Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 23


__ADS_3

Ainun pun segera mengajak Ibu Ayu menuju meja makan, untuk makan bersama.


"Ohya Ummi masak apa Ai?" tanya Ibu Ayu saat menuju ruang tengah.


"Humm.. kita lihat saja nanti, yuk ke meja makan dulu.." ujar Ainun dengan tersenyum.


"Okeeee yuk..." jawab Ibu Ayu dengan tersenyum.


*****


"Nah ini sudah Dateng yang di tunggu tunggu..." ujar Umminya Ainun yang menyambut dan tersenyum melihat kedatangan mereka.


"Yuk makan,..." ujar Umminya Ainun kembali.


"Iya Ummi ..." jawab Ainun.


"Iya Umm..." jawab Ibu Ayu juga.


"Ohya tadi Ibu Ayu tidurkah? atau bagaimana?" tanya Umminya Ainun kembali.


"Iya Ummi, tadi saya tidur dan Ainun bangunin.. hehe, tadi saya terkejut dengan kehadiran Ainun tiba tiba..." jawab Ibu Ayu.


"Ohya??" tanya Umminya Ainun.


"Iya Ummi...tau gak?" ujar Ainun yang sengaja membuat Umminya penasaran.


"Apa Ai?" tanya Umminya.


"Ibu Ayu tadi terkejut emang pas liat aku di kamarnya dan banguninnya, mungkin karena gak pernah lihat Ai kan selama menikah Ai jarang di sini dan ke sini..." jawab Ainun.


"Ohya? hummm..ya juga ya, hehe.. terus Ibu Ayu akhirnya mengenali Ainun kan?" tanya Umminya.


"Hehehe enggak Ummi, Saya tanya, dan Ainun yang menjelaskan sampai saya percaya hehe dan ingat ingat dikit, tapi sedikit saja hehehe.." ujar Ibu Ayu.


"Oalah gitu hehehe.., yasudah yuk makan dulu nanti di lanjut lagi ngobrolnya," ujar Umminya Ainun, agar mereka menghentikan perbincangannya dan makan terlebih dahulu.


"Iya ya karena keasyikan ngobrolnya yaudah makan dulu deh," ujar Ibu Ayu.


"Iya yuk makan...." ujar Umminya yang segera mengambil beberapa lauk pauk dan nasik, begitupun di ikuti oleh Ibu Ayu dan Ainun.


Kemudian mereka pun lanjut makan.

__ADS_1


"Humm ini enak loh masakan Umminya Ainun ini," ujar Ibu Ayu memujinya.


"Hehehe Ibu Ayu bisa saja," jawab Umminya Ainun yang salah tingkah dengan pujian yang Ibu Ayu berikan padanya.


"Ohya kalau boleh tau, ini Umminya Ainun masak apa aja sih? ada yang saya gak ngerti nama masakannya, boleh jelasin hehe.." ujar Ibu Ayu.


"Ini saya masak Sup ayam, sayur asem, ikan, sambel terasi, hehe... ini masakan kesukaan Ainun." jawab Umminya.


"Ooooh masak ini toh... Ohya ini masakan kesukaan Ainun, Hemm.. pasti Ainun ke sini di masakin ini sama Ummi senang banget ya.. dan pasti rindu banget masakan Umminya, ya Ai?" ujar Ainun.


"Hehehe iya dong rindu banget dan senang banget, datang datang..di masakkin ummi ini, masakan kesukaan Ainun." ujar Ainun dengan tersenyum.


"Hehehe, kebetulan loh, padahal Ummi gak tau Ainun mau datang..." ujar Umminya.


"Bisa kebetulan gitu ya Ummi?" tanya Ibu Ayu.


"Hehehe iya, bisa kebetulan gitu...tapi Ummi senang banget karena Ainun datang pas Ummi masak kesukaannya... jadi keterima banget deh masakan Ummi dan pastinya semoga mengobati rasa rindu Ainun ke masakan Ummi ini..." jawab Umminya Ainun.


"Alhamdulillah..." jawab Ibu Ayu dengan tersenyum.


"Iya Ummi, Alhamdulillah banget, Ainun senang banget juga, datang-datang di masakkin kesukaan Ainun ya walau Ummi bilang kebetulan dan Ainun sempat ngira Ummi emang sengaja masak buat kedatangan Ai... tapi Ai baru sadar, Ummi kan gak tau kedatangan Ai ke sini dan Ai saja yang kegeeran hehehe," ujar Ainun dengan sedikit tertawa.


"Iya Ummi, ohya Abah mana Ummi? kok Abah belum kelihatan sejak tadi? belum pulang ya Ummi Abah?... masih ngurus pesantren kah? sehingga gak bisa ikut makan bersama kita Ummi?" tanya Ainun mengenai keberadaan Abahnya.


"Iya Ai, Abahmu masih ngurus pesantren, pergi sejak tadi pagi..." jawab Umminya.


"Hemm gitu ya Ummi... apa Ainun jemput Abah ke sana ya Ummi?" tanya Ainun.


"Hehehehe gak usah Ai karena Abahmu tadi bilang ke Ummi kalau masih ada kesibukan berarti Abah belum bisa pulang, kalau urusan sudah selesai semua, Abah akan segera pulang...Jadi, kalau Abah belum pulang berarti urusan belum selesai, dan tidak perlu di jemput dulu." ujar Umminya.


"Jika Ainun emang pengen jemput Abah, nanti setelah makan aja ya, Ai makan dulu tadi habis perjalanan panjang pasti capek, pusing, Laper kan...? jadi makan dulu ya kamu Ai," lanjut Umminya.


"Humm, gitu ya Ummi.. oke deh Ummi." jawab Ainun lemah.


"Yaudah yuk lanjut makan, nanti Ai bisa ke Abah setelah makan," ujar Umminya kembali.


"Iya Ummi..." ujar Ainun lemah, yang segera menyuapkan kembali makanan ke mulutnya.


"Jangan sedih dong...kan nanti tetap ketemu Abah," ujar Umminya mencoba menghibur Ainun.


Umminya pun geleng geleng melihat tingkah Ainun.

__ADS_1


"Iya Ummi, nanti emang bisa ketemu Abah, tapi Ai rindu dan ingin kita makan bersama," ujar Ainun lemah.


"Iya Ummi tau perasaanmu dan apa yang kamu rasakan...tapi Abah masih repot di sana Ai, dan belum tentu bisa pulang sekarang buat makan. Yang ada Ai kalau nunggu Abah di sana sampai pulang, Ai bisa kelaparan, capek dan masuk angin karena Ai belum kemasukkan makanan sama sekali kan? bahkan Ai sendiri yang bilang sebelum berangkat pun Ainun ndak makan dulu, kecuali makan roti pagi tadi di rumah, dan itu dikit kata Ai kan? Jadi oleh sebab itu, Ummi minta Ainun makan dulu sebelum ke pesantren nunggu dan jemput Abah..." ujar Umminya, yang mencoba memberikan Ainun pengertian dan penjelasan.


"Iya Ummi... oke deh," jawab Ainun lemah dan segera melanjutkan makannya.


Begitupun dengan Ibu Ayu dan Umminya melanjutkan kembali makannya.


"Jangan sedih ya Ai,kan nanti malam bisa makan bersama kok," ujar Umminya.


"Iya Ummi,..." jawab Ainun berusaha tersenyum karena tak ingin mengecewakan Umminya dan segera menyuapkan makanan ke mulutnya untuk melanjutkan makannya.


*******


"Mas..?" panggil Salsa kembali karena tak ada jawaban dari Aldo.


"Hemm Salsa?" ujar Aldo yang segera mengangkat wajahnya dan menatap Salsa bingung.


"Kenapa? sesuatu apasih yang sebenarnya kamu sembunyikan Mas? hingga kamu pun bingung harus menjawab apa...? " ujar Salsa.


"Hummm, jadi gak mau jawab nih Mas?" tanya Salsa kembali.


"Mas... tadi sedang ada musibah di perusahaan proyek Mas," ujar Aldo yang berbohong, karena ia gak ingin Salsa mengetahuinya untuk saat ini dulu, karena Aldo sendiri belum sanggup ketemu Ainun ataupun mempertemukan Salsa dengan Ainun.


"Yaa Allah Mas... aku turut berduka cita, pantas mas sedih dan terlihat menyimpan beban, raut wajah Mas gak bisa bohong... mungkin semua orang bisa Mas bohongin tapi tidak denganku Mas, aku ini istrimu dan tidak bisa kamu bohongin ataupun sesuatu yang kamu sembunyikan, cepat atau lambat aku akan tau Mas..." ujar Salsa.


"Iya Salsa, maafin Mas ya... " ujar Aldo memegang tangan Salsa.


"Maafin Mas yang sudah menyembunyikan sesuatu dari kamu, Mas hanya gak ingin menjadi beban bagimu dan membuat kamu kepikiran masalah mas juga.


Sekali lagi mas minta maaf, mungkin kamu benar.. mas bisa menyembunyikan dari semua orang, tapi mungkin mas gak bisa bohongin dan menyembunyikan dari kamu..." ujar Aldo kembali.


"Iya Mas karena perasaan seorang istri kuat, dan kamu gak bisa menyembunyikan sesuatu darinya atau bohonginnya." ujar Salsa menjeda ucapannya untuk sejenak.


"Jadi tolong jangan sembunyikan sesuatu dariku, bagilah denganku... karena aku ini istrimu, kita suami istri dan harus saling menguatkan bukan menguatkan diri sendiri tanpa pasangannya," ujar Salsa Kembali dengan tersenyum dengan menggemgam tangan Aldo, yang membuat Aldo semakin merasa bersalah telah membohongi Salsa.


"Iya..." ujar Aldo lemah dan segera memeluk Salsa agar Salsa tak menatap matanya dan tau bila ia berbohong kembali, sungguh Aldo tak bisa bayangkan bila Salsa tau dirinya berbohong tentu akan sangat kecewa dan entah bagaimana...


Aldo pun menangis dalam pelukan Salsa, dan Salsa menepuk nepuk pelan pundak belakang Aldo.


"Sudah Mas, jangan sedih.. sabar Insya Allah aku selalu ada untukmu.. kita lewati bersama karena kita menikah karena Allah dan sudah seharusnya saling menguatkan," ujar Salsa kembali kepada Aldo yang masih dalam pelukannya, dan Salsa membalas kembali pelukan Aldo untuk menenangkannya.

__ADS_1


__ADS_2