Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Tolong Jangan Lupakan Aku - Jangan Bosan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Salsa pun telah selesai makan begitupun dengan Ibunya Aldo.


"Alhamdulillah sudah selesai, Salsa bayar dulu ya Bu terus kita pulang ya." ucap Salsa.


"Iya Salsa." ucap ibu Aldo.


"Mbak..." panggil Salsa kepada pelayan tersebut.


"Iya Mbak.." ucap pelayan tersebut.


"Berapaan ya mbak? Saya mau bayar." ucap Salsa.


"Ini mbak note pembayarannya." ucap pelayan tersebut memberikan note pembayaran tersebut.


"Okeee mbak, ini ya.." ucap Salsa membayar.


"Makasih mbak." ucap pelayan tersebut dan segera berlalu.


"Iya sama sama." ucap Salsa.


"Salsa yuk pulang." ucap ibu Aldo kepada Salsa.


"Iya Bu yukk." ucap Salsa dan mereks pun segera keluar dari restoran tersebut menuju mobil untuk kembali ke rumahnya.


****


Hampir menempuh perjalanan 1 jam, mereka pun sampai di rumah.


"Alhamdulillah sudah sampai Bu." ucap Salsa.


"Iya Salsa, Alhamdulillah.. yuk masuk. Tapi ini rumah kok sepi ya. Sepertinya Aldo dan Papanya belum pulang deh. Lama juga ya." ucap ibu Aldo.


"Iya Bu kan Aldo tadi bilang ada meeting di luar. Ibu jangan khawatir atau cemas ya." ucap Salsa.


"Iya Salsa.. Yaudah yuk kita masuk." ucap Salsa. dan mereka pun bersegera masuk.


Salsa dan ibunya Aldo pun segera beristirahat sambil mengobrol, setelah mereka berberes dan menghangatkan masakan tadi pagi yang telah mereka buat.


"Lama juga ya belum pulang." ucap ibu Aldo.


"Iya Bu tapi kata Aldo ku chat bentar lagi sampai rumah." ucap Salsa.


Tak kemudian terdengar ketukan pintu..


"Bu sepertinya Aldo dan Papanya Uda sampai rumah. Yuk kita bukain ." ucap Salsa.


"Iya yuk." ucap ibu Aldo.


"Uda pulang Pa, Al lama sekali." ucap ibu Aldo ketika membukakan pintu.


"Iya maaf ya kami lama." ucap Papanya Aldo dan Aldo.


"Yaudah yuk masuk , cucu dulu terus makan . Tadi Ibu Sam Salsa uda masak loh Pa, Al buat kalian. Cobain deh spesial karena kali ini Salsa ikut masak." ucap ibu Aldo.


"Wah , gak sabar nih cobain buatan mantu Papa. Papa ke kamar mandi dulu ya." ucap Papanya Aldo.


"Iya Al juga mau ke kamar mandi setelah itu makan masakan buatan Salsa gak sabar juga" ucap Aldo.


"Kalian ini bisa aja, Salsa masak juga di bantu ibu." ucap Salsa.


"Iya Al, iya Pa." ucap ibu Aldo. dan mereka pun segera bergantian ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian mereka telah keluar dari kamar mandi.


"Yuk makan." sesampainya mereka di meja makan.


"Bentar ibu bangunin Farah dan Fatah dulu ya. Yuk Salsa kita bangunin mereka. Kalian tunggu di sini aja biar ibu sama Salsa yang bangunin.ucap ibu Aldo.


"Iya Bu yuk." ucap Salsa.


"Iya Bu." ucap Papanya Aldo dan Aldo.


Toktoktok ( mengetuk kamar Farah dan Fatah.)


"Iya Bu, silahkan masuk." ucap Farah dan Fatah dari dalam kamar mereka.


"Yuk makan ." ucap Salsa dan ibunya Aldo kepada Farah dan Fatah.


"Iya , Ayah sudah pulang ya sama eyank?" tanya mereka.


"Iya sudah." ucap ibu Aldo.


"Yaudah yuk." ucap Salsa dan ibu Aldo mengajak Farah dan Fatah turun ke bawah.


"Yuk." ucap Farah dan Fatah. Dan mereka pun turun ke bawah.


"Nah ini Farah dan Fatah sudah datang." ucap Papa Aldo.


"Iya yuk makan ." ucap Papa Aldo kembali.


"Iya eyank." ucap Farah dan Fatah segera duduk di tempat duduknya begitupun dengan Ibunya Aldo juga Salsa.


"Yuk, bismillah." ucap ibu Aldo memulai makan. dan mereka pun makan...


"Ohya tadi kok lama sih Pa pulangnya." tanya ibu Aldo.


"Iya Bu, maaf ya Papa tadi ada meeting di luar sana Aldo. Tadi Papa sudah suruh Al chat Salsa karena hp Papa drop. Salsa belum sampaikankah?" tanya Papanya Aldo.


"Ooooh udah kok Pa..Kasian lembur suamiku pasti capek. Yaudah yuk lanjut makan." ucap ibu Aldo.


"Iya Bu." ucap ibu Aldo.


"Hummm ini enak banget Bu." ucap Papanya.


"Iya Bu." ucap Aldo.


"Ya kan ibu sudah bilang ada campur tangan Salsa yang ikut bantu ibu masak." ucap ibu Aldo.


"Ah bisa aja ibu. Itu juga karena ibu ikut masak." ucap Salsa.. mereka pun tertawa dan saling mengobrol hingga makanan selesai. Setelahnya mereka membereskan dan bersegera untuk pulang.


"Alhamdulillah sudah selesai .Salsa bantu bereskan ya Bu setelah itu Salsa pulang." ucap Salsa.


"Oke yuk kita bereskan dulu." ucap ibu Aldo. Dan mereka pun segera membereskan....


"Alhamdulillah sudah, Bu.. Salsa izin pulang dulu ya." ucap Salsa.


"Iya nak hati hati ya. Terimakasih atas kunjungannya ke sini. Jangan bosan ya ke sini lagi. Sering seringlah." ucap ibu Aldo.


"Iya sering sering ke sini ya jangan bosan." ucap Aldo dan Papanya.


"Sering sering ya Bu ke sini jangan bosan." ucap Farah dan Fatah.


"Iya sayang pasti ke sini dan gak bosan." ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.


"Iya Bu . Salsa pasti gak bosan dan sering ke sini. Assalamualaikum Bu." ucap Salsa.


"Waalaikumussalam hati hati." ucap Ibu Aldo, Papanya dan Aldo.


Salsa pun segera pulang kembali ke rumahnya. Sebenarnya ia ingin sekali bertanya pada Aldo juga Papanya tentang Ayu apakah mereka telah bertemu. Tapi ia takut ibu Aldo mendengarnya dan curiga juga salah faham . Hingga Salsa memutuskan menyimpan rasa penasarannya dan akan bikin janji dengan Aldo untuk bertemu dan mempertanyakan tentang hal ini. Dan Salsa benar benar senang karena rencana mereka kali ini berhasil sehingga ibunya Aldo tidak curiga sedikitpun.


Lalu Apakah Aldo dan Papanya benar benar bertemu Tante Ayu? bagaimanakah ceritanya? Apakah ia benar benar Tante Ayu? ..ikuti cerita ini terus untuk menemukan jawabannya.


\=======================


 


Tolong Jangan Lupakan Aku - Buat Kue Pukis


Hari ini Ainun berencana akan pergi ke kajian yang di adakan di masjid yang cukup terkenal karena di masjid tersebut sering di adakan kajian.


Kali ini Ainun ingin ikut terlebih tema yang akan di bahas adalah Apakah boleh seorang perempuan mengajukan lamaran dulu ke laki laki ? benar benar seakan menjawab kebimbangannya. Hingga kali ini Ainun memutuskan untuk ikut.


Karena di masjid di sana, boleh juga menyumbangkan makanan. Ainun berencana membuat kue pukis.


Ainun membuat kue itu dengan hati yang sangat bahagia, ia menikmati saat saat ia membuat kue untuk ia bawa ke masjid. Setelah satu jam akhirnya selesai juga buat kue pukis


"Yess udah jadi, sekarang aku mau bersihin dapur sisa ku masak kue ini, terus siap siap dulu dan berangkat deh ke kajian." ucap Ainun yang segera membersihkan dapur dan bersiap untuk berangkat ke kajian.


Ainun pun segera memilih pakaian yang akan ia pakai ke masjid tersebut, dan pakaian yang ia pilih jatuh bewarna Pastel Peach Dress. Setelah memakainya, Ainun pun kemudian memakai lipstik yang merk Instaperfect Gloss Chic Lip Crayon shade Rhtym, Ainun memilih lipstik ini karena lipstik ini akan memberikan kesan Memberi efek my lips but better juga Tidak kering. Ainun tidak ingin lipstik yang terlalu terlihat menonjol sehingga pilihannya jatuh pada lipstik ini. Ainun pun berkaca sebentar untuk melihat penampilannya. Dan ketika ia merasa sudah cukup sempurna dandanannya dan telah siap Ainun pun segera menemui Abahnya untuk meminta izin kepada Abahnya berangkat ke kajian.


"Abah," panggil Ainun kepada Abahnya.


"Ai, Masya Allah kamu cantik sekali, mau ke mana toh kok dandan cantik seperti ini ? ." ucap Abahnya.


"Bah, Ainun berangkat dulu ya ke kajian." ucap Ainun yang meminta izin kepada Abahnya.


"Oalah ke kajian, Iya nduk hati hati. Kamu di antar siapa nduk?" tanya Abahnya.


"Sendirilah Abah." ucap Ainun,menjawab pertanyaan Abahnya.


"Yaa Allah, kamu ini perempuan loh Ai, apalagi masjidnya juga gak terlalu dekat biar Abah ya yang antar." ucap Nyai Munzir.


"Abah, Ainun gak papa. Jangan terlalu cemas atau khawatir ya. Meski sendiri tanpa mahram insya Allah Ai bisa jaga diri Ai kok Abah." ucap Ainun mencoba meyakinkan Abahnya.


"Tapi Ai, ...." ucap Abahnya kembali yang khawatir dan cemas dengan Ainun.


"Abah, Ai gak papa, oke Abah jangan cemas atau khawatir.," ucap Ainun dengan tersenyum dan menggemgam tangan Abahnya berusaha memenangkan dan meyakinkan Abahnya.


"Tapi Ai, kamu ini perempuan loh. Biar Abah yang antar ya." ucap Nyai Munzir kepada Ainun , anaknya.


"Humm Abah, Ai gak papa. Abah kan kondisinya kurang sehat juga. Ai juga sudah bilang Abah, meski Ai ini perempuan insya Allah bisa jaga diri Ai, jadi Abah tak perlu cemas atau khawatir ya." ucap Ainun Kembali.


"Humm yaudah deh nduk. Abah emang kurang enak badan dan mungkin Abah emang gak bisa antar kamu. Maaf ya nduk walau Abah bisa kalau paksakan mungkin. Tapi tetap aja nduk Abah gak bisa biarkan kamu berangkat sendiri. Harus ada yang mengantar kamu. Bagaimana kalau Abah telfonkan Ahmad Rafiq buat antar kamu ? " tanya Nyai Munzir.


"Udah Abah, Abah kan gak enak badan , istirahat aja ya di rumah. Ai insya Allah gak papa, Abah jangan terlalu cemas atau khawatir ya Abah. Dan Ai rasa Abah gak perlu telfonkan Aa' Ahmad Rafiq karena kita juga bukan mahram Abah terlebih Ai kan juga belum menerima pinangannya di hari lalu. Jagi Gak enak saja rasanya jika Abah langsung meminta dia mengantarkan Si, Abah. Ai harap sampai di sini Abah paham maksud Ai." ucap Ainun, mencoba memberikan pengertian kepada Abahnya.


"Ya betul juga kamu nduk . Tapi gimana kamu nya? tapi Abah rasa juga gak papa nduk jika darurat toh Abah yakin kalian tidak akan ngapa ngapain. Sudah sama sama paham agama kan kalian berdua ini. Makanya toh nduk terima pinangannya, apa susahnya sih nduk ? toh dia juga baik agamanya. Apa yang kurang ? coba bilang ke Abah." ucap Nyai Munzir.


"Abah, sekarang Abah bisa bilang seperti itu. Meski Abah yakin, aku juga Aa' Ahmad Rafiq yakin takkan kami melakukan apapun tapi namanya syetan bisa merayu Abah kapanpun . Rayuannya sangat halus hingga membuat terlena dan terjatuh kapanpun dalam lembah dosa itu. Ai gak mau Abah , Si gak mau membuka awal pintu zina itu . Dan untuk mengapa Ai belum bisa menentukan menerima pinangannya di hari lalu karena ini pernikahan Abah , butuh benar benar di fikirkan. Bukan langsung, oke laksanakan. Bukan begitu Abah, Ai rasa Abah juga tentu lebih faham dari Ai. Maaf sekali lagi atas kelancangan Ai memberikan pendapat ini. Ai hanya ingin memberikan pendapat ke Abah, agar Abah paham." ucap Ainun.


"Hemm yasudahlah nduk kalau itu Mau mu hati hati ya karena bagaimanapun kamu ini seorang perempuan tetap harus jaga diri dan Abah gak sebenarnya juga kurang yakin mempercayakan kamu pergi sendiri. Tapi yasudalah kamu maksa Abah. Abah hanya bisa mendoakan untuk keselamatan mu dan apa yang terbaik untukmu, nduk hati hati ya." ucap Nyai Munzir.


"Iya Abah insya Allah aku akan jaga diriku dan hati hati, terimakasih Abah sudah percaya kepada Ai, Assalamualaikum." ucap Ainun dengan membawa kue yang telah ia bikin.


"Waalaikumussalam, hati hati nduk.


Fii amanillah." ucap Nyai Munzir , kemudian Ainun mengangguk dan berlalu keluar menuju ke kajian.


Hampir perjalanan 1 jam Ainun pun sudah sampai di masjid tersebut dan sudah ramai orang yang berada di sana, cukup berdesak desakkan hingga membuat Ainun tercenggang untuk sesaat dan Ainun pun melanjutkan perjalanannya untuk masuk ke dalam masjid tersebut.


\==========================


 


Tolong Jangan Lupakan Aku - Ustad Samsul


Sedangkan di tempat lain, Hari ini Salsa juga berencana akan pergi ke kajian yang di adakan di masjid yang cukup terkenal tersebut, karena sering di adakan kajian di sana.


Salsa yang jarang ke kajian kali ini ingin ikut dengan tema yang cukup menarik baginya "apakah seorang perempuan boleh menawarkan diri ke laki laki untuk di pinang?"hemm menurut Salsa tema itu cukup menarik baginya. Meski ia sendiri tidak akan melakukan hal itu, karena Aldo pun telah memilihnya. Tapi ia cukup penasaran dengan jawaban tema kajian yang akan di bahas terlebih selama ini Salsa menganggap hina seseorang yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Astaghfirullah, Salsa merasa berdosa. Benar benar berdosa telah menganggap hina dan membuat malu perempuan yang menyatakan perasaan terlebih dahulu untuk di pinang.


Salsa juga tak lupa membawa kue bolu pisang dan dadar gulung coklat rasa durian yang kemarin ia buat bersama ibunya Aldo karena Salsa juga ingin menyumbangkan makanan ke sana, sedangkan kue yang kemarin ia buat masih sisa banyak hingga Salsa pun berinisiatif membawakannya ke masjid tersebut.


Setelah mempersiapkan kue yang akan ia bawa, Salsa pun segera bersiap dan berganti pakaian.


Salsa pun kemudian memilih pakaian dan pakaian yang ingin ia pakai kali ini jatuh kepada warna Pastel Blue and Nude Dress. Setelahnya Salsa memakai lipstik yang merk


Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint Dazzle, karena lipstik ini akan memberikan kesan yang Teskturnya moussy, Pigmented. Karena Salsa sendiri tidak suka lipstik yang warnanya terlalu menonjol.


Salsa pun berkaca sebentar untuk melihat penampilannya. Dan ketika ia merasa sudah cukup sempurna dandanannya dan telah siap, Salsa pun segera bersiap untuk berangkat ke kajian.


Salsa kali ini berangkat ke kajian seorang diri, karena ia tidak ingin merepotkan Aldo terlebih rasanya tidak layak karena Aldo bukan siapa siapanya.


Hampir perjalanan 1 jam Salsa pun sudah sampai di masjid tersebut dan sudah ramai orang yang berada di sana, cukup berdesak desakkan hingga membuat Salsa tercenggang untuk sesaat dan Salsa pun melanjutkan perjalanannya untuk masuk ke dalam masjid tersebut.


Ainun dan Salsa pun masuk dalam masjid tersebut dan memberikan kue yang mereka bawa ke panitia masjid untuk di bagikan pada yang menghadiri kajian ini..

__ADS_1


Ainun dan Salsa pun mencari tempat duduk masing masing sambil menunggu ustdz Samsul, yang akan mengisi kajian..


Setelah Salsa dan Ainun mencari tempat duduk masing masing, tak lama kemudian ustadz Samsul pun datang..


"Assalamualaikum, maaf saya sedikit telat dan baru hadir. Perkenalkan nama saya Samsul yang akan mengisi acara kajian ini. Kalian boleh memanggil saya tidak dengan sebutan ustadz karena saya pun merasa belum pantas di panggil dengan panggilan seperti itu. Tapi jika kalian tetap memanggil saya dengan panggilan Ustadz ya tidak apa apa, silahkan terserah kalian saja ya. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan." ucap Ustadz Samsul.


"Ohya sebelum acara kajian di mulai, apa ada yang ingin di tanyakan?" ucap Samsul pada mereka yang hadir di kajian tersebut.


"Tidaaaak."


"Tidakkk, mulai saja."


"Ustadz nya ganteng ya."


"Sudah nikah belum ya."


"Lulusannya apa ya."


Ucap sebagian para hadirin pengajian.


"Yaudah karena tidak ada yang ingin di tanyakan, dan semakin riuh sepertinya. Lebih baik mari kita mulai saja acara kajian ini ya." ucap Ustadz Samsul.


"Yaaaah..." ucapan mereka yang sedikit kecewa karena ustadz Samsul yang tidak menanggapi pertanyaan mereka.


"Untuk hari ini kita akan membahas Bolehkah wanita melamar pria? Bagaimana caranya?... Tema yang cukup menarik bukan temanya ? Yaudah kita lekas bahwa tema kali ini ya..." ucap Ustadz Samsul.


"Bismillah, Yaudah kita mulai saja ya acara kajian ini..." ustadz Samsul.


Unstad Samsul pun memulai kajian ini sedangkan yang lain menikmati ceramahnya dan ada sebagian yang mencatat poin poin penting...


90 menit kemudian, akhirnya kejadian pun selesai dan semua para jamaahnya pulang ke rumah masing masing.


\===========================


 


Tolong Jangan Lupakan Aku - Salsa Bertemu Ahmad Taufiq


Salsa pun segera mengantarkan Ainun untuk pulang ke rumahnya.. Sedangkan di tempat lain Ahmad Rafiq pun menuju rumah Ainun untuk mengambil barangnya yang ketinggalan.


Sesampainya di sana Ainun pun segera turun, diikuti oleh Salsa yang juga turun membawakan beberapa perlengkapan yang Ainun bawa ke kajian tadi. Sedangkan tanpa mereka sadari , Ahmad Rafiq telah menunggu Ainun di depan rumahnya.


"Aa' Ahmad Rafiq kok di sini ?" tanya Ainun.


"Iya saya di sini ingin mengambil barang saya yang ketinggalan. " ucap Ahmad Rafiq.


"Oooh iya Aa' Ai ambilkan mau? barang Aa' apa yang ketinggalan ? atau Aa' ambil sendiri ?" tanya Ainun.


"Biar saya ambil sendiri." ucap Ahmad Rafiq.


"Oke Aa' biar ku buka pintu dulu ya." ucap Ainun.


"Iya Silahkan." ucap Ahmad Rafiq.


Ainun pun segera membukakan pintu..


Sedangkan Salsa menunggu di depan mobil.


"Kamu...?" ucap Ahmad Rafiq saat melihat Salsa.


"Kamu kan yang.....???" ucap Salsa terbata dengan menahan amarahnya dan mencoba beristighfar berulangkali, ketika ia melihat seseorang yang menyebabkan Papanya Aldo celaka.


Sedangkan Ainun berhenti untuk sejenak dan melihat mereka berdua dengan heran..


"Apa mereka saling mengenal ??" fikir Ainun.


"Kamu .." ucap Salsa Kembali.


"Iya Aku ?" ucap Ahmad Rafiq.


"Oh ya ngapain kamu sini ? kamu mengikutiku ya?" tanya Ahmad Rafiq.


"Ngapain aku di sini ? mengikuti kamu? kamu lucu ya, ngapain juga aku mengikutimu ? kurang kerjaan saja aku, jangan bercanda deh..!!" ucap Salsa.


"Kamu berteman dengan Ainun ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Kalau iya kenapa? Ya saya temennya Ainun." ucap Salsa.


"Ah iya perlu kamu ingat, Kamu yang sudah mencelakakan calon mertua saya. Ingat saya masih ingat betul denganmu dan kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya. Ohya satu lagi saya sangat tidak menyukaimu dan membencimu. Entah bagaimana ceritanya aku bisa bertemu denganmu kembali." ucap Salsa.


"Ooooouhhhh takuuuut...Humm tapi kira kira aku harus mempertanggungjawabkan apa ya?" ucap Ahmad Rafiq, dengan sikapnya yang cukup menyebalkan.


"Tapi kalau boleh tau kok kamu ada di sini? kamu kenal Ainun ? kamu siapanya Ainun ?" tanya Salsa.


"Saya, saya temennya Ainun." ucap Ahmad Rafiq.


"Ouh temennya, aku kira kamu calonnya Ainun. Tapi baguslah bukan, karena kasian Ainun kalau dapat suami seperti mu." ucap Salsa .


"Kamu cemburu ? Kamu ingin aku jadi calonmu kah? " ucap Ahmad Rafiq.


"Ohya kok kamu tidak mengira aku suami Ainun ? " tanya Ahmad Rafiq.


"Ah ingin jadi calonmu ? cemburu denganmu ? Hahaha jangan bercanda.


"Ya karena aku tau Ainun belum nikah. Ohya aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Salsa.


"Iya silahkan, mau bertanya apa?" ucap Ahmad Rafiq.


Namun pembicaraan mereka tiba tiba terhenti karena kedatangan Ainun.


"Yuk Aa' Ahmad Rafiq masuk, katanya Aa' mau ambil barang yang tertinggal." ucap Ainun.


"Aa'? " tanya Salsa yang cukup heran dengan panggilan baru Ahmad Rafiq oleh Ainun.


"Iya Aa' ...kenapa Salsa?" tanya Ainun.


"Oh ya aku belum kenalkan ya, Perkenalkan ini Aa' Ahmad Rafiq humm calon suami saya yang di jodohkan Abah walau kami belum saling cinta. " ucap Ainun memperkenalkan Ahmad Rafiq.


"Dia calon suamimu ?" tanya Salsa


"Iya Salsa..dan ini Salsa sahabat saya." ucap Ainun memperkenalkan sosok Salsa.


"Salsa,kenapa kamu bicara seperti itu ? Iya aku tau dia meminangku karena Abahnya meminta, begitupun aku menerima perjodohan ini. Dan memang kami tidak saling mencintai. Dan mungkin kami sedang memperjuangkan cinta kami masing masing tapi di sisi lain kami tidak ingin mengecewakan Abah kami dan akan membuat kondisi beliau drop nantinya bila kamu ungkapkan perasaan kami masing masing pada Abah dan itulah yang menjadi pertimbangan ku hingga kini tetap menerima pinangan ini dan belum mampu menolak atau mengatakan jujur pada Abahku Salsa" ucap Ainun , mencoba menjelaskan kepada Salsa.


"Apa? Yaa Allah kamu Ai, gini amat kisah cintamu Ai.." ucap Salsa berkata lirih.


"Kenapa kasihan? aku tidak bersedih kok dan sedang tidak butuh di kasihani. Karena memang seperti itu ke kenyataannya..


Aku hanya ingin mencoba berbagi sedikit kepadamu tapi aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini dan jangan ceritakan ke siapapun." ucap Ainun Kepada Salsa.


"Iya Ai, kamu yang kuat ya. Semoga kamu menemukan cinta yang tulus. Seseorang yang mencintaimu." ucap Salsa yang kemudian memeluk Ainun.


"Aamiin, ku doakan yang terbaik juga untukmu." ucap Ainun yang memeluk balik Salsa.


"Ohya kamu mau bantuin aku gak Salsa?" tanya Ainun.


"Bantuin apa?" ucap Salsa.


"Tolong bantu aku cari seseorang yang kini bertahta di hati aku. Mau kan kamu bantu aku mencari keberadaan dia?" tanya Ainun ke Salsa.


"Humm boleh dengan senang hati sahabatku. Selagi aku bisa aku akan membantumu." ucap Salsa yang kemudian memeluk Ainun kembali.


"Aaaaa Makasih banyak sahabatku" ucap Ainun yang memeluk kembali Salsa .


"Ohya Salsa, mana map yang tadi aku bawa mau ku taruh di dalam dulu." ucap Ainun yang melepaskan pelukannya dan meminta kepada Salsa barang bawaannya.


"Oke Ai, ini." ucap Salsa memberikan kepada Ainun.


"Makasih Salsa, aku masuk dulu ya." ucap Ainun yang kemudian masuk ke dalam.


"Ohya Ayo Aa' masuk sama ketemu Abah sekalian sudah menunggu." ucap Ainun sebelum ia benar benar masuk ke dalam rumahnya.


"Iya Ai." ucap Ahmad Rafiq.


Salsa pun segera kembali ke motornya untuk kembali pulang.


"Tunggu." ucap Ahmad Rafiq mencegah langkah Salsa.


"Apalagi sih ? Kamu ini calon Ainun. Tolong jaga kepercayaan yang Ainun berikan kepada kamu. Jangan seperti ini..Ainun jika tau ia akan sangat kecewa sama kamu. " ucap Salsa.


"Tau gak ? Ainun itu tadi di kajian cerita bahwa ada seseorang yang ia sukai dan Ainun berharap orang itu juga menyukainya kembali. Hemm apa itu kamu?" ucap Salsa.


"Tapi Ainun itu sebenarnya tidak menyukaiku tapi yang aku heran kenapa ia menerima pinanganku." ucap Ahmad Rafiq.


"Hemm jadi Ainun menyukai seseorang? ya baguslah. Karena aku pun menyukai orang lain." ucap Ahmad Rafiq.


"Oooh kamu sudah meminang Ai ? tapi bagaimana mungkin kamu menyimpan perasaan dengan perempuan lain? bila ia mengapa kamu meminangnya? kamu hanya akan menyakiti Ainun bila seperti itu dan mungkin Ainun menerima pinanganmu karena dia memang ada rasa denganmu Seharusnya kamu membuat ia semakin yakin bila kamu ada rasa dengannya. Bukan malah hatimu berkhianat seperti ini. Bila ia lebih baik kamu tinggalkan dia, lepaskan secara baik baik karena jika kamu tetap melangsungkan pernikahan dengannya sementara masih ada nama perempuan lain di hatimu, sungguh kamu akan sangat menyakitinya. Dan bila Ai tau ia juga akan sangat kecewa hatinya dan tersakiti pada akhirnya." ucap Salsa.


"Ah, ntahlah. Tapi sejujurnya aku tidak ada rasa sama sekali dengan Ainun. Aku juga berniat ingin membatalkan ini tapi aku harus mencari perempuan itu untuk ku pertemukan dengan Abahku karena bila tidak Abah takkan membatalkan rencana pernikahan ini dan yang ada Abah akan sangat kecewa padaku juga kondisinya drop bila aku ungkapkan sejujurnya, di sini aku serba salah Salsa. Tolong jangan hakimi aku, di sini aku juga masih bingung dan tak ingin menyakiti keduanya baik Ainun atau Abahku juga Abahnya Ainun Nyai Munzir" ucap Ahmad Rafiq.


"Jika memang dia akan menjadi pasanganmu maka kamu harus mencintainya. Dan jaga hatimu untuknya jangan ada nama lain di hatimu selain dirinya. Karena bila kamu melakukannya sungguh kamu akan menyakiti perempuan sebaik Ainun dan lebih baik segera lepaskan bila kamu memang tak ada rasamu dengannya karena saya orang pertama yang akan membalasnya dan melindungi Ai. Tapi saya harap jika pun kamu ingin melepaskannya, lepaskanlah dengan cara yang baik dan bukan menyakiti Ai." ucap Salsa.


"Kamu menyayangi Ai ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Tentu saja, bahkan aku sudah menganggap Ai seperti saudara saya sendiri." ucap Salsa.


"Maaf bisa aku berbicara denganmu Salsa ? ada yang ingin aku bicarakan denganmu ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Humm, boleh baiklah. Mau bertanya apa? tapi jangan terlalu lama karena yang aku takutkan Ainun tau dan akan salah faham dengan kita. Sungguh aku tidak mau seperti itu dan aku akan merasa menjadi sahabat yang jahat untuknya begitupun denganmu seharusnya." ucap Salsa.


"Aku mau bertanya..." ucap Ahmad Rafiq yang tiba tiba berhenti dengan kedatangan Ainun.


Dan pembicaraan mereka pun terhenti dengan kedatangan Ainun..


\============================


 


Tolong Jangan Lupakan Aku - Ainun dan Ahmad Rafiq


"Maaf ya lama.." ucap Ainun saat keluar dari rumahnya.


"Ohya Aa' sudah di tunggu Abah ya. Ayo silahkan masuk." ucap Ainun kepada Aldo.


"Iya Ai .Terimakasih, sebentar ya.." ucap Ahmad Rafiq.


"Tunggu mau ke mana?" tanya Ahmad Rafiq saat melihat Ainun akan pergi.


"Iya Saya mau pulang, tolong pamitkan ke Ainun ya ." ucap Salsa.


"Tunggu tapi masih ada hal yang ingin aku bicarakan ke kamu. Bisa kita bicara?" tanya Ahmad Rafiq ke Ainun .


"Maaf, aku harus segera pulang. Lagipula aku tak ingin Ainun salah faham dengan kita. Walau urusanku denganmu belum sesalai tentang kecelakaan itu..tapi aku rasa kita tidak perlu membahasnya di sini. Mungkin bisa lain waktu atau mungkin nantinya aku akan mengikhlaskan permasalah ini jika aku berbaik hati padamu. " ucap Salsa.


"Ohya satu lagi cintai dan sayangi dia jika kamu benar benar akan meminangnya bila kamu sakitin dia sungguh kamu akan berhadapan dengan ku.


"Permisi Assalamualaikum." ucap Salsa kembali.


"Iya, baiklah..jadi kamu terburu buru pulang karena takut Ainun tau hubungan antara kita ? bila sebelumnya kita pernah saling mengenal ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Bukan, bukan karena hal itu. Tapi aku rasa sepertinya kamu sudah di panggil ke dalam dan itu permasalahan keluarga bukan tentunya? untuk apa saya menunggu di sini? saya harus segera pulang. Lagipula tidak baik bila saya lama lama di sini berduaan denganmu.


Saya ini seorang perempuan terlebih saya sudah memiliki calon, saya harus bisa menjaga diri saya dengan baik saat jauh darinya. Karena ia telah memberikan kepercayaan pada saya, maka saya harus menjaganya. Terlebih saya ini seorang perempuan yang sudah memiliki calon begitupun denganmu, bukankah seharusnya kita bisa menjaga diri masing masing ? atas apa yang telah calon kita berikan pada diri kita yaitu kepercayaan ini ?." ucap Salsa.


"Kamu sudah memiliki calon ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Iya ...kenapa?" tanya Salsa.


Sedangkan Ahmad Rafiq tak mampu lagi menjawabnya, sehingga Salsa pun segera menaiki motornya..


"Salsa.."panggil Ainun.


"Salsa.. mau pulang ?" tanya Ainun yang tiba tiba keluar.


"Eh iya Ai, aku pamit pulang dulu ya karena mau jemput anak anak sekalian. Assalamualaikum." ucap Salsa, yang masih di atas motornya mencoba menoleh ke arah Ainun.

__ADS_1


"Oooh gitu yah,yah padahal masih ingin berlama lama denganmu. Yaudah deh hati hati ya. Lain kali ke sini lagi ya. Jangan bosan." ucap Ainun .


"Iya Ainun, insya Allah aku akan sering sering ke sini kok pastinya dan tentu saja tidak bosanlah. Kamu juga nanti mampir ke rumahku ya" ucap Salsa.


"Yaudah Assalamualaikum..Aku doakan semoga Allah mudahkan apapun yang terbaik untukmu ya." ucap Salsa kepada Ainun.


"Iya Salsa Ainun pasti akan mampir ke rumah Salsa. Aamiin, doa yang sama juga untukmu Salsa. Semoga Allah mudahkan dan segerakan.


Semoga di beri kelancaran juga acara kalian ya hingga hari H." ucap Ainun.


"Aamiin. Makasih Ai, Salsa pamit dulu ya." ucap Salsa segera melajukan motornya.


"Iya hati hati Salsa." ucap Ainun.


Salsa pun segera memacu motornya, ia akan menuju ke sekolah Farah dan Fatah . Setelahnya ia akan mampir di rumah Aldo . Salsa ingin menceritakan ke Aldo jika ia bertemu lelaki tersebut yang pernah membuat Papanya Aldo celaka. Salsa juga ingin bertanya mengenai pencarian mereka kemarin, apakah mereka benar benar bertemu tante Ayu atau tidak.


Setelah Kepergian Salsa, Ainun pun mengajak Ahmad Rafiq untuk segera masuk kedalam untuk mengambil barangnya yang ketinggalan juga untuk bertemu Abahnya Nyai Munzir.


"Ayo Aa' masuk, katanya mau ambil barang Aa' yang ketinggalan. Ayo masuk Aa' sekalian bertemu Abah." ucap Ainun.


"Tunggu Ai." ucap Ahmad Rafiq.


"Iya Apa Aa'?" ucap Ainun.


"Jadi dia itu teman kamu dan namanya Salsa ?" tanya Ahmad Rafiq.


"Iya, dia Salsa teman aku .kenapa ya?" tanya Ainun.


"Eh, humm gak papa..Aa' ingin sekedar bertanya saja. Ohya kamu mengenalnya sudah berapa lama? dan tau tentangnya?" tanya Ahmad Rafiq kembali.


"Kami baru saja bertemu dan berkenalan tadi di kajian. Aku berteman dengannya pun masih baru dan tadi kami hanya sekedar kenalan biasa ,aku juga belum tau sepenuhnya tentang Salsa. Humm maaf emang kenapa sih Aa' kok bertanya terus mengenai Salsa?" tanya Ainun yang mulai curiga.


"Eh, enggak papa cuman sekedar bertanya saja kok hehe.Humm maaf ya sebelumnya sebenarnya ada yang ingin Aa' katakan kamu jangan terlalu dekat dengannya terlebih kamu baru mengenalnya. Takutnya ia memanfaatkan kamu saja Ai. Entah mengapa Aa' merasa kamu kurang sreg berteman. dengannya." ucap Ahmad Rafiq kembali.


"Masya Allah Aa' kok nilai orang seperti itu sih ? meski baru kenal mengenalnya.


Tapi dia insya Allah baik kok meski Ai baru mengenalnya. Dan Salsa tadi juga bilang begitu. Memangnya kalian pernah saling mengenal atau bertemu sebelumnya ?" tanya Ainun.


"Hummm aku mengenalnya? mana mungkin. Yaudah yuk kita masuk ke dalam daripada Abah nungguin." ucap Ahmad Rafiq.


"Owh Ai kira kalian saling mengenal. Karena ntah Ai merasa ada yang aneh dengan sikap kalian berdua. Tapi yasudahlah, syukurlah kalau tidak saling mengenal. Yaudah yuk masuk ke dalam." ucap Ainun yang kemudian masuk terlebih dahulu. Tapi Ainun tetap bertekad akan mencari tau tentang mereka, karena Ainun merasa mereka sebelumnya saling mengenal dan ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka.


"Ai akan mencari tau." lirih Ainun.


"Humm, itu perasaanmu saja Ai. Kami tidak saling mengenal." ucap Ahmad Rafiq.


"Iya Ai.." ucap Ahmad Rafiq kembali, yang kemudian juga masuk ke dalam mengikuti langkah Ainun.


Begitupun dengan Ahmad Rafiq yang berjanji akan mencari tau tentang Salsa dan akan membawanya ke Abahnya. Selama Salsa belum menikah, Ahmad Rafiq fikir Sah sah aja bila ia berusaha mendapatkan Salsa.


Karena ia tak ingin menikahi orang yang tak ia cintai dan pada akhirnya akan membuat ia dan Ainun saling tersakiti dalam pernikahan tersebut, pernikahan yang seharusnya mawadah sakinah warrahmah justru sebaliknya,begitupun dengan Abah mereka masing masing pasti akan sangat kecewa bila mengetahui kenyataan ini.


***


Lalu bagaimanakah bila Aldo tau saat Salsa menceritakan bila ia bertemu laki laki tersebut kembali? apa yang akan Aldo lakukan?


Bagaimanakah bila Aldo tau tentang lelaki tersebut , ia adalah Calon dari Ainun ?


Akankah Aldo mencerita ke Ainun tentang sikap Ahmad Rafiq? Akankah Ainun membatalkan pinangan Ahmad Rafiq ??


Dan akankah Ainun mencari tau tentang Salsa juga Ahmad Rafiq ?


Akankah Ainun mengetahuinya?


Bila iya apakah yang akan Ainun lakukan ?


Akankah ia membatalkan pinangannya dengan Ahmad Rafiq atau tetap melanjutkannya?


Dan akan Salsa membantu Ainun mencarikan seseorang yang ia cintai ?


Bagaimanakah bila Salsa tau seseorang yang Ainun cintai ialah Aldo ?


Akankah Salsa membatalkan pertunangan dan rencana pernikahannya dengan Aldo ?


Atau tetap melanjutkannya ??


\==============================


 


Tolong Jangan Lupakan Aku - Fatah dan Farah


Salsa pun segera memacu kan motornya dengan cepat menuju sekolah Fatah dan Farah untuk menjemput mereka.


Hampir perjalanan setengah jam, Salsa pun telah sampai di sekolahan Farah dan Fatah. Tak lama kemudian Salsa melihat Fatah dan Fatah juga anak anak lainnya sudah keluar dari kelas mereka masing masing. Farah dan Fatah segera menghampiri Salsa.


"Ibuuuu..." ucap Fatah.


"Yeee ibu jemput ke sini.." ucap Farah.


"Iya dong, ibu kan kangen sama Fatah dan Farah." ucap Salsa .


"Kami juga kangen ibu ." ucap Farah dan Fatah.


"Yaudah yuk kita pulang. Ohya sebelum pulang mau gak mampir ke Alfamart ? kalian boleh pilih jajan apa aja yang kalian suka gimana mau ? sama ke Indomaret mau juga gak ? karena ada yang ingin ibu beli untuk kita bermain bersama nanti. Pasti seru." ucap Salsa.


"Boleh, boleh banget Bu." ucap Farah dan Fatah.


" Yaudah yuk." ucap Salsa, dan Fatah juga Farah pun segera naik ke motor Salsa , setelah di rasa Farah dan Fatah duduknya telah nyaman. Salsa melajukan motornya dengan cepat.


Mereka pun turun untuk mampir ke Alfamart dan Indomaret.


"Yaudah yuk kita turun,beli beli dulu." ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.


"Yeeee,, yuk..." ucap mereka yang segera berhamburan untuk memilih makanan juga barang yang ingin mereka beli.


Salsa pun segera ke Indomaret yang berada di samping Alfamart sini, untuk membeli barang yang ingin ia beli. Sebelumnya Salsa pun sudah memberitahukan kepada Farah dan Fatah untuk menunggunya di sini bila Salsa belum kembali. Dan Salsa pun mengirim pesan singkat kepada Aldo, untuk memberitahukannya bahwa ia ingin ke rumah Aldo untuk berbicara dengan Aldo dan mengantarkan Farah dan Fatah pulang, yang kini mereka sedang bersamanya. Tak lama kemudian handphone Salsa berbunyi menandakan ada pesan masuk. Salsa pun segera membukanya, balasan pesan singkat dari Also untuk dirinya.


Setelah Farah dan Fatah memilih, Salsa pun segera ke kasir untuk membayarnya. Setelahnya mereka pun segera menuju pulang ke rumah.


"Sudah beli Bu, yuk pulang. Ibu juga sudah beli ?" tanya Fatah.


"Iya sudah beli. Yaudah yuk pulang." ucap Salsa yang kemudian segera ke motornya diikuti oleh Farah dan Fatah. Setelah semuanya naik ke motor, Salsa segera melajukan motornya ke rumah Aldo.


Hampir perjalanan 1 jam, Salsa pun telah sampai di rumah Aldo dan mereka pun segera turun.


"Loh Salsa ? jadi kamu yang tadi jemput Farah dan Fatah ? Ya Tuhan, Saya mau telfon supir baru itu agar berbalik ke rumah." ucap Ibu Aldo yang segera menjauh dari mereka untuk sejenak. Tak lama kemudian ibunya Aldo pun kembali lagi dan mempersilahkan Salsa untuk masuk. Sedangkan Farah dan Fatah sudah berhamburan masuk ke dalam dengan membawa apa yang mereka beli.


"Iya Salsa memang ingin berniat ke sini. Kangen ibu , Farah juga Fatah. Dan memang ada yang ingin Salsa bicarakan dengan Aldo. Sebab itu Salsa sekalian menjemput Farah juga Fatah untuk pulang.


"Ooooh begitu. Iya gak papa Salsa, Ibu juga kangen kamu begitupun Farah dan Fatah yang beberapa hari menayakan keberadaanmu. " ucap ibunya Aldo.


"Ohya Tapi Aldo masih kerja Salsa, tunggu Aldo pulang ya ?" ucap ibu Aldo.


"Iya Bu, gak papa. Saya akan tunggu Aldo pulang. Tadi saya juga uda mengirim pesan untuk Aldo kalau saya ke sini menunggu dia sekalian menjemput anak anak. Aldo pun juga sudah membalas pesan saya. Di sini aku ingin menemani ibu dan bermain dengan Fatah juga Farah. Gak papa kan Bu ? boleh ?" tanya Salsa.


"Ya gak papa lah nak. Justru ibu senang banget. " ucap ibu Aldo."


"Ohya hari ini mau di bantu masak apa Bu ?" tanya Salsa.


"Humm apa ya yang enak ?? " tanya ibu Aldo.


"Gimana masak gurame sama gulai Bu?" ucap Salsa.


"Boleh, yuk." ucap ibu Aldo. Dan mereka pun segera memasak bersama. Setengah jam kemudian masakan itupun jadi dan di sajikan di meja makan. Salsa pun segera memanggil Fatah dan Farah untuk makan bersama.


"Bu Alhamdulillah sudah jadi, Aku panggil Fatah dan Farah untuk makan bersama ya Bu." ucap Salsa.


"Iya Salsa, panggil mereka ya." ucap ibu Aldo.


Beberapa menit kemudian Farah dan Fatah pun turun ke bawah bersama Salsa.


"Yaudah yuk makan." ucap Ibu Aldo.


"Iya Bismillah.." ucap Salsa, dan mereka pun makan bersama..


"Alhamdulillah habis." beberapa menit kemudian makanan mereka pun habis, dan Salsa membantu ibu Aldo berberes setelahnya bermain bersama Farah dan Fatah menunggu kedatangan Aldo.


 


\=============================


Tolong Jangan Lupakan Aku - Aldo dan Salsa


"Assalamualaikum." ucap Aldo dari luar. Dan Salsa pun segera membukanya.


"Al , sudah pulang?" tanya Salsa.


"Sudah, Alhamdulillah..Ohya kok rumah sepi?" tanya Aldo.


"Iya semua uda pada tidur siang." ucap Salsa.


"Al, aku mau bicara sama kamu." ucap Salsa.


"Mau bicara apa Sal ?" ucap Aldo.


"Ohya aku mau bersih bersih dulu ya, setelahnya kita nanti bicara ya." ucap Aldo.


"Okee Al, aku tunggu ya." ucap Salsa.


Beberapa menit kemudian Aldo pun kembali dan mulai berbicara kepada Salsa.


"Sal, aku uda selesai , kamu mau bicara apa?" tanya Aldo.


"Kamu tau gak Al ? aku tadi ketemu lelaki yang membuat Papamu celaka Al. Namanya Ahmad Rafiq, dia ...." ucapan Salsa berhenti sejenak, mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Apa ? lelaki waktu itu ? Dia siapa sebenarnya? Ahmad Rafiq? Humm kamu gak minta pertanggungjawaban darinya?" tanya Aldo.


"Dia tunangannya temanku. Mereka akan menikah Al. Kok aku jadi ragu dan cemas dengan nasib temanku ya karena dia bukan lelaki yang baik. Tapi aku juga gak tega bilang yang sebenarnya ke temanku karena bagaimanapun itu kan masalah kita gak mungkin aku bawa agar temanku mempercayainya kan ? tapi aku tadi sudah bilang temanku agar berhati hati dengan lelaki tersebut. Tapi ya temanku ya tidak mungkin memahami sepenuhnya yang aku maksud. Karena aku pun juga tak ada cerita dengannya. Temanku menikah dengan lelaki tersebut tanpa rasa cinta karena mereka di jodohkan. Dan temanku sebenarnya mencintai lelaki lain. Apa aku bantu dia buat menemukan lelaki yang dia cintai ? agar temanku tak perlu menikah dengan Ahmad Rafiq, lelaki tersebut ya? dan menurutku lebih baik kita lupakan deh dan gak perlu minta pertanggungjawaban ke dia deh karena aku juga sudah tidak ingin ada urusan dengannya. Bagaimana menurutmu ?" tanya Salsa.


"Untuk kamu ingin bantu temanmu silahkan , mungkin dengan begitu temanmu tidak perlu menikah dengan lelaki sepertinya. Tapi ya tetap saja kita sebenarnya tidak boleh menjudge orang sebenarnya si Salsa. Eh tapi Salsa, aku pernah bertemu lelaki itu, kala itu di dalam kereta. Sepertinya dia orang yang sama dengan lelaki yang ku jumpai waktu itu deh. Humm, jujur rasanya aku masih ingin meminta pertanggungjawabannya karena bagaimanapun dia sudah membuat papaku celaka , Salsa." ucap Aldo.


"Iya Al, insya Allah aku akan membantu temanku. Ah iyakah kamu pernah bertemu dengannya ? Terus pas kesan kamu pertama bertemu dengannya bagaimana? baik kah atau justru sebaliknya? Humm iya maaf ya, aku paham perasaanmu. Sebenarnya aku sendiri juga ingin tetap meminta ia pertanggungjawaban tapi aku sendiri malas berurusan dengannya. Bagaimana kalau kamu saja Al yang meminta pertanggungjawabannya? " tanya Salsa.


"Iya biar aku aja meminta pertanggungjawabannya. Untuk kesan pertama bertemu dengannya ya dia orang yang cukup cuek. Tapi ya mungkin aku tidak terlalu mengenalnya, bukankah kita tidak boleh memandang seseorang sebelah mata ?" ucap Aldo.


"Iya Al,kamu benar. " ucap Salsa.


"Ah iya Al, aku mau bertanya mengenai Tante Ayu juga. Bagaimana sudahkah kamu bertemu dengannya?" tanya Salsa.


"Soal Tante Ayu, Kemarin ada seseorang mirip Tante Ayu. Dan kami berhenti untuk memanggilnya ternyata bukan. Ntahlah ata Papa ingin menghentikan pencarian ini. Dan memintaku fokus ke acara kita agar di segerakan." ucap Aldo.


"Jangan dong. Jangan di hentikan. Aku akan bantu pencarian itu. Ohya tapi acara kita apa ya Al ?" tanya Salsa.


"Tapi sulit , aku rasa itu akan membuat waktu kita terbuang sia sia Salsa. Acara lamaran kita Salsa, apa kamu lupa?" tanya Aldo.


"Ah, iya aku sampai melupakan acara lamaran kita. Dan aku tau itu memang sulit untuk mencari kehadiran Tante Ayu tapi aku harap kamu jangan nyerah. Kita harus terus mencari kehadiran Tante Ayu, oke semangaaaat." ucap Salsa.


"Yah,lebih baik kita fokus ke acara lamaran kita dulu deh Salsa. Untuk mencari tante Ayu bisa kita lanjut lagi dengan menunggu pernikahan kita atau setelah pernikahan kita bagaimana?" tanya Aldo.


"Hemm begitu ya, baiklah jika itu yang terbaik. Nanti coba kita bicarakan sama ibu dan Papa kamu ya." ucap Salsa.


"Iya nanti kita bicarakan sama Ibu. Karena ibu juga belum tau tentang hal ini. " ucap Aldo.


"Hemm, baiklah Al." ucap Salsa.


"Ah iya Salsa, aku boleh minta tolong ke kamu gak ?" ucap Aldo.


"Minta tolong apa Al ?" ucap Salsa.


"Tolong pertemukan aku dengan Ahmad Rafiq, aku ingin bertemu dan bicara dengannya. " ucap Aldo.


"Baiklah, aku akan mempertemukan kamu dengannya. Nanti coba aku atur waktu agar kalian bisa bertemu ya. Iya walau jujur aku masih malas berurusan dengannya. Tapi gak papa nanti aku bantu kamu ya. Tenang saja oke." ucap Salsa.


"Makasih ya Sal, uda mau bantu aku. " ucap Aldo.

__ADS_1


"Ohya Salsa, kamu menginap saja di sini ya. Sekalian nunggu Papa pulang, nanti malam kita bicarakan dengan ibu soal acara lamaran kita. Bagaimana ?" Karena Papa hari ini akan pulang sampai malam, ada meeting di luar bersama temannya. Untuk pekerjaanku sudah selesai, oleh sebab itu aku pulang duluan. Yaudah yuk kita istirahat , nanti malam kita berkumpul kembali di ruang tengah setelah makan, akan membicarakan ini ,oke." ucap Aldo dengan tersenyum, membuat Salsa salah tingkah.


"Okee Al. baiklah aku ke kamar dulu ya. nanti malam kita ngumpul lagi oke." ucap Salsa yang segera berlalu .


__ADS_2