
Hingga beberapa hari kemudian Aldo menghubungi bila ia harus menginap hingga dengan terpaksa Salsa harus mengadakan syukuran seorang diri.
Salsa merasakan kesedihan yang tak mampu ia bendung lagi.
Semua orang berbahagia di acara syukuran dirinya yang di adakan oleh Mamanya Aldo, tapi tidak dengannya.
Salsa sama sekali tidak merasakan kebahagiaan itu.
"Salsa sabar ya, gak papa...kita adakan syukuran tanpa Aldo, kan insya Allah kalau sudah selesai kerjaaannya Aldo juga pulang," ucap Mamanya.
"Iya Ma...gak papa, mau bagaimana lagi, tapi jujur Salsa sedih Ma...tanpa Aldo ikut hadir di sini, di syukuran untuk anaknya," ucap Salsa dengan nada sedih.
"Jangan sedih dong sayang, nanti pengaruh loh ke kandunganmu... ingat pesan dokter tadi kamu gak boleh setress kan katanya? karena kandunganku lemah, pas itu dokter kamu berucap seperti itu kan, pas awal kamu memeriksakan diri kamu?," ucap Mamanya Aldo.
"Yaudah sehabis acara ini kita vcall Aldo ya," ucap Mamanya tersenyum, menggemgam tangan Salsa berusaha menguatkannya. Sedangkan Salsa hanya mampu merespon dengan senyum tipisnya dan dengan menunduk karena Salsa sendiri tak bisa menutupi rasa sedihnya yang ia rasakan.
*****
Sedangkan di tempat lain Ainun merasakan perasaan cemas setelah kepergian suaminya ke pesantren, ia sendiri tak tau mengapa bisa merasakan perasaan ini.
Setelah mendapatkan izin dari Ahmad Rafiq tadi, Ainun pun juga segera menuju ke rumah sakit untuk mengecek kandungan dan memastikannya bila ia benar benar hamil juga kondisi calon bayinya.
Sesampainya di rumah sakit, Ainun pun menunggu antrian untuk dirinya di panggil.
Beberapa menit kemudian, ia pun di panggil dan segera masuk ke dalam ruangan tersebut untuk memeriksakan dirinya.
"Silahkan masuk Bu... silahkan langsung tempat tidur ya Bu untuk di periksa," ucap dokter tersebut.
"Iya Bu, terimakasih..." jawab Ainun yang segera membaringkan dirinya di tempat tidur.
Setelah selesai di periksa, Ainun pun kembali duduk dan menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Bagaimana dok...? apakah saya benar benar hamil? dan apakah calon bayi saya sehat?" tanya Ainun.
"Alhamdulillah Iya ibu hamil dan calon bayinya sehat," jawab dokter tersebut.
"Alhamdulillah syukur saya bahagia mendengarnya," jawab Ainun.
"Oke Bu, kami resepkan ya , nanti ibu tinggal ambil di apotek ya..." ucap dokter tersebut segera menyiapkan resepnya.
"Iya Bu...baiklah terimakasih," jawab Ainun.
Setelah selesai di periksa, Ainun pun segera keluar dari ruangan tersebut dan mencari makan untuk dirinya.
Sebelum pulang, Ainun juga membelikan makanan untuk Abahnya dan untuk makan malamnya, meski ia sudah menghubungi Ahmad Rafiq agar nanti beli makanan tapi Ainun takut Ahmad Rafiq lupa.
Sesampainya di rumah Ainun menyiapkan makan siang untuk Abahnya karena sejak tadi siang, Abahnya belum makan.
"Ai baru pulang?" tanya Abahnya.
"Iya, Abah sudah nunggu Ai sejak tadi ya? maafin Ai ya Abah... Abah sudah nunggu sejak tadi? Ai siapkan makanan untuk Abah ya, karena kan Abah belum makan siang," ucap Ainun.
__ADS_1
"Gak papa Ai, Enggak Abah baru bangun juga kok, iyaasudah siapkan ya, Abah tunggu karena Abah juga laper ... hehehe, kamu juga makan ya.. kamu belum makan juga? kalau iya temenin Abah makan ya," ucap Abahnya.
"Owh syukur jika Abah baru bangun tidur jadi gak nunggu Ai di rumah lama lama... hehehe, iya udah Ai siapkan ya Abah. Humm iya Ai temenin Abah ya, tapi Ai sendiri sudah makan sebenarnya hehe...jadi Ai tetap temenin Abah tapi Ai gak ikut makan ya Abah, gak papa kan?" ujar Ainun.
"Yasudah gak papa kok, kamu temenin saja Abah sudah senang... hehehe iya ini Abah baru bangun tidur," ucap Abahnya.
"Iya Abah Ai ke kamar mandi dulu ya untuk membersihkan diri setelah itu ke dapur buat mempersiapkan ini," ujar Ainun, yang segera berlalu.
Setelah membersihkan diri dan menyiapkan makanan, Ainun pun kembali ke meja makan dan mengambil lauk pauk nasik untuk Abahnya makan dan menemani Abahnya makan.
"Makasih ya Ai mau nemenin Abah makan..." ujar Abahnya.
"Iya Abah sama sama," ucap Ainun.
"Abah gak salah pilih calon mantu, yang sudah Abah anggap seperti anak sendiri," ujar Abahnya.
Sedangkan Ainun hanya bisa tersenyum merespon ucapan Abahnya..
******
Malam harinya Ahmad Rafiq tak kunjung pulang dan benar benar membuat Ainun cemas juga khawatir
Ainun pun segera menghubungi Ahmad Rafiq beberapa kali namun panggilan telpon tak terhubung hingga ia menangis karena kesalnya tanpa sadar hingga tertidur.
Di tengah tidurnya ia bermimpi orang orang menggedor pintunya dan memberitahukan suaminya kecelakaan.
Ainun pun segera bangun dan bersyukur ternyata hanya mimpi saja, berulangkali kalimat istighfar ia ucapkan untuk menenangkan dirinya dan berharap itu hanya mimpi saja.
Ainun yang kalut pun tengah malam dalam kondisi hamil akan pergi keluar rumah, ia berencana tak memberitahukan Abahnya, karena ia takut Abahnya kenapa Napa sedangkan Abahnya memiliki riwayat penyakit jantung.
Ainun memilih memendamnya dan merahasiakannya, namun saat ia akan pergi Ainun melihat Abahnya di luar termenung sendiri bukan tidur di tengah malam ini.
"Abah..." ucap Ainun yang mendekati Abahnya.
"Abah kenapa?" tanya Ainun kembali.
"Abah belum tidur?" Ainun bertanya kembali.
"Ntah kenapa perasaan Abah gak enak Ai, Abah merasakan sesuatu terjadi pada Ahmad Rafiq hingga tengah malam belum pulang," ucap Abahnya dengan nada sedih.
"Abah..." lirih Ainun, karena ia sendiri bingung harus merespon apa dan bagaimana...
Ainun pun segera menghampiri Abahnya dan memeluknya.
"Kamu sendiri kenapa belum tidur? tengah malam gini? apalagi seperti mau pergi? kemana? malam malam sendirian? kamu perempuan loh Ai," ujar Abahnya yang membuat Ainun kelu.
Mau tidak mau ia pun harus jujur.
Ainun pun mencoba menguatkan dirinya dan mencoba menenangkan dirinya sebelum mengucapkan sesuatu kepada Abahnya.
Ainun menghembuskan nafasnya beberapa kali, sebelum ia mulai berbicara kembali.
__ADS_1
"Ahmad Rafiq Abah...." lirih Ainun.
"Kenapa dengan Ahmad Rafiq?" tanya Abahnya.
"Kecelakaan..." ucap Ainun lemah, Abahnya pun terkejut mendengar kabar itu.
"Innalilahi..ayo Ai kita segera ke sana," ajak Abahnya.
"Iya Abah..." mereka pun segera berangkat ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Ainun pun segera menanyakan keberadaan suaminya dan menanyakan kepada dokter mengenai kondisi Abahnya.
"Maaf pasien yang bernama Ahmad Rafiq berada di mana?" tanya Ainun.
"Di ruang sini Bu, igd .." tunjuk perawat tersebut.
"Terimakasih..." ucap Ainun.
Saat Ainun dan Abahnya menunggu Ahmad Rafiq di ruang IGD
Tak lama kemudian dokter pun keluar dan memberitahukan keadaan Ahmad Rafiq yang tak baik baik saja bahkan terbilang kritis.
"Dok pasien yang bernama Ahmad Rafiq detaknya melemah..." ucap perawat itu
"Bawa ke Aiciu," ucap dokter tersebut.
Kini Ainun merasa dunianbya runtuh, seolah hancur, gelap karena seseorang yang ia sayangi dan cintai dalam kondisi kritis di ruang Aiciu, kini ia hanya bisa berdoa semoga Ahmad Rafiq bisa berjuang untuk kesembuhannya dan agar segera pulih kondisinya karena ia tidak tau bagaimana nasib anaknya bila Ahmad Rafiq tiada.
Mengapa saat cinta itu telah hadir justru di uji? tanya nya dalam hati.
Ada anaknya yang di kandungan membutuhkan sosok ayahnya.
"Sabar nak berdoa," ucap Abahnya berusaha menguatkan Ainun.
"Abah gak sedih?" tanya Ainun.
"Sedih pasti.. tapi kita serahkan ke Allah, Allah pemilik segalanya dan tau yang terbaik ya," ucap Abahnya lagi berusaha menyemangati.
"Abah benar...yang Abah katakan benar. Ai pamit ya Abah mau solat tenangkan diri Ai dan berdoa kepada Allah untuk kesembuhan Ahmad Rafiq dan agar bisa melewati masa kritis nya dan sembuh," ujar Ainun.
"Iya Ai , nanti gantian y" jawab Abahnya
Ainun pun megangguk setelahnya berlalu ke musholla.
"Astaghfirullah..." berulangkali kalimat istighfar terlontar dari Abahnya.
"Yaa Allah sembuhkan anakku," ucapnya lagi yang tak lagi bisa menahan air matanya melihat putranya di ruang Aiciu berjuang antar mati dan hidup.
ia akan selalu mendoakan kesembuhan untuk puteranya karena kasian Ainun dan calon anaknya. sungguh gak bisa di bayangkan bagaimana nasib mereka tanpa suami dan anak.
cukup dirinya yang pernah kehilangan istrinya dengan kesedihan tiada Tara dan ia gak ingin mantunya mengalami hal yang sama
__ADS_1