Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Fatah


__ADS_3


Udara pagi sejuk, hujan semalaman membuat udara tadi malam sangat dingin, beruntung sinar mentari begitu cerah pagi ini, membuat udara begitu sejuk namun menghangatkan.


Dua orang manusia, meski terlahir dari rahim yang sama, meski akan ada perbedaannya, walau kembar sekalipun, apalagi Fatah dan Farah, dua manusia dari jenis yang berbeda, meski kembar tapi tak sama.


manusia hanya dapat berencana,tak tahu masa depan dan halsil akhirnya, semua berjalan bukan karena kehendaknya, semua yang terjadi di dunia adalah kehendak yang kuasa, manusia yang dapat berbuat apa-apa.


Sesungguhnya Allah maha tau atas segalanay, bahkan daun kecil, kering yanv gugur sekalipun Allah tahu, bahkan semut hitam yang hidup di malam yang gelap tak ada cahaya sedikitpun ,Allh SWT tau.


Nasib pun adalah rahasia takdir Allah SWT, Aldo tak tau siapa yang akan menjadi jodohnya, tapi dia sangat bersyukur berjodoh dengan Putri, dengan putri dia menemukan Arti cinta sesungguhnya, Arti cinta tulus, perasaan nyaman saat bersama, meski takdir manis itu tak lama Aldo rasakan.


Farah Anak Aldo yang sangat manis, dia kembaran Fatah, Farah sangat sopan dan ramah dengan siapa saja, sejak kecil dia selalu mudah senyum, bahkan dengan orang yang tidak dia kenal, tak rewel, saat waktunya mandi, makan Farah bisa rapi sesaui waktu, saat bermain juga, selesai bermain dia akan membereskan mainannya sendiri, dia sangat bertanggung jawab.


Melihat Farah yang manis berbanding terbalik saat melihat Fatah, dua Anak kembar dari jenis yang berbeda dan tentu saja punya watak dan karakter yang sangat jauh berbeda.


Sejak kecil meski laki-laki Fatah mudah sekali menangis, dia tergolong Anak yang cengeng, makan apapu bisa membuatnya elergi, dia alergi susu sapi, untuk minum susu dia harus minum susu soya, popok penuh nangis, dikit-dikit Fatah selalu menangis, dengan orang lain Fatah tak pernah ramah, dia termasuk jutek dan selengek'an, jika dia ingin main, maka seluruh mainan dia keluarkan dari lemari, setelah lelah bermain dia langsung pergi, begitu terus setiap hari.


"Habis main di beresin dong, sayang" Eyang putri menasehati Fatah, dia sudah bertambah tua sekarang.


"Eyang Putri aja yang beresin, Aku nggak mau" Fatah bicara dengan menantang Eyangnya,


"Baiklah,biar Eyang yang membereskan"


"Kalau Farah yang main, udah selesai pasti di bereskan lagi di tempatnya"

__ADS_1


"Eyang putri sayanganya cuma sama Farah, Eyang Putro nggak sayang sama Fatah, Fatah benci, nggak Ada yang sayang sama Fatah" Fatah bicara lalu pergi meninggalkan Eyanganya.


Bagi Fatah dunianya hanya bermain, tak ada kata tidak, jika dia suka dia lakulakan, hanya itu.


Dalam hatiya dia merindukan sosok ibu, bocah yang sebentar lagi akan memasuki usia tiga tahun itu sudah tau rasa iri, dia merasa iri dengan teman-temannya di taman, dia melihat semua orang hidup dengan orang taunya, Ada Ayah, ada ibu, sedang dia, sedikit banyak dia sudah mencerna, dia tak punya sosok ibu.


Fatah Anak yang cerdas, kritis, itu yang membuat dia tak mau di atur, dia bergerak dan berjalan sesuai kata hatinya, dia memilih tujuan atas apa yang dia mau, mungkin karena usianya yang masih kecil jiwa kritis, dan tak mau di atur hanya bisa dia utarakan dengan cara menangis.


Kebanyakan orang tua terlalu egois dengan Anak-anaknya, terlalu memaksakan apa yang jadi ke inginannya, mereka berharapa yang terbaik, tak ada orang tau yang menginnginkan keburukan untuk Anaknya, tapi banyak orang tua yang salah jalan, salah memilih jalan yang baik untuk mendidik putra dan putrinya.


Anak laki-laki dan perempuan punya watak, sifat, dan pemikiran yang jauh berbeda, dan ini tidak bisa lantas di katakan bahwa" Anak laki-laki itu nakal, sedang Anak perempuan itu penurut" itu paradoks yang sangat salah besar, dalam kepribadian Anak laki-laki ada jiwa pemimpin di sana, dia tidak akan mudah di atur karena baginya dia adalah pemimpin, saat Anak nakal bagi sebagian orang tua cara terbaik, agar Anaknya diam adalah hanya dengan menakut-nakutinya, jika Anak anda 'nakal' lalu Anda 'menakut-nakutinya' tapi dia tetap 'nakal' anda harus bersyukur, dia punya jiwa yang unggul, jika di asah dengan baik saat Anak laki-laki tersebut sudah dewasa, sifat 'egoisnya' dia bisa jadi membuat masa depannya lebih baik, dia menjadi orang yang bisa berdiri di atas keyakinan dan usahanya sendiri, dia tak butuh orang lain untuk berdiri, dia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.


"Kamu kenap disini, sendirian lagi" Salsa datang mengahampiri Fatah.


"Tante...ngapain si tante ke sini terus" Fatah terlihat sebel saat ada Salsa, beda dengan Farah, jika Salsa datang Farah akan terlihar bahagia dan langsung memeluknya.


"Tante sedang kerja, tadi Tante sedang di sana, lihat Fatah sendirian di sini" Salsa menunjuk Toko perlengakapan bayi miliknya.


"Ya udah Tante balik aja kesana, Fatah nggak butuh Tante, Fatah pengen sendirian" Fatah memonyongkan bibir mungilnya.


Salsa memang memiliki toko, setelah keluar dari penjara dia binging mau numpang hidup pada siapa, dia sudah tak punya keluarga lagi, beruntung dia bertemu dengan Ulfa, sahabat sejatinya, yang dulu sudah mengingatkan Salsa, agar tidak berbuat nekad memukuli Putri, tapi nasi sudah menjadi bubur, toh kini Salsa sudah jauh lebih baik, Salsa sudah banyak berubah.


Ulfa adalah sahabat Salsa yang paling baik, karena dia tau sahabatnya itu nekad karena dia memiliki cinta yang begitu besar pada Aldo, meski dia tidak membenarkan perbuatan sahabatnya itu.


Di penjara ulfa selalu mengunjungi Salsa, terlebih setelah orang tau Salsa meninggal, Ulfa selalu ada untuk Salsa, dia juga kenal dengan Nita sahabat Salsa di penjara, mereka seperti sahabat Akrab yang terhalang bilil besi penjara, saat Ulfa datang berkunjung seakan dunia begitu cerah, duka hilang berganti ceria.

__ADS_1


Waktu berlau saat kebebasan Salsa pun tiba, Ulfa adalah satu-satunya orang yang menjemputnya, karena Salsa sudah tak punya siapa-siapa, orang tuanya tiada dan tak punya kelauarg lainnya.


Demi persahabatan, Ulfa memberikan salah satu tokonya, di toko tersebut ada satu kamar yang bisa di buat istirahat oleh Salsa, awalnya Salsa menolak atas semua kebaikan sahabatnya itu, dia sungkan, ulfa terlalu banyak berbaut baik padanya, tapi Ulfa memaksa, dan Salsa juga tidak punya pilihan lain, dia tak punya tempat tinggal apalagi pekerjaan, dia merasa beruntung di takdirkan memiliko sahabat yang berhati bak malaikat, yang menyayangi dia dengan tulus.


Bagi Salsa dia adalah Manusia yang beruntung, dia manusia yang memiliki sahabat, meski cuma seorang saja, karena sahabat adalah orang pilihan yang Allah kirim, untuk menerima segala kurangnya kita, bukan mereka yang sayang dan baik pada kita saat hanya jika ada maunya.


"Fatah itu cuma pengen Ibu, semua orang punya ibu cuma Fatah sendiri yang nggak punya ibu" Fatah bicara dengan suara yang polos, Salsa tersadar dari lamunanya, mengingat Ulfa sahabat terbaiknya.


"Ya udah kita makan ice cream aja, siapa tau nanti Allah ngasih Fatah ibu" meski ada hasrat dan kemauan untuk menjadi ibu sambung Farah dan Fatah, karena dia masih sangat mencintai Aldo, tapi kasih sayang yang Salsa berikan untuk mereka tulus.


"Emangnya Tante mau jadi Ibu untuk Aku dan Farah?!" Salsa tersendak dengan pertanyaan Fatah, dia tak menyangkah Fatah di usia yang belum genap tiga tahun, akan menanyakan hal itu padanya


"Tante selalu ada untuk Aku dan Farah, meski seringnya sama Farah terus" bocah tampan itu terus saja bicara, Salsa hanya melihat dan tersenyum-senyum sendiri.


"Kamu kan nggak pernah mau tante cium" Salsa menggoda Fatah, saat di rasa suasana bocah itu sudah sedikit berubah.


"Fatah kan cowok, kata Ayah, cowok kan nggak boleh ciuman sama cewek yang nggak muhrim" Salsa semakin gemas mendengar bocah itu ngoceh, dia tersenyum bahagia dengan polah bocah itu.


"Memangnya Fatah ngerti apa itu makrom?!" Salsa kembali menggoda.


"Ya nggak ngerti lah..Tan, tapi Fatah tau Ayah nggak mau cium Tante, pokoknya gini, cowok sama cowok, cewek sama cewek, Tante kan cewek, cium Farah terus karena sama, tante cewek boleh cium Farah, Tente nggak boleh cium Fatah, karena cowok, Tente nggak boleh cium Fatah, Tanten juga nggak boleh cium Ayah" Fatah ngoceh, Salsa di buat gemas dengan bocah kecil di depannya ini.


Ikatan perasudaraan tidak harus berasal dari ikatan darah yang sama, bisa jadi orang lain lebih menganggap kita saudaranya dari pada saudara kita sendiri, kasih sayang hadir tanpa bisa di minta, dia datang tanpa alasan, dia bisa di rasakan tapi sulit untuk di ungkapkan.


Kadang mata bisa melihat, teling bisa merasakan, hati yang menentukan, ikatan kekeluargaan ada tanpa tali darah yang merekatakan

__ADS_1



__ADS_2