
Aldo pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut untuk melihat kondisi Papanya setelahnya mencari keberadaan Salsa.
Kreeek ( pintu di buka)
"Papa.." ucap Aldo berkata lirih saat melihat kondisi Papanya yang terbaring lemah.
", Hiks, Papa..." ucap Aldo kembali yang tak mampu menahan tangisnya lagi dan segera menghampiri Papanya saat melihat kondisinya terbaring lemah.
"Maafin Aldo Pa, maaf. " ucap Aldo dengan memegang tangan Papanya yang masih sangat lemah dan terpasang infus ..Aldo duduk di samping tempat tidur Papa nya..Ia pandangi wajah itu dan berjanji akan membuat perhitungan bagi yang sudah membuat kondisi Papanya seperti ini. Ya lelaki itu, Aldo berjanji akan memberikannya perhitungan.
Tak seberapa lama, Papanya mulai sadarkan diri.
Papanya perlahan mulai membuka mata, walau belum bisa berbicara banyak.
"Pa.." lirih Aldo .
"Papa sudah sadar ? Aldo panggilin Dokter dulu ya Pa." ucap Aldo segera memanggil dokter juga perawat.
"Dok , dok Papa saya sudah sadarkan diri." ucap Aldo .
"Iya Pak ada apa?" tanya perawat tersebut.
"Papa saya sudah sadarkan diri Sus, si mana dokter nya tolong panggilkan." ucap Aldo.
"Okeee, pak tenang ya. Kami akan panggilkan dokter Gunawan. Alhamdulillah syukur kalau Papanya sudah sadarkan diri." ucap perawat tersebut dan segera memanggil dokter Gunawan yang memeriksa Papa Aldo tadi.
Tak seberapa dokter dan perawat pun datang di ikuti oleh Aldo di belakang mereka..
"Alhamdulillah, kondisi Papanya sudah baikkan dan mungkin beberapa jam lagi jika semakin membaik ,di bolehkan untuk pulang. Kecuali masih lemah dan seperti ini akan di tunda sehari tapi saya yakin akan semakin membaik" ucap dokter tersebut.
"Aamiin." ucap Aldo.
"Yaudah Pak, saya permisi dulu ya." ucap dokter tersebut.
"Iya silahkan." ucap Aldo dan menunggu Papanya di ruangan itu hingga di perbolehkan untuk pulang.
"Al." ucap Papanya lemah, yang mulai bisa membuka suaranya sedikit demi sedikit.
"Iya Pa, di sini ada Aldo." ucap Aldo berkata lirih.
"Al .." ucap Papanya.
"Salsa ke mana? " tanya Herman.
"Salsa ke..." ucap Aldo bingung, untuk melanjutkannya.
"Salsa ke mana Al ? Tolong panggilkan Salsa, Papa pengen ketemu dengannya." ucap Herman.
"Iya Pa, salsa tadi katanya izin keluar ada yang ingin di beli. Kalau Al ke Salsa , Papa sendirian di sini. Biar Al chat wa Salsa aja ya Pa." ucap Aldo.
"Tapi Al, kalau Salsa gak baca chat wa kamu bagaimana?" tanya Herman.
"Baca pasti Pa,yakin deh. Kalau gak nanti Al telpon Salsa ya." ucap Aldo kembali.
"Baiklah. Papa juga sebenarnya gak papa sendirian di sini." ucap Herman.
"Iya Pa, gak papa papanya. Tapi Also yang khawatir." ucap Aldo.
"Yaudah mau makan apa Pa? biar Aldo ambilkan."
"Mau sup ayam, seperti buatan Ibumu Al." ucap Herman.
"Lah, beli di mana Pa? mau bilang Ibu kalau papa di sini takut ibu khawatir. Ibu kan cemasan tapi apa di beritahu aja ya Pa?" tanya Aldo yang kemudian mengambil handphonenya untuk menelfon ibunya.
"Jangan Al, Papa gak ingin buat Ibumu khawatir." ucap Herman, mencegah Aldo menelfon ibunya dengan mengemgam tangan Aldo.
"Baik Pa." ucap Aldo.
"Gimana Al ?" ucap Herman.
"Iya Pa?" tanya Aldo.
"Gimana Salsa sudah ada kabar ? chat atau telfon sudah masuk?" tanya Papanya yang sebelumnya sudah tau diberitahu Aldo Salsa sempat tida aktif nomernya.
"Hemm bentar ya Pa, sabarrr." ucap Aldo kembali.
"Mana sih kamu Sal ? di mana?" lirih Aldo kesal karena Salsa tak kunjung aktif sementara Papanya bertanya terus. Tak seberapa lama, pesan chat wa yang ia kirim ke Salsa berubah menjadi centang 2 setelah centang 1 . Sungguh ia sangat senang. Aldo pun segera memberitahuknnya para Papanya.
" Alhamdulillah Pa, pesan kita sudah masuk." ucap Aldo.
"Alhamdulillah Al, Papa senang. Tinggal nunggu Salsa ke sini kan ? kamu uda bilang Salsa kan Papa nunggu di sini? Papa mengkhawatirkannya. Kamu kok terlihat gak khawatir sama sekali sih Al sama Salsa ?" ucap Papanya.
"Iya Pa, ini sudah centang biru, sudah di baca. Sudah Aldo sampaikan pesan Papa agar Salsa ke mari. Papa juga harus khawatirkan dan jaga kondisi Papa jangan terlalu khawatirkan kondisi orang lain."ucap Aldo kembali, dan tak menyahut bila ia tak mengkhawatirkan kondisi Salsa.
Tanpa mereka sadari, di depan pintu itu ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka dan hatinya sangat hancur setelah mendengar pernyataan Aldo..
Lalu siapakah yang mendengarkan pembicaraan mereka?? penasaran? baca episode selanjutnya..
***
Sedangkan di tempat lain, Salsa menangis setelah mendengar perkataan Aldo. Ia mencoba menenangkan diri di sini, seorang diri mencari ketenangan.
Tak seberapa lama, hampir satu jam ia di sana, dan memutuskan untuk kembali pulang meninggalkan Aldo, karena ia masih sangat kecewa terhadap Aldo.
Untuk beberapa saat Salsa membuka handphonenya kembali, berharap mungkin Aldo mengkhawatirkannya.
Salsa menghidupkan dan membuka handphonenya dengan perasaan tak menentu, berharap cemas. Namun ia justru mendapatkan chat yang mengejutkan juga membahagiakan.
Papanya Aldo sudah sadarkan diri dan ia di minta untuk ke sana, Aldo juga memesan sup ayam padanya untuk Papanya..
Entah Salsa harus bahagia atau kecewa.
Bahagia karena kondisi Papa Aldo sudah baikkan, dan sedikit kecewa karena Aldo sama sekali tak mengkhawatirkannya atau menchat dirinya kecuali hanya untuk memberitahukan Papanya yang menyuruh Salsa ke sana, ingin bertemu dengan Salsa.
Mungkinkah hanya Pak Herman yang mengkhawatirkannya? dan Aldo tidak? pikiran Salsa saat ini..
Namun Salsa tetap akan ke sana, terlebih dahulu ia membeli sup ayam untuk Pak Herman.
\=======================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Salsa Menangis
Sedangkan di tempat lain, Salsa menangis setelah mendengar perkataan Aldo. Ia mencoba menenangkan diri di sini, seorang diri mencari ketenangan. Tak seberapa lama, hampir satu jam ia di sana, dan memutuskan untuk kembali pulang meninggalkan Aldo, karena ia masih sangat kecewa terhadap Aldo.
Untuk beberapa saat Salsa membuka handphonenya kembali, berharap mungkin Aldo mengkhawatirkannya.
Salsa menghidupkan dan membuka handphonenya dengan perasaan tak menentu, berharap cemas. Namun ia justru mendapatkan chat yang mengejutkan juga membahagiakan.
Papanya Aldo sudah sadarkan diri dan ia di minta untuk ke sana, Aldo juga memesan sup ayam padanya untuk Papanya.. Entah Salsa harus bahagia atau kecewa.
Bahagia karena kondisi Papa Aldo sudah baikkan, dan sedikit kecewa karena Aldo sama sekali tak mengkhawatirkannya atau menchat dirinya kecuali hanya untuk memberitahukan Papanya yang menyuruh Salsa ke sana, ingin bertemu dengan Salsa. Mungkinkah hanya Pak Herman yang mengkhawatirkannya? dan Aldo tidak? pikiran Salsa saat ini..
Namun Salsa tetap akan ke sana, terlebih dahulu ia membeli sup ayam untuk Pak Herman. Setelah membeli sup Ayam untuk pak Herman, Salsa segera ke ruang Papanya Aldo.
***
" Alhamdulillah Pa, pesan kita sudah masuk." ucap Aldo.
"Alhamdulillah Al, Papa senang. Tinggal nunggu Salsa ke sini kan ? kamu uda bilang Salsa kan Papa nunggu di sini? Papa mengkhawatirkannya. Kamu kok terlihat gak khawatir sama sekali sih Al sama Salsa ?" ucap Papanya.
"Iya Pa, ini sudah centang biru, sudah di baca. Sudah Aldo sampaikan pesan Papa agar Salsa ke mari. Papa juga harus khawatirkan dan jaga kondisi Papa jangan terlalu khawatirkan kondisi orang lain."ucap Aldo kembali, dan tak menyahut pertanyaan Papanya apakah ia mengkhawatirkan kondisi Salsa atau tidak.
Tak sengaja Salsa mendengar pembicaraan Aldo dan Papanya. Ketika ia sudah sampai di ruangan Pak Herman, Papanya Aldo. Hatinya begitu hancur saat tau ternyata yang merindukannya hanya Pak Herman Papanya Aldo bukan Aldonya. Hati Salsa begitu hancur, ingin pergi dari tempat ini tapi ia berusaha tegar dan tetap masuk untuk membawakan sup ayam yang telah ia beli.
Sebelum masuk Salsa menghapus bulir bulir air matanya agar mereka tidak tau bahwa Salsa telah menangis.
"Papa, sudah sadar ya? gimana kabar Pa?" tanya Salsa membuka pintu rumah sakit tersebut dengan mencoba tersenyum dan menyapa Papanya Aldo, walau hatinya masih sangat kecewa dan belum sanggup bertemu Aldo juga Papanya.
"Salsa." ucap Aldo terkejut, karena Salsa datang saat ia baru selesai berbicara.
"Salsa, akhirnya kamu datang. Papa khawatir sama kamu dan senang akhirnya kamu kembali." ucap Pak Herman dengan tersenyum.
"Gimana kabar Papa? gimana Al?" tanya Salsa dengan senyum, berusaha menutup kekecewaannya kepada Aldo .
"Alhamdulillah, Papa uda baikkan. Mungkin bentar lagi boleh pulang, ohya kamu ke mana saja Sal? Papa kecariaan kamu, khawatir." ucap Herman, Papanya Aldo.
"Alhamdulillah Pa, kalau uda baikkan." ucap Salsa berusaha menahan kekecewaannya ternyata benar yang hanya menganggap kehadirannya dan mengkhawatirkannya hanya Papanya Aldo, sedangkan Aldo sama sekali tidak mencarinya. Salsa berusaha tersenyum dengan senyum getir dan tangis yang ia tahan.
"Ohya erius boleh pulang? bukannya baru sadar, sebaiknya jangan dulu lah. Papa istirahat dulu." ucap Salsa .
"Emang boleh pulang Al? serius? sebaiknya jangan dulu lah , Papa baru sadar juga." ucap Salsa.
"Iya tidak kok, Sal. Aku yang takkan membolehkannya andai rumah sakit membolehkannya." ucap Aldo.
"Kalian ini, Papa sudah sehat kok." ucap Herman, Papa Aldo.
"Tapi Pa...." ucap Aldo dan Salsa. Dan mereka pun mengobrol.
Hingga beberapa jam kemudian, dokter dan perawat pun masuk..
"Pa, Bu. Pak Herman sudah di bolehkan untuk pulang." ucap Dokter tersebut.
"Hah serius dok? tanya Salsa.
"Iya Bu, Papa kalian sudah di bolehkan untuk pulang." ucap dokter tersebut.
"Karena di lihat dari pemeriksaan, sudah cukup membaik. Jadi di perbolehkan untuk pulang dan di rawat di rumah. Tapi tetap perhatikan makanannya ya, minumannya kesehatannya. Yaudah saya permisi dulu" ucap Dokter tersebut.
"Baik dok, terimakasih. Tapi apa memang tidak sebaiknya di rawat di rumah sakit dulu?" tanya Salsa dan Aldo.
"Tidak apa apa Pak, Bu. Karena ruangan juga akan di pakai pasien lainnya. Mohon pengertiannya Pak, Bu." ucap perawat tersebut.
"Ooh begitu, iya baiklah terimakasih. Kami akan pulang. " ucap Aldo .
Setelah kepergian perawat dan dokter, Salsa dan Aldo membereskan dan menyiapkan kepulangan pak Herman, Papanya. Setelahnya mereka menuju mobil , menuju perjalanan pulang.
"Yaudah yuk Al, kita bereskan dan segera pulang sebelum ibu mu curiga kenapa kita belum pulang dan gak ada di rumah.
Ibumu pasti juga uda khawatir banget dengan keadaan pak Herman , suaminya.
"Iya nak, Alhamdulillah pulang kan?
Papa yakin pasti pulang. Yaudah yuk pulang keburu ibu khawatir. Papa gak mau ibu khawatir." ucap Pak Herman.
"Iya Yaudah yuk." jawab Aldo dan mereka segera membereskannya.
"Uda beres semua? yuk segera pulang." ucap Salsa mengajak Aldo.
"Iya yuk, menuju kasir dulu pembayaran setelah itu langsung pulang ya." ucap Aldo .
"Iya , kamu ambil kereta kursi rodanya dulu ya buat Papa. Supaya gak kesulitan berjalan, kasian." ucap Salsa.
"Iya okee, aku ambil kursi roda dulu ya buat Papa." ucap Aldo, dan segera berlalu mengambilkan kursi roda untuk Papanya.
\========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Ibu Aldo Merasa Kecewa
Beberapa menit kemudian, Aldo kembali dengan membawakan kursi roda.
"Ayuk, Salsa.. ini kursi rodanya." ucap Aldo.
"Okee Al, yuk Pa." ucap Salsa dengan menuntut pak Herman ke kursi roda.
"Terimakasih ya nak Salsa, Aldo juga. Kalian benar benar sayang Papa ya? Papa juga sayang kalian. Maaf ya Papa uda ngerepotin kalian."ucap pak Herman.
"Iya Pa sama sama, Papa jangan ngomong gitu Papa gak ngerepotin sama sekali, kami senang bisa bantu Papa." ucap Salsa.
"Iya Pa, betul itu yang di katakan Salsa." ucap Aldo.
"Yuk segera pulang, ke mobil ya kita sekarang." ucap Aldo kembali.
"Iya nak, yuk Salsa." ucap pak Herman, yang di ikuti Salsa.
Sesampainya di depan mobil, Pak Herman dan Salsa masuk ke dalam mobil dahulu, sedangkan Aldo mengembalikan kursi roda tersebut. Setelahnya Aldo kembali..
"Ohya Nak, kalau bisa kalau ibu tanya , jangan beritahu ya. Papa gak ingin ibu khawatir. Ya walau Papa tau pasti ibu cemas dengan kita yang gak pulang juga." ucap pak Herman, saat telah memasuki mobil.
"Iya Pa, kalau soal ini entah bisa apa gak. Karena ibu pasti tau sendirinya melihat kondisi Papa. Jujur aja Pa ke ibu gak papa karena Papa kan uda pulang insya Allah ibu gak terlalu khawatir. Takutnya Ibu mikir macam macam jadinya kalau kita berbohong." ucap Aldo.
"Hemm iya deh nak, di lihat saja dulu nanti.Papa hanya gak ingin ibumu khawatir saja." ucap pak Herman.
"Iya Pa, kami paham. Tapi berbohong juga gak baik pasti ketahuan juga. Terlebih melihat kondisi Papa, ibu pasti tau sendirinya." ucap Aldo .
"Iyalah nak. Kita lihat dulu saja nanti bagaimana keadaannya ibumu melihat kita pulang telat secara bersamaan gini." ucap Pak Herman.
"Iya Pa." ucap Aldo , dan mereka setelahnya melanjutkan perjalanan dengan diam.
Hampir perjalanan satu jam , mereka pun sampai di rumah.
Pak Herman, Aldo juga Salsa segera turun dari mobil. Aldo turun terlebih dahulu., diikuti Salsa yang di bantu Aldo menuntut pak Herman untuk masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum bu." ucap Aldo, Salsa juga pak Herman.
"Waalaikumussalam. Kalian ? baru pulang? ke mana saja kalian?" tanya ibu Aldo.
"Iya Bu. baru pulang, maaf." ucap Aldo.
"Kalian dari mana, ibu tanya?" ucap ibu Aldo.
"Kami dari..." ucap Aldo bingung, harus jujur atau berbohong.
"Bu, jangan khawatir, tadi Aldo sama Salsa aku ajak jalan jalan. Maaf ya gak bilang ibu dulu, Papa." ucap Papa Aldo.
"Kenapa Papa di tuntun begitu? Papa gak kenapa napa kan? jujur saja Pa, gak papa. " ucap ibu Aldo.
"Kalau Papa gak mau jujur sama ibu, berarti Papa gak anggap ibu. Ngapain harus berbohong? jika pun Papa habis jalan jalan ke Napa gak ajak ibu? dan kenapa pulangnya kondisi Papa seperti ini? jawab ibu Pa, ibu mohon. Jujur.. " ucap ibu Aldo.
"Jujur ibu mulai tadi cemas, khawatir dengan kalian. Ibu fikir Papa lembur tapi di telfon hpnya gak aktif. Ibu tanya ke orang kantor Papa katanya gak ada di kantor uda pulang. Dan Aldo juga Salsa katanya jalan jalan tapi gak pulang. Terus ibu coba tanya sekertaris Papa juga katanya Papa lagi keluar kantor jam istirahat gak balik lagi , katanya Papa pergi sama Aldo. Ibu khawatir Pa, bertanya tanya sebenarnya ada apa ? hingga Aldo ke kantor papa? dan bagaimana Salsa yang di tinggal Aldo sendirian? Ternyata kalian begini, bohongin ibu padahal sudah ketahuan juga. Dari sini ibu Paham, ibu gak pernah di anggap oleh Papa atau kalian ." ucap ibu Aldo segera berlari pergi ke kamarnya.
"Bu, ibu..." teriak Aldo yang akan menyusul ibunya.
"Udah kamu tenang , ini salah papa. Biar Papa yang menghampiri ibumu karena ini permasalahan dengan Papa awal mulanya. Jadi biar Papa yang menyelesaikannya ya. " ucap Papa Aldo.
"Iya Pa, baik.. Semoga Papa bisa bujuk ibu ya. Papa bilang kalau Papa habis di rawat di rumah sakit supaya ibu luluh." ucap Aldo.
"Gak papa nak, papa paham ibumu seperti apa. Dan Papa gak ingin ibumu khawatir. Uda kalian jangan khawatir, biar papa yang menyelesaikannya dan beritahu ke ibumu okeee." ucap Pak Herman berusaha meyakinkan anak dan mantunya.
"Kamu juga Salsa, jangan khawatir ya ." ucap Papa Aldo .
"Tenang, doain Papa ya. Papa ke sana dulu ya, ke ibu." ucap Pak Herman yang segera berlalu menghampiri istrinya.
"Iya Pa." ucap Aldo dan Salsa.
"Gimana ini ...Aku merasa bersalah banget. Ini karena aku." ucap Salsa.
"Salah kamu apasih? kan aku yang ajak kamu yang sebenarnya di sini yang salah dan harus minta maaf ya aku bukan kamu.udah deh kamu jangan khawatir gitu ya." ucap Aldo berusaha menenangkan Salsa dan mencoba memeluk Salsa dan menggemgam tangan Salsa.
"Maaf kita bukan belum menikah dan belum jadi mahram " ucap Salsa.
"Okee baik, maaf." ucap Aldo salah tingkah.
"Yaudah kamu bersih bersih dulu, beresin terus bangunin anak anak buat makan..Pasti Fatah dan Farah lapar karena ku lihat ibu masak ini. Jadi pasti mereka kembali buat makan atau gak nanti minta Farah dan Fatah ajak ibu makan bersama, gimana? ide bagus kan? bagus kan ide mas?" tanya Aldo.
"Iya Mas, okeee boleh juga. Karena aku juga gak enak kalau kita tetap makan sementara Ibu sendiri gak makan sama Papa suasana begini." ucap Salsa kembali.
"Iya udah, Mas juga mau bersih bersih terus beres beres kemudian makan bersama deh nanti. Kamu juga ya."ucap Aldo yang segera berlalu.
"Iya Al." ucap Anabel yang berlalu juga untuk membereskan dan bersih bersih.
\============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Pertanyaan Dari Ibu Aldo
Setelah bersih bersih dan berberes Salsa segera membangunkan Farah dan Fatah untuk makan.
Kreeek. ( Salsa membuka pintu kamar tersebut.)
"Farah, Fatah yuk bangun makan." ucap Salsa yang sedang membangunkan mereka.
"Iya, Eh ibuuuu uda pulang? kami kangeeeeen ibu bangeeeet." ucap Farah dan Fatah bersamaan dan segera memeluk Salsa.
__ADS_1
"Iya ibu baru pulang tadi habis bersih bersih dan berberes. Maafin ibu ya. Ohya makan yuk. Eyank Puteri tadi uda masak buat kita , kita makan yuk masakan eyank Puteri, pasti enak." ucap Salsa.
"Iya Bu, mauuuu kami juga laperrrrr tapi eyank puteri masak apa, Bu?." ucap Farah dan Fatah.
"Sayang masakan eyank Puteri pasti enak dan sampai kita mengecewakan eyank Puteri kalau kita gak makan makanannya. ucap Salsa, mencoba menasehati Farah dan Fatah..
"Okee Bu, yuk turun, makan." ucap Farah dan Fatah.
"Iya tapi cuci muka dulu ya banyak ilernya itu." tunjuk Salsa .
"Oke Bu , kami cuci muka dulu.," ucap Farah dan Fatah. Setelah cuci muka mereka kembali ke kamarnya.
"Yaudah yuk Bu." ucap mereka menghampiri Salsa yang sedang menunggu mereka.
"Okeee Ayuuuk." ucap Salsa yang kemudian keluar dari kamar dan ke meja makan.
"Loh kok sepi Bu? Ayah sama Eyank Puteri ke mana juga?" tanya Fatah.
"Iya kok gak ada Bu ke mana? jalan jala kok gak ajak kami." ucap Farah
"Gak jalan jalan, mungkin sedang di kamarnya istirahat. Coba kalian bangunin ayah dan eyank puteri ya karena ibu mau nyiapin makan dan beresin dapur ." ucap Salsa.
"Iya shiappp okeee Bu. Kami panggil Papa dan eyank puteri dulu ya." ucap Farah dan Fatah yang segera berlalu memanggil Papanya dan eyank puterinya.
"Iyaaaaa." ucap Salsa yang segera menyiapkan makan dan membereskan dapur.
**
"Hiks kenapa Mas Herman tega bohongin aku? aku merasa gak di anggap kehadiranku begitupun Aldo anakku dan Salsa menantuku kok ikutan berbohong mereka? yaa Allah sakit rasanya di beginikan." lirih ibu Aldo.
"Bu, Papa minta maaf dan Papa mohon jangan seperti ngambek dan marah lama lama . Kami rindu ibu. " ucap Herman.
"Papa juga laperrrrr." ucap Herman. Sedangkan yang di ajak berbicara hanya diam saja.
"Papa laper yuk makan. Jangambek dan marah lama lama ya istriku." ucap Pak Herman.
"Kalau mau makan itu sudah ada makanan yang tadi niatnya buat kita makan bersama.. tapi yasudalah ...." ucap Ibu Aldo.
"Papa, minta maaf ya..Tolong maafin Papa. , Kita makan dulu yuk, kumpul keluarga. kasian Aldo dan Salsa ikut kepikiran nanti." ucap Pak Herman.
"Eyank.. ibu sama ayah minta eyank makan bersama kita." ucap Farah dan Fatah.
"Iya nanti eyank nyusul ya. " ucap pak Herman kepada Farah dan Fatah.
"Okeeee kami lanjut panggil Ayah ya eyank. Di tunggu di bawah." ucap fatah dan Farah kemudian berlalu ke kamar Aldo, ayahnya.
"Iya , itu cucu kita. Yuk turun kasian mereka. Kita bicarakan nanti pas istirahat." ucap Pak Herman.
"Iya, tapi papa jujur toh dari mana? dan kenapa kondisi papa." ucap ibu Aldo kembali.
"Nanti ya Papa jelasin." ucap pak Herman.
"Jahat kamu gak mau bilang ke aku. Kamu uda gak Anggep aku ya, hiks" ucap ibu Aldo.
"Bu, jangan nangis dong. Maksud Papa gak gitu. Papa hanya gak ingin buat ibu khawatir.. Papa minta maaf ya, " ucap pak Herman.
"Gak di maafin kalau gak mau jujur." ucap ibu Aldo kembali.
"Okeee Papa jujur ya, cerita tapi maafin setelah ini ya." ucap pak Herman.
"Okee ceritalah." ucap ibu Aldo kembali.
"Ya papa tadi di kantor padahal akan ada meeting siang ini. Terus Aldo datang ke kantor Papa sama Salsa bicarakan bisnis. Salsa hanya menemaninya oleh sebab itu di ajak tapi pas di perjalanan ada orang ugal ugalan pakai motor Bu hingga ya kondisi papa seperti yang ibu lihat. " ucap Pak Herman.
"Yaa Allah pa, maafin ibu..sudah ibu duga papa kecelakaan tapi gak mau ada bilang ibu." ucap pak Herman.
"Iya Papa minta maaf karena Papa gak mau buat ibu khawatir.. Tapi insya Allah gak papa lihat buktinya kondisi papa baik baik saja mungkin hanya butuh istirahat saja Bu." ucap Pak Herman.
"Papa, maafin ibu ya." ucap ibu Aldo.
"Iya Bu, gak papa. Yaudah yuk turun ke bawah . Mereka pasti nunggu kasian." ucap pak Herman.
"Kalau ada masalah dengan Papa selesaikan dengan Papa ya, jangan mereka ikut kena, kasian Papa mohon." ucap Pak Herman.
"Iya Pa." ucap ibu Aldo yang kemudian di tuntut pak Herman untuk turun ke bawah.
****
"Papa..di panggil ibu buat turun ke bawah." panggil Farah dan Fatah.
"Iya nak." ucap Akdo yang kemudian membukakan pintu kamarnya.
"Hemm makasih ya uda panggil Papa. Yaudah yuk turun ke bawah." ucap Aldo.
"Iya Pa, tapi papa habis ngapain kok lama?" ucap Fatah dan Farah.
"Iya maafin Papa ya habis ganti baju..Yuk turun ke bawah." ucap Aldo yang kemudian menggendong Farah dan menuntut Fatah untuk turun ke bawah makan bersama.
****
"Salsa, ibu sama papa belum turun ya?" tanya Aldo.
"Iya belum." ucap Salsa..
"Iya kok lama ya eyank." ucap Farah dan Fatah.
Beberapa menit kemudian, Pak Herman dan istrinya turun untuk turut makan bersama.
"Nah itu uda datang yang kita bicarakan sejak tadi. Ayo silahkan duduk Pa, Bu." ucap Salsa.
"Iya makasih ya salsa." ucap Pak Herman. yang kemudian menyert kursi untuk istrinya duduk dan dirinya duduk setelahnya.
"Iya makasih ya Aldo , Salsa." ucap ibunya.
"Iya sama sama Bu, pak." ucap Aldo dan Salsa.
"Ohya kenapa kalian mulai tadi lihatin Papa sama ibu ? pasti bertanya tanya kok terlihat mesra? betul ?" tanya pak Herman. Sedangkan Aldo dan Salsa hanya mengangguk.
"Alhamdulillah kami uda baikkan. Jadi jangan khawatir ya ." ucap pak Herman.
"ALHAMDULILLAH." ucap mereka bersamaan.
"Yaudah yuk makan, bismillah." ucap pak Herman.
"Iya pa , bismillah." ucap mereka serempak yang memulai makannya.
"Enak ini Bu masakannya. serius gak bohong, enak. Nanti tolong ajarin salsa ya supaya bisa masak enak buat Aldo." ucap Salsa di tengah acara makan mereka.
"Okeee baiklah, mudah kok bumbunya nanti ibu ajarin." ucapku ibu Aldo.
"Alhamdulillah." ucap mereka semuanya dengan senyum karena melihat kondisi ibunya Aldo sudah sepertinya beneran baikkan mereka. Toh gak ada gunanya mereka berbohong.
Sedangkan ibu Aldo mengingat pesan suami karena bila ia terlarut Aldo dan Salsa akan semakin menyalahkan dirinya sendiri.
***
Lalu bagaimanakah akankah istri Pak Herman mengetahuinya tentang Ayu?
Dan bagaimanakah kisah antara Ahmad Rafiq, Salsa, Ainun juga Aldo ?
temukan jawabannya di episode selanjutnya dan seterusnya..
\=======================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Pergi Ke Rumah Aldo
Hari ini Salsa berencana akan ke rumah Aldo, sesuai janji mereka kemarin. Aldo dan Herman akan mencari keberadaan Tante Ayu kembali , sedangkan Salsa akan menemani dan menghibur ibunya Aldo hingga tidak terlalu memikirkan kepulangan Herman , suaminya dan Aldo anaknya.
Salsa memilih baju gamis bewarna tosca dan jilbab hitam kali ini untuk ia pakai ke rumah Aldo. Salsa pun segera berganti pakaian dan pergi ke rumah Aldo. Tidak butuh waktu lama, hampir perjalanan 1 jam Salsa pun telah sampai di rumah Aldo.
"Assalamualaikum." ucap Salsa mengetuk pintu rumah Aldo.
"Waalaikumussalam Ibu Salsa..." ucap Fatah dan Farah yang membukakan pintu tersebut.
"Halo apa kabar sayang? sehat?" ucap Salsa.
"Alhamdulillah baik Ibu, sehat luar biasa. Hehehe, ibu apa kabar juga? yuk masuk pasti mau main sama Farah dan Fatah ya?" ucap Farah dan Fatah.
"Iya Ibu mau main sama Farah dan Fatah. Kok tau aja sih kalian ? " ucap Salsa dengan mencubit pelan pipi Farah dan Fatah.
"Ihhh ibu kok di cubit ? kan sakit." ucap Farah dan Fatah.
"Hehehe iya, ya maafin ibu ya. Hemm kalau tante cium boleh dong ya?" ucap Salsa.
"Issh ngerjain ibu ya kamu ?humm awas loh kalau ngerjain ibu , ibu ngambek loh." ucap Salsa yang kemudian menggelitik i Farah, hingga Farah kegelian dan tertawa.
"Hahahaha, ampuuuun Bu, ampuuuun hahahaha, Farah bercanda." ucap Farah.
"Gak ahhhh....Ibu gak mau hentikan." ucap Salsa dengan masih mengejar dan menggelitik i Farah.
"Ampuuuun Bu, ampuuuun." ucap Farah.
"Hahahaha oke oke ibu hentikan, tapi ibu boleh kan cium? kalau gak boleh , ibu tetap akan cium meski tanpa persetujuan gimana?" ucap Salsa kepada Farah.
"Noooooo, ya udah deh boleh..Farah mengaku kalah dan menyerah karena capek di geltik i dan lari lari ." ucap Farah ngambek.
"Hahahaha okeee sinii ibu cium ya?" ucap Salsa, setelah Farah mengangguk. Salsa segera mencium Farah dengan penuh kasih sayang.
"Sudah yeeeee, makasih sayang. " ucap Salsa.
"Fatah , ibu boleh cium juga gak ? mau di cium ibu?" tanya Salsa.
"Humm, Boleh tapi Fatah gak mau di cium karena Fatah kan laki laki." ucap Fatah.
"Oooh gitu... Tapi kan Fatah masih kecil ?" tanya Salsa.
"Sa, kamu datang..apa kabar?" tanya ibunya Aldo yang menghentikan pembicaraan mereka.
"Ibu, Alhamdulillah Salsa baik. Ibu apa kabar juga? " tanya Salsa.
"Iya Bu, Salsa ke sini karena kangen sama ibu, sama mau belajar masakan ke ibu karena kan bentar lagi Salsa akan jadi seorang istri yang harus tau makan kesukaan suaminya. Dan Salsa juga ingin main bareng sama Fatah juga Farah. " ucap Salsa, dengan tersenyum.
"Masya Allah nak Salsa ini, ibu semakin yakin buat jadikan kamu mantu ibu. Ibu juga kangen kamu, yaudah yuk masuk. " ucap ibu Aldo. Salsa pun tersenyum dan segera masuk ke dalam rumah itu mengikuti langkah lbunya Aldo yang terlebih dahulu masuk ke dalam rumah itu.
"Ohya berhubung kamu datang ke sini masih pagi banget, mau gak bantuin ibu buat nasi goreng untuk sarapan mereka?" tanya ibu Aldo.
"Wah, boleh banget Bu, Salsa mauuu." ucap Salsa .
"Yaudah yuk , kita buat nasi goreng sekarang ya ?" ucap ibu Aldo yang segera ke dapur .
"Shiapppp Bu, hehe." ucap Salsa yang segera mengikuti langkah ibunya Aldo ke dapur, setelah ia meletakkan tas nya di kursi.
\================================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Buat Nasi Goreng
"Nah Sal , kamu pernah kan bikin nasi goreng ? bisa kan? kalau iya tolong ambilkan ibu bumbunya buat masak nasi goreng ini ya." ucap Ibunya Aldo.
"Iya Bu." ucap Salsa yang segera mengambil bumbu apa saja yang di butuhkan untuk membuat nasi goreng.
"Ini Bu, kita buat sekarang ya?" ucap Salsa, setelah 2 menit mengambil bumbu bumbu tersebut dan meletakkannya di atas meja dapur.
"Iya Sal, yuk. Tapi ibu lihat dulu ya bahannya lengkap apa gak." ucap ibunya Aldo.
"Iya Bu." ucap Salsa.
"Oke bahan yang di butuhkan pertama siapkan minyak, kemudian daun bawang 1 batang. Iris halus.terus cabai merah 3 buah, lalu siapakan daging ayam 125 g. Cincang halus,kemudian telur 1 butir. Kocok, siapkan juga kecap manis 2 sdm, bawang merah 5 siung, garam 1 sdt, merica sdt,nasi 600 gr dan bawang putih 3 siung." ucap Ibunya Aldo.
"Oke sekarang bumbu Uda siap, kita tinggal buat nasi gorengnya ya." ucap Ibunya Aldo.
" Pertama, masukkan bawang putih, merah, dan cabai merah ke dalam cobek kemudian haluskan. lalu goreng telur menjadi orak-arik, sisihkan. terus tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak secukupnya hingga harum.Lalu masukkan ayam cincang, telur dan daun bawang ke dalam bumbu. Tumis lagi hingga rata dan tambahkan kecap, garam, dan merica. Lalu aduk hingga rata. Kemudian masukkan nasi dan aduk hingga rata." ucap Ibunya Aldo mengajari Salsa cara membuat nasi goreng yang enak.
"Alhamdulillah sudah jadi.. " ucap ibunya Aldo.
"Iya Alhamdulillah sudah jadi ya Bu." ucap Salsa.
"Iya, ohya biasanya mereka juga suka nasi goreng putih. Biasanya Ibu selang saling aja kadang nasi goreng putih, kadang nasi goreng biasa seperti ini Salsa." ucap ibunya Aldo.
"Oooh gitu ya Bu, boleh deh kapan kapan ajarin Salsa juga ya buat nasi goreng putihnya." ucap Salsa.
"Shiapp, mudah kok buat nasi goreng putih ini ,nanti lain kali ibu ajarin lagi ya. Ohya tapi tadi kamu pas bantuin ibu buat nasi goreng biasa ini kamu bisa kok seperti uda pengalaman sering buat nasi goreng ya? ucap ibunya Aldo .
"Oke Bu shiapppp. Hehehe iya Bu, Salsa kalau gak ada lauk pauk yang di makan atau lagi males masak biasanya buat nasi goreng aja sih. Jadi ya emang udah paham karena uda sering juga bikinnya." ucap Salsa.
"Ooooh gitu..ya ya ibu paham hehe. Karena dulu ibu juga sering gitu kalau malas atau capek masak buat nasi goreng buat Papanya Aldo. Alhamdulillah Papanya Aldo mau aja nasi goreng walau terbilang cukup sering Hehe. Tapi bukan berarti Waktu itu ibu gak bisa masak ya. Bisa kok cuman bisanya masakan yang sederhana, dasar dasar aja. Gak seperti sekarang dan seringnya emang malas atau capek buat masak, maklum saat itu masih kemanten baru dan berumah tangga. " ucap ibunya Aldo.
"Oooh iya Bu, sama deh kalau gitu. Tossss, hehehe. Oooh berarti pas masih kemanten baru sering masak nasi goreng ya Bu? ya ya ya paham kok Bu, hehe.
Ohya berarti dulu sebelum nikah dengan Papanya Aldo ibu juga sering bikin nasi goreng ya? dan pas uda nikah dengan Papanya Aldo di terusin ya? iya Alhamdulillah berarti Papanya Aldo suka itu dengan nasi goreng buatan ibu, hehehe." ucap Salsa.
"Hehehe bukan manten baru banget juga sih, justru pas manten baru, ibu masak ini dan itu buat Papanya Aldo, buat nunjukin dan mempersembahkan ke Papanya Aldo kalau ibu ini bisa masak juga, hehehe. Tapi pas uda pernikahan 1 tahun atau 2 tahun baru deh ibu sering bikin nasi goreng. Hehehe ya masih terbilang baru juga kan pernikahannya? nasib seumur jagung lah , hhehe. Walau gak baru bangeet sih. Tapi ibu pas masih belum nikah ibu jarang makan nasi goreng karena selalu di masakkin masakan yang enak enak sama ibunya ibu , beliau itu pintar masak loh ibunya ibu. Ibu pengen niru ibunya ibu yang pintar masak itu, belum bisa juga, hehe . Ya Alhamdulillah sekarang uda mending lah masaklah ibu gak itu itu saja, tapi tetap saja belum bisa sepenuhnya seperti ibunya ibu bahkan setengahnya atau seperempatnya juga belum bisa hehehe." ucap ibunya Aldo .
"Oooh gitu ya Bu, Hehehe iya ya saya paham. Ah gak Bu, menurut saya Ibu ini bisa banget loh buat masak segala macam , enak juga masakan ibu. Apalagi ibunya ibu yang katanya ibu lebih enak dari ibu, ah gak bisa bayangin saya Bu , akan seenak apa." ucap Salsa.
"Humm bau harummm apa ini bikin Papa lapar jadinya." ucap Pak Herman, papanya Aldo yang tiba tiba muncul dan menghentikan pembicaraan mereka berdua .
"Eh Papa, uda bangun Pa? iya ini Pa, Ibu sama Salsa barusan bikin nasi goreng buat kita makan. Yaudah biar Ibu taruh dulu di meja makan ya Pa, supaya bisa makan." ucap Ibunya Aldo.
"Okeeee, Padahal Papa pengen cobain dikit aja , ya ya boleh? Papa cobain ya. Gak kuat nih, gak nahan Papa bau harumnya nasi goreng buatan istri tercinta." ucap Herman, Papanya Aldo."
Ah, Papa bisa aja nih mujinya suka berlebihan. Ini juga buatan Salsa, Pa. Ibu di bantu Salsa buat nasi goreng ini." ucap ibunya Aldo.
"Minggir dulu lah Pa, biar ibu letakkan di meja makan dulu. Nanti baru deh bisa Papa cobain sepuas mungkin, gak harus ambil dikit dikit. Minggir dulu ya Pa, ibu letakkan dulu ya nasi gorengnya." ucap Ibunya Aldo, yang segera berlalu ke meja makan.
"Ih, Ibu mah gitu. Padahal Papa kan pengen cobain dikit dulu karena gak nahan tadi , hehe. " ucap Papanya Aldo, Herman.
"Eh iya , Papa lupa kalau ibu buat nasi gorengnya di bantu Salsa juga. Makasih yas
Salsa mau bantu Ibu buat nasi goreng. Pap juga jadi gak sabar makan nasi goreng buatan calon mantu tersayang nih." ucap Herman kembali.Yang kemudian mengikuti langkah istrinya menuju meja makan untuk memakan nasi goreng yang sudah di siapkan.
\==============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Pak Herman Menggoda Istrinya
"Hehehe Pak Herman, bisa aja nih mujinya suka berlebihan. " ucap Salsa yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sendiri mendengarkan pujian pak Herman untuknya, karena baginya pujian. itu terdengar lucu.
"Nah iya kan, suka berlebihan dia mah kalau muji emang." ucap ibunya Aldo menjawab begitu saja dari ruang tengah.
"Oh Sal, ibu boleh minta tolong gak? tolong bantu ibu bereskan sisa masakan yang di dapur itu dong ." ucap ibunya Aldo.
"Iya Bu, baiklah.Ini Salsa juga lagi bersihin kok hehe." ucap Salsa.
"Alhamdulillah kalau gitu Sal, makasih ya." ucap ibunya Aldo dari ruang tengah. Kemudian ke dapur kembali mengambil gelas dan piring untuk makan.
"Sal, ibu duluan makan ya nemenin Papa." ucap ibunya Aldo.
"Eh, iya Bu silahkan." ucap Salsa.
"Nanti kalau sudah bersihin, kamu ikut kami makan juga ya Sal." ucap ibu Aldo.
"Iya Bu, shiapp." ucap Salsa.
"Humm ini enak loh yank, nasi gorengnya. Uemm memang enak ya masakan istriku satu ini, Oh tentu juga calon mantuku sayang." ucap Pak Herman, Papanya Aldo.
"Hahahaha, muji aja terus..Bisa aja nih mujinya suka berlebihan." ucap ibu Aldo.
"Kan harusnya bahagia di puji suaminya loh." ucap Pak Herman.
"Hahahaha iya deh. Yuk makan nasi gorengnya keburu telat loh Pa, kerjanya." ucap Ibunya Aldo.
"Hehe iya Bu. Iya deh nih Papa makan tanpa bicara. Padahal niat Papa kan ingin mesra mesraan dan bermanja dengan ibu dulu gituloh sebelum berangkat kerja karena kan jarang juga kita seperti ini." ucap Pak Herman.
"Hehehe iya ya Pa, Ah Papa bisa aja. Kan kalo pas gak kerja bisa Pa. Takutnya nanti keburu telat kerja Papa , Pa... Ibu gak mau." ucap Ibu Aldo.
"Hehehe iya deh,makasih ya istriku sayang. Yang uda perhatian sama Papa ini." ucap Pak Herman dengan memeluk istrinya.
"Ya Papa sayangku." ucap ibunya Aldo.
"Cieee yang panggil Papa sayang. Sayang dong ya sama Papa." ucap Papanya Aldo.
"Hehehehe iya dong sayang sama Papa, kalau gak sayang kenapa Ibu mau nikah sama Papa , ya kan?" ucap ibu Aldo.
" Hemm iya juga sih betul." ucap Papa Aldo.
"Iyalah Pa, yaudah yuk makan ntar telat loh kerjanya Pa." ucap Ibu Aldo.
__ADS_1
"Iya istriku sayangggg." ucap Papa Aldo. Dan mereka pun segera makan tanpa suara.
"Ohya Salsa ayo sini, segera makan ya bareng kami." ucap ibu Aldo dan segera melanjutkan makannya.
"Iya Bu." ucap Salsa yang segera ke meja makan, menghampiri mereka setelah membersihkan dapur.
"Nah Ayo Sal, duduk sini makan bersama kami." ucap Ibu Aldo.
"Iya Bu, ohya Aldo , Fatah sama Farah ke mana ya ? kok gak terlihat ikut makan bareng ?" tanya Salsa.
"Iya masih tidur sepertinya. Ibu minta tolong bangunin dong Sal." ucap ibu Aldo.
"Eh iya Bu, tapi Salsa bangunin Farah sama Fatah saja ya Bu. Kalau Aldo biar Ibu atau Farah dan Fatah saja , karena aku juga gak enak masuk kamar Aldo apalagi keadaan Aldo sedang tidur." ucap Salsa.
"Iya betul juga. Ibu masih nemenin Papa makan. Lebih baik kamu bangunin Fatah sama Farah terus nanti mereka suruh bangunin Aldo ya sayangggg." ucap ibunya Aldo.
"Okeee Bu, gitu aja.. Salsa ke kamar Farah sama Fatah dulu ya Bu, mau bangunin mereka." ucap Salsa yang segera ke kamar Fatah dan Farah.
"Iya Salsa." ucap Ibu Aldo.
"Yaudah yuk Pa, kita terusin makan." ucap Ibu Aldo.
"Iya Bu, bentar lagi selesai ini makan Papa, dah tinggal dikit lagi." ucap Pak Herman.
"Iya Pa, habisin supaya kuat kerjanya dan supaya gak telat juga." ucap ibu Aldo.
"Iya Istriku sayang." ucap Pak Herman. Yang kemudian mereka melanjutkan makan mereka.
\==========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Penjelasan Salsa
"Assalamualaikum Farah." ucap Salsa, membuka kamar Farah untuk membangunkannya.
"Sayanggg banguuuun dongg , Makan yuk bersama." ucap Salsa, membangunkan Farah.
"Sayang bangun dong." ucap Salsa kembali.
"Uda pagi ya Bu." ucap Farah dengan masih mengantuk.
"Iya sayang uda pagi , yuk bangun." ucap Salsa.
"Iya Bu, kak Fatah sudah bangun?" tanya Farah.
" Belum , kak Fatah belum bangun. Kamu bangun dulu, nanti kita bangunin kak Fatah ya, bareng." ucap Salsa.
"Oookeee deh Bu." ucap Farah yang segera bangun.
"Yaudah yuk kita segera ke kamar kak Fatah." ajak Salsa.
"Iya Bu, yuk." ucap Farah yang kemudian menggandeng tangan Salsa menuju kamar Fatah.
Ibu Aldo memang sengaja membuat kamar masing masing untuk Farah dan Fatah agar mereka tidak tidur bersama, karena tidak baik. Meski mereka masih kecil tapi perlu di didik sejak dini untuk belajar batasan antara laki laki dan perempuan.
"Kak Fatah, Assalamualaikum kak." ucap Farah saat membuka kamar Fatah.
"Fatah, bangun yuk. Sudah pagi bangun yuk terus sarapan." ucap Salsa, saat masuk kamar Fatah.
"Kak Fatah bangun , kak bangun.." ucap Farah, dengan mencoba membangunkan Fatah.
"Pelan pelan Farah banguninnya. Fatah bangun yuk, dah pagi. Sarapan yuk." ucap Salsa kembali.
"Ibu...Farah kalian kok di sini ?" tanya Fatah yang baru bangun dari tidurnya.
"Iya, kami di sini bangunin Fatah kan? buat makan bersama kami.." ucap Salsa.
"Iya kak, yuk bangun. Kita sarapan bareng." ucap Farah .
"Iya yuk kita makan bersama, di ruang tengah. sudah di tunggu loh sama Eyank. Terus kita nanti bangunin Ayahmu ya." ucap Salsa.
"Eyank sudah nunggu kita? bangunin Papa ? eummm memang Ayah belum bangun ya?" tanya Fatah.
"Iya sudah di tunggu Eyank kita , dan iya Ayah belum bangun. Oleh sebab itu kita harus bangunin Papa ya." ucap Salsa kembali.
"Iya kak Fatah yuk bangun, kita bangunin Ayah . Eyank sudah nunggu kita. Iya kan Bu?" ucap Farah.
"Iya Farah sayang, yuk Fatah bangun." ucap Salsa .
"Iya ibu.." ucap Fatah yang kemudian bangun dari tidurnya.
"Fatah sama Farah bangunin Ayah dulu ya." ucap Salsa, saat di depan kamar Aldo.
"Iya Ibu, Ibu gak ikut bangunin Ayah?" tanya Fatah dan Farah.
"Hehehe enggak sayang ." ucap Salsa.
"Kenapa?" tanya Fatah dan Farah.
"Karena Ibu sama Ayah kamu belum nikah. Jadi Ibu gak boleh masuk kamar Ayah kamu. Kalau ibu tetap masuk, nanti ibu gak sopan dong." ucap Salsa , mencoba menjelaskan kepada Farah dan Fatah.
"Ooooh gitu ya Bu, oke deh kami bangunin Ayah dulu, ibu tunggu di sini ya." ucap Farah dan Fatah..
"Okeee ibu tunggu di sini." ucap Salsa.
Fatah dan Farah pun segera masuk ke dalam kamar Aldo, untuk membangunkan Ayahnya.
"Ayaaaaah banguuuun....." ucap Farah dan Fatah.
"Fatah ? Farah ? kok kalian di kamar Ayah? eummm sekarang jam berapa ya sayang?" ucap Aldo yang baru bangun dari tidurnya.
"Iya kami bangunin Ayah, di minta ibu. Ibu mengajak kita buat makan bersama Ayah. eyank sudah nunggu di ruang tengah." ucap Farah, sedangkan Fatah hanya diam mendengarkan. Ucapan Farah kepada Aldo membuat Aldo benar benar syok seketika.
"Apa? Ibu ada di sini ? sekarang di mana ibu? Dan eyank sudah nunggu kita di ruang makan ya?" tanya Aldo.
"Iya Ayah , ibu ada nunggu di luar, di depan pintu kamar ayah." ucap Fatah.
"Iya eyank nunggu kita di ruang tengah, di meja makan." ucap Farah.
"Astagaaa Ya Tuhan, kenapa baru bangunin Ayah. " ucap Aldo syok seketika.
"Kami juga baru bangun.Di bangunin Ibu, Ayah ." ucap Farah.
"Yaudah Ayah siap siap, kalian tunggu ya di ruang tengah aja, mau makan duluan juga gak papa.nanti Ayah nyusul." ucap Aldo.
"Okeee deh Ayah, kami turun dulu ya." ucap Farah dan Fatah.
"Iyaaaa okeee." ucap Aldo.
"Ibu, yuk kita langsung ke ruang tengah buat makan. Kata Ayah kita suruh nunggu di ruang tengah aja. " ucap Farah, saat keluar dari kamar Aldo.
"Iya Ibu, kata Ayah kami gak papa makan duluan saja ." ucap Fatah.
"Hummmm, gitu ya kata Ayah ? humm okeee deh. Yuk kita turun." ucap Salsa .
"Sal, kok lama? loh Aldo mana? kok belum turun juga ?" tanya Ibunya Aldo, saat melihat Salsa baru turun ke bawah bersama Farah dan Fatah.
"Iya Bu, tadi bangunin Farah sama Fatah terus tadi aku sudah minta Farah dan Fatah bangunin Aldo. Kata Aldo iya dan kami suruh duluan , nunggu di ruang tengah saja untuk makan. Nanti Aldo nyusul katanya Bu." ucap Salsa.
"Ooooh gitu..semoga aja Aldo lekas nyusul ke sini, gak lama ya .." ucap ibunya Aldo dan melanjutkan makannya yang sudah tinggal dikit.
Tak seberapa lama Aldo pun turun..
"Ibu , Papa..Sal, kalian sudah lama ya nunggu di sini ? maaf ya aku baru turun. " ucap Aldo.
"Iya gak papa Al, cepat makan gih." ucap Ibunya Aldo.
"Iya Bu, Aldo ke kamar mandi bentar ya mau cuci tangan dulu." ucap Aldo.
"Okeee , jangan lama lama. Ibu tunggu." ucap Ibunya Aldo.
Aldi pun segera ke kamar mandi untuk mencuci tangannya, setelahnya Aldo kembali ke meja makan untuk makan bersama .
"Yuk Al, duduk sini. Nikmati nasi gorengnya ya." ucap ibunya Aldo.
"Iya Bu. " ucap Aldo, segera mencari tempat duduk.
"Ohya kalian kok belum makan? " tanya Aldo ke Salsa, Farah juga Fatah.
"Kami nunggu Ayah." ucap Farah dan Fatah.
"Ya Tuhan, kenapa nunggu Ayah ? yaudah yuk kita makan ya." ucap Aldo.
"Iya Ayah." ucap mereka yang segera makan, begitupun dengan Aldo pun segera turut makan bersama.
"Humm nasi gorengnya enak ini, Ibuku emang the best lah. Bisa masak dan paling enak masakannya." ucap Aldo.
"Itu ibu masak di bantu Salsa loh." ucao Ibu Aldo.
"Iyakah ? Wah, Masya Allah enak loh Salsa masakanmu." ucap Aldo.
"Hehehe bisa aja, aku masak di bantu ibu juga oleh sebab itu enak." ucap Salsa.
"Udah bisa lah jadi istri ya kan? pasti yang jadi suaminya nanti makin cinta, kan masakannya enak gini. Serius Papa juga masakannya Salsa enak , hampir sama dengan masakan ibu. Tapi masakan istriku tetap gak ada yang ngalahin, hehehe." ucap Papanya Aldo. Sedangkan Salsa hanya senyum senyum sendiri mendengarkan perkataan Herman, papanya Aldo.
"Ah bisa aja nih Papa kalau muji." ucap Ibunya Aldo yang tersenyum sendiri mendengarkan pujian dari suaminya.
"Alhamdulillah, makanan Papa uda habis . Papa siap siap mau berangkat kerja dulu ya." ucap Papa Aldo.
"Eh iya Pa, ini aku juga uda selesai makannya Alhamdulillah. Mau beres beres sama bantuin Papa yah , kalau butuh bantuan bilang aku ya Pa." ucap ibunya Aldo.
"Iya istriku sayang." ucap Papanya Aldo yang segera berlalu ke kamar mandi dan kamarnya untuk bersiap siap. Begitupun dengan ibunya Aldo segera ke dapur untuk membereskan.
"Bu, biar Salsa aja. Ibu di sini aja atau biar nemenin Papa saja." ucap Salsa.
"Beneran Sal ? yaudah ibu ke kamar Papa dulu ya. Kalau Papa gak butuh bantuan ibu, ibu ke sini lagi bantuin kamu membereskan ini ya." ucap Ibunya Aldo.
"Iya Bu." ucap Salsa.
"Ibu duluan ya ke kamar Papa." ucapnya kembali dan segera berlalu ke kamar suaminya.
"Iya Bu ..." ucap Salsa dan Aldo.
"Sal, gimana rencana Mas nanti? jadi kan cari Tante Ayu sama Papa ?" tanya Salsa.
"Iya Jadi , kamu temenin ibu ya supaya ibu gak kepikiran kami yang belum pulang nanti ya. Karena kemungkinan pulang kami lama. Aku harus nunggu Papa di kantor dulu, kami gak langsung keluar. Karena Papa ada meeting." ucap Aldo.
"Oooh gitu, okeee siapp. Semoga Allah memudahkan ya dan kalian segera ketemu tante Ayu ya.. Semoga ibu juga gak curiga." ucap Salsa.
"Aamiin. Makasih ya Salsa, doanya. " ucap Aldo , dan mereka melanjutkan makannya dengan menunggu Papa dan ibunya Aldo untuk turun ke bawah.
\==============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Berangkat Sekolah
Beberapa menit kemudian Papa dan ibunya Aldo pun turun ke bawah..
"Al, Papa berangkat kerja dulu ya. Nanti kamu juga nyusul ke kantor kan? atau bareng sama Papa sekalian ? ada meeting nanti Al." ucap Pak Herman kepada anaknya.
"Iya Pa, nanti Aldo nyusul aja ya, karena makanan Aldo belum habis sama ada yang belum Aldo siapkan. Dan Aldo juga mau bantu ibu sama Salsa bentar, Pa." ucap Aldo.
"Yaudah Al, kalau seperti itu maumu. Jangan telat ya yang penting. Meeting jam 8 Al." ucap Papanya.
"Iya Pa." ucap Aldo.
Bu, Papa berangkat dulu ya." ucap Papanya Aldo yang mencium istrinya.
"Iya Pa." ucap istrinya.
"Yaudah Papa berangkat dulu ya semuanya Assalamualaikum." ucap Papa Aldo yang kemudian segera berangkat.
"Alhamdulillah sudah habis, Al siap siap dulu ya." ucap Aldo yang kemudian segera bersiap siap.
"Iya Al." ucap Salsa.
"Alhamdulillah selesai juga." ucap Salsa yang telah selesai makan dan segera ke dapur membantu Ibunya Aldo berberes.
"Bu, biar Salsa bantu ya." ucap Salsa.
"Eh, uda selesai makan Sal ? Yaudah boleh kok bantuin ibu. Ohya Aldo belum berangkat kan?" tanya Ibunya Aldo.
"Belum Bu." ucap Salsa.
"Oooh yasudah, mungkin bentar lagi. Kalau kamu dengar Aldo pamit bilang ibu ya." ucap ibunya Aldo.
"Iya Bu." ucap Salsa dan segera membantu ibunya Aldo berberes.
Beberapa menit kemudian Aldo pun telah selesai berberes dan segera turun ke bawah.
"Fatah, Farah yuk Ayah antar sekolah bentar ya kalian, agak pagi gak papa kan? soalnya Ayah ada meeting jadi harus berangkat pagi ke kantor atau kalian nanti minta di antar ibu Salsa saja? ." ucap pak Herman.
"Ini masih jam 6 an Ayah , masa' kami uda berangkat ke sekolah ? nanti kami sendirian nunggu di sekolah karena sekolah masih sepi.." ucap Farah dan Fatah.
"Hemm ya udah berarti minta di antar Ibu aja ya?" ucap Aldo.
"Hemm yauda deh minta di antar ibu aja." ucap Farah dan Fatah.
"Okeee Ayah berangkat dulu ya." ucap Aldo.
"Iyah Ayah." ucap Farah dan Farah.
"Ohya ibu Salsa sama eyank ke mana ya?" tanya Aldo ke Farah dan Fatah.
"Di dapur Ayah." ucap Farah dan Fatah bersamaan.
"Oooh di dapur, Yaudah Ayah ke dapur dulu ya. " ucap Aldo. Dan Aldo pun segera berlalu ke dapur.
"Ibu, Salsa.." panggil Aldo ke mereka.
"Iya Al." ucap Ibunya dan Salsa.
"Aldo berangkat dulu ya Bu, Salsa." ucap Aldo.
"Oooh oke mau berangkat sekarang ya Al? yaudah hati hati ya Al, ibu kira tadi kamu uda berangkat. Terus ibu tanya ke Salsa ternyata belum."ucap Ibunya Aldo.
"Iya Bu Hehehe, tadi Aldo masih siap siap." ucap Aldo.
"Yaudah Al, hati hati ya." Salsa.
"Makasih ya Sal, Bu. Aldo berangkat dulu ya." ucap Aldo segera menghampiri ibunya untuk mencium pipi dan tangan ibunya untuk pamit rutin yang ia selalu lakukan sebelum berpergian.
Begitupun Salsa dan ibunya Aldo segera mengikuti langkah Aldo untuk pergi kerja.
"Loh Farah dan Fatah kok di sini? ikutin Ayah ya?." ucap Aldo kepada kedua anaknya.
"Yaudah Ayah berangkat dulu ya Farah, Fatah." ucap Aldo dengan mengelus sayang kepala Fatah dan Farah, kemudian menciumnya..
"Al, tunggu deh. Yang antar anak sekolah aku atau kamu?" tanya
"Kamu sepertinya Sal, anak anak minta antar kamu. Karena aku tadi nawari mereka mau antar kamu atau Aku. Mereka bilang kamu karena aku harus berangkat sekarang jam enam pagi ." ucap Aldo.
"Ooh gitu ya. . " ucap Salsa .
"Eh, ya kan kalian ada les jam setengah tujuh ini. Gak lupa kan? yakin gak mau di antar Ayah ?" tanya Salsa.
"Eh iya ya lupa.. hehehe..Yaudah deh boleh Ayah, antar kami dulu. Soalnya tadi inget nya kami masuk seperti biasanya. Kalau seperti biasanya kan lama nunggunya." ucap Farah dan Fatah.
"Okeee, nah Al antar mereka dulu ya." ucap Salsa.
"Hemm jadi gak minta di antar ibu ya. Yaudah Ayah antar dulu ya baru ke kantor." ucap Aldo.
"Berangkat sekarang ya. Takut telat Ayah kalau nunggu nanti.." ucap Aldo.
"Yaudah yuk." ucap Aldo.
"Bu, Sal, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum." ucap Aldo yang kemudian segera naik mobil.
"Eyank, ibu Salsa kami berangkat dulu ya , Assalamualaikum." ucap Farah dan Fatah mencium tangan Eyank nya dan Salsa.
"Yaudah hati hati ya kalian, Waalaikumussalam." ucap Salsa dan ibunya Aldo yang mencium Fatah dan Farah.
Aldo pun segera mengantarkan Fatah dan Farah ke sekolah. Setelahnya akan bersegera ke kantor nya untuk meeting dan melaksanakan rencana mereka.
****
Hemmm bagaimanakah rencana mereka?
Akankah berhasil ?
Akankah mereka menemukan Tante Ayu?
__ADS_1
Dan akankah Salsa bisa mengalihkan perhatian ibu Aldo hingga tak menyadari keterlambatan pulangnya suaminya dan Aldo, anaknya ??
Lalu sampai kapan Ibu Aldo tak mengetahuinya? akankah ia mengetahuinya atau tidak dengan kebohongan yang mereka sembunyikan??