
Kebanyakan orang dewasa hanya terbuai dengan keinginan dan harapannya, banyak yang tak peduli dengan apa yang dia alami sang Anak, atau yang sedang di rasakan sang Anak, bermodal 'demi kebaikan' Seakan semua paksaan itu wajar.
Anak butuh di mengerti, mereka punya dunia mereka sendiri, dengan pemikiran mereka sendiri.
Tak ada orang tua yang berniat buruk pada semua Anakny, pasti setiap orang tua ingin memberi yang terbaik untuk buah hatinya, tapi terkadang banyak orang tua yang lupa dan salah, memaksakan ke egoan mereka.
Di ruang keluarga Aldo dan Mamanya bicara santai, Farah terlihat Asyik main boneka Barbie dan Masya ke sayangan nya, Sedang Fatah lebih senang main game, sendirian di kamar, moment yang jarang terjadi, waktu berkumpul saat-saat yang sangat di inginkan Mama, berkumpul bersama keluarga, suami, Anak dan cucu- cucunya, seakan semua hanya hayalan belaka, papa yang tak pulang-pulang dia masih berada di Itali untuk urusan pekerjaan, yang tak bisa di tinggalkan, dengan waktu yang cukup lama.
"Fatah bukan Anak sembarangan" Mama memulai berbicara dengan Aldo,dia sedikit menjaga cara bicaranya, mengingat Anaknya kini sedang banyak pikiran.
"Maksud Mama apa?!" Aldo sedikit terbawa emosi, itu yang tidak ingin Mama harapkan, jika menyinggung tentang Farah dan Fatah, Aldo akan langsung meradang.
"Mama hanya ingin kamu membuka hati, Fatah adalah Anaka yang kritis, apa yang dia lihat, selalu dia fahami, dia rekam dalam otakanya, dan dia olah menjadi pemikirannya, dia sangat kritis, lebih tepatnya dia Anak istimewah, dia Anak yang jenius.
"Kalau niat Mama ingin Aldo menikah lagi, sebaiknya Mama berhenti memikirkan itu"
"Terserah kamu, tapi kamu jangan egois, jangan terlalu fokus dengan dirimu sendiri, ingat Anak-anakmu, mereka butuh kasih sayang" Mama tak kuasa menahan Air mata yang sejak tadi ia berusaha menahannya.
Mama ingat saat Farah sakit, Andai dia punya ibu pasti akan ada seorang yang selalu menjaga nya, merawag dengan penuh cinta, selalu tersenyum penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan, saat Fatah menangis minta Ibu, semua membuat Mama sedih, secara tidak langsung dia mampu merasakan, apa yang di rasakan oleh cucu-cucunya.
__ADS_1
"Kasih sayang yang mana..Ma?! Semua sudah Aldo kasih buat mereka, mainan, liburan, apapun yang mereka mau sudah Aldo kasih yang terbaik, dari baju, celana, baju, makanan semuanya, apapun itu Aldo sudah memberi meraka yang terbaik, yang Aldo punya"
"Anak-anak tak hanya butuh harta, mereka butuh kasih sayang seorang Ibu, mereka berhak merasakan itu" Mama pergi meninggalkan Farah dan Aldo, Mama merasakan ada luka yang membara di dalam hatinya, kasih sayang nya sungguh besar dan tulus untuk kedua cucu-cucunya, dia hanya kasihan, saat melihat semua Anak kecil se usia mereka bermain dengan ibu nya masing-masing, sedang cucu-cucunya sendiri yang tak punya Ibu.
"Eyang kenapa yah?!" Farah tak fokus bermain, dia bingung mendengar Ayah dan Eyangnya bertengkar
"Kata Ayah, Farah nggak boleh bertengkar sama Abang, kok Ayah malah bertengkar sama Eyang Putri, awas lo Allah marah" Farah bicara sambil menunjuk-nunjuk dengan kedua telunjuknaya, Aldo ingin menangis melihat tingkah polos perempuan kecil yang ada di hadapannya itu.
"Ayah dan Eyang nggak marah kok, cuma Ayah dan Eyang ada teater, ceritanya Ayah durhaka sama Eyang, lalu di kutuk jadi batu" Aldo membuka suara, berharap tak ada lagi pertanyaan yang Farah ingin kerahui dan tanyakan pada sang Ayah.
"Nanti juga tau sendiri, kalau Farah sudah gede, bisa memahami dunia orang dewasa"
"Farah nggak mau jadi dewasa, bagiku sangat tak mengenakkan, bagiku masa kecil adalah masa terbaik dalam hidup.
Dunia anak adalah dunia untuk makhluk yang unik, tulus dan hanya orang yang benar-benar ingin tau yang akan bayar, saat itu ia malah tak ad kekuatan sam sekali.
Perkataan Mama sungguh membuataku lemah, mereka Anakku, mereka adalah tanggung jawabku, Aku tak peduli, tapi ada benarnya apa yang Mama bicarakan sunggu memang benar adanya.
Untuk bisa memahami mereka, orang tau,guru dan orang lain yang ada di sekitar Anak harus mampu mesuk ke dalam dunianya Anak, bukan memaksa Anak untuk masuk ke dalam dunia orang dewasa.
Hak anak yang wajib orang tau berikan.
__ADS_1
1.Hak mendapat pendidika yang baik dengan Fasilitas yang baik.
2.Hak mendapat sandang, pangan yang berkwalitas.
3.Memenuhi segala kebutuhan Anak,
4.Hak mendapata tempat yang layak,
5.Hak untuk merasa aman, bahagia. Tapi jika orang tua sudah mampu memberi semua, orang tua tidak wajib memaksakan apapun kepada Anak-anaknya
Anak berhak mendapat kebahagiaan dalam hidupnya, merasakan masa-masa kecil yang indah, penuh kenangan manis bersama keluarga yang mencintainya.
Masa kecil merak tak akan pernah terulang, jika Fatah menginginkan kehadiran seorang Ibu, Itu adalah hal yang lumrah, dia ingin bahagia seperti Anak-anak lain dalam pandangannya.
Fatah cemburu melihat itu semua, dia iri dan itu wajar karena dia tak merasakan hangatnya pelukan ibu sejak dia lahir ke dunia.
Dia berjalan seakan dengan satu kaki, dia melihat seakan dengan satu mata, dia mendengar seakan dari satu telinga, dia hanya punya satu pegangan
Fatah adalah Anak yang sangat kritis, sedang Farah adalah Anak yang manis, mereka kembar tapi tak sama, mereka punya dunianya masing-masing, mereka layak bahagia dengan pemikiran dan dunia mereka sendiri.
Aldo sadar dia harus masuk dalam dunia Anak-anaknya, mereka tak seberuntung Aldo dan Anak-anak yang di lihat Fatah, yang dari kecil memiliki orang tua lengkap.
__ADS_1
Farah dan Fatah memiliki segalanya, sebagai anak kecil mereka sudah di manja dengan kekayaan berlimpa, fasilitas mewah, baju dan tas branded, sepatu mahal, semua serba mewah menunjukkan kelas Aldo yang sebenarnya, tapi mereka kesepian, ada bagian dari mereka yang hilang.