
Aldo mencari cari keberadaan Putri di kelasnya tapi ia tidak menemukan Putri. Ia segera pergi ke kantin tapi ia hanya melihat Linda di sana. "Lin, Putri di mana?" tanya Aldo.
"Dia pergi ke ruang ganti, katanya mau ganti baju."
"Udah berapa lama?"
"20 menit yang lalu."
"Kenapa lama banget?"
"Aku gak tau. Iya udah gimana jika kita susul aja dia." Ucap Linda.
__ADS_1
"Oke, perasaanku dari tadi juga gak enak." Ucap Aldo. Saat jam istirahat tiba, dia ingin sekali menemui Putri tapi karena ia harus mengurus beberapa di kantor, terpaksa ia tunda dulu untuk menemui Putri. Tau sendiri kan kalo sekolah ini adalah milik Aldo dan tiba tiba Pak Hendra, kepala sekolah memanggilnya untuk membicarakan sesuatu. Mau gak mau Aldo pun menurutinya untuk pergi ke kantor kepala sekolah. Di sana memang ada beberapa hal yang harus di bahas dan Aldo pun segera menyelesaikan masalahnya dengan memberikan beberapa ide dan solusi untuk segera menyelesaikan masalahnya. Aldo emang orang yang tegas dan setiap ada masalah, ia segera mengambil tindakan agar tidak menimbulkan masalah lain. Sekecil apapun masalahnya jangan pernah di anggap sepele karena masalah kecil bisa saja menghancurkannya.
Sesampai di ruang ganti, betapa kagetnya Aldo dan Linda melihat Putri pingsan dengan rambut yang acak acakan, bibir terluka dan keluar darah, hidung juga keluar darah, dan pipinya juga merah bekas tamparan. Ia juga melihat tangan Putri yang terikat dan mulut yang masih tersumpal kain. Aldo sangat sedih bahkan ia merasa hatinya begitu sakit melihat keadaan Putri. Ia segera melepaskan tangan Putri yang terikat dan juga membuat sumpalan yang membuat Putri tak bisa berteriak. Setelah selesai ia segera membawa Putri ke rumah sakit. Melihat Putri yang seperti itu sontak menjadi bahan omongan di sekolah itu bahkan para guru guru merasa takut karna bisa saja Aldo bersikap kasar kepada siapapun dengan memecat guru atau mengeluarkan semua siswa yang di anggapnya tidak pantas untuk berada di sekolah ini.
Salsa dan teman temannya juga sebenarnya merasa takut karena mereka merasa telah berlebihan dalam memperlakukan Putri tadi. Teman temannya sudah tidak berani untuk keluar dari kelas, mereka berdiam diri di kelas sambil memikirkan apa yang akan di lakukan oleh Aldo kepada dirinya. Sedangkan Salsa sendiri berusaha untuk tenang walaupun ia juga merasa takut. Ia sebenarnya cuma ingin ngasih pelajaran tapi mengingat Aldo yang begitu perhatian kepada Putri, membuat hatinya begitu sakit hingga ia tega menyiksa Putri tanpa ampun.
Sesampai di rumah sakit, Putri segera di bawa ke ruang UGD. Aldo menungguunya di luar karena dokter tidak mengizinkan Aldo untuk masuk ke dalam.
"Lin, siapa yang selama ini berniat ingin menjahati Putri?" tanya Aldo dengan geram.
"Salsa, Al." Jawab Linda penuh ketakutan. Aldo pun segera pergi ke kelas 3 IPA B. Aldo mencari Salsa dan teman temannya di sana, ia melihat mereka hanya berdiam di kelas. Melihat Aldo masuk ke dalam kelas membuat Salsa dan teman temannya langsung minta maaf.
__ADS_1
"Maafin aku Al, aku khilaf." Ucap Salsa. Teman temannay hanya menunduk karena bingung mau ngomong apa. Mereka hanya bersujud di kasih Aldo sambil menangis.
"Aku tidak akan mengotori tanganku untuk menyentuh kalian. Tapi aku pastikan setelah ini kalian akan di keluarkan dari sekolah ini dan tidak ada satu sekolahpun yang akan menerima kalian. Bukan hanya itu saja, kalian juga harus mempertanggungjawabkan kesalahan kalian karena aku akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib dan aku pastikan kalian akan di hukum seberat beratnya dan aku juga akan membuat kalian menyesal telah menganiaya orang yang aku sayang. Aku akan bikin keluarga kalian hancur agar kalian bisa merasakan betapa hancurnya jika melihat orang yang kita sayang menderita." Ucap Aldo lalu pergi dari kelas itu.
Dan benar saja, satu hari setelah itu Salsa dan semua teman temannya yang telah menganiaya Putri langsung di keluarkan dari sekolah itu dan bukan hanya itu saja, mereka juga di tangkap oleh polisi sehingga mereka akan di tahan di penjara selama lima tahun ke depan. Dan karena kasus itu, mereka jadi viral di sosmed. Semua pemberitaan tentang pembullian dan juga penganiayaan terpampang di Tv, Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, Line, Blog dan yang lainnya. Sehingga membuat orang tua mereka jadi malu bahkan usaha mereka jadi bangkrut karena ulah anaknya. Salsa dan teman temannya hanya bisa menangis di balik jeruji besi. Ia tak menyangka perbuatannya akan menghancurkan masa depannya dan juga menghancurkan usaha kedua orang tuanya.
Sedangkan Putri sudah sadar tapi ia masih trauma sehingga ia sering menangis dalam tidurnya, kadang ia teriak sendiri seperti orang gila. Aldo yang melihat itu membuat hatinya begitu sakit. Ia tak menyangka bahwa Salsa dan teman temannya tega membuat putri seperti ini. Tapi Aldo cukup puas karena ia sudah membalas perlakukan mereka dengan memasukkan mereka ke penjara dan membuat usaha orang tua mereka jatuh bangkrut. Sekarang Aldo hanya fokus untuk membuat Putri sembuh dan tidak lagi trauma dengan kejadian itu.
Sofia sudah kembali ke negarannya karena tante Sulis sudah menjemputnya. Tadinya ia ingin berpamitan ke Aldo tapi melihat Aldo yang begitu banyak masalah membuat Sofia mengurungkan niatnya, ia hanya berpamitan kepada Bi Nining, Bi Ijah, Bi Imah dan juga mang Udin. Linda sendiri sering mengunjungi Putri tapi ia gak berani terlalu dekat karena Putri sering teriak teriak sehingga Linda hanya melihat Putri dari jarak jauh. Aldo selalu ada di samping Putri karena hanya Aldo yang bisa menenangkan Putri.
Kedua orang tua Putri sudah mengetahui apa yang terjadi kepada anaknya, sebenarnya mereka ingin pulang tapi Aldo sudah meyakinkan mereka bahwa Putri baik baik saja dan kedua orang tua Putri pun lagi lagi memberikan kepercayaan kepada Aldo.
__ADS_1