
Sementara di tempat lain Ahmad Rafiq tengah menuju perjalanan ke rumah Aldo, walau ia sendiri gusar dan ragu untuk melanjutkan perjalanan tersebut.
Beberapa kali menghembuskan nafasnya untuk menenangkan dirinya dan berusaha fokus mengendarai kembali.
Ahmad Rafiq memacu motornya cukup kencang agar segera sampai di rumah Aldo.
Hampir perjalanan 2 jam ia pun sampai di rumah Aldo, sebelum turun berulangkali ia berusaha menenangkan dirinya dengan menghembuskan nafasnya beberapa kali.
Dari kejauhan ia melihat Aldo yang akan pergi bekerja ke kantornya, dan Salsa mengantarkannya di depan.
Sebelum Aldo benar benar pergi, Ahmad Rafiq pun segera turun dari motor yang ia kendarai.
Ahmad Rafiq menghembus nafasnya sekali lagi, sebelum menghampiri mereka.
"Al..." sapa Ahmad Rafiq.
"Ahmad Rafiq?" ucap Salsa dan Aldo bersamaan, terkejut sekaligus bingung dengan kedatangan Ahmad Rafiq.
"Iya Ahmad, ada apa kok kamu ke sini pagi sekali?" tanya Ahmad Rafiq.
"Iya..kamu mau pergi bekerja kah? mau ke kantor kah?" Ahmad Rafiq bertanya kembali kepada Aldo, bukan menjawab pertanyaan yang Aldo lontarkan padanya.
"Iya Ahmad, ini aku mau bekerja, ke kantor..." ucap Aldo.
"Maaf kamu sendiri, ke sini untuk apa? ada perlu kah? denganku?" tanya Aldo kembali.
"Iya... aku ada perlu denganmu. Aku ingin berbicara menyampaikan sesuatu padamu, bisa?" tanya Ahmad Rafiq.
__ADS_1
"Hemmmm...." Aldo pun berdehem dengan melirik jam tangannya.
"hemm sebentar aja kan? hemm oke, mau bicara apa? bicara aja di sini..." ucap Aldo.
"Hemm maaf aku minta waktumu, ya mungkin tidak terlalu lama, dan bicaranya pun sepertinya tidak bisa di sini, karena aku ingin berbicara berdua denganmu saja, ada sesuatu yang penting ingin ku sampaikan padamu," ujar Ahmad Rafiq.
"Hemm begitu ya... maaf untuk saat ini sepertinya tidak bisa karena aku harus segera ke kantor, aku sudah di tunggu Papa pastinya dan karyawan lain di kantor, karena akan ada rapat juga meeting di sana, dan ada beberapa berkas yang harus ku tanda tangani," ucap Aldo.
"Humm begitu ya, baiklah... lalu maaf kalau boleh tau, apa ada waktu luang untukmu agar kita bisa berbicara berdua membicarakan ini? kapan...? jika ada tolong hubungin aku, ini nomerku," ujar Ahmad Rafiq dengan menyerahkan nomer telfonnya.
"Hemm oke, insya Allah aku akan hubungin kamu kalau ada waktu luang untuk kita berbicara berdua dan membicarakan hal tersebut, sekali lagi aku minta maaf... Ohya kalau kamu mau, kamu bisa menungguku di sini sampai aku pulang, mungkin sore aku akan pulang dan kita bisa membicarakan hal ini, bagaimana?" ucap Aldo, yang memberikan Ahmad Rafiq pilihan.
"Hemm sepertinya tidak, karena aku masih ada urusan lain dan gak mungkin juga meninggalkan istriku di rumah sendirian terlalu lama, kasian... keadaannya kurang baik dan sehat. Mungkin lebih baik kamu nanti hubungin aku aja ya, kalau ada waktu luang, bagaimana? .... karena rasanya pun tak pantas bila aku di sini berdua dengan istrimu menunggu kamu pulang," ujar Ahmad Rafiq, yang membuat Aldo ataupun Salsa terdiam untuk beberapa saat.
"Hemmm oke, kamu benar... rasanya tak pantas juga bila menungguku pulang di sini dan berdua dengan istriku, oke lah kalau begitu..bila ada waktu luang, aku akan hubungin kamu." ujar Aldo.
"Iya Aa' Ahmad, Ainun sakit apa? yaa Allah... iya udah Aa"' Ahmad lekas pulang ya temani Ainun,hemm kira kira aku boleh gak ya ke sana? pengen jenguk, lihat kondisinya dia, juga menemaninya..." ucap Salsa sedih dan sedikit terkejut mengenai kabar Ainun yang jatuh sakit.
Untuk beberapa sejenak Ahmad Rafiq terdiam dan bingung harus menjawab apa pertanyaan yang Aldo dan Salsa lontarkan padanya mengenai kondisi Ainun yang kurang baik.
Begitupun Aldo terdiam dan bingung, Salsa yang ingin ke rumah Ainun, haruskah ia mengizinkannya? entah mengapa rasanya berat mengizinkan Salsa ke sana untuk bertemu dan berhubungan kembali dengan Ainun.
Aldo takut Ainun memanfaaatkan sakitnya dengan bercerita ke Salsa mengenai perasaannya.
Namun bila tak mengizinkannya, rasanya pun tak pantas, ia pun tak tega dan seakan ia orang yang tak punya hati dengan melarang Salsa menjenguk sahabatnya sendiri yang sedang sakit.
"Hemm Ainun kurang sehat dan kurang enak badan saja, humm untuk ingin menjenguk atau gak nya, itu terserah kamu, cukup bantu doa saja, karena seperti yang aku bilang tadi kondisi Ainun hanya kurang enak badan saja dan kurang sehat," ucap Ahmad Rafiq.
__ADS_1
Aldo pun semakin bingung harus mengizinkannya atau tidak.
"Hemm syukurlah kalau hanya kurang enak badan saja, semoga lekas membaik. Tapi seumpama aku tetap jenguk ke sana gak papa kan Al? setelah membereskan kerjaan rumah aku ingin ke sana supaya gak suntuk juga di rumah," ucap Salsa.
"Hemm iya gak papa sih, tapi gimana dengan Fatah dan Fatah?" tanya Aldo kembali, berusaha mencari alasan agar Salsa tidak ke sana.
"Farah dan Fatah kan sekolah, nah aku ke sananya sehabis mereka pergi sekolah, berberes ingin ke sana," ucap Salsa.
"Humm ... terus yang masak untuk makanan mereka, kalau kamu pergi? dan yang jemput mereka siapa Salsa?" tanya Aldo.
"Aku akan masak sebelum pergi, jika pun gak nutut bisa minta bantu mama kamu kan Al? insya Allah aku perginya juga cuman bentar aja, setelahnya aku akan jemput mereka ke sekolah," jawab Salsa kembali.
"Sudahlah Salsa, sepertinya Aldo tidak mengizinkanmu... lebih baik bantu doa saja ya, tidak perlu terlalu memaksa ke sana, karena bila suamimu tak mengizinkan juga gak enak bila kamu tetap ke sana... Aldo sudah kasih kode loh, masa' kamu gak paham," ujar Ahmad Rafiq, yang berusaha menjelaskan ke Salsa meski tidak sepenuhnya ia jelaskan ke Salsa.
Tapi Ahmad Rafiq paham sepertinya Aldo memang benar benar tak mengizinkan istrinya untuk bertemu dengan Ainun, entah sebab apa... namun Ahmad Rafiq paham dengan kode yang di berikan Aldo kepada Salsa itu, dengan berusaha mencari alasan agar Salsa gak ke sana.
"Yahh ... iya aku akan bantu doa pasti, tapi aku juga ingin menjenguk ke sana, tapi kenapa sih Al kamu gak izinkan aku? bener ya kamu gak izinkan aku? tapi kenapa...? kan aku hanya ingin jenguk sahabatku saja yang sedang sakit, salah?apa kamu tidak menyukai Ainun? sehingga melarangku ke sana?" tanya Salsa yang mulai kesal.
"Kenapa sih Al, Ahmad Rafiq gak izinkan aku ke sana?" tanya Salsa ke Ahmad Rafiq.
"Ya...mana aku taulah, tanyalah ke suamimu itu ..." ujar Ahmad Rafiq.
"Kenapa sih Al? kenapa? kamu tidak menyukai Ainun sehingga melarangku ke sana? padahal aku hanya ingin menjenguknya sebentar saja... ia sedang sakit, aku hanya ingin menjenguk sahabatku yang sedang sakit, apa itu salah...?" tanya Salsa sedih.
"Maaf Salsa, boleh aku berbicara sebentar dengan Aldo?" tanya Ahmad Rafiq.
"Iya... silahkan," ucap Salsa dengan menahan tangisnya.
__ADS_1