
Setelah pulang sekolah. Aldo mengajak Putri ke salah satu lestorannya untuk mengecek beberapa berkas yang harus ia tanda tangani. Selama Aldo sibuk dengan kertas dan juga komputernya, Putri sibuk dengan berbagai macam makanan yang ada di hadapannya. Aldo tau betul kalau Putri sangat suka makan, untuk itulah Aldo menyuruh karyawannya menyiapkan makanan termahal yang ada di lestoran ini. Entahlah terbuat dari apa itu perut sampai sampai Putri selalu saja merasa lapar tapi anehnya walaupun Putri banyak makan, itu tidak membuat tubuhnya gemuk. Dan Putri bersyukur akan hal itu.
Setelah Putri selesai makan, Aldo belum juga selesai dengan berkas berkas yang menumpuk di mejannya. Putripun meminta izin keluar untuk mencari udara segar. Saat ia ada di luas lestoran, ia melihat Ivan yang baru saja turun dari mobil.
"Van? Panggil Putri.
"Loh Put, kog kamu bisa ada di sini?" tanya Ivan.
"Ia aku ikut temen ke sini." Jawab Putri, gak mungkinkan kalau dia bilang ikut pacar ke sini. Kan gak lucu, jadi jawaban yang tepat adalah ikut teman.....
"Kamu mau ngapain ke sini."
"Mau makan dong. Emang mau ngapain lagi ke lestoran kalau gak untuk makan." Jawab Ivan.
"Oh ya sudah ayo masuk, aku temenin." Ucap Putri.
Putri dan Ivan pun masuk ke dalam lestoran. Ivan memesan nasi + ayam bakar pedas dengan sambel pedas manis, lalapan dan juga es alpukat. Sedangkan Putri hanya memesan es teh karna tadi dia juga sudah makan kan.
"Kamu gimana kabarnya?" tanya Ivan sambil menunggu pesanan datang.
"Al hamdulilah baik, kamu sendiri?"
"Al hamdulillah baik juga. Betah tinggal di sini."
"Iya dong."
"Syukurlah. Bay the way udah punya pacar belum. Kamu kan baru 2 mingguan pindah, pasti belum punya. Iya kan?"
"Sudah. Emang kamu yang sampai sekarang belum punya pacar?"
"Emang dari mana kamu tau kalau aku belum punya?"
__ADS_1
"Emmmm firasatku aja mengatakan itu."
"Oh...terus di mana pacaar kamu sekarang."
"Tuh ada di dalam masih ngurusi berkas berkas." Terpaksa deh jujur, padahal tadinya aku cuma bilang ke sini sama temen eh dia nanya pacarku di mana.
"Berkas apa?"
"Aku juga gak tau tapi kayaknya berkas kantor tentang lestoran ini."
"Lestoran ini punya pacarmu?"
"Iyalah."
"Wah hebat juga kamu ya. Bisa punya pacar pengusaha kaya raya."
"Iya dong pasti hebat. Nanti aku kenalin ya."
Tak beberapa lama, seorang pelayan datang membawan pesanan mereka.
"Aku makan dulu ya, laper nih." Ucap Ivan sambil menyantap makanannya.
"OKe, aku ke dalam dulu ya. Mau lihat Aldo udah selesai apa belum. Nanti jika dia sudah selesai, aku akan bawa dia kemari buat kenalan sama kamu."
"Iya dah sana." Ucap Ivan yang sudah sangat menikmati makanannya. "Gak nyangka aku, makanannya enak banget. Pas di lidah." gumam Ivan sambil terus saja makan.
Putri segera pergi ke kantor yang ada di lestoran tersebut.
"Al, udah selesai belum?"
"Udah." Jawab Aldo sambil beres beres kertas yang berserakan di atas meja. Setelah selesai Putri segera menggandeng tangannya dan membawa ke keluar dari kantor itu.
__ADS_1
"Buru buru amat Put, mau kemana?" tanya Aldo
"Aku ingin memperkenalkan kamu dengan seseorang."
"Siapa?"
"Temanku pas di SMA dulu, pas di bandung itu."
"Oh"
"Cowok apa cewek?"
"Cowok. Kebetulan aku ketemu dia pas dia turun dari mobil."
"Hemmmm." Yah itu jawaban yang keluar dari mulut Aldo.
Setelah mereka berada di meja tadi. Putri segera duduk.
"Duduk Al, sini dekat aku." Ucap Putri, Aldo pun segera duduk di dekat Putri tentunya.
"Kenalkan ini Ivan. Van, kenalkan ini Aldo." Ucap Putri secara bergantian. Mereka pun saling berjabat tangan. Untung Ivan selesai makan dan tanganya pun sudah bersih karena setelah selesai makan, ia langsung cuci tangan dan langsung ambil tisu untuk membersihkannya.
"Kamu hebat ya bro, bisa punya lestoran ini. Sedangkan aku masih saja minta uang ke orang tua." Ucap Ivan mengawali pembicaraan.
"Biasa aja kog. Aku cuman berusaha untuk mandiri aja." balas Aldo.
"Putri sangat bersyukur bisa punya pacar seperti kamu. Oh ya aku gak bisa lama lama karena aku masih ada urusan di luar." Ucap Ivan.
"Iya gak papa. Aku juga kebetulan masih ada urusan yang harus aku selesaikan." jawab Aldo tanpa basa basi.
"Baiklah, aku pamit dulu." Ivan segera membayar makanannya lalu pulang.
__ADS_1
Aldo dan Putri pun juga segera keluar dari lestoran itu menuju rumah Aldo.