
Dalam hidup, tak akan ada hal abadi, seperti malam yang gelap, ia akan tergantikan dengan datangnya pagi yang memberi terang, semua akan terus berjalan, seiring, sejalan, semua sudah ter gariskan.
Manusia adalah makhluk yang paling egois, tak pernah merasa cukup, selalu merasa kurang, seakan jika seluruh dunia sudah dia dapat, ia masih tak akan merasa puas.
Manusia yang merusak bumi, merampok segala yang ada di bumi, jika Allah menberi bala dan bencana mungkin, semua karena ulah manusia juga.
Mungkin alam mulai lelah merasakan ulah manusia yang egois seperti kita, merusak alam hanya demi mengumpulkan kekayaan pribadi, dampak yang dia lakukan bukan hanya dia sendiri yang merasakan, tapi umat manusia keseluruhan.
Kyai Munzir tau usia mungkin tak akan lamah, dia sudah merasakan manusia yang terlalu mencintai dunia, seakan mereka lupa ada tempat yang abadi menanti mereka, Alam akhirat, kyai Munzir sejak mudah telah ber dakwa, mensyiarkan agama islam, mengajak orang lain untuk lebih peka terhadap dirinya dan alam sekitar, mengajak manusia untuk bisa lebih bermanfa'at bagi orang lain, bukan sekedar mencari nafkah demi perutnya sendiri.
Dia lelah melihat orang yang ber lombah-lombah memikirkan kehidupan dunia, mengumpulka kekayaan, bermegah-megahan dengan rumahnya,tapi mereka lupa bahwa ada tempat yang lebih indah, yang sebenarnya sudah menanti mereka, jika mereka sungguh-sungguh dalam beribadah di dunia.
Perkenalan Aldo dengan kyai Munzir memberi sinar baru dalam hidup Aldo, dia mulai belajar arti hidup, belajar ikhlas, dunia akan sirna, cepat atau lambat, manusia akan bertemu dengan ajalnya, persiapkan hidup bahagia di akhirat dengan melakukan banyak ibadah di dunia.
Aldo yang sejak kecil tak terlalu memahami islam, agama yang dia anut sejak kecil, tapi dia tidak tau syari'at yang benar, agama hanya sekedar pelengkap saja bagi nya.
Kini semua berubah, jika orang kaya, harta berlimpah, dengan harta tersebut harusnya bisa membuat dia beramal lebih banyak, membantu orang yang tak mampu, membangun masjid, mushollah, tempat mengaji dan lain sebagainya, yang dengan itu bisa insya Allah bisa menjadi penolong dia di akhirat.
__ADS_1
"Kamu sudah lama nggak pernah kesini, Nak?!" Kyai Munzir berjalan di depan Aldo.
"Ma'af yai, saya sibuk sekali" Aldo merasa memang tujuan hidupnya sedikit berubah, kini dia terlalu fokus bekerja, sholat pun kadang lupa dia kerjakan.
Sudah seminggu kyai Munzir sakit, beliau tak bjsa berjalan, banyak yang beliau fikirkan, beliau tau semua akan bertemu dengan ajalnya masing-masing, beliau ingin bisa hidup bermanfa'at dan barokah, jika beliau meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Sejak muda kyai Munzir memang terkenal zuhud sejak masih mudah, begitupun dengan semau Anak-anaknya, perkenalan nya dengan Aldo atau orang kaya lain tak pernah beliau manfa'at kan untuk memperkaya dirinya, bahkan beliau selalu mengajak dan mengingat kan orang-orang kaya seperti Aldo untuk bisa berbuat lebih, ber amal lebih dengan semua harta mereka, beramal di jalan Allah.
"Kamu kesini hanya karena ingin menjenguk ku?!" Pertanyaan kyai Munzir yang sungguh membuat Aldo bingung.
Dia tau bahwa sang kyai sakit dari Ainu, Ainun yang datang saat hari ulang tahun Farah dan Fatah menjelaskan bahwa sang Abi sakit, dan ingin memberikan sebuah Al-qur'an pada dirinya.
"Ma'af Yai kata Ainu yai sakit, tentu saya ke sini ingin berkunjung" Aldo salah tingkah dengan jawabannya sendiri, dia tak tau apa yang di maksud dengan pertanyaan sang kyai.
"Kalai kau kesini hanya demi menjenguk kakek tua ini, pulanglah, Nak" tak ada nada amarah dari ucapan sang kyai, tapi Aldo takut, dan membuat Aldo semakin bingung.
Saat dunia kau kejar dia akan terus berlari, saat kau mampu meraih apa yang kau inginkan di dunia, maka akan ada banyak keinginan lagi yang menanti, dunia hanya fata morgana, di dalam dunia tak ada yang pasti, hanya angan semata.
Semua orang akan menemui ajalnya, bukan dari harta, karena orang kaya juga akan menemui ajalnya, bukan karena kaya lantas bisa mengecoh malaikat izroil tidak sama sekali, orang miskin, mati juga bukan sekedar orang yang sudah tua lantas mati, banyak diluar sana bayi yang belum bisa apa-apa mati juga, malaikat izroil tak kenal tempat, kapanpun, siapapun, dimananpun jika saatnya dia menemui ajal, maka malaikat izroil akan datang, tak peduli laki-laki, perempuan, tampan-jelek, kaya- miskin, tua-muda, semua bakal menemui ajalnya.
__ADS_1
Kyai Munzir ingin Aldo bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, kyai tidak ingin Aldo terlalu fokus dengan dunia, tapi melupakan Akhirat. Beliau ingin Aldo lebih baik dalam segala hal, kaya boleh, bekerja keras juga boleh, malah memang di anjurkan dalam agama islam, tapi sebaiknya dengan harta yang berlimpah, bisa membuat Aldo bisa lebih dekat kepada Allah, bukan malah membuatnya jauh dari rahmat Allah.
Kyai sangat menyayangi Aldo, beliau memperlakukan Aldo seperti Anaknya sendiri, begitupun dengan Aldo, apapun yang dia lakukan selalu bertanya dan minta nasihat dari sang Kyai, semua tulus tanpa syarat
Perkataan KH. Munzir membuat Aldo bingung, dia ingin menjenguk tapi malah di suruh pulang, dia tak faham apa maksud gurunya itu, dia bingung
"Allah.. Aku banyak lupa akan dirimu" Aldo menangis di dalam mobil.
Mendengar perkataan pak yai nya, dia merasa sedih, pak yai adalah orang yang baik, tak pernah sekalipun Aldo melihatnya marah, tadi pun Aldo tak merasa pak yai marah, tapi kata-kata pak yai membuat Aldo sadar, bahwa ia telah banyak lupa kewajibannya sebagi manusia, untuk selalu beribadah, banyak mengingat Allah, secara tak kasat mata, pak yai dapat merasakan apa yang Aldo lakukan.
Waktu tak akan kembali terulang, apa yang pergi dia tak akan pernah kembali, hanya dapat menyesal, menyesal dan menyesal, lakukan apapun dengan niat yang baik, niat lillahi ta'ala, ikhlas dalam ber amal, berkerja pun jika di niati dengan baik, bisa jadi amal jariyah, yang dapat menolong kita di akhirat, bekerja bukan sekedar mencari materi dunia, bukan tapi ia lebih dari itu jika di niati ibadah
Porsi kan semua kegiatan sesuai waktu, jangan hanya fokus bekerja tapi melupakan ibadah wajib lainnya
, Sesungguhnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah, beriman kepada Allah.
Perjalanan ke rumah pak yai memang sangat menenangkan.
Suasana sawah dan pengunungan yang tenang, seluruh pemandangan hijau yang ter gampar, Aldo masih menangsi di dalam mobil dia selalu melafazkan istighfar tiada henti, melihat semua pemandangan di depannya menunjukkan betapa Allah SWT, maha sempurna, menciptakan semua dengan begitu indah, manusia tak pantas untuk merusaknya, ini semua bukan milik manusia, mereka hanya meminjam sementara.
__ADS_1