Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Dia


__ADS_3


Kadang kedalaman ilmu seseorang itu memang sangat mudah untuk di ketahui dari caranya bersikap dan berbicara.


Kesombongan dan merasa lebih baik adalah bentuk kebodohan dari orang yang katanya pintar, dengan embel-embel gelar atau pangkat seorang kadang merasa lebih hebat, lebih ber prestasi dari yang lain, merendahkan dan meremehkan orang lain.


Aldo memang orang yang suka bekerja keras, tidak manja. Arah tujuan Aldo dulu ingin menjadi orang sukses, punya banyak uang, punya banyak mobil mewah, dapat pergi ke luar negeri kapan saja, memiliki segalanya, meski kini dia telah banyak berubah, pemikirannya berubah, takdir hidup merubah jalan fikirannya, dia sekarang bekerja bukan untuk cari uang, kekayaan yang berlimpah tapi dia jadikan bekerja sebagai ibadah, bekerja di niati ibadah lillah Ta'ala dan juga untuk membantu orang lain, meski ilmu agama Aldo cetek, tapi ada hal baru yang dia tahu, meski sedikit tapi dia selalu mengamalkannya, baginya satu amalan lebih baik. Amalkan walau satu Ayat itu lebih cari Aldo dari pada banyak tapi tak ada yang beres, tapi ada yang pasti sejak dulu Aldo tak pernah Angkuh dengan orang lain, selalu ramah, tak pernah merasa lebih baik atau sekedar meremehkan orang lain


"Kamu kemana ...Mi" terdengar suara seperti di seberang telefon

__ADS_1


"Kenapa Abi nanya-nanya, saat Abi berniat untuk menjodohkan Fahmi dengan wanita yang sama sekali tak kenal. Abi tak bertanya pada Fahmi" pria berkaca mata itu berbicara dan terlihat begitu sinis.


Namanya Gus Fahmi, dia yang akan di jodohkan dengan Ainu, Anak dar pak yai Ahmad


Gus Fahmi dari segi penampilan dia biasa saja, wajahnya pun biasa hanya sedikit manis, dia selalu terlihat sinis, kakuh, dan tak pernah ramah dengan siapapun.


Dia tak tahu wajah dan karakter Ainun sesungguhnya, dia hanya tau dari foto, dia sama sekali tak tertarik, perjodohan ini, dia melihat Foto Ainun biasa saja, tak ada getaran apapun, meski dia angkuh tapi dia tak ingin membohongi hatinya, apalagi sampai menyakiti siapapun yang akan jadi pendamping hidupnya.


Sebenarnya Gus Fahmi merasa seperti Anak kecil, yang tak ingin haknya di rampas, lantas minggat dari rumah, dia pergi ke Bali untuk protes kepada sang Abah, jika dia tak suka di jodohkan, meski dengan keputusannya dia pergi, namun sebagai Anak Gus Fahmi sedikit sadar, bahwa apa yang telah dia lakukan sudah melukai dan menyakiti Abah nya.

__ADS_1


.


Kyai Ahamd dan kyai Munzir bersahabat dari kecil, beliau berdua ingin menyatukan hubungan persahabatan itu menjadi hubungan kekeluargaan, mereka ingin lebih Akrab, bisa dakwah bersama-sama, tapi memang kadang niat baik tak bisa selalu berjalan mulus, ada kerikil kecil bahkan kadang ada batu besar yang menghadang niat tulus itu.


Kyai Munzir dapat sedikit merasa ada yang tak beres dengan niat yang beliau kehendaki, tapi beliau masih tetap mantap untuk menjodohkan Ainun, Anaknya dengan Gus Fahmi anak dari sahabatnya.


Kyai Munzir merasa dia sudah sangat tua, fisik yang sudah tak lagi muda, kekuatan yang sudah tinggal sisa, beliau merasa sudah tak sanggup menjaga Ainun.


Ainun yang menyimpan rasa pada Aldo dan masih berdo'a agar Aldo adalah jodohnya, sebernya Kyai Munzir pun menyayangi Aldo, sudah menganggap Aldo seperti anak nya sendiri, tapi baginya Aldo masih kurang dalam memahami agama, Aldo tak tahu banyak akan ilmu agama, pak yai tak ingin anaknya menikah dengan orang yang miskin agamanya, meski dia kaya hartanya, kyai munzir tak mencari calon menantu kaya, tapi beliau mencari calon menantu yang berilmu tinggi, dari keluarga priyai, dan itu bukan Aldo yang dapat memenuhi semua itu.

__ADS_1


Pak yai mungkin tak tahu jika Gus Fahmi tak bisa menerima perjodohan ini, beliau tak tahu jika Gus Fahmi kabur. Akab kah acara pertunangan dan semua renacana pernikahan akan tetap berjalan? atau berhenti di tengah jalan? Atau Gus Fahmi dan Ainun akan tetap menikah meski keduanya sama-sama tak cinta?



__ADS_2