh, ibu mau dan suka aja.


Tapi apa gak papa ? gak takut kotor? kan kamu udah dandan cantik gini?" tanya ibu Aldo.


"Hehehe gak papa Bu, santai aja.. Hehe ibu bisa aja, Salsa malah senang Bu bisa bantu dan masak bareng ibu, ya kan? kapan lagi? karena jarang jarang juga." ujar Salsa.


"Hehehe oke, yuk boleh sini bantu ibu masak bareng." ujar ibunya Aldo.

__ADS_1


"Hehe, oke Bu.. humm ini ibu mau masak apa?" tanya Salsa.


"Ibu ini lagi masak Sayur sop, pecak terong,opor ayam, sama sambel trancam. Gimana menurutmu?" tanya Ibu Aldo.


"Wah, masya Allah itu enak banget sih Bu. Aku bantu ya Bu? supaya cepat matang dan bisa ku cicipi hehe.. gak sabarrrr jadi laper," ujar Salsa.


"Oke, yuk kita masak bareng." ucap Ibunya Aldo.


"Iya Bu, yuk..." ujar Salsa, dan mereka pun segera masak bareng.


Hampir 1 jam mereka pun telah selesai memasaknya, dan menyiapkannya di meja makan menunggu kedatangan Aldo dan pak Herman.


*************


Setelah menenangkan dirinya dan merasa cukup tenang, Ainun pun memilih untuk segera pulang.


"Assalamualaikum, Ummi.." ucap Ainun kepada orang tuanya setelah ia sampai di rumahnya.


"Waalaikumussalam, baru pulang nak?" tanya Umminya.


"Iya Ummi.. " ucap Ainun.


"Ohya gimana tadi pertemuannya dengan Salsa? seru dong sampai ngobrol lama banget. Ngobrolin apa nih, kalau Ummi boleh tau?" tanya Umminya.


"Humm, ya seru ... ngobrolin hal biasalah Ma..." ucap Ainun, yang berbohong kepada Umminya karena ia tak mungkin mengungkapkan secara jujur.


"Owh, hal biasa? tapi apa pantas kamu berduaan dengan laki laki seperti itu dan katamu hal biasa? yakin? kamu tidak sedang membohongi mama dan perasaanmu sendiri kan?" tanya Umminya.


"Maksudnya??" tanya Ainun bingung.


" Ya sudahlah Salsa.. Mama tau. Tadi mama mau ke pasar, gak sengaja lihat kalian berdua." ucap Umminya Ainun.


"Ya, memang ummi tidak tau apa yang kalian obrolkan. Tapi ummi lihat kalian berdua, humm ummi takut kalian semakin dekat dan kalian justru melakukan hal dosa juga zina.


Ummi berfikir bagaimana jika pernikahan kalian di percepat saja? karena sepertinya sudah ada benih benih cinta antara kalian, bukankah begitu? kamu setuju?" tanya Umminya Ainun, yang membuat Ainun terdiam dan bingung harus menjawab apa.


"Di percepat?" tanya Ainun yang masih dalam kebingungan.


"Iya, di percepat.. bagaimana? kamu setuju kan? bukankah kalian saling mencintai?" tanya Umminya kembali, yang membuat Ainun terdiam lagi karena ia sendiri bingung harus menjawab apa dan bagaimana..


Karena Ainun sendiri masih tak mengerti dengan perasaannya dan pernikahan kontrak yang akan ia jalani dan arungi dalam bahtera rumah tangganya tersebut nantinya, terlebih bila pernikahan itu harus di percepat.

__ADS_1


Ingin rasanya ia mengatakan yang sebenarnya kepada Umminya agar Umminya tak mempercepat pernikahannya tersebut, tapi Ainun rasa tak mungkinkan ia menjelaskan kepada Umminya sebenarnya untuk apa ia bertemu Ahmad Rafiq?....


Karena dengan ia menceritakan semuanya pada Umminya, Ainun merasa sama saja ia akan membuat Umminya bersedih dan kecewa padanya nantinya karena keputusannya yang akan ia ambil dalam pernikahan tersebut.


__ADS_2