Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 42


__ADS_3

"Ai, kamu istrirahat ya, Abah juga sudah ngantuk mau tidur..." ucap Abahnya.


"Hemm baiklah Abah, Ainun istirahat dulu ya... Abah apa ada yang Abah butuhkan? bila iya Abah bisa bilang Ai, akan Ai ambilkan sebelum Ai benar benar istirahat.. Dan kalau memang Abah masih ingin Ai temani, insya Allah Ai akan temani Abah dulu, gak papa kok Abah..." ucap Ainun.


"Iya kamu istirahat gih, gak bagus juga kamu istirahat terlalu malam gini, Abah beneran mau tidur, sudah ngantuk juga... jadi lebih baik kamu istirahat ya, dan Abah gak butuh apapun kok, istirahat gih... Abah juga mau istirahat," ujar Abahnya.


"Baiklah Abah kalau seperti itu, Ai istirahat dulu ya, Abah juga," ucap Ainun.


"Iya Abah akan segera istirahat karena Abah juga sudah ngantuk, kamu juga ya Ai," ucap Abahnya.


"Iya Abah, biar Ainun benerin selimut Abah ya sama ambil Abah minum dulu barangkali tengah malam Abah haus, bisa langsung minum.. bentar ya Abah, baru nanti Ai istirahat," ucap Ainun dengan tersenyum dan segera membenarkan selimut Abahya Ahmad Rafiq dan mengambil minum untuknya.


Melihat sikap Ainun seperti ini, tanpa sadar membuat Abahnya tersenyum sendiri dan ia tidak salah memilih mantu.


Abahnya Ahmad Rafiq juga tersenyum bahagia karena Ainun kini perlahan demi perlahan keadaannya sedikit demi sedikit membaik tidak sedepresi seperti kemarin.


Tak lama kemudian, Ainun pun kembali dengan membawakan minum air putih,


"Ini Abah, Ainun letakkan di sini ya sama Ai juga sudah ambilkan cerek kecil untuk di sini barangkali kalau Abah mau nambah minum. Jadi ini kalau seandainya air nya mau Abah minum gak papa, kan bisa ambil dari cerek ini," ucap Ainun dengan tersenyum.


"Makasih ya Ai, Abah gak salah pilih kamu sebagai mantu Abah, .... Abah senang bahagia terlebih melihat kondisi kamu sudah baikkan seperti ini, Alhamdulillah banget. Jujur Abah sedih, sangat sedih melihat kondisimu seperti kemarin, yang seperti depresi dan pikiran kamu seakan kosong, Abah gak mau lihat kamu seperti itu lagi... Abah sedih dan sangat terpukul jujur melihat kondisi kamu seperti itu.


Abah berharap semoga semakin membaik lagi perlahan demi perlahan ya dan kalian bisa membangun bahtera rumah tangga yang seharusnya....bukan pernikahan dengan kontrak tanpa cinta, dan semoga cinta di antara kalian akan segera hadir agar kalian bisa menjaga keutuhan rumah tangga kalian ini, menjaga keutuhan pernikahan kalian. Sungguh Abah gak bisa bayangkan dan tidak mau bila kamu berpisah dengan Ahmad Rafiq anak Abah, dan Abah akan kehilangan mantu sebaik kamu yang Abah sayangi dan sudah Abah anggap seperti anak Abah sendiri," ujar Abahnya, yang membuat Ainun terdiam sejenak dan cukup terkejut dengan pengakuan Abahnya padanya.

__ADS_1


"Abah... Ainun bingung dan gak tau harus berkata apalagi, tapi jujur Ainun terharu dan ternyata sesayang itu Abah bersama Ainun. Sungguh Ainun juga sayang Abah, terimakasih Abah sudah peduli dan seperhatian itu kepada Ainun.


Jujur Ainun sendiri juga gak ingin kehilangan Abah dan gak bisa bayangkan jika harus kehilangan Abah... tapi sendainya pun Ainun dan Ahmad Rafiq tak di takdirkan berjodoh kembali dan harus sampai sini selesai hubungan kami, Ainun janji akan tetap menjenguk Abah sesering mungkin, Ainun akan ke sini...ke rumah ini.


Sekali lagi terimakasih atas kepedulian dan perhatian Abah untuk Ainun, Ainun doakan semoga Abah juga sehat selalu dan bahagia... Abah Ainun juga gak tau kalau Abah sudah mengetahui pernikahan kontrak tanpa cinta ini di antara kami, antara aku dengan Ahmad Rafiq. Tapi apa benar Abah sudah mengetahuinya? sejak kapan? dan dari siapa? Ainun tidak tau perihal itu, sekali lagi Ainun minta maaf bila gagal menjadi istri yang baik untuk Ahmad Rafiq juga mantu yang baik untuk Abah. Sungguh kami sendiri awalnya tak ingin Abah tau karena kami sendiri tak ingin kedua orang tua kami tau dan akan berakhir membuat mereka kecewa juga sedih," ucap Ainun.


"Iya Ai, tapi tetap saja Abah gak ingin kamu dan Ahmad Rafiq benar benar berpisah, meski mungkin kamu akan sering menjeguk Abah ke sini, tapi tetap saja Abah gak mau kehilangan mantu Abah yang baik ini, yang Abah sayang dan sudah Abah anggap seperti anak sendiri. Abah gak mau Ai, karena Abah ingin selalu bersama kamu dan seterusnya tanpa terpisahkan dengan jeda, karena Abah sayang menyayangumu dan menganggapmu sebagai anak Abah sendiri.


Bukankah ketika kita mempunyai anak takkan ingin jauh dari anaknya, meski sebentar? dan itulah yang Abah rasakan..." ucap Abahnya dengan menggemgam tangan Ainun.


"Dan iya ... Abah sudah mengetahuinya sejak lama hanya saja selama ini Abah diam dan ingin melihat perjuangan cinta kalian, karena Abah yakin kalian pasti akan bersama kembali dan dapat membangun bahtera rumah tangga ini dengan cinta, juga membangun perlahan demi perlahan kepercayaan dan cinta yang pernah hancur itu... Abah hanya berharap semoga tak berakhir perpisahan jika memang masih bisa di perbaiki pernikahan kalian ini sehingga bahtera rumah tangga kalian bisa terus di jalani, kamu pun tak perlu merasa bersalah apalagi merasa gagal menjadi istri yang baik untuk Ahmad Rafiq dan mantu yang baik untuk Abah, karena sungguh kamu sudah melakukan terbaik dengan menjadi istri juga mantu yang baik untuk kami, dan sebab itu Abah tak ingin kehilangan kamu ..dan berat kehilangan kamu Ai, Abah juga gak tau kedua orang tuamu sudah tau atau belum," ucap Abahnya.


"Ya Tuhan, jadi Abah tau sudah selama itu? dan selama itu Abah diam? ya Tuhan...maafin Ai Abah, Iya Abah Ai paham, insya Allah Ai akan usahakan perbaiki semuanya dan tidak akan meninggalkan Abah... untuk kedua orang tua Ai juga gak tau mereka sudah mengetahuinya atau belum, Abah Ai minta doanya saja untuk bahtera keutuhan rumah tangga yang sedang kami jalani juga pernikahan kami ini," ucap Ainun.


"Iya terimakasih ya nak, yasudah kamu istrirahat gih ya... Abah akan selalu doakan yang terbaik untuk keutuhan bahtera rumah tangga kalian juga kebahagiaan pernikahan kalian," ujar Abahnya.


"Iya Abah sama sama, itu sudah tugas dan kewajiban Ai karena Ai sudah anggap Abah seperti Abah Ai sendiri. Yaudah Abah, Ai istrirahat ya.. kalau Ai kelamaan di sini, Abah gak tidur tidur lagi dan malah asyik ngobrol kitanya hehehe... " ucap Ainun.


"Yaudah Ai selimutin Abah ya, mau minum?" ujar Ainun yang segera berdiri dan menyelimuti Abahnya kemudian mengambil minum untuk Abahnya minum.


"Iya boleh, terimakasih ya," ucap Abahnya segera meminum.


"Ai duluan ya ke kamar, kalau butuh Abah bisa panggil Ai," ucap Ainun meletakkan gelas tersebut.

__ADS_1


"Iya Ai, makasih ya ...tolong matikan aja ya Ai lampu kamarnya," ucap Abahnya.


"Okeee Abah," jawab Ainun yang segera mematikan lampu kamar tersebut dan segera keluar, menutup perlahan pintu kamar Abahnya Ahmad Rafiq.


Kemudian Ainun pun segera kembali ke kamarnya.


Saat ini mereka sudah tidur bersama karena kamar yang di tempati Ainun rusak.


Setelah mengetuk dan mendapatkan jawaban dari Ahmad Rafiq dari dalam kamar, Ainun pun segera masuk ke dalam kamar tersebut.


"Aa' Ahmad Rafiq belum tidur?" tanya Ainun saat melihat Ahmad Rafiq belum tidur.


"Belum, karena gak bisa tidur kalau kamu belum tidur, jadi nunggu kamu hehe," ucap Ahmad Rafiq, yang sengaja menggoda Ainun.


"Ohya sudah selesai berbicara dengan Abah?" tanya Ahmad Rafiq.


"Alhamdulillah sudah selesai, soalnya uda lama juga kami mengobrol, Abah ngantuk mau tidur, yaudah aku juga di suruh tidur kata Abah gak baik aku tidur malam malam, dan aku emang ngantuk juga sih hehehe..." ucap Ainun.


Dan Ainun sendiri mengabaikan gombalan yang Ahmad Rafiq lontarkan padanya.


"Okeee segera tidurlah, aku juga mau tidur karena sudah ada kamu di sini hehehe...," ucap Ahmad Rafiq dengan sedikit menggoda Ainun.


"Sudahlah aku juga mau tidur ngantuk apalagi dengerin gombalan kamu sejak tadi," ucap Ainun yang segera tidur.

__ADS_1


"Hahahaha...ya lah tidur, aku juga ngantuk," tawa Ahmad Rafiq pun pecah dan ia pun segera tidur.


Ahmad Rafiq berharap semoga bisa selalu melihat Ainun tersenyum dan tertawa seperti ini bukan kemurungan ataupun kesedihan kembali yang harus ia lihat dan rasakan dari Ainun.


__ADS_2