Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Di Kantin


__ADS_3

Setelah Aldo cabut dari tempat itu. Putri langsung di samperin oleh Linda, teman sebangkunya yang kini telah menjadi teman dekatnya sekaligus sahabatnya.


"Hei Put." Ucap Linda ketika sudah ada di dekatnya.


"Hei juga."


"Kamu sama siapa tu?"


"Aldo." Jawabnya enteng sambil terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang kebetulan ada di paling ujung.


"Aldo Sanjaya?" tanyanya kaget.


"Iya."


"Kamu kog bisa kenal sama dia? Dia pengusaha sukses loh. Dia juga pemilik sekolah ini sekaligus kakak kelas kita. Kamu gak lagi sedang pelet dia kan? Soalnya mana mungkin cewek kayak kamu bisa deket sama dia karena setahuku dia tu paling susah di deketin apalagi sama cewek. Banyak anak-anak yang sekolah di sini di bikin patah hati. Kalo kamu sampek ketahun Salsa, bisa habis kamu. Kamu tau sendiri kan. Betapa ngebetnya tuh Salsa ke Aldo tapi sayang Aldo gak pernah menanggapinya tapi tetep saja dia gak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya Aldo dan sekarang ada anak baru yang tiba tiba mendekati dia. Bisa bisa dia gak akan bikin loh tenang sekolah di sini." Ucap Linda yang mulai kepo dan ngomong tiada henti bikin Putri jadi muak. Tapi tetep saja Putri gak menanggapinya walau sebenarnya ia mendengarkan setiap apa yang di ucapkan oleh temannya itu.


"Put, kog kamu diem aja sih. Ngomong dong."


"Aku bingung, harus jawab pertanyaan kamu yang mana. Karna terlalu banyak bahkan aku sudah lupa apa yang sudah kamu omongin tadi." Jawab Putri cuek.


"Sialan loh." Linda merasa di abaikan.  Tak terasa mereka sudah sampai di kelas.


"Oh ya kemaren kenapa gak masuk?" tanya Linda setelah ia duduk di kursi dan menaruh tasnya di bawah meja.


"Telat."


"Pasti gara gara bangun kesiangan ya?"


"Bukan."


"Lalu?"

__ADS_1


"Karena semalaman baca novel dan akhirnya telat berangkat sekolah, di tambah angkotnya yang lelet jadinya aku telat deh."


"Kamu sih hobi banget baca novel. Terus kamu kemana pas?"


"Jalan sama Aldo."


"Ha! Ciyuz. Kog bisa?"


"Iya bisalah. Aku kan cantik, wajar dong jika Aldo suka dan tertarik sama aku lalu ngajak aku jalan." jawab Putri dengan penuh bangga dan percaya diri.


"Cantik dari mana? biasa aja tuh. Terus kog bisa sih kamu kenal sama dia."


"Aku kenal ma dia juga baru kemaren. Pas aku telat, aku pergi ke warung depan. Eh ada dia, terus dia ngajak aku jalan. Udah gitu aja dan sekarang dia tinggal di rumahku."


"Ha!" lagi lagi Llinda di bikin kaget dengan apa yang di ucapkan oleh temannya itu.


"Kamu lagi bercanda kan?"


"Wah beruntung banget hidup kamu. Di saat yang lain jatuh bangun untuk mendapatkan perhatiannya tapi kamu malah di perlakukan dengan begitu istimewa. Emang kamu pelet dia gimana sampai dia seperhatian itu ke kamu?"


"Dasar loh. Gila apa aku sampai harus pelet dia segala. Mungkin karena dia sudah tersihir dengan kecantikan ku hehe." ucap Putri sambil tertawa.


"Iddihhhhhhhhhhhhh, cantik dari mana. Jelek, iya hahahaha......" Linda juga ikut tertawa hingga tak terasa bell berbunyi. Anak anak yang masih ada di luar kelas segera berhamburan masuk ke kelas karna pelajaran pertama adalah pelajaran matematika dan yang ngajar adalah Bu Eka, guru paling killer di sekolah ini.


Di dalam kelas Putri dan Linda gak berani berbicara ataupun saling berbisik satu sama lain karna mereka takut dengan tatapan tajam bu Eka yang akan mengarah ke mereka berdua jika ngobrol di dalam kelas.


2 jam berlalu,  jam istirahat telah tiba. Putri dan Linda segera ke kantin untuk beli bakso kesukaan mereka. Ketika mereka sedang asyik ngobrol dan menikmati makanannya, tiba tiba Aldo datang dan langsung duduk di samping Putri.


"Lah kog ada di sini. Katanya kamu masuk jam 10, ini masih jam setengah 10 loh." Ucap Putri ketika Aldo sudah ada di dekatnya.


"Meetingnya sudah selesai jadi aku langsung ganti baju terus ke sini deh nyamperin kamu. Aku kangen tau. Emang kamu gak kangen tah sama aku?" tanya Aldo yang langsung memakan bakso milik Putri.

__ADS_1


"Ini punyaku loh, kenapa kamu makan?" Putri tak terima jika makanannya di ambil oleh Aldo, padahal dirinya kan masih belum puas makan bakso itu.


"Kamu lupa ya. Tadi pagi aku gak sempet sarapan gara gara ngurus kamu. Jadi jangan marah jika bakso kamu, aku yang makan" jawab Aldo enteng. Sedangkan Linda hanya diam melihat apa yang terjadi di depannya.


"Salahnya sendiri, kenapa gak makan." Ucap Putri yang gak mau di salahkan.


"Eh, dia siapa?" tanya Aldo ketika melihat Linda ada di depannya.


"Dia Linda, teman sebangkuku sekaligus sahabatku." Jawab Putri, Linda hanya menjawab dengan tersenyum sedangkan Aldo hanya manggut manggut saja.


"Nanti sepulang sekolah, kamu langsung ke rumahku aja ya. Tadi aku sudah suruh pelayan untuk bersih bersih rumah kamu. Oh ya baju kamu dan perlengkapan sekolah kamu sudah ada di rumahku." Ucap Aldo


"Kog kamu gak minta izin dulu sih sama aku?"


"Kenapa aku harus minta izin. Kamu kan pacarku." Jawab Aldo, membuat Linda yang ladi makan langsung tersedak ketika mendengarkan ucapakan Aldo tapi ia gak berani buka suara, ia hanya mengambil air lalu meminumnya.


"Sejak kapan?" tanya Putri.


"Sejak tadi pagilah."


"Tapi kan aku gak setuju?"


"Aku gak butuh persetujuan dari kamu. Aku juga udah minta izin ke orang tua kamu dan mereka ngizinin malah mereka bersyukur karna aku mau jadi pacar kamu. Seharusnya kamu juga bersyukur di saat yang lain lagi sibuk pengen dapat perhatian dan hati aku, kamu malah dengan mudahnya langsung mendapatkan itu semua dariku."


"Kenapa aku harus bersyukur lagian aku juga gak berharap bisa punya pacar kayak kamu. Asal kamu tau aja ya, kamu tuh bukan seleraku tau. Kamu itu bukan tipe cowok yang aku suka." jawab Putri dengan jujur.


"Terserah kamu deh. Aku harus ke kelas dulu. Jika ada apa apa, kamu langsung von aku aja, aku tadi pagi sudah mensave nomerku di hp mu." Ucap Aldo yang langsung pergi meninggalkan Putri dan temannya.


"Kamu kog gitu sih Put ngomongnya, kasihan tau ma Aldo, kayaknya dia tulus banget sayang sama kamu tapi kenapa sikap kamu cuek dan gak berperasaan gitu sih." Ucap Linda setelah Aldo sudah pergi.


"Emang ada yang salah dengan ucapanku. Aku kan ngomong dengan jujur dan apa adanya." jawab Putri yang lagi lagi gak mau di salahkan.

__ADS_1


"Terserah kamu deh. Emang susah ngomong sama kamu. Iya sudah masuk kelas yuk. Udah bell tuh." Ucap Linda mengakhiri obrolan di kantin itu ketika bell masuk sekolah berbunyi dan pertanda jam istirahat sudah berakhir.


__ADS_2