
Pukul 8 tepat, Pak Herman pun datang. Dan mereka pun segera makan bersama setelahnya mereka membicarakan acara lamaran antara Aldo dan Salsa.
"Oke, Papa minta kalian semua ngumpul di sini. Karena ada yang ingin Papa bicarakan dengan kalian. Papa ingin acara antara Aldo dan Salsa di percepat lebih baik karena takutnya terjadi fitnah dan zina juga yang di takutkan bila Salsa sering ke sini karena bagaimanapu sebelum proses zawaj (pernikahan) yang ditandai dengan akad nikah terlaksana, calon suami istri tetaplah orang asing. Seluruh ulama pun bersepakat tentang hal itu Al. Imam Nawawi juga menegaskan, proses khitbah hanya sekadar pengumuman menyampaikan keinginan untuk menikahi seorang wanita. Terlebih kalian ini acara lamaranpun masih belum." ucap Papa Aldo.
"Calon suami istri dan dua keluarga yang akan melangsungkan pernikahan tak mempunyai ikatan apa-apa. Keduanya mempunyai khiyar (pilihan) untuk terus melanjutkannya hingga ke jenjang pernikahan atau membatalkannya. Jadi begitu Al, Walau Salsa ke sini tidak hanya bertemu dengan kami saja Al ,bertemu ibu, Farah juga Fatah. Tapi tetap saja sebaiknya tidak. Tapi mungkin itu yang terbaik. Jadi acara lamaran dan pernikahan kalian bisa di percepat jika kalian mau atau untuk sementara Salsa tidak ke sini dulu, bila Salsa dan Aldo tidak setuju acara ini di Bagaimana ? Papa hanya bisa memberikan pilihan itu ke kalian karena bagaimanapun mungkin itu yang terbaik untuk kalian. " ucap Papa Aldo.
"Baik, Pa. Salsa setuju, Papa benar mungkin ini yang terbaik untuk kami. Salsa sendiri juga sempat mikir, tidak baik bila kita bertemu terus menerus seperti ini. Insya Allah mulai besok Salsa tidak akan ke sini lagi. Tapi apa boleh untuk malam ini saja, Salsa menginap di sini dulu ?" ucap Salsa.
"Salsa..." ucap Aldo berkata lirih.
"Pa..." ucap Aldo terhenti karena Fatah dan Farah berbicara.
"Yaaaah ibu Salsa tidak akan ke sini lagi ?" tanya mereka.
"Iya sayang, maafin Ibu ya. Tapi ibu janji kita masih bisa bertemu kok. Kalian boleh datang kapanpun ke rumah ibu atau pas Ayah kamu ada tugas di luar kota, ibu bisa ke sini untuk menginap, bagaima? jangan sedih ya. Ibu gak ingin melihat kalian sedih, oke." ucap Salsa kepada Farah dan Farah.
"Ibu juga jangan menangis." ucap Farah yang menghapus bulir bulir air mata Salsa.
"Iya sayang, ibu janji ibu gak akan menangis. Maafin ibu ya. Kalian juga jangan menangis. Ibu gak ingin melihat kalian menangis. " ucap Salsa segera memeluk Fatah dan Farah.
"Pa,aku ingin pernikahan ini di percepat, bagaimana? Aku gak ingin Farah dan Fatah kehilangan sosok ibu." ucap Aldo.
"Serius Al ? Baiklah Papa setuju dan senang dengan keputusanmu sebagai sosok laki laki , Keputusan ada di kalian , Papa gak maksa. Tapi kalau kamu ingin mempercepat, Papa juga sangat senang. Ya tentukan yang menurut kalian yang terbaik ya. Maaf jika Papa memberikan pilihan ini membuat kalian bersedih. Karena sebagai seorang Ayah kelak Papa akan mempertanggungjawabkannya di akhirat bila Papa tidak bisa mendidik dan mengatur dengan baik anak anak Papa. Papa tau Salsa ke sini selalu membantu ibu atau bermain dengan Fatah dan Farah. Tapi bagaimanapun Papa tidak ingin terjadinya hal yang akan menimbulkan Fitnah oleh tetangga sekitar atau hal yang tidak di inginkan antaea kalian karena sering bertemu seperti ini , bagaimapun kalian belum halal." ucap Pak Herman mencoba menasehati Aldo dan Salsa.
"Iya Pa, gak papa. Al paham. Maafin Al ya Pa. Al janji akan menjaga diri Al dan Salsa selagi kami belum menikah. Terimakasih Papa sudah mengingatkan kami. " ucap Aldo.
"Tapi jujur jika di tanya, Al sedih tapi mungkin ini yang terbaik untuk kami bersama. Karena apa yang Papa sampaikan ada benarnya justru Al terimakasih ke Papa. Dan Al gak boleh bersedih. Dengan begini bisa menjadi pemicu untuk diri Al agar segera menghalalkan Salsa." ucap Aldo.
"Iya nak, Papa di sini hanya menasehati saja. Keputusan kembali kepada kalian masing masing. Maaf juga bila pilihan yang Papa buat, membuat kalian bersedih. Sekali lagi Papa minta maaf. Tapi Papa hanya mencoba menjalankan peran Papa sebagai orang tua saja di sini , dan Papa tetap berharap yang terbaik untuk kalian. " ucap Pak Herman.
"Iya Pa gak papa. Al justru terimakasih ke Papa." ucap Aldo.
"Benar Pa, Salsa juga terimaksih ke Papa. Salsa sudah anggap Papa dan ibu sebagai orang tua Salsa karena Salsa kan sudah tidak mempunyai orang tua lagi . Terimakasih Pa atas nasehatnya untuk kami terutama untuk Salsa." ucap Salsa.
"Iya Sama sama, Papa hanya ingin yang terbaik untuk kalian saja. Dan untuk Fatah dan Farah kalian tetap bisa bertemu Tante Salsa selama Tante Salsa tidak ke sini dulu karena Papa atau Ibu akan mengantarkan kalian ke rumah Salsa kapanpun waktunya , ya kan Bu? Nanti kalau Salsa sudah nikah dengan Ayah kalian , bisa tunggal bersama lagu dan tidak akan ada acara pulang atau terpisah lagi" ucap Pak Herman.
"Iya Pa, benar itu Farah , Fatah. Jadi kalian jangan bersedih ya." ucap Ibu Aldo.
"Yaudah yuk kita istirahat masing masing. Agar gak kesiangan karena Tante Salsa pulang besok, ya kan Sal?" tanya ibu Aldo.
"Iya Bu, kalian jangan sedih ya." ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.
"Iya nanti Eyank akan mengantarkan kalian ke rumah ibu kalian." ucap Aldo .
"Terimakasih Eyank, Ayah, ibu. Farah dan Fatah gak jadi sedih lagi." ucap mereka.
"Yaudah yuk isrtihat, ingat Farah , Fatah istrirahat agar besok kalian gak ketiduran pas Ibu Salsa pulang. Besok kan hari Minggu, bisanya hari Minggu kalian kebablasan tidur. Isrtihat ya." ucap ibu Aldo.
" Yaudah kami juga mau isrtihat. Yuk Pa." ucap ibu Aldo mengajak Pak Herman untuk beristirahat ke kamarnya.
"Yuk kalian juga tidur." ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.
"Iya Bu, kami akan tidur. Tapi kami minta di dongengin boleh? " tanya Farah.
"Humm, minta di dongengin ya ? oke boleh deh yuk." ucap Salsa.
"Ayah, istirahat dulu ya. Jangan buat Ibu kalian capek , biar ibu kalian juga istirahat. Aku duluan ya Salsa mau beristirahat. Kamu juga ya. Maafin anak anakku ya minta di dongengin kamu jadi ganggu jam istrirahat kamu." ucap Aldo.
"Iya Al, gak papa kok. Aku senang bisa menemani mereka dan mendogengi mereka hingga mereka tertidur Al, terlebih ini hari terakhir ku di sini bisa bersama dan menemani mereka. Gak papa kok , Iya kamu istirahat saja duluan . Nanti aku juga istirahat. " ucap Salsa.
"Baik, maafin atas keputusan Papaku juga ya. Sebenarnya aku juga sedih tapi bagaimana lagi. Mungkin benar yang di katakan Papa itu yang terbaik untuk kita." ucap Aldo.
"Iya Al, yang di katakan Papamu benar kok. Meski aku sendiri jujur juga sedih tapi mungkin itu yang terbaik dan untuk kebaikan bersama. " ucap Salsa, berusaha tersenyum.
" Aamiin, aku janji akan segera menghalalkan mu. Agar Fatah dan Farah juga gak kehilangan sosok ibu lagi . Aku juga gak ingin kehilangan kamu Salsa. Yaudah aku segera istrirahat ya dulu. Kamu juga sama Farah dan Fatah." ucap Aldo yang segera berlalu ke atas, dan mengelus bulir air matanya yang tanpa sadar sudah membasahi pipinya.
"Terimakasih Al, semoga Allah memudahkannya." lirih Salsa bersamaan bulir air matanya membasahi pipinya. Meski Aldo takkan mungkin mendengar perkataannya karena Aldo telah ke kamarnya.
"Yaudah yuk kita ke kamar. Ibu dogengin." ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.
"Iya Bu, yukkkk.. Aseeeeek." ucap Farah dan Fatah, dan segera ke kamarnya bersama Salsa.
"Humm, mau ibu dogengin apa nih?" tanya Salsa.
"Mau dogeng sebelum tidur." ucap Farah.
"Iya tapi judulnya tentang apa?" tanya Salsa.
"Hemm ohya ibu ada ide, bagaima cerita tentang kisah Puteri mawar dan buruh emas ? setuju ?" ucap Salsa.
"Boleh , boleh sepertinya menarik." ucap Farah dan Fatah .
"Oke ibu mulai bercerita ya, Jadi zaman dahulu kala, di negeri yang amat jauh hiduplah seorang putri cantik yang bernama Putri Mawar. Ia dipanggil begitu karena memiliki rambut panjang berwarna merah yang menyerupai bunga mawar.
\===============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Putri Mawar dan Burung Emas
Salsa menceritakan tentang Putri Mawar dan Burung Emas. Sedangkan Fatah dan Farah mendengarkan dengan seksama.
"Begitulah kisah tentang Putri mawar dan burung emas. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini. Bagaimana menurut Fatah dan Farah mengenai cerita ini ? coba tebak apa hikmahnya?" ucap Salsa setelah selesai bercerita.
"Humm hikmahnya kita tidak boleh jahat dengan kebahagiaan orang lain dan harus bisa menahan amarah kita." ucap Farah.
"Kebaikan akan mendapatkan kebaikan juga. Keburukan akan mendapatkan keburukan juga." ucap Fatah.
"Humm pintar ya anak Ibu ini. Yang kalian sampaikan benar, tapi biar ibu perinci ya hikmah dari cerita ini." ucap Salsa.
"Jadi hikmah dari cerita ini memiliki pesan bahwa iri hati dan kebencian selamanya tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Selain itu, kebaikan dan ketulusan hati akan selalu menang melawan kejahatan. Begitu hikmahnya. Yang Fatah sama Farah sampaikan tadi juga hampir benar kok. Jadi kita jangan mudah iri dan benci karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Dan percaya bila ada yang menjahati kita tetap balas dengan kebaikan ya. Karena Kejahatan akan kalah dengan kebaikan dan kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita masing-masing.m, Faham kan ?" ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.
"Faham Tante, siap. Kami tidak akan mudah benci dan iri dengan seseorang atau kesuksesan orang lain tapi kita harus memacu diri kita agar bisa sesukses mereka dan kita harus terus lakukan kebaikan walau ada yang menjahati kita dan tidak menyukai kita. Karena kebaikan akan kembali pada diri kita dan kejahatan yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri." ucap Farah.
"Benar kan yang Fatah bilang tadi." ucap Fatah.
"Iya benar Fatah." ucap Salsa mengelus kepala Fatah dan Farah.
"kalian ini Masya Allah pintel. Ibu bangga punya anak seperti kalian." ucap Salsa.
"Ibu peluk kalian boleh ya? ucap Salsa yang segera memeluk Fatah dan Farah, begitupun dengan mereka memeluk balik Salsa.
"Ohya, nanti ini Farah sama Fatah tidur di kamar kalian masing masing ya? gak tidur bersama ?" tanya Salsa..
"Iya Bu, kami akan tidur di kamar masing masing gak bersama." ucapa Fatah dan Farah.
"Ohya ibu boleh gak ceritakan dong bagaima awal mula kalian berani tidur masing masing?." ucap Salsa.
"Iya Bu, kami akan cerita. Jadi awal mulanya Eyank yang menyuruh kami tidur di kamar masing masing, eyankn juga melatih kami . Kalau Papa sendiri sebenarnya gak papa kamu tidur bersama karena kami masih kecil . Tapi kata eyank justru masih kecil harus di ajari sejak sedini mungkin supaya terbiasa dan tidak kebiasaan tidur bersama. Awalnya kami juga sedih tapi setelah aku dan Farah sekolah kami paham itu yang terbaik buat kami." ucap Fatah.
"Humm begitu ya, boleh ceritakan ke Ibu ?" ucap Salsa.
"Boleh dong ibu, biar Farah aja ya yang menceritakannya, jadi awal mulanya Eyank usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak seusia kami mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya.
Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin dan rasa malu itu sendiri.Yang memang seharusnya sudah ditanamkan kepada anak seusia kami sejak dini.kata eyank begitu Bu.
"Iya seperti dalil Rasullullah Aturan Pisah Tidur dengan Anak Menurut Ajaran Rasullah, menurut Imam al-Manawi dalam Fath al-Qadir Syarh al-Jami' al-Shaghir bahwa memisahkan tempat tidur anak-anak dalam ruang yang berbeda jika mereka telah menginjak 10 tahun adalah sebagai kehati-hatian dari godaan syahwat, meskipun mereka adalah saudara kandung." Begitu yang di ajarkan di sekolah Fatah." ucap Fatah.
"Masya Allah begitu ya. Terimakasih ya sudah mau menjelaskan kepada Ibu. Apa yang kalian sampaikan sama ibu ini benar benar bermanfaat banget untuk ibu. Makasih atas nasehatnya sayang."ucap Salsa kepada Farah dan Fatah.
"Iya sama sama Bu, tapi ini yang eyank sampaikan kepada kami. Bukan kami sendiri hehe ." ucap Farah.
"Iya tapi ibu tetap terimakasih kepada Fatah dan Farah karena sudah mau menjelaskan kepada ibu." ucap Salsa.
"Ohya apa awalnya kalian langsung berani tidur sendiri ? atau awalnya belum berani ? bagaimana? boleh jelaskan ke ibu." ucap ibu Aldo.
"Enggak berani dong Bu.hehe." ucap Farah.
"Terus bagaimana akhirnya kalian berani tidur sendiri? siapa yang ajarin?" tanya Salsa.
"Yang awalnya yang ajarin eyank dong hingga kami berani tidur sendiri." ucap Farah.
"Ohya , boleh kasih tau ibu bagaimana awal eyank ajarin kalian hinggga berani bobok sendiri ? " tanya salsa.
"Boleh dong Bu, jadi awalnya eyank menerapkan rutinitas tidur kepada kami. Eyank juga mengajari pada kami bahwa dalam waktu tertentu, kami sudah saatnya tidur, kata eyank dengan melatih kami sejak kecil akan membuat kami memahami waktu tidur tepat waktu.
Terus eyank selalu memastikan jadwal yang kondusif tidur untuk kami . Kalau kami bisa tidur tepat waktu eyank juga memberikan kami hadiah. Aku juga melihat eyank kalau kami sudah tidur selalu mengecek kami, membuka dan menutup kembali pintu kamar kami , dan eyank selalu keluar kamar kami secara diam diam. Begitu ibu, eyank mengajari kami agar berani dan terbiasa tidur sendiri." ucap Fatah mencoba menjelaskan kepada Salsa.
"Ooooh begitu, Masya Allah banget ya eyank. Sepertinya ibu harus sering sering belajar sama eyank nih hehe." ucap Salsa .
"Ohya yauda lekas tidur ya kalian, jangan lupa baca doa. uda malam. Kan dongengnya juga sudah selesai." ucap Salsa.
"Iya Bu. " ucap Fatah dan Farah. Dan merekapun berdoa bersama Salsa mengiringinya. Hingga mereka tertidur Salsa menyelimuti mereka dan menciumnya penuh kasih sayang.
\=========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Kesedihan Salsa
Keesokannya, Salsa bangun lebih awal . Salsa sudah bangun semenjak pukul 2.30 , setelah shalat tahajjud, Salsa mengaji menunggu adzan subuh. Setelah shalat subuh Salsa pun segera menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, terlebih ini hari terakhirnya di sini. Sebelum ia pulang, ia ingin memberikan kesan baik pada keluarga Aldo yang selama ini sudah cukup baik dengannya, menganggapnya seperti saudara dan membolehkannya main ke rumah ini. Meski sekarang telah berbeda tapi ia yakin keluarga Aldo masih sangat menyayanginya begitupun dengan Papanya Aldo. Karena Salsa yakin ini untuk kebaikan bersama, setelah ia dan Aldo menikah toh akan tinggal di sini juga.
Salsa pun segera ke dapur dan menyiapkan bahan bahan untuk membuat tumis tempe kacang panjang, oseng oseng dan sayur asem. Karena ia ingin membuatkan sarapan kali ini dengan menu tersebut. Setelah hampir satu jam masakan yang Salsa buat telah matang. Salsa juga membuatkan jus Stroberi dan Alpukat untuk mereka. Setelah semuanya siap, Salsa segera membawanya ke meja makan. Tak lama kemudian Ibunya Aldo pun turun dan cukup terkejut melihat beberapa makanan sudah tersedia di meja makan.
"Loh, Sal ini kamu yang masak ?" tanya ibu Aldo.
"Iya Bu hehe. Sekali kali gak papa kan? anggap saja ini kenangan terakhirku sebelum pergi dari rumah ini." ucap Salsa.
"Aaaa Salsa sayang, jangan bilang seperti itu dong. Kamu masih bisa kok kapanpun mau ke sini. Ohya kamu pintar masak juga ya. Yaudah ibu mau bangunin Papa dulu ya terus bangunij Aldi juga Fatah dan Farah buat makan bersama. Kamu juga ikut makan bersama kami ya, setelah itu kalau kamu mau pulang gak papa deh, tapi sekarang makan dulu ya. Tadi Ibu kira harus masak dulu oleh sebab itu ibu gak bangunin mereka dulu. Tapi tau gini, yaudah ibu mau bangunin mereka dulu ya." ucap ibu Aldo.
"Hehehe ibu bisa aja . Ibu juga pintar masak. Iya Bu kebetulan tadi bangun pagi jadi ingin buat makanan untuk kalian. Yaudah Bu panggil aja mereka, iya nanti Salsa makan bersama dulu di sini kok. Setelah itu pulang." ucap Salsa.
"Yaudah ibu ke atas dulu ya mau bangunin mereka dulu .Kamu tunggu sebentar ya di sini." ucap ibu Aldo yang segera berlalu.
"Iya Bu," ucap Salsa yang menunggu.
Tak lama kemudian Ibu Aldo juga Papanya, begitupun dengan Aldo dan Farah juga Fatah turun ke bawah untuk makan bersama.
"Cuci dulu , baru makan." ucap ibu Aldo mengingatkan. Mereka pun segera cuci dan mulai makan bersama setelahnya.
"Ini enak banget Salsa masakan kamu." ucap ibu Aldo.
"Iyaloh ini enak banget." ucap Papanya Aldo.
__ADS_1
"Iya Salsa, enak banget masakanmu." ucap Aldo tanpa sadar memuji Salsa.
"Hemm, kalian bisa aja, terimakasih. Tapi masakanku tidak seenak masakan ibu. Tapi aku benar benar terharu bila masakanku di hargai Seperti ini karena aku memang ingin menghidangkan makanan yang terbaik untuk kalian dan Alhamdulillah kalian suka." ucap Salsa, yang senang makanannya di terima dengan baik.
"Kami gak berlebihan mujinya, emang benar kok enak masakan kamu Salsa." ucap ibu Aldo.
"Terimakasih." ucap Salsa.
"Alhamdulillah." Beberapa menit kemudian makanan mereka pun habis. Dan Salsa pun segera membereskan sisa makanan tersebut setelahnya ia akan berpamitan untuk pulang.
"Sini biar aku bantu bereskan ya." ucap Salsa yang kemudian membantu ibu Aldo untuk membereskannya.
"Alhamdulillah sudah selesai, Salsa pamit pulang dulu ya. Senang bisa bersama kalian dan senang juga masakan Salsa tadi di terima dengan baik." ucap Salsa.
"Ibu juga senang banget Salsa bisa punya anak sepertimu. Kalau Aldo pas ke luar kota nginap sini ya atau ibu dan Farah juga Fatah akan ke sana ya menginap di sana sesekali boleh kan? " tanya ibu Aldo.
"Boleh dong, tentu saja dengan senang hati. Aku juga menunggu kedatangan kalian di rumahku." ucap Salsa .
"Yasudah Salsa pamit dulu ya." ucap Salsa.
"Ibu kami pasti merindukan ibu. Ibu nanti ke sini ya atau kami akan ke sana." ucap Fatah dan Farah.
"Iya ibu juga pasti merindukan kalian. Iya kedatangan kalian pasti ibu nantikan. Ibu juga pasti sesekali akan ke sini." ucap Salsa yang memeluk kembali Farah juga Fatah.
"Ibu pamit dulu ya, kedatangan kalian Salsa nantikan. Sekali lagi terimakasih banyak atas kebaikan kalian dan sudah anggap Salsa seperti keluarga sendiri.Assalamualaikum." ucap Salsa.
"Waalaikumussalam Iya sama sama Salsa, hati hati ya. Kami pasti berkunjung ke sana." ucap Mereka semua. Dan Salsa pun segera pergi dengan melambaikan tangannya begitupun mereka melambaikan kembali tangannya ke Salsa sebagai salam perpisahan.
**
Sejujurnya Salsa sendiri juga sedih tak bisa ke rumah Aldo bertemu ibunya dan bermain dengan Fatah dan Farah juga mengobrol dengan Aldo lagi. Walau masih bisa, tapi mungkin hanya sesekali dan tidak sesering dulu . Tapi Salsa tau Papanya Aldo memberikan pilihan ini memang ini yang terbaik untuk dirinya dan Aldo, Salsa harap begitu. Mulai esok Salsa juga mulai memikirkan bagaimana agar ia bisa mengatur pertemuan antara Aldo dengan Ahmad Rafiq .
Namun di sisi lain ia juga bahagia acara lamaran dan pernikahannya dengan Aldo akan di percepat. Ia semakin yakin dengan Aldo meminta mempercepat acara lamaran dan pernikahan tersebut menunjukkan Aldo benar benar mencintainya.
Meski Salsa tau pernikahan tidak semudah itu, untuk membangun bahtera rumah tangga perlu persiapan namun ia harap ia dan Aldo bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah juga bahagia bersama keluarga mereka nantinya juga mampu menghadapi konflik yang ada. Meski ia sendiri masih cukup terkejut sebentar lagi Aldo akan melamarnya dan menikahinya namun Salsa harap semoga ini yang terbaik karena ia juga tidak ingin, dirinya dengan Aldo terjebak dalam dosa zina hati terus menerus dan yang di takutkan mereka akan menjadi fitnah bagi orang yang menilainya nanti . walau semua kembali pada takdir yang telah Allah tentukan baginya dan Aldo.
Salsa tidak bisa menyembunyikan kesedihan sekaligus kebahagiaannya saat ini...
\==============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Ainun dan Salsa
Hari ini Salsa bersiap untuk menemui Ainun. Ia ingin bertanya ke Ainun lebih jauh mengenai Ahmad Rafiq. Hari ini mereka berjanjian di restoran Cantika, Salsa pun mengirim pesan ke Ainun agar mereka bertemu di restoran itu.
Salsa memakai baju warna Salem di padukan dengan jilbab peach. Setelah berganti pakaian Salsa segera pergi dan melajukan mobilnya menuju restoran Cantika. Begitupun Ainun yang telah sampai sejak awal di restoran Cantika menunggu kedatangan Salsa. Tak lama kemudian, dari kejauhan Ainun melihat kedatangan Salsa, Ainun pun segera melambaikannya tangannya untuk memberitahukan ke Salsa bahwa ia sudah menunggunya sejak tadi.
Salsa pun segera menghampiri Ainun .
"Ai sudah menunggu sejak tadi kah?" tanya Salsa.
"Iya lumayanlah, hehe gak papa kok.
Santai aja, yuk duduk." ucap Ainun.
"Kamu cantik banget " ucap Ainun dengan tersenyum.
"Kamu juga kok cantik banget." ucap Salsa.
"Ohya kamu hari ini memintaku ke sini , apa ada yang ingin kamu bicarakan? " tanya Ainun.
"Iya karena aku rindu kamu dan ada yang memang ingin ku bicarakan denganmu." ucap Salsa.
"cieeee rinduuu aku nih. Hehe, yaudah mau bicara apa? bicara saja." ucap Ainun.
"Humm , Maaf sebelumnya. Kalau boleh tau apa benar Ahmad Rafiq tunanganmu? dan apa benar kamu sudah betul betul mengenal sosoknya sebelum melanjutkan ke jenjang lebih serius ?" tanya Salsa.
"Maaf kenapa ya Sal? kamu mulai kemarin nanya tentang ini loh." ucap Ainun.
"Humm gak papa.
Aku hanya ingin bertanya saja, Karena aku tidak ingin kamu mendapatkan calon pasangan yang kurang baik untukmu." ucap Salsa.
"Kamu tenang saja, insya Allah dia lelaki yang baik, ok. Meski aku belum bisa mencintainya hingga kini, tapi aku yakin dia lelaki yang baik insya Allah. Jadi kamu jangan khawatir ya." ucap Ainun, menggemgam tangan Salsa.
"Iyaaaa , semoga saja. Aku doakan yang terbaik untukmu, Aamiin. " ucap Salsa.
Ohya maksudku kamu sudah berapa lama mengenal sosoknya?" tanya Salsa.
"Masih baru sih Sal, itupun kami mengenal karena di jodohkan dan baru pertama dengan pertemuan dua kali saja dengannya." ucap Ainun.
"ohhhh, berarti masih baru ya. Humm aku boleh minta alamat rumahnya atau bertanya lebih jauh tentangnya?" tanya Salsa.
"Boleh, boleh saja. Tapi untuk apa ya Salsa ?" tanya Ainun.
"Aku ada urusan dengannya. Oke jujur aku mau bicara sama kamu, Ahmad Rafiq lelaki itu pernah membuat seseorang celaka saat dia sedang emosi dan ya walau itu di lakukan tanpa sengaja. Tapi seseorang itu minta pertanggungjawabannya dan kala itu Ahmad Rafiq pergi begitu saja. Nah beberapa hari lalu aku bertemu dengan Ahmad Rafiq saat mengantarkan kamu pulang dan aku juga baru tau lelaki itu bernama Ahmad Rafiq. Dan sepulang dari mengantar kamu pulang, kebetulan aku bertemu dengan korban yang sudah pernah di bikin celaka oleh Ahmad Rafiq. Oleh sebab itu, aku di mintai tolong bila bertemu lelaki itu agar memberitahukannya dan berbicara ke lelaki itu untuk meminta pertanggungjawaban. Jadi aku mohon minta alamatnya dan ceritakan tentangnya bila kamu tau." ucap Salsa.
"Astaghfirullah begitu. Aku baru tau. Berarti dia lelaki yang emosional dan arogan ya? humm kok gitu ? untuk alamatnya nanti coba aku minta ke Abahku ya. Kalau untuk sosoknya aku gak seberapa mengenalnya. Tapi coba nanti aku lihat dari lembaran pengenalan mengenai Ahmad Rafiq ya pas waktu itu kami ta'arufan. " ucap Ainun.
"Humm gitu ya oke. Aku tunggu kabar dari kamu ya Ai. Ohya tapi Ai saranku soal ini jangan bilang Abahmu jika Ahmad Rafiq pernah mencelakakan seseorang karena yang di takutkan Abahmu drop mengetahui kenyataan ini. Dan aku tak mau ini terjadi Ai. Bukankah kamu sendiri yang bilang bila. Abahmu mudah drop, lalu bagaimana bila Abahmu mengetahui kenyataan ini? bisa kamu bayangkan kan Ai ? bukankah lebih baik Abahmu tidak mengetahuinya ?" ucap Salsa
"Iya aku akan berusaha mencarikan alamat Ahmad Rafiq tanpa Abah tau ya. Aku akan memberitahu ke kamu kalau aku sudah mendapatkan alamatnya nanti."ucap Ainun.
"Ya Tuhan, terimakasih ya Ai. Dan maaf aku memberitahu ke kamu tentang hal itu bukan berarti aku ingin tunanganmu dan Ahmad Rafiq batal tapi aku hanya ingin menyampaikan amanah orang tersebut agar Ahmad Rafiq bertanggungjawab. Oleh sebab itu aku bertanya kepadamu alamat Ahmad Rafiq karena aku ingin menemuinya bahwa ada seseorang yang menunggunya agar Ahmad Rafiq mempertanggungjawabkan perbuatannya. " ucap Salsa.
"Hummm, baiklah. Aku akan segera mencari tau alamat rumah Ahmad Rafiq ya. Jika aku sudah dapat aku akan menghubungimu, oke." ucap Ainun.
"Terimakasih ya Ai, aku tunggu. Sekali lagi terimakasih Ai kamu benar benar sahabatku." ucap Salsa dengan menggemgam tangan Ainun dan kemudian memeluknya.
Di tengah obrolan mereka, mereka mendengar lagu educoustik di putar, yang berjudul Kau di takdirkan untukku.
Ainun dan Salsa menikmati alunan lagu yang terputar hingga lagu yang terputar pun habis.
Saat mendengarkan alunan lagu yang terputar saat ini membuat ia mengingat dan semakin mendaba pernikahannya dengan Aldo hingga tanpa sadar bulir bulir air matanya membasahi pipinya.
Sejujurnya Ainun sedikit kecewa karena saat dia menikmatinya, tapi lagu yang ia dengar tiba tiba saja berhenti . Salsa pun pada akhirnya mencoba menghibur Ainun agar ia tertawa kembali.
"Jangan sedih dong karena lagunya habis, biar aku yang nyanyi ya buat hibur kamu, aku mau nyanyi educoustik yang judulnya menjadi diriku." ucap Salsa yang segera bernyanyi untuk menghibur Ainun.
Suara nyanyi Salsa dengan cempreng hingga berhasil membuat Ainun tertawa kembali. Dan Salsa cukup tersenyum walau ia sendiri masih malu Sejujurnya harus menyayikan hal tersebut. Namun untuk membuat Ainun tertawa kembali ia rasa tak mengapa bila harus sedikit mengabaikan rasa malunya saat ini.
\=========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Salsa Menemui Ahmad Rafiq
"Aih suaramu bagus juga ya Salsa, hahahaha. Macam anak anak loh." ucap Ainun yang tak berhenti tertawa setelah mendengar suara cempreng Salsa.
"Iiisssh, jangan gitulah buat aku malu aja kamu ini." ucap Salsa.
"Hahahaha." tawa Ainun pun pecah, dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka.
Setelah hampir 1 jam dalam restoran tersebut. Salsa pamit pulang kepada Ainun.
"Ai, aku pamit dulu ya. Ohya untuk alamatnya mungkin nanti kamu chat aku ya." ucap Salsa.
"Humm, gimana kamu ke rumahku aja. Anter aku pulang . Karena aku baru ingat aku masih lembar pengenalan Ahmad Rafiq ada di rumah tepatnya di kamarku. Di sana lengkap tentang diri Ahmad Rafiq juga alamatnya pun ada ." ucap Ainun.
"Hummm begitu ya, baiklah . Aku akan mengantarkan kamu pulang Ny Ainun yang ingin ku antar pulang. " ucap Salsa menggoda Ainun.
"Isssh kamu ini." ucap Ainun.
"Hahahaha." membuat tawa Salsa pecah.
"Yaudah aku bayar ini dulu baru antar kamu pulang ya." ucap Salsa yang segera ke kasir untuk membayarnya dan kemudian berlalu untuk pulang untuk mengantarkan Ainun kembali ke rumahnya.
Hampir menempuh perjalanan satu jam, Salsa pun telah sampai di rumah Ainun.
"Nah uda sampai Ai, kita." ucap Salsa kepada Ainun.
"Iya, makasih ya uda mau antar aku pulang. Aku masuk dulu ya buat ambil daftar pengenalan itu. Nanti aku kembali dan kasih ke kamu ya." ucap Ainun yang segera turun dari motor Salsa dan masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Salsa menunggunya di sana.
"Ya Tuhan, semoga aku di beri kekuatan buat bertemu dengan lelaki itu." ucap Salsa kembali. Beberapa menit kemudian Ainun pun keluar dan memberikan kepada Salsa alamat tersebut.
"Ini Salsa, kamu bisa mendatangi tempat ini, ini tempat Ahmad Rafiq bekerja dan tempat tinggalnya ia juga sudah tertulis di sini" ucap Ainun.
"Ohya besok ada acara kajian, kamu mau ikut bareng aku ? humm ohya kamu mau mampir dulu atau menginap di sini ? hehe " ucap Ainun
"Hehe, maaf mungkin lain kali Ai .Humm okee besok kita kajian bersama ya, nanti kamu chat aku ya. Yaudah aku pamit duluan ya." ucap Salsa.
"Oke hati hati ya, semoga bertemu dengannya." ucap Ainun.
"Terimakasih Ai. Lain kali aku akan mampir untuk menginap di sini, ok." ucap Salsa.
"Okeee ku tunggu. Hati hati." Jangan lupa besok.."ucap Ainun dengan melambaikan tangannya.
"Oke oke." ucap Salsa dan ia pun segera melajukan motornya.
Salsa menuju rumah Ahmad Rafiq yang tertera namun rumahnya sangat sepi. Sehingga Salsa pun mencoba mendatangi alamat tempat ia mengajar. Dan Salsa pun melihat Ahmad Rafiq mengajar di sana.
Entah mengapa tiba-tiba hatinya merasakan desiran baru.
Salsa melihat bagaimana Ahmad Rafiq mengajar anak anak dengan telaten.
Salsa pun mencoba menyimak materi mereka bahas kali ini, Ahmad Rafiq bercerita kepada anak anak tentang kisah nabi Musa.
Salsa pun yang tertarik dengan temanya dan penasaran bagaimana Ahmad Rafiq mengajar,
Salsa pun mencoba mendengarkannya hingga Ahmad Rafi selesai mengajar, barulah Salsa pun segera menghampiri Ahmad Rafiq.
"Hemmm." dehem Salsa, menbuat Ahmad Rafiq menoleh dan cukup terkejut dengan kehadiran Salsa.
"Salsa ?" ucap Ahmad Rafiq.
"Iya, ini aku.. Ohya kamu mengajar anak anak ya? Wah Masya Allah sekali. Aku kagum padamu bagaimana cara kamu mengajar ke anak anak. " ucap Salsa.
"Kamu memperhatikannya ?" tanya Ahmad Rafiq.
"Iya, aku memperhatikannya bagaimana cara kamu mengajar dan bercerita pada anak anak mengenai kisah kisah para nabi. Masya Allah aku benar benar kagum padamu." ucap Salsa .
__ADS_1
"Ohya kalau boleh tau apasih motivasi mu untuk mengajarkan mereka tentang hal tersebut ?"
"Aku hanya ingin mereka mengenal Islam dan kisah para nabi semenjak mereka masih kecil. Karena ya kamu tau sendiri jaman sekarang, banyak sekali kisah yang membuat anak anak teracuni kan sayang sekali jika begitu. Akan di bawa ke mana generasi ini jika seperti itu ?""
"Hmm, kamu bisa aja. Ohya kamu bagaimana bisa tau tempat ku bekerja dan ada apa ke sini?" tanya Ahmad Rafiq.
"Hemm, iya aku tadi bertanya ke Ainun mengenai alamat kamu . Tadi aku mendatangi rumahmu dan ternyata kamu gak ada , oleh sebab itu aku ke sini dan melihat kamu sedang mengajar anak anak." ucap Salsa.
"Hemm ohya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. anaknya dari laki laki yang kamu cekakakan waktu itu , dia minta pertanggungjawaban kamu. Apa kamu mau mempertanggungjawabkan perbuatan mu?" tanya Salsa.
"Humm iya ya aku ingat. Maksudnya ini aku akan di penjara?" tanya Ahmad Rafiq.
"Humm, tentu tidak.. Setidaknya kamu harus meminta maaf dan bertanggung jawab dan menemui lelaki tersebut juga Papanya bagaimana? apa kamu setuju ?" tanya Salsa
"Humm baiklah, aku akan meminta maaf dan mempertanggungjawabkannya." ucap lelaki tersebut.
"Apa aku sekarang, aku harus ke rumah lelaki tersebut ?" tanya Ahmad Rafiq.
"Tidak perlu, aku akan membuat janji agar kalian bisa bertemu." ucap Salsa .
"Oooh gitu, baiklah. Terimakasih mengingatkanku untuk bertanggungjawab." ucap Ahmad Rafiq..
"Ya sama sama, aku harap tanpa di ingatkan pun seharusnya kamu sudah memahami akan hal itu." ucap Salsa.
"Yasudah saya pamit , Assalamualaikum." ucap Salsa.
"Tunggu, kamu mau ku antar?" tanya Ahmad Rafiq.
"Tidak perlu, aku bawa motor sendiri kok." ucap Salsa yang segera melajukan motornya.
"Humm okee, waalaikumussalam." ucap Ahmad Rafiq.
Setelah Kepergian Salsa , Ahmad Rafiq berusaha menundukkan pandangannya kembali. Karena bagaimanapun ia masih mengingat betul bagaimana ia harus menundukkan pandangan yang di ajarkan dalam Islam
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara ***********. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).
****
Salsa pun segera ke rumah Aldo untuk membicarakan tentang hal ini, tentang pertemuannya dengan Ahmad Rafiq dan bila Ahmad Rafiq menyetuji pertemuan dirinya dengan Aldo .
\============================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Ahmad Rafiq Pintar Memasak
Sore harinya Salsa pun segera ke rumah Aldo untuk memberitahukan jika Ahmad Rafiq telah menyetujui pertemuan dengan Aldo. Hampir setengah jam, Salsa pun telah sampai di rumah Aldo..
"Eh, Salsa, ada apa kok ke sini?" tanya Aldo.
"Aku mau ketemu kamu, mau membicarakan sesuatu." ucap Salsa.
"Sesuatu apa Sal ?" tanya Aldo.
"Tadi aku sudah menemui Ahman Rafiq dan berbicara dengannya. Ahmad Rafiq bilang dia mau bertemu denganmu juga Papamu untuk meminta maaf dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Iyakah ? Wah baguslah. Oke nanti kita atur ya pertemuanku dengannya. Ohya atau sekarang saja ? bagaimana?" ucap Aldo.
"Yaudah nanti kita coba ke rumah Ahmad Rafiq ya, tadi aku ke tempat ia mengajar. Di sana Aldo mengajar anak anak. Jujur aku merasa bersalah, Uda menilai dia seperti ini dan itu." ucap Salsa .
"Iya Salsa, memang betul kita gak boleh mudah menilai orang lain dengan penilaian kita sendiri sebelum kita mengenal seseorang itu lebih jauh. Humm aku juga merasa bersalah sebaiknya kita sekarang lekas ke rumah Ahmad Rafiq ya untuk meminta maaf kepadanya. Bagaimana?" tanya Aldo.
"Baik lah Al, yuk kita pergi sekarang ke rumah Ahmad Rafiq." ucap Salsa.
"Kamu sudah tau alamat rumahnya?" tanya Aldo.
"Alhamdulillah sudah, tadi aku minta sama Ainun." tanya Salsa .
"Oohh okee, yuk.." ucap Aldo
Salsa dan Aldo pun segera pergi menuju rumah Ahmad Rafiq. Hampir setengah jam mereka pun sampai di rumah Ahmad Rafiq. Tak begitu lama, Salsa melihat dari kejauhan Ahmad Rafiq baru pulang menuju rumahnya.
"Salsa, ada apa kalian kok ke sini?" tanya Ahmad Rafiq.
"Ini perkenalkan, Aldo. Anaknya bapak yang sempat kamu celakakan. Aku ingin mengantarkan dia ke sini , seperti permintaannya. Aku mengatakan jika kamu mau mempertanggungjawabkan dan meminta maaf padanya. Dia juga ingin bertemu denganmu. Sebab itu aku mempertemukan kalian, humm bagaimana? . " ucap Salsa.
"Owh iya ya, silahkan duduk dulu." ucap Ahmad Rafiq.
"Ah iya bagaimana kabar kamu ? dan bagaimana kabar bapak ? baik kan ? sehat?" tanya Ahmad Rafiq.
"Bro, kamu gak mau minta maaf atas perbutanmu dulu ? sebelum kamu mempertanyakan kabar kami, seakan kamu sudah kenal dekat dengan kami." ucap Aldo yang tak mampu menahan emosinya karena Ahmad Rafiq tak kunjung meminta maaf.
"Tenang Bro, Saya meminta maaf atas perbuatan saya.
Sekali lagi saya meminta maaf . Saya benar benar menyesal. Dan saya janji takkan mengulangi perbuatan saya seperti ini. Maafkan saya. Saya benar benar menyesal. Dan saya juga ingin mengetahui kabar Bapak kamu bagaimana? saya ingin menjenguknya apa boleh ?" tanya Ahmad Rafiq.
"Bapakku sekarang Alhamdulillah. Tapi jujur Bro, saat setelah kamu mencelakakan Bapakku. Dia harus masuk ke dalam rumah sakit. Dan jujur saat itu hatiku sangat hancur dan membenci kamu.
Ingin sekali membalas dendam kamu. Ya hingga hari ini aku di pertemukan dengan kamu kembali, aku ingin kamu mempertanggungjawabkannya dan aku takkan membalas perbuatan mu karena aku sadar apa bedanya aku denganmu bila aku membalas perbuatanmu ? Aku minta jika kamu masih punya hati dan benar benar menyesal. Temui Papaku, minta maaf kepadanya dan tolong jangan ulangi lagi perbuatanmu. Aku ingin kamu sebagai lelaki bisa mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Itu saja yang aku minta darimu. " ucap Aldo.
"Iya, saya minta maaf ya . Ya Tuhan, saya benar benar menyesal. Dan aku janji akan mempertanggungjawabkan perbuatanku. Aku akan temui Papaku,dan meminta maaf padanya juga melakukan apa yang seharusnya sejak awal aku lakukan. Aku juga ingin meminta maaf padamu sebagai anaknya, aku benar benar minta maaf atas perbuatanku. Aku benar benar menyesal, aku begitu bodohnya. " ucap Ahmad Rafiq.
"Iya yasudah nanti aku antar kamu atau kita bikin janji lagi untuk bertemu Papaku. " ucap Aldo.
"Yasudah saya permisi pulang dulu ya, Ayuk Salsa." ucap Aldo kembali.
"Okee bikin janji saya dulu, insya Allah kapanpun saya siap bertemu denganmu. Humm ohya bila tidak terlalu terburu buru kita makan dulu yuk. Tadi saya sudah masak sayur asem, lodeh, tumis kangkung juga gurame bakar. " ucap Ahmad Rafiq.
"Wah Masya Allah, kamu bisa masak ?" tanya Salsa.
"Alhamdulillah, dulu sering ngekos jadi bisa ya meski hanya masakan seperti ini saja yang bisa. Untuk yang lainnya belum bisa, hehe. Karena kebetulan ini kesukaan Abahku dan Abahku sedang sakit jadi aku masak untuknya." ucap Ahmad Rafiq.
"Boleh Bro , kalau tidak merepotkan. Kami akan makan di rumahmu. Ohya Abahmu sakit apa ? Boleh kan kita melihat keadaan Abahmu juga? ingin menjenguknya." ucap Aldo.
"Tentu boleh dengan senang hati. Wah terimakasih sudah mau makan bersama di sini. Yasudah yuk masuk." ucap Ahmad Rafiq.
"Ohya tunggu, aku boleh meminta tolong ke kalian ?" tanya Ahmad Rafiq.
"Boleh silahkan. Meminta tolong apa?" tanya Salsa dan Aldo.
"Saya boleh meminta tolong, tolong jangan katakan ke Abah saya tentang perbuatan saya ini, jika saya pernah mencelakakan Papamu dan tolong jangan katakan tujuan kalian ke sini untuk apa ke beliau. Bukan karena apa, bukan saya takut Abah marah ke saya atau kecewa pada saya. Karena itu pasti akan Abah lakukan ke saya bila mengetahui anaknya telah melakukan hal seperti itu. Dan tentu saya akan menerimanya hukuman itu juga amarah Abah saya. Karena saya tau Abah saya orangnya cukup keras dalam mendidik saya sebagai anaknya, ya tentu saya tau itu yang terbaik untuk saya. Tapi bukan itu yang saya takutkan. Saya takut kondisi Abah saya drop dan kritis Kembali. Beberapa bulan lalu karena Abah saya syok dengan peristiwa di hari itu, hingga ia terjatuh dan Qadurullah kritis. Dan beberapa hari kemarin , Abah saya juga sempat drop karena beban fikirannya karena sedang ada masalah. Ya saya tidak ingin itu terjadi kembali pada Abah saya .Jadi saya memohon pada kalian jangan katakan pada Abah saya tentang hal ini. Bukannya apa ya, saya minta tolong." ucap Ahmad Rafiq yang terlihat sangat menyesal dan memohon.
"Hummm, baiklah. Kamu tenang saja Bro." ucap Aldo.
"Iya kami takkan bilang kok. Lagipula kedatangan kami ingin menyelesaikan dan aku ingin kalian berdamai. Dan ingin menjenguk Abahmu berharap beliau lekas sembuh. Iya kali jutsru aku berbicara yang justru membuat Abah kamu sakit ? itu tidak mungkin aku dan Al lakukan." ucap Salsa.
"Terimakasih ya, sekali lagi saya minta maaf dan benar benar menyesal. Terimakasih atas kebaikan kalian dan sudah memahami keadaan yang ada." ucap Ahmad Rafiq kembali.
"Iya sama sama. Tenang saja Bro, kami paham. " ucap Aldo dengan tersenyum.
\========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Makan Bareng Ahmad Rafiq
"Abah.." ucap Ahmad Rafiq membuka pintu kamar Abahnya.
"Nak, loh ini mereka siapa toh?" tanya Abahnya.
"Mereka teman Ahmad , mereka ingin menjenguk Abah. Ya Ahmad memberitahu kalau Abah sakit, sebab itu mereka ingin menjenguk dan bertemu Abah. Mereka ingin melihat kondisi Abah dan memastikan apakah Abah sudah baik baik saja atau belum." ucap Ahmad Rafiq.
"Alhamdulillah. Teman temanmu orang baik ya nak. Abah senang bila kamu bisa berteman dengan mereka." ucap Abahnya.
"Alhamdulillah." ucap Salsa, Aldo juga Ahmad Rafiq.
"Abah, gimana kabar Abah ?" tanya Salsa.
"Iya Abah, gimana keadaannya sudah baikkan kah?" tanya Aldo.
"Alhamdulillah nak, Abah sekarang sudah agak baikkan . Sudah mulai bisa duduk, dan berdiri, tapi kalau berdiri masih perlu bantuan karena masih sering sempoyongan dan takut jatuh. Abah senang Alhamdulillah kedatangan kalian dan anak Abah Ahmad mendapatkan teman baik seperti kalian ." ucap Abahnya.
"Iya Abah , kami juga senang bisa berteman dengan anak Abah yang baik juga. " ucap Salsa, yang tanpa sadar membuat Ahmad Rafiq bergetar kembali hatinya dan salah tingkah.
"Syukur Alhamdulillah.." ucap Abahnya..
"Iya kami juga senang bisa berteman dengan Ahmad Rafiq, anak Abah." ucap Aldo.
"Ah, iya nak tadi kamu masak sudah matang kah?" tanya Abahnya.
"Ah iya sampai lupa. Iya Silahkan makan ayuk.. " ucap Aldo
"Iya Abah tadi masakannya Alhamdulillah sudah matang. Abah makan juga ya ? biar Ahmad ambilkan." ucap Ahmad Rafiq.
"Alhamdulillah sudah matang. Iya Abah mau makan tapi kali ini Abah tidak mau makan di kamar. Abah mau makan bersama teman temanmu juga boleh ya? Abah mau kita makan bersama. Tolong ajak temanmu juga ya makan bersama." ucap Abahnya.
"Ooh baiklah Abah, yuk Ahmad Rafiq antarkan ke ruang tengah makan bersama mereka. Naik kursi roda dulu ya Abah, biar kaki Abah gak sakit buat jalan." ucap Ahmad Rafiq kepada Abahnya.
"Ohya, yuk ke ruang tengah saja dtluen kalian . Aku mau dudukan dulu Abahku di kursi roda ke ruang tengah." ucap Ahmad Rafiq kembali kepada Salsa dan Aldo.
"Iya nak, yuk." ucap Abahnya. Dan mereka pun ke ruang tengah bersiap untuk makan bersama.
"Masya Allah ini kamu semua yang masak ini nak ? sebanyak ini ? kenapa harus banyak banyak to ? apa Ahmad tau teman Ahmad mau datang makanya masak sebanyak ini?" tanya Abahnya.
"Hehe Iya Abah, ini aku yang masak. Dan Ahmad sengaja masak sebanyak ini untuk Abah supaya Abah gak bosan menunya dan bisa milih menu kesukaan Abah, krena kan sekarang keadaan Abah mudah mual gitu. Bukan karena teman Ahmad mau datang, Ahmad masak ini. Karena teman Ahmad tiba tiba baru datang tanpa bilang dulu ke Ahmad dan itu setelah Ahmad selesai masak, mereka datang Abah." ucap Ahmad Rafiq.
"Ooooh begitu. Yasudah yuk kita makan ." ucap Abah Ahmad Rafiq dan mereka pun segera makan bersama.
"Hummm ini enak loh masakan kamu Ahmad." ucap Aldo.
"Iya ini enak banget. Ohya kamu pintar masak juga ya, walau kamu bilang masih baru bisa masak . Tapi seperti uda Ahli." ucap Salsa.
"Ah , kalian bisa saja. Suka berlebihan kalau muji kalian ini. Tapi Alhamdulillah syukur jika kalian suka makanan yang sudah aku buat." ucap Ahmad Rafiq kembali.
"Siahkan lanjut makan, semoga menikmati." ucap Ahmad Rafiq kembali dengan tersenyum.
"Iya nak,Kamu ini pintar masak. Ahmad memang selalu seperti itu tidak pernah ingin menunjukkan jika dia bisa dan merendah begitu. Abah kagum padanya karena dulu Abah seusia dia ingin sekali menunjukkan bila Abah bisa dan ingin di akui . Tapi dia enggak, Masya Allah. Dan dia ini anaknya pendiam sangking pendiamnya seperti gak peduli dengan sekitar atau orang di dekatnya jadi kalau orang belum mengenalnya mungkin mengira dia cuek.Ya begitulah anak bapak, hehe." ucap Abahnya.
"Masya Allah." ucap Salsa dan Aldo. Dan Aldo pun merasa bersalah karena pernah salah menilai.
Dan mereka pun melanjutkan makan mereka juga sesekali berbincang ringan.
__ADS_1