Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Tersiksa


__ADS_3

Keesokan harinya Aldo sudah bangun jam lima pagi. Ia segera mandi lalu berpakaian sekolah karena kebetulan hari ini ia tidak ada meeting. Jadi ia bisa berangkat sekolah bareng Putri. Setelah ia selesai semuannya, ia segera pergi ke kamar Putri. Ia beberapa kali memanggil Putri dari luar pintu tapi tak ada jawaban sama sekali akhirnya ia mengambil kunci cadangan dan setelah berhasil masuk, ia melihat Putri saja tidur.


"Put, ayo bangun. Kita harus sekolah. Ini sudah jam 6 pagi. Kemaren kita sudah libur, masak iya kita sekarang mau libur lagi." uca Aldo sambil mengelus rambut Putri. Tapi Putri masih saja diam, entahlah ia sedang bermimpi apa sampai ia tak mau bangun dari tidurnya. Aldo mengambil air yang ada di pinggirnya lalu meneteskannya ke wajah Putri dan benar saja Putri segera bangun dan memukulinnya karena sudah mengganggu dirinya tidur.


"Ih sakit tau." ucap Aldo sambil mengelus lengannya karena di pukul oleh Putri.


"Kamu sih, ganggu aku tidur."


"Emang kamu gak mau sekolah."


"Iya maulah."


"Makannya aku bangunin karena udah jam 6 pagi. Eh aku malah dipukul. Tega banget." Aldo pura pura sedih.


"Maaf ya..." Putri memeluk Aldo dan Aldo pun membalas pelukannya.


"Iya sudah, sekarang kamu cepetan mandi. Aku akan mesan makanan."


"Cuci muka aja ya." pinta Putri.


"Mandi Put, jangan jorok. Kamu itu perempuan dan sudah dewasa, masa iya masih aja jorok kayak gini. Kan di kamar mandi juga ada air hangatnya. Jadi gak mungkin dingin." Ucap Aldo dengan tegas.


"Baillah, aku akan mandi."


"Sip, itu baru wanitaku tercinta." Aldo senyum penuh kemenangan. Setelah Putri masuk kamar mandi, Aldo segera memanggi pelayan dan memesan makanan. Sambil menunggu, Aldo membuka laptop membuka email yang masuk. Hingga 15 menit kemudia, Putri sudah selesai mandi dan sudah pakek seragam. Putri emang sengaja membawa seragam ke kamar mandi karena ia tau Aldo menunggunya di kamar. Putri segera pergi ke ruang rias untuk menyisir rambutnya, memakai beda, lipstik dan terakhir memakai celak. Setelah selesai, Putri menghampiri Aldo.


"Ngapain Al?" tanya Putri.


"Ini lagi cek email. Kamu sudah selesai semua?" tanya Aldo sambil menutup laptopnya.


"Iya udah. Kamu sudah pesen makanan."


"Iya tapi belum di antar karena aku nunggu kamu selesai semua karena jika di antar duluan, nanti keburu dingin. Iya sudah bentar ya." Aldo segera kirim pesan kepada pelayan dan dalam waktu 5 menit makanan pun sudah ada di kamar Putri.

__ADS_1


Putri dan Aldo segera pergi ke sekolah karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30


Sesampai di sana Aldo segera masuk ke kelas 3 IPS A sedangkan Putri masuk ke kelas 2 IPS G.


"Hei Put, kenapa kemaren gak masuk?" tanya Linda, sahabat Putri.


"Kemaren aku ke Bandung sama Aldo."


"Ngapain?"


"Kemaren Aldo ada rapat di sana karena ada beberapa masalah yang harus ia tanganiĀ  jadi aku harus ikut terus sesampai di sana, setelah selesai rapat Aldo demam jadi aku memutuskan untuk nginep di hotel. Terus setelah dia agak mendingan, aku langsung pulang deh."


"Pulang kemana?"


"Ke rumah Aldolah."


"Hemmmm kamu jadi nginep di rumah Aldo."


"Iya mau gimana lagi, aku juga takut sendirian di rumah apalagi mama dan papa sudah menitipkan aku ke Aldo. Tapi tadi malem aku dan Aldo gak jadi tidur di sana."


"Kenapa?"


"Oh tapi kamu gak satu kamar kan sama dia?"


"Enggaklah."


"Syukur deh. Oh ya kemaren Salsa ke sini?"


"Salsa?"


"Iya.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Dia cari kamu. Dia sudah tau jika kamu deket sama Aldo. Sekarang kamu gak bisa tenang tapi kamu jangan hawatir, aku akan membela kamu, aku akan menolong kamu."


"Makasih ya, kamu memang sahabat terbaikku."


"Aldo sekarang masuk sekolah?"


"Iya. Tadi dia berangkat bareng aku."


"Syukurlah, selama Aldo masuk sekolah. Dia gak mungkin berani ngapa ngapain kamu tapi jika sampai Aldo gak masuk sekolah. Habislah kita."


"Tenang aja. Kita hadapi bersama sama."


"Sip."


Percakapan mereka berhenti karena bell sudah berbunyi.


------------------------------------------------


Jam 09.00, jam istirahatpun telah tiba...............Saat Putri dan Linda mau menuju kantin, tiba tiba Putri keingat kalau dia harus pergi ke ruang ganti untuk ganti pakaian karena bentar lagi di jam istirahat ke dua dia harus ikut lomba Volly antar SMA jadi ia mau ganti baju dulu lalu pergi ke kantin dan setelah itu siap siap untuk pemanasan bersama teman temannya yang kebetulan ada di kelas sebelah sama adik kelas juga yang kebetulan ada beberapa anak yang jago main Volly.


"Lin, kamu ke kantin dulu ya. Aku mau ke ruang ganti dulu ya soalnya aku mau ganti baju nih hehe....." Ucap Putri sambil tersenyum.


"Nanti kalau Aldo nanya kamu?"


"Bilang aja, aku ada di ruang ganti. Kamu dan Aldo nunggu di kantin aja, nanti aku nyusul. Jadi gak perlu nyamperin aku segala." ucap Putri.


"Oke." Linda pun segera menuju kantin. sedangkan Putri menuju ruang ganti. Sesampai di ruang ganti, ia bertemu dengan Salsa dang geng nya.


"Mau apa kamu?" tanya Putri melihat Salda dan gengnya menghampiri dirinya.


"Aku mau ngasih pelajaran buat kamu yang sok cantik ini." Ucap Salsa sambil memegang tangan Putri, Putri berusaha untuk memberontak tapi temen teman Salsa segera membantu Salsa untuk memegang tangan Putri. Putri merasa kesakitan. Saat ia ingin berteriak, Salsa segera membungkam mulut Putri hingga ia pun tak bisa bersuara. Sedangkan teman teman Salsa yang lainnya berjaga di pintu masuk agar tidak ada orang yang masuk ke ruang ganti itu.


"Kamu itu masih anak baru tapi kamu sudah berani ya dekat dekat sama Aldo. Kamu tau gak, Aldo itu hanya milikku dan aku gak suka jika ada wanita yang dekat sama dia." Ucap Salsa sambil menarik tangan Putri.Putri menangis menahan sakit di kepalannya. Karena Salsa bukan cuma menarik rambutnya tapi juga menghantam kepala Putri ke tembok.

__ADS_1


"Sal, jangan kasar seperti itu. Dia bisa mati." Ucap Ulfa, teman Salsa.


"Kamu diam aja, ini urusanku dengan dia." Ucap Salsa. Salsa menampar Putri dengan keras hingga bibir Putri robekk dan mengeluarkan darah. Pipinya juga merah dan dari hidungnya juga keluar darah. Setelah itu, Putri merasa dirinya sudah tidak kuat. Ia pun jatuh pingsan. Salsa dan teman temannya segera keluar dari ruang ganti itu dan berjalan seakan akan gak terjadi apa apa.


__ADS_2